Buka Hatimu Kembali Untukku

Buka Hatimu Kembali Untukku
Membuka Rahasia


__ADS_3

Nicolas dan keluarganya tidak pernah tahu kalau kedatangan mereka ke pemakaman hari  itu akan membuka sebuah tabir. Hendra membuka rahasia besar yang disembunyikan Ines dan Bu Narti selama ini dari Nicolas. Padahal Nicolas beberapa kali datang ke panti asuhan milik Darto, ia berharap Ines pulang. Ia selalu datang saat perayaan, tapi Bu Narti dan Heru tidak pernah memberitahunya kalau ia punya anak.


Nicolas dan keluarganya masih kaget dengan  ucapan Hendra antara percaya dan tidak percaya. Tetapi Gunawan sepertinya sudah punya Feeling kalau Keanu adalah cucunya, maka saat Keanu dan Amber dibawa ke rumah Gunawan selalu mengawasi Keanu.


“Aku sudah menduga,” ujar lelaki yang duduk di kursi roda itu dengan pelan.


“Apa maksudnya? Papi sudah tau? Papi tau kalau Keanu anak Ko Nicolas?’ tanya Novi dengan mata membesar.


“Ya, saat Hendra membawanya ke rumah, Papi sudah curiga kalau itu anak Nicolas, dari tatapannya, cara ia tertawa semuanya mirip Nicolas,” ucap Gunawan.


“Oh, benarkah … kenapa Papi tidak bilang, kalau saat itu aku tahu kalau itu anak Koko Aku tidak akan membiarkannya pergi.


“Oh,cucuku.” Linda pingsan, justru wanita itu yang pingsan bukan Gunawan.


“Mami! Bangun Mami!”


“Ko! Mami  pingsan!”


“Mami!” Nkolas Hendra berlari ke arah Linda.


Novi sangat khawatir melihat Maminya pingsan,  Hendra dan Nicolas berlari memberi pertolongan pada Mami mereka. Saat melihat kedua lelaki itu sibuk,  Ines berjalan pergi. Gunawan menatap punggung menantunya yang berjalan menjauh.


‘Maaf selama kamu di rumah, Aku tidak pernah membela kamu di depan Oma. Mungkin hatimu begitu terluka, karena itulah kamu belum bisa memaafkan keluarga kami’ ucap Gunawan dalam hati.


Saat Hendra dan Nicolas  sibuk memberi pertolongan pada Linda, sementara Gunawan hanya  menatap Ines yang  menjauh dan menghilang dari pandangannya.


“Oh, mana cucuku,” ujar Linda ia kembali sadar setelah diolesi minyak angin ke tubuhnya.


“Tenanglah Mi, kita akan  bertemu dengannya,” ujar Nicolas, lalu membalikkan tubuhnya Ines sudah tidak ada lagi di sana.


“Dia sudah pulang,” ujar Gunawan.


“Ines! Kamu mau kemana! Jelaskan dulu apa yang terjadi baru kamu pergi,” ujar Nicolas berlari mengejar Ines.


Ia berlari kearah pintu Barat sementara Ines keluar dari pintu yang berbeda, jadi mereka berdua tidak bertemu. Nicolas melihat kanan  kiri dan berlari kearah parkiran mobil, tapi  tidak ada.


“Kamu tidak boleh seperti ini padaku Nes, kamu tidak boleh menjauhkan anakku dariku,” ujar lelaki itu dengan raut wajah putus asa, ia berusaha keras menahan air matanya agar tidak tumpah, mendongakkan kepalanya ke atas beberapa kali.


                *


Sementara Ines berjalan pulang, ia merogoh ponsel dari dalam tas menelepon Marta.

__ADS_1


“Apa kamu membawa mereka, Ta?”


“Aku membawa anak-anak pulang duluan.”


“Tunggu Aku di depan, Aku sudah jalan.” Ines meminta supir untuk menghampiri mobil Marta.


“Bapak kembali saja lagi, Saya akan naik mobil Marta.”


“Baik Mba. Tapi bagaimana kalau Bu Narti bertanya?”


“Saya akan meneleponnya nanti Pak, kembali saja ke makam ada Pak Hendra di sana.”


“Baik, Mba.”


Pak Supir itu menatap Ines dengan dalam, lelaki paruh baya itu sudah mengenal Ines dari ia masih remaja, ia  juga supir Pak Darto, jadi  sudah paham kalau Ines sedang sedih.


“Mba!”


“Ya Pak.” Ines menatap  ke arah supir.


“Ini buat Mba Ines, jangan sedih setiap masalah ada solusinya,” ujar lelaki paruh baya itu  dengan lembut. Ines tersenyum kecil, setiap kali ia merasa sedih, kakeknya selalu  berkata seperti itu lalu memberinya permen .


“Mommy!”Keanu memeluk maminya sembari menangis.


“Mami , nakal kenapa marahin Papi,” ujar keduanya menyalahkan Marta , mereka berdua melihat  Marta berteriak marah pada Hendra saat di kuburan tadi. Ia menghiraukan rengekan dan tangisan kedua anak itu.


“Kita pergi dari sini Nes.” Marta menghidupkan mesin mobil dan melajukan kendaraan dan pergi dari sana.


“Bagaimana dengan suamimu? Apa kamu meninggalkannya?.”


“Biarkan saja dia di situ, Aku marah padanya,” ujar Marta marah.


Amber langung menangis saat  ia tahu kalau papinya ditinggalkan bersama  Nicolas di pemakaman.


“Mami Aku mau Papi,” ujar Amber sembari menangis.


“Kenapa Papi ditinggali.” Keanu ikut menangis tersedu-sedu.


“Tenang ya, Papi sudah dijemput sama supir, Mommy yang suruh,” ujar Ines terpaksa berbohong agar  mereka diam. Sementara Marta  masih diam,  ia fokus memegang setir, walau matanya fokus . Namun matanya sembab ia menangis karena kecewa apa yang dilakukan Hendra membuatnya jauh lebih marah . Ia merasa dikhianati  sama suami sendiri.


“Ta, Aku tidak ingin pulang ke rumah, Aku ingin ke hotel.” ujar Ines.

__ADS_1


“Ayo kita bersama-sama Nes.”


“Ta, ini tidak sepenuhnya salah Ko Hen, dia hanya membela keluarganya. Kamu jangan ikut marah padanya.”


“Dia sudah berjanji padaku tidak melakukannya Nes, mereka keluarganya, apa aku tidak ada -apa baginya,” ujar Marta mengusap air matanya dengan kasar.


Di sisi lain.


Linda masih menangis di makam ayah mertuanya, ia sangat menyesal karena dulu menyakiti perasaan Ines.


“Aku salah, harusnya dulu Aku membela dan mempertahankannya Pak. Cucuku,” ucapnya sambil memukul-mukul dadanya yang terasa sesak.


“Sudah Mi, kita pasti bisa bertemu Keanu. Ines masih istri Koko, aku yakin suatu saat mereka akan kembali,” ujar Novi memeluk pundak Maminya.


“Ko, kenapa kamu tidak mengatakan terus terang pada kami,” ujar Novi.


“Aku yang salah, Ko Hen sudah  berusaha memberi tahukannya secara tidak langsung, maka itu dia memanggil kami dengan Axell menjemput ke bandara, Aku baru mengerti sekarang,” tutur Nicolas.


“Axell …?” Mata mereka semua menatap Nikolas dengan tatapan memburu.


“Ya, Amber anak Axell dan Marta. Aku menikah dengannya saat dia hamil anak Axell. Namun dia menolak menikahi Marta karena orang tuanya tidak setuju.”


                     *


Hendra mengajak mereka duduk dan meminjam laptop Nicolas, lalu  menceritakan semuanya, bagaimana mereka hidup selama di Jerman, ia yang lebih banyak menjaga Keanu dari  pada Ines bahkan dari bayi. Hendra mengeluarkan memori dari ponsel, karena ia  menyimpan  semua  moment saat Keanu  masih bayi bahkan saat ines masih hamil. Hendra ternyata sudah merencanakan semua ini dari dulu, ia akan  menceritakan semuanya kalau ada waktu yang tepat.


Tapi rencana itu berubah karena Ines sangat membenci Nicolas dan keluarganya, puncaknya saat ia dipaksa sama Bu Narti dan Heru untuk mengangkat Nicolas dan Gunawan jadi pemimpin perusahaan, karena itu wasiat Pak Darto. Malam itu sebelum pengangkatan, ia mendengar Ines menelepon temannya, ia mendengar kalau Ines ingin meninggalkan Indonesia bersama putranya dan menghilang selamanya dari Nicolas dan keluarga. Karena itulah Hendra melakukan  itu.


“Aku tidak tahu kalau luka hatinya akan separah itu Mi, Aku akan melakukan apapun agar dia bisa memaafkan, bahkan aku rela mati asal aku bisa memeluk putraku lagi,” ujar Nicolas, kali ini ia tidak bisa membendung air matanya lagi.


Ia menangis sesenggukan di pelukan maminya, Novi menundukkan kepalanya, melihat saudaranya menangis seperti itu ia juga merasa sangat menyesal dan hatinya ikut hancur saat melihat Nicolas saudara yang ia sayangi menangis.


“Maafkan Aku Ko, maaf,” ujar Novi.


“Sudah, kita pulang dari sini, kita akan mencari mereka sebelum pergi . Aku yakin bukan hanya Ines yang marah Marta juga akan ikut menghilang,” ujar Hendra, ia tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya.


Apakah Ines dan Marta akan memilih pergi lagi?


Bersambung.


Bantu like, komen vote juga ya kakak semua

__ADS_1


__ADS_2