Buka Hatimu Kembali Untukku

Buka Hatimu Kembali Untukku
Selalu Dicuekin


__ADS_3

Setelah puas melepas rindu dengan Keanu, barulah ia mengutarakan  pesan dari Hendra.


“Sebenarnya Aku juga membawa pesan untuk kamu Nes,” ujar Nicolas, ia melirik Ines yang duduk  di sofa di samping Bu Narti. Walau wanita itu tidak menginginkan kehadirannya dan bersikap dingin padanya, tapi Nicolas merasa sangat bersyukur, setidaknya Ines tidak kabur lagi darinya. Sesuai pesan  Bu Narti, Nicolas  tidak mengungkit permasalahan  di masa lalu, Nicolas merasa beruntung karena ada Bu Narti yang kebetulan berkunjung ke sana juga, mereka masih duduk di ruang tamu di dekat  perapian. Ines sibuk dengan ponsel di tangannya dan  mengacuhkan sang suami.


“Pesan apa?” tanya Bu Narti.


“Ko Hendra ingin Ines bicara dengan Marta.”


“ Aku sudah  melakukannya. Tapi dia menolak,” jawab Ines meletakkan ponselnya diatas nakas.


“Mengatakan Apa?” tanya Bu Narti.


“Kehamilan Marta, Bi.”


“Hendra bilang jika anaknya  lahir  kelak akan sakit sama sepertinya, dia  memintaku bicara pada Marta untuk menggugurkan.”


“Ha! Tidak ada hal seperti itu, kematian dan kehidupan manusia  hanya Tuhan yang tahu, kenapa harus digugurkan. Tuhan izinkan itu ada dalam rahimnya, artinya sudah menyiapkan satu kehidupan yang baru,” tutur Bu Narti dengan tegas.


“Masalahnya janinnya katanya tidak berkembang Bi, dokter sendiri yang menyarankan untuk diangkat, Aku juga belum melihatnya jadi tidak tahu tidak berkembang atau bukan.”


“Benarkah …? Kasihan Marta dia pasti sangat sedih mendengar itu,” ujar Bu Narti.


“Marta tidak percaya sama orang lain, mungkin kalau kamu yang bicara dia akan mendengar,” bujuk Nicolas.


Lelaki itu bicara sangat hati-hati pada Ines,  ia tidak ingin istrinya tersinggung dengan perkataannya  ia juga tidak ingin Ines merasa diatur-atur olehnya.


“Apa itu berbahaya, Nes?” tanya Bu Narti, wajahnya sagat sedih mendengar kabar dari Marta.”


“Ya, sebaiknya harus segara diangkat Bi, kalau bayinya memang tidak berkembang.”


“Lalu kalau tidak diangkat bagaimana?” tanya wanita itu lagi, kali ini matanya benar-benar berkaca-kaca, ia pasti sangat sedih.


Heru, ines , Marta  sudah seperti anak baginya, jika ada yang mengalami hal yang buruk maupun sakit,  Bu Atin langsung sedih,  ia tidak akan bisa tidur. Saat malam tiba Nicolas minta izin untuk tidur bersama Keanu.


“Boleh Aku tidur bersama Keanu malam ini Nes?” tanya bapak satu anak itu, tatapannya memohon, Ines tidak bisa menolak karena ada Bu Atin di sampingnya.


“Asal kamu jangan membawanya kabur.”


“Tidak akan, percaya padaku, Aku tidak akan melakukan apapun tanpa  seizinmu,” ucap Nicolas, ia melirik Bu Atin, wanita itu yang mengajari Nicolas agar bersikap lembut pada Ines, kalau ia bersikap sabar pada Ines. Bu Narti yakin mommynya Keanu itu  akan luluh asal Nicolas bersabar, karena sejatinya, Ines orang baik.


Setelah dinasehati sama Bu Narti agar jangan terlalu keras  pada Nicolas, Ines menuruti, saat Nicolas datang  ke Jerman, ia akhirnya menerimanya  sebagai ayah dari Keanu bukan sebagai suami.

__ADS_1


                       *


Saat pagi hari, bangun pagi Keanu sudah mengekor kemanapun Nicolas pergi. Sementara Ines  hanya ada di kamar,  ia memperlakukan sang suami hanya tamu di rumah.


‘Tidak apa-apa Nes, walau kamu tidak menganggap tidak ada … setidaknya kamu mau mengizinkanku menemui putraku’ ucap Nicolas dalam hati.


Sepanjang hari Ines  hanya di kamarnya, bahkan makan di bawa ke kamar. Nicolas menoleh ke atas saat asisten rumah tangganya membawa makanan dalam nampan untuk Ines.


Setelah siang.


“Bersabarlah, dia lagi marah, makanya makan di kamar, Mungkin dia lagi kerja juga di atas,” ujar Bu Narti.


“Kerja apa Bi, memangnya ada pasien di atas?” tanya Nicolas, ia berpikir ia membuka ruang praktek di lantai dua .


“Bukan dia memeriksa pembukuan tahunan peternakan  miliknya,” ujar Bu Narti menjelaskan.


“Peternakan? “ Nicolas membesarkan bola matanya  mendengar cerita Bu Narti


“Dari dia kuliah sudah memilikinya dan dia mengelolanya dengan baik, dia sudah mandiri dari dulu,  untuk mendapatkan uang mudah baginya dan ia tidak kekurangan uang hanya kekurangan cinta,” ujar Bu Narti sedikit berbisik.


Saat sedang duduk  Ines turun, ia ingin ke peternakan miliknya , Keanu minta ikut, mau tidak mau Nicolas akhirnya  ikut, menikmati  pemandangan  hamparan rumput hijau di peternakan sapi milik Ines.


Selama mereka mengunjungi peternakan,  Ines selalu menjauhi Nicolas, setiap kali Nicolas mencoba mendekati,  ia akan  berjalan menjauh, solah-olah  Nicolas orang asing yang tidak ia kenal.


Nicolas penasaran melihat sikap dingin Ines saat wanita cantik itu memeriksa bagian belakang peternakan Nicolas mengikutinya diam-diam.


“Apa kamu tidak  ingin pulang bersamamuku?” tanya Nicolas tiba-tiba muncul di samping Ines,  wanita itu kaget dan memegang dada.


“Tidak, kalau kamu ingin pulang, pergi sendiri,” ucapnya ketus.


“Lalu bagaimana dengan Marta, Nes.”


“Aku  nanti akan bicara padanya.”


“Aku tidak pernah menduga kalau kamu tidak akan memaafkanku.”


“Kamu berpikir  kalau Aku  berlari padamu dan memohon-mohon untuk kamu cintai?”


“Nes, Aku minta maaf mari kita bersama lagi, demi  Keanu.”


“Jangan khawatir,  dia akan baik-baik saja tanpa kamu,” ujar Ines, ia  menjawab  pertanyaan Nicolas dengan ketus seolah-olah  lelaki itu pengganggu  yang tidak ingin ia lihat, kemana ia melangkah Nicolas mencoba mengekor

__ADS_1


“Berhenti mengikuti ku Pak Nicolas, Anda membuat otakku sakit,” ucap Ines.


“Apa salahnya mengikuti istriku,” ujar Nicolas mode merayu.


“Aku bukan istrimu, itu hanya perasaanmu saja, karena aku sendiri tidak pernah menganggap sebagai suami.”


“Apapun yang kamu katakan, intinya kamu istriku.”


“Terserah.” Ines meninggalkan Nicolas.


Geram dengan sikap dingin Ines, Nicolas menangkap tangan Ines mendorongnya ke tembok, lalu menahan tangan itu di atas kepala, ia memburu bibir Ines dan melakukannya dengan paksa.


“Apa yang kamu lakukan lagi.”


Pak!


Ines menampar wajah Nicolas dengan keras.


“Kenapa! Apa aku tidak boleh mencium istriku!”


“Aku bukan istrimu!” bentak Ines ia mendorong tubuh Nicolas.


“Kenapa? Kamu akan melarikan diri  lagi dariku?” ujar Nicolas menatap Ines dengan tatapan jengkel.


“Tidak, aku hanya tidak ingin melihatmu.”


“Itu takdirmu, karena aku suami.” Nicolas melakukannya lagi, Ines berontak, ia semakin mendorong tubuh Nicolas dengan kuat, tapi lelaki itu sengaja menahannya, ia ingin sejauh mana Ines akan memukulnya.


“Lepaskan Aku, nanti Keanu melihat.”


“Memang kenapa kalau Keanu melihat Papa mamanya  bermesraan,” ujar Nicolas.


Wajah Ines benar-benar merah, ia mendorong menendang kaki Nicolas agar melepaskannya dari kungkungannya,  tetapi yang ada lelaki itu semakin menekan tangan Ines dan menikmati bibir itu  dengan semakin dalam . Semakin Ines berontak semakin Nicolas menekan tubuhnya ke tubuh istrinya.


“Kesabaranku juga ada batasnya Nes, semua  manusia pernah salah, tapi apa salahnya memaafkanku kalau Aku sudah meminta  maaf dengan tulus,” ujar Nicolas.


“Aku bukan Dewa yang gampang memaafkan.”


“Kalau begitu Aku akan menjadikanmu dewiku,” ujar Nicolas lagi.


Ines akhirnya berhenti  melawan ia membiarkan suaminya melakukannya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2