
Suroto terjebak dalam permainannya sendiri, ia tidak tahu kalau Nicolas akan bertidak lebih cepat darinya. Pengakuan Sonia tentang pernikahan mereka membuatnya tidak bisa bicara. Di satu sisi ia tidak ingin sonia marah lalu pergi lagi. Namun, ia jug tidak rela melepaskan harta Nicolas.
‘Dasar brengsek awas kamu, Aku akan menghabisi nanti’ ucap lelaki itu dalam hati, ia masih menatap kertas di tangannya.
“Aku akan mendatanginya tapi mana buktinya kalau kalian sudah menikah ?” Suroto masih belum menyerah.
Nikolas sudah mempersiapkan segala sesuatunya, tapi ia sempat kesal karena Suroto berusaha mengelak. Sonia melihat Nicolas yang mulai kesal.
“Cepat Ayah.” Nikolas sudah tidak sabar lagi Sonia mendesak Suroto, ia tidak ingin Nicolas marah.
“Tapi Ayah ingin melihatmu menikah?”
“Ayah, itu pasti … kita akan mengadakan resepsi yang besar nantinya.”
“Tapi mana Foto saat kalian menikah.”
'Astaga lelaki tua ini belum mau menyerah’ Nicolas menghela napas, stok kesabarannya sudah mulai menipis, sesekali tangannya dikepal kuat setiap kali Suroto mencari-cari Alasan.
“Ayah gak percaya” tanya Sonia memajukan bibirnya bawahnya.
“Tidak, ayah hanya ingin melihat kamu saat memakai pakaian pengantin.”
Alangkah terkejutnya lelaki gemuk itu, saat tahu bagaimana Nicolas dan Sonia melangsungkan pernikahan.
“Baiklah,” ucap lelaki itu tidak ada alasan untuk menolak menandatangani berkas perjanjian tersebut.
Akhirnya Pena berwarna hitam itu menari di atas kertas Putih , entah berapa banyak lembar yang di tandatangani, bahkan berkas putih itu, tidak di baca lagi karena ia sudah terlanjur marah. Ia mendatanginya dan berpikir akan mengurusnya nanti, ia menandatangani semua yang di berikan Nikolas, tapi pikiran kotor dan liciknya mulai bekerja, tetapi Nicolas juga tidak mau kalah.
__ADS_1
Sonia menarik tangannya Nikolas membawanya keluar dari ruangan Ayahnya.
“Sebentar iya, aku numpang kamar mandi dulu,” ujar Nikolas meminta izin pada Sonia. "Boleh aku memakai kamar mandi kamarmu sebentar? Aku juga ingin melihat seperti apa kamar kita nanti,” bujuk Nikolas.
Mendengar hal itu ,tentu saja wanita itu kegirangan, karena memang itu yang dia inginkan selama ini membawa Nikolas ke dalam kamarnya dan menunjukkan keistimewaan kamar mewah itu. Bahkan ia sudah dua kali membongkar bentuk kamarnya agar nyaman saat berduaan dengan suaminya, bahkan beberapa kali ia menghayal kalau dia dan lelaki pujaannya memadu kasih di kamar tersebut.
Saat tiba di kamar, kedua alisnya Nicolas mendelik, karena warna dan desain kamar itu mirip kamar Naura saat masih tinggal di apartemennya.
“Wah … bagus,” puji Nicolas.
“Kamu suka, sayang?”
“Ya.”
Melihat Nikolas mengagumi kamarnya dan koleksi koleksinya yang dia pamerkan di kamarnya, Ia ingin rasanya mengunci lelaki tampan itu di kamarnya, agar tidak bisa kemana- mana lagi.
“Apa aku mau mandi bersamaku” Sonia kembali menggoda dengan genit, ia membuka kancing kemeja yang di kenakan.
Ada hal yang jauh lebih penting yang ingin ia kerjakan hanya bisa di lakukan di kamar wanita itu, ia harus mengerjakannya cepat, sebelum orang- orang suruhan Suroto menangkapnya dan mengambil berkas yang di tanda tangani itu.
“Sayang, sebenarnya mau. Tapi waktunya tidak tepat, saat ini aku menahan sakit perut, bahkan sejak tadi sudah mules, mungkin karena takut karna kemarahan Ayahmu, tadi perutku sangat sakit tidak tahan lagi.” Nikolas mencari alasan.
“Ya ampun sayang ... kasihan sekali,” ucap Sonia.
Nicolas masuk ke kamar mandi Nikolas menyalakan kran di Kamar mandi, tangannya mulai bekerja, ia mengambil gambar semua berkas itu dan mengirim ke anak buahnya ia harus bekerja keras untuk itu. Karena Ayahnya masih memasang alat penyadap dan mengawasinya setiap gerakan Nicolas.
Maka b untuk mendapatkan menyelamatkan tanda tangan Suroto Nicolas memanfaatkan alat yang di masukkan Ines dulu ke dalam telapak tangannya, untungnya masih berfungsi, walau dengan rasa sakit, karena ia harus merobek kulit telapak tangannya untuk menghidupkan alat itu kembali, darah segar keluar dari tangan Nicolas karena dia merobeknya dengan ujung pena, setelah menyala akhirnya terkirim juga walau dengan darah yang berteteran di lantai kamar mandi , tapi Nikolas tidak memperdulikannya rasa sakit yang dialami . Ia berpikir kedua orang tuanya dan adiknya dan istrinya jauh lebih sakit dari yang ia rasakan. Bahkan istrinya ikut berjuang menyelidiki Hendra palsu.
__ADS_1
Akhirnya File itu terkirim ke Bian anak buah Nicolas, akan segera di proses . Ia tidak ingin melihat Sonia panik nantinya melihat tangannya berdarah, maka ia mencari alasan untuk menyakinkan wanita itu, Tempat tissue lebih cocok jadi kambing hitam atas luka di tanga, ia menarik paksa besi penyangga tisu yang menempel di dinding kamar mandi hinga rusak dan meninggalkan besi runcing. Benda Itu yang jadi penyebab tangan Nikolas berdarah, karena tempat tisu yang rusak
Sonia untungnya tidak curiga, ia hanya menyalahkan tukang yang mengerjakan kamar mandi, ia beberapa kali minta maaf pada Nicolas karena terluka.
“Tinggallah disini hanya sehari saja,” bujuk Sonia manja, Nikolas menyadari kancing baju Sonia tadinya hanya di buka satu kancing dan kali ini sudah bertambah totalnya empat kancing yang terbuka memperlihatkan belahan dadanya yang montok.
“ Tadi saja Ayahmu sudah hampir menelanku hidup -hidup dan membuatku mules perut. Kalau saja dia tahu aku bermesraan di kamarmu dia pikir aku melawannya.” Nicolas mengelak.
“Tapi aku kan sudah Istrimu , masa kita tidak bisa tinggal bersama.”
“Bisa, tunggu amarah Ayahmu redah, kita akan tinggal bersama, kalau aku masih hidup sampai besok ,” ucap Nicolas
“Kok ngomong begitu si… Siapa yang akan menyakitimu?”
“Entahlah, hanya perasaanku saja, aku pulang dulu iya, sebelum ayahmu menebas leherku nanti,” kata Nikolas
‘Dasar Pria gendut, gara-gara dia Aku tidak bisa tenang dengan suamiku’ ucap Sonia dalam hati ia memaki-maki Suroto.
Mobil Nikolas meninggalkan rumah mewah milik Sonia, baru berapa menit keluar dari komplek, dugaannya tepat. Sebuah mobil hitam mengikutinya.
Nikolas tersenyum miring melihat mobilnya di ikuti, bukannya takut ia sengaja memancing membawa ke tempat sepi yang jarang di lalui Orang, ia keluar tol melajukan mobilnya ke arah Cileungsi. Tiba di sana Nicolas keluar dari mobilnya seolah-olah dia membuat janji dengan seseorang.
Karena ia tahu ponsel yang dia gunakan sudah di sadap, maka, ia punya strategi untuk menghadapi Suroto dan orang-orangnya.
Kali ini Nikolas mempertaruhkan nyawa untuk menangkap macan besar itu.
Hampir satu jam Nikolas masih menunggu, mereka aduh ketahanan akankah Nikolas yang mengalah dan meniggalkan tempat itu atau orang suruhan Suroto yang datang menghampirinya?
__ADS_1
Nikolas masih bertahan dan sesekali melirik arloji miliknya dengan gelisah, tangannya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Nicolas seakan-akan ingin menemui seseorang yang tak kunjung datang. Lalu pura-pura menelepon beberapa kali, saat dihubungi orang yang akan di temui meminta menunggu karena perjalanannya macet, padahal itu hanya orangnya Nikolas yang ikut mengawasinya.
Bersambung