Buka Hatimu Kembali Untukku

Buka Hatimu Kembali Untukku
Dikenalkan Mantan Kekasih


__ADS_3

Nicolas berdiri di balkon, menatap Ines yang sedang duduk bersama Novi, ia tahu kalau adik perempuannya tidak pernah suka dengan Ines, wajahnya serius mendengarkan suara sang penelepon.


“Lalu bagaimana? Apa kamu bisa datang?” tanya Axell.


“ Aku tidak ingin bertemu wanita itu, Aku sangat membencinya. Begitu juga dengan Tomi."


“Ayolah Bro, lu jangan lemah,  kamu bisa mengatasinya. Buktikan pada mereka berdua kalau lu baik - baik saja tanpa mereka," ujar Axell di ujung telepon


“Maksudku aku harus memperkenalkan  istriku yang kampungan itu? Mau ditaruh di mana mukaku. Mereka akan mengejekku nanti. Naura dan Tomi akan tertawa melihatku menikah dengan gadis kampung, Aku tidak mau datang kalian saja,"ucap Nicolas.


“Buktikan padanya  kalau lu bahagia dari sebelumnya. Buktikan kalau itu bahagia dengan pernikahanmu,” ujar Axell.


"Gua udah da bilang tidak bahagia, hidupku yang sekarang tidak bahagia,"ucap Nicolas.


"Kalau kamu tidak datang mereka semua akan mengetahui semuanya."


Teman-teman Nicolas akhirnya mengetahui tentang pernikahan Nicolas, teman-temannya terkejut karena Nicolas bukan menikah dengan kekasihnya. beredar  kabar kalau Naura berselingkuh dengan  temannya sendiri itu alasan Nicolas menikah dengan buru-buru karena kecewa dengan kekasihnya, itulah kabar yang beredar.


“Naura bilang kalau kamu tidak akan bisa melupakannya, sekalipun kamu sudah menikah. Bagaimana tanggapanmu?"


“Itu tidak akan terjadi aku membenci wanita gampangan itu,” ujar Nicolas.


"Kalau begitu buktikan,"ujar Axell.


"Baiklah."


“Tapi. Apa yang sebenarnya  terjadi. Dia bilang hanya kesalahpahaman.”


“Dia tidur dengan Tomi,” ucap Nicolas dengan wajah mengeras.


“APA? TOMI?” Axell kaget.


Ia tidak pernah menduga kalau persahabatan mereka akan hancur karena ulah biadab Tomi. Tomi. Nicolas, Axell mereka bertiga bersahabat sudah sejak lama, tetapi   lelaki itu itu melakukan hal yang tidak sepatunya pada kekasihnya Nicolas. Tomi juga mengaku pada Nicolas kalau hubungan mereka sudah terjadi sejak lama saat  Nicolas masih di luar negeri, itu artinya selama ini Nicolas dibohongi sama mereka berdua.


Nicolas belum bisa menyembuhkan luka yang dialaminya. Tetapi saat ini dia  juga dihadapkan dengan masalah baru. Dipaksa menikah dengan gadis kampung demi menyelamatkan perusahaannya.


“Aku tidak akan memaafkan mereka berdua,” ucap Nicolas.


“Nic, datanglah penuhi permintaan  mereka, jangan tunjukkan kelemahanmu pada mereka,” ujar Axell memberi nasihat.


“Maksudnya … Aku memperkenalkan Ines sebagai istriku?” tanya Nicolas lagi, tawa renyah.


“Ya, kamu kan bisa minta dia berdandan cantik setidaknya, untuk malam ini,” tutur Axell.

__ADS_1


“Baiklah.”


Tidak lama kemudian Ines masuk ke kamar,  wajahnya kesal. Ia meninggalkan Novi, wanita  itu selalu menghina dirinya. Ines tidak tahan mendengar penghinaan itu, ia memilih masuk kembali  ke kamar memegang  buku di tangannya.


“Apa kau menyukainya?” tanya Nicolas saat melihat Ines duduk di sofa membaca buku.


“Apa?” tanya Ines


“Buku di tanganmu? Ia menatap buku di tangan Ines


“ Ya, aku suka.”


“Kenapa kamu membaca buku bahasa asing, Apa kamu tahu artinya?" tanya Nicolas, ia mengangkat kedua alisnya.


'Tau lah, Karena Aku kuliah di Jerman. Kamu sama adikmu hanya melihat orang dari luarnya saja, aku dokter ' ucap Ines dalam hati.


“Kok diam ... kamu tidak tau artinya ya? Kalau ingin baca buku aku ada banyak," ucap Nicolas lagi, ia bersikap pura- pura baik, supaya ia bisa mengajak Ines ke reunian.


"Baiklah," ucap Ines, suaranya tidak bersemangat.


"Oh ... begini, besok teman temanku ingin mengenalmu, Aku ingin kamu datang. Ini alamatnya.” Nikolas memberikan kertas. “Aku ingin mengenalmu pada teman-temanku, jangan bilang, Mami,” pinta Nicolas.


‘Ada apa dengannya, kenapa dia tiba-tiba mengajakku? Biasanya dia malu’


“Apa ada acara penting?” tanya Ines.


“Teman-temanku saat kuliah dulu ingin mengenal wanita yang aku nikahi. Tapi ini...." Nicolas menyodorkan kartu debit miliknya


"Apa ini?"


"Kamu berdandan di salon dan beli pakaian yang layak untuk reunian," pungkas Nicolas.


“Apa kamu tidak malu?”


“Kalau kamu berdandan cantik aku tidak malu,” pungkas Nicolas, masih dengan raut wajah dingin.


“Baiklah, aku akan datang,” ujar Ines.


                   *


Tiba waktunya, ia mulai bersiap, berdandan seadanya, memakai  lipstik tipis di bibir wajah tampak putih bersih dan cantik rambut panjang di biarkan terurai dan di jepit sedikit di tengah, dia memakai baju sopan tapi berkelas dan tanpa perhiasan simpel dan elegan. Ia tidak mau ke salon ia melakukan sendiri.


Tiba di tempat sesuai alamat yang di berikan Nikolas. Ines menghampiri seorang petugas bar. Tidak lama kemudian Ines diarahkan sebuah ruangan VIP  room .  Tempat itu begitu asing baginya. Ines belum pernah masuk ke tempat hiburan malam. Sementara dalam satu ruangan itu, Nicolas bersama banyak temannya ia membukakan pintu.

__ADS_1


Tiba- tiba penghuni ruangan itu terdiam, melihat kedatangan Ines, beberapa wanita  cantik berpakaian seksi menoleh padanya dengan tatapan mengintimidasi dalam meja ruangan itu, botol- botol berderet di atas meja,


Nikolas sempat kaget melihat Ines yang benar benar datang memenuhi undangannya,


“Eh, Sayang sudah?” Nicolas sok bersikap manis dan baik, karena ada Naura di sana.


Pintu itu di tutup kembali, Ines duduk di salah satu sofa, tidak terdengar agi suara yang berisik dari luar.


“Perkenalkan ini istriku, karena kalian penasaran terus, jadi aku membawa dia kesini,” ucap Nikolas.


Di sambut tepuk tangan dari teman teman. Mereka mengulurkan tangan memperkenalkan diri pada Ines. Nikolas sangat khawatir. Dia takut  mereka bertanya  bagaimana pertemuan mereka.


“Ines sudah berapa kali ke sini?” tanya seorang wanita yang berpenampilan lebih seksi dari semua wanita di sana.


“Aku belum pernah.” Para wanita-wanita itu mulai tertawa, termasuk Naura, mantan kekasih Nicolas.


Wajah Nicolas semakin gugup, saat mereka menawari Ines minuman beralkohol, dia berpikir Ines akan mabuk .


Acara itu ternyata reuni  bersama  dengan teman teman kuliahnya.


Mereka semua menyombongkan diri menceritakan liburan -liburan mewah ke seluruh dunia, Ines hanya mendengarkannya dengan tenang dan sopan.


“Lu, lulusan apa?” tanya Naura.


“Istriku lulusan luar negeri,” ucap Nicolas memeluk pundak Ines, ia ingin membuat Naura cemburu.


“Wah, keren bangat, kuliah di mana?”


“Jerman,” jawab Nicolas lagi, kedua alis Ines terangkat saat Nicolas tidak memberinya kesempatan menjawab pertanyaan mereka. Lalu ia dengan sengaja menumpahkan minuman ke pakaian Ines.


“Aduh.” Ines berdiri memegang  dress miliknya.


“Wah, pakaianmu jadi kotor, sini bersihkan ke kamar mandi,” ucap  Nicolas mengantarnya ke kamar mandi, tiba di sana ia menatap Ines dengan tajam.


“Apa?” tanya Ines  bingung melihat kemarahan Nicolas.


“Jangan pernah membuka mulutmu, biar aku yang bicara.”


“Ko,  apa yang kamu katakan tadi tidak benar, biar aku bicara.”


“Oh. Kamu mau bilang kalau kamu gadis kampung? Jangan mempermalukan ku! Aku mengajakmu  bertemu teman-temanku membuatku semakin tinggi bukan semakin rendah, Aku tidak ingin mereka menganggap ku lemah apalagi wanita itu,” ujar Nicolas dengan tatapan sinis.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2