Buka Hatimu Kembali Untukku

Buka Hatimu Kembali Untukku
Ines Jalan-Jalan


__ADS_3

Setelah melakukan kesalahan satu malam dengan Novi, Axell masih duduk diam bagai patung, ia merasa kedatangannya ke bar malam itu bukan mengurangi masalah malah menambah  masalah. Novi masih di kamar mandi membersihkan tubuh, sementara Axell masih duduk mencoba mengingat potongan  kejadian tadi malam. Tapi sebesar apapun ia mencoba mengingat tak bisa juga.


 Ia khawatir kisah yang dulu dengan Marta terulang pada Novi. Mungkin kalau wanita itu,  tidak ia kenal keluarganya, mungkin ia tidak sekawatir seperti saat itu. Namun wanita  yang ia tiduri malam itu adik sahabatnya sendiri, bahkan ia juga menganggapnya sebagai adiknya sendiri,  walau sering kali ke duanya bertengkar.


‘Aku bisa gila kalau seperti ini … Aku akan berhenti minum-minum lagi, Alkohol membuatku dalam masalah besar’ ucap Axell dalam hati. Ia beberapa kali menghela napas panjang.


“Jangan khawatir Dokter, kita sudah dewasa , tidak akan mengadu sama siapa-siapa,” ucap Novi.


“Aku minta maaf.” Axell mengusap wajahnya dengan kasar.


Masalah dengan Marta saja belum selesai, kini ditambah masalah yang lebih besar, bukan hanya Nicolas yang ditakuti Axell, tetapi kedua orang tua Nicolas,  sebab orang tua angkat Axell kenal baik sama  Linda.


“Untuk apa? Aku saja tidak ingat apa yang terjadi, jadi lupakan saja, anggap saja tidak terjadi apa-apa,”ujar Novi  dengan santai, wanita itu anak perempuan yang bebas.


“Aku harusnya lebih berhati-hati,  karna sudah pernah melakukan kesalahan  yang sama, tapi kenapa melakukan kesalahan lagi,” rutuk Axell pada dirinya sendiri.


“Tidak masalah Dokter,  kalau Aku hamil  nanti  kita menikah saja,” ucap Novi bercanda,  seketika wajah Axell jadi


“HAAA?”


Axell kaget mendengar permintaan Novi, bagaimana mungkin ia menikah dengan gadis yang ia anggap adik sendiri.


“ Jangan kaget, Aku hanya bercanda, Aku pulang,” ucap Novi, ia tertawa lepas saat melihat wajah panik dr. Axell.


“Tadi Apa kamu akan tinggal di panti selamanya?”


“Ya, Aku tinggal di panti, karena asalku dari sana.”


“Itu kan masa lalu Dok, kenapa kamu gak coba kerja di rumah sakit yang lain saja.”


“Aku tidak ingin bertemu orang tua angkatku di Jakarta ini.”


“Semarah itu kah kamu sama orang tua yang sudah membesarkan mu? Mereka sudah membesarkan mu dengan baik dan menyekolahkan hingga menjadi dokter,” ujar Novi, apa yang dikatakan Novi ada benar juga tanpa kedua orang tua Axell tidak akan jadi dokter, sekalipun mereka selalu mengekang hidupnya dengan aturan ketat yang mereka buat  untuk mengatur hidup Axell.


Kedua orang tuanya ingin semuanya perfeksionis, baik dalam penampilan dan gaya hidup.

__ADS_1


“ Ya, sangat, mereka memperlakukanku seperti barang dipakai saat dibutuhkan saja.”


“Aku berharap kamu berbaikan sama Tante dan Om, sudah Aku pulang duluan.”


Novi meninggalkan Axell di apartemen Nicolas, lelaki itu duduk diam  menatap sekeliling ruangan apartemen Nicolas, ia baru menyadari  di dinding dan di atas meja di apartemen di Nicolas di penuhi foto Keanu, bahkan foto Ines saat hamil.


Axell  berdiri menatap semua foto, tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah foto  Amber dan Keanu saat masih bayi.


“Dari mana ia mendapatkan semua ini,” ujar Axel mengusap bingkai foto di dinding tersebut.


Ia mengambil gambar foto-foto Keanu dan Ines  di dinding  apartemen, ia ingin memberitahu Bu Narti tentang foto Keanu. Saat sedang melihat-lihat ternyata Nicolas pulang  pagi itu juga.


Teed …!


Pintu terbuka, Nicolas  datang dari luar kota.


“Selamat pagi!” sapa pemilik apartemen tersebut.


Karena merasa melakukan kesalahan Axell gugup, ia berdiri menatap Nicolas.


“Selamat pagi juga Bro. Kenapa buru-buru pulang?” tanya Axell ia melirik kamar Nicolas yang mereka pakai tadi malam dengan Novi, beruntung Novi merapikan  ranjang Nicolas sebelum  ia pulang.


“Pekerjaan   berjalan lancar, rencananya di sana tadinya tiga hari  ternyata bisa kelar dua hari,” jawab Nicolas.


“Darimana kamu mendapatkan foto-toto mereka?” Axell menunjuk foto Amber dan Keanu saat masih bayi.


“Ko Hen yang mengabadikannya.”


“Boleh Aku meminta yang ini?” tanya Axell menunjuk foto Amber.


Nicolas diam, ia kasihan dengan  Nicolas, tadinya  ia berharap Amber  bisa bersamanya. Nicolas tidak bisa melarangnya karena  di satu sisi  ada sahabat baiknya di sisi lain abangnya  sepupunya yang sangat sayang padanya. Jadi  jika diminta untuk memilih antara saudaranya dan sahabatnya Axell pasti bingung menolak.


“Ambil saja …  Bro,  Ko Hendra akan men jalani perawatan khusus untuk mengobati penyakitnya.”


“Baguslah, kalau dia menerima pengobatan. Semoga  cepat sembuh, Bagaimana dengan Ines, apa kamu akan  menyerah untuk mencari?” tanya Axell.

__ADS_1


“Aku tidak menyerah, dia hanya ingin liburan kenapa harus mencarinya, semakin aku kejar aku takut ia semakin menjauh dan menghilang, bukan karena aku tidak  rindu, tapi,  Aku memilih untuk menunggunya datang.”


“Bagaimana kalau dia tidak datang Bro, apa yang akan kamu lakukan?” tanya Axell


“Dia pasti datang,” ujar Nicolas dengan yakin dia memilih menunggu Ines pulang dari pada harus mengejarnya keliling dunia, Nicolas  membangkitkan perusahaan farmasi  lebih maju lagi, karena itulah keinginan Pak Darto, lelaki itu ingin perusahaan Farmasi  miliknya  mempekerjakan lebih banyak  warga lokal.


                  *


Sementara Hendra akan  diterbangkan ke Singapura untuk menerim pengobatan.


“Kamu tidak usah ikut ya Mi, biarkan team dokter yang mendampingi,” bujuk Hendra, ia tidak ingin kenapa- kenapa pada bayi yang di kandung Marta.


“Aku tidak akan tenang  kalau tinggal di sini, Aku menitipkan Amber sama Ines  agar Aku bisa menemanimu, kalau  ditinggal , lalu apa gunanya  menitipkan Amber.”


“Aku takut kamu capek, Aku akan berjuang sembuh agar bisa melihat anakku lahir,” ucap  Hendra.


“Aku yakin dia kuat, percaya padaku, Aku tidaka akan bisa tenang kalau  Aku ditinggal,” ujar Marta.


Melihat Hendra sakit,  Gunawan dan Linda mendampinginya, dari dulu sejak lelaki itu kehilangan  kedua orang tuanya , merekalah yang merawat Hendra, saat mengetahui ia sakit Linda bertindak sebagai seorang ibu untuk Hendra.  Nicolas dan Axell yang memilih rumah sakit untuk Hendra


Saat di rumah sakit tadi terduga  Axell kembali bertemu dengan Marta, karena ia juga ikut mendampingi Hendra.


Saat Hendra masuk ke ruang pemeriksaan, Marta dan Axell duduk berdua di ruang tunggu pasien, setelah saling diam beberapa lama, akhirnya Axell memberanikan diri  bicara duluan.


“Jangan takut suamimu akan baik-baik saja.”


“Ya terima kasih Dok,” jawab Marta dengan acuh.


Axell terdiam, enam tahun yang lalu  Marta selalu menatapnya penuh cinta dan selalu perduli dengannya sekarang semuanya  sudah  berubah


 Apakah Hendra akan sembuh dari penyakitnya?


Bersambung


Bantu like, komen ya

__ADS_1


__ADS_2