
Tidak ada kesedihan yang lebih berat dari kehilangan orang yaang kita cintai apa lagi itu pasangan hidup yang sangat mencintaimu. Kepergian Hendra terdengar ke beberapa rumah sakit tempat ia pernah bekerja, terdengar juga ke beberapa organisasi sosial yang selalu diikuti Hendra. Marta dan keluarganya kaget karena begitu banyak orang yang datang melayat, inilah yang disebut kebaikan seseorang akan terlihat setelah ia meninggal akan diingat orang seperti sebuah perumpamaan;
‘Gajah mati meninggalkan gading , manusia baik mati meninggalkan nama’
“Aku tidak tau kalau orang yang datang melayat akan sebanyak ini,” ucap Bu Narti.
“Dari dulu dia dikenal aktif di bagian sosial Bi, Aku juga pernah mengikuti acara pengobatan gratis yang dilakukan dr. Hendra bagi orang-orang yang tidak mampu,” ucap Ines.
“Ibu salut … surga tempatmu Nak, ternyata kamu orang baik, kamu sudah mempersiapkan tiket masuk ke surga dengan semua kebaikan yang kamu lakukan di dunia ini . Karena amal baik di dunia ini itulah jembatan untuk masuk surga,” ujar Bu Narti.
“Ya Bi.”
“Turut Berduka Cita ya Mbak untuk suaminya, saya temannya saat kuliah dulu, dia orang yang sangat baik, makanya saat Aku mendengar kabar kalau beliau sudah meninggal, saya langsung terbang dari Manado ke sini,” ujar seorang wanita berkerudung yang mengaku teman dr. Hendra, ia menyalam Marta dan mengucapkan belasungkawa.
“Terimakasih,” balas Marta yang duduk disamping peti.
Dari tempat duduk lain terlihat Gunawan, Nicolas dan keluarganya.
“Papi kalau mati nanti mungkin tidak ada orang melayat,” ucap Gunawan tiba-tiba.
“Kok Papi ngomong begitu?”
“Karena Aku tidak sebaik Hendra, bahkan di kantor Aku masih sering galak saat menegur para karyawan, diluar kantor Aku tidak pernah membantu orang, tidak ada kebaikan yang Aku taburkan di dunia ini,” ujar Gunawan.
“Kita masih diberi kesempatan Pi sama Tuhan, kita lakukan mulai hari ini,” ujar Linda.
“Dari kecil dia sudah jadi orang baik Pi, suka menolong orang lain , dia juga selalu membelaku di setiap ada masalah.” Nikolas dan keluarganya masih duduk di sana.
**
Setelah melakukan serangkaian acara ibadah barulah ia akan dimakamkan, sesuai permintaannya almarhum di Sandiago Hills bersama Papanya dan opanya.
“Kuatkan hatimu Ta, relakan dia ya …,” ucap Bu Narti saat Marta masih belum rela saat peri suaminya diturunkan ke liang lahat dan mulai ditutup dengan tanah, ia terus menangis rasanya berat untuk melepaskan sang suami pergi, saat masih dalam ruang duka ia tidak menangis hanya duduk diam. Namun saat akan ditutup dengan tanah tangisnya akhirnya pecah, ia harus dipeluk sama Bu Narti dan dipegang sama Heru agar bisa tenang.
“Ternyata ini menyakitkan Bi,” ucap Marta memegang dadanya.
__ADS_1
“Kepergian orang-orang terkasih memang sangat menyedihkan, karena bibi sudah lebih dulu mengalaminya, tetapi percayalah semua itu pasti bisa kita lewati,” ucapnya wanita itu dengan lembut.
“Aku percaya kamu wanita ang kuat Ta,.” Ines menyemangati sahabatnya.
“Mami kenapa Papi di masukkan ke dalam tanah?” tanya Amber, anak perempuan berwajah cantik itu mengikuti proses acara dari awal sampai ke pemakaman, di usianya yang masih lima tahun ia dan Keanu belum mengerti tentang kematian, mereka hanya heran kenapa Papinya tidak buka mata, kenapa Papinya tidur di dalam peti, lalu kenapa Papinya dimasukkan kedalam tanah itulah deretan pertanyaan yang disampaikan Amber.
“Papi sudah pergi sayang,” jawab Marta.
“Papi kan pergi ke langit, dia masih bisa melihat kita dari sana, Mami jangan menangis lagi,” ucapnya dengan lembut.
Bukannya berhenti, Marta semakin menangis mendengar ucapan Amber, ia tidak bisa membayangkan bagaimana nantinya menjelaskan padanya kalau Papinya sudah tidak bisa bertemu dengannya lagi.
“Anak pintar, kamu benar sayang papi pergi ke langit bersinar bersama bintang di langit, dia akan melihat Amber dan Mommy,” ujar Ines mengendong Amber, sementara Keanu digendong sama Nicolas.
“Sama Abang juga,” ujar Amber.
“Ya, sama Abang juga,” balas Ines.
“Makanya Mami jangan menangis lagi, Papi akan lihat kita dari langit,” ucap Amber lagi.
“Sayang kamu harus jaga Mami kamu ya …,” ucap Heru , semua pelayat sudah pulang ke rumah mereka masing-masing hanya tersisa keluarga dekat yang masih duduk di sana.
“Aku sama Abang Keanu, akan menjaga Mami,” ucap Amber, bagi gadis kecil itu Keanu adalah saudara kandungnya, ia ingin ikut kemana pun Keanu pergi.
“Oh … benar sama Keanu juga akan jaga Mami,” ucap Heru tersenyum pada Ines.
“Mereka berdua tidak akan terpisahkan, saat kalian pulang duluan ke Indonesia dia terus menangis minta pulang sama Amber, untung ada Bibi datang ke sana untuk menghibur,” ucap Ines
“Ya mereka akan bersama selamanya, karena itulah keinginan Papi mereka, dia selalu bilang agar Keanu menjaga adiknya,” ucap Bu Narti.
*
Hendra sudah di tempatkan di rumah barunya, ia sudah berangkat duluan menghadap penciptanya, setelah dimakamkan disamping Papanya mereka semua pulang, sementara Axell tidak mau ikut ke rumah Nicolas, ia tidak ingin dibilang mengambil keuntungan atas kepergian dr. Hendra, ia lebih memilih tidur di apartemen Nicolas, sementara Gunawan dan keluarga yang lain pulang ke rumah mereka , Nicolas pintar sekaligus cerdik, ia sengaja membawa Keanu dalam mobilnya agar ia punya alasan datang ke rumah Ines, rencananya berhasil, tidak ada tatapan dingin dan sinis dari Ines, ia bersikap tenang dan fokus menghibur Marta.
“Daddy … Aku mau tidur,” ujar Keanu saat mereka duduk mengobrol santai di ruang tamu, Nicolas kaget , tiba-tiba saja putranya memanggilnya daddy, padahal selama ini ia selalu menolak dan memangilnya dengan sebutan Om.
__ADS_1
‘Apa Aku tidak salah dengar?” tanya Nicolas dalam hati.
“OH, baiklah kita ke kamarmu ya, kita ganti pakaian dulu,” ucap Nicolas, ia meminta suster Keanu untuk ikut bersamanya.
Ia menggendong putranya ke kamar, Ines hanya melirik bapa anak itu sekilas selebihnya ia acuh, tetapi setidaknya kadar kemarahannya sudah berkurang pada Nicolas. Setelah Keanu tidur, saat ia ingin bangun ternyata tangan Keanu nyangkut di lehernya, seolah-olah meminta Daddynya untuk tidur bersama, Nicolas menuruti, ia berbaring sebentar di samping Keanu setelah ia terlelap barulah ia turun.
“Mau kemana, Nak?” tanya Bu Narti.
“Saya mau pulang Bu,” ucap Nicolas
“Ngapain pulang? nanti Keanu nyariin daddynya, sudah tidur di sini saja,” ucap wanita itu
‘Yes … yes.” Nicolas sangat bahagia saat Bu Narti menahannya jangan pulang.
“Saya gak punya baju ganti Bu,” ucap Nicolas pura-pura agar Ines mendengar.
“Heru punya banyak baju, sini Ibu ambilkan, kamu tidur sama putramu saat seperti ini kita harus saling mendukung,” ujar wanita itu membawa pakaian salin milik Heru, ia selalu bersikap seperti ibu untuk Marta, Ines, Heru dan jadi ibu mertua untuk Nicolas.
“Baiklah Bu.” Nicolas masuk ke kamar mandi tamu, saat keluar dari kamar mandi Ines ingin masuk ke kamar mandi, setiap kali bertatap mata Nicolas yang selalu salah tingkah sementara Ines bersikap santai dan acuh.
“Apa kamu ingin mandi?” tanya Nicolas basa-basi.
Ines diam menatap mata suaminya, lalu ia berkata.
“Apa kamu mau tidur bersamaku?” Wajah Nicolas langsung memerah ia berpikir kalau Ines marah padanya.
“Nes … jangan salah paham, Aku di sini karena ibu yang minta,” ucap Nicolas.
“Aku tahu, karena itulah, Ibu selalu membujukku untuk bersikap baik dan manis padamu, Aku tidak ingin Bibi khawatir tentang hidupku, mari kita lakukan permainan yang kita lakukan lagi saat kakekku masih hidup, pura-pura tinggal bersama, mari kita lakukan itu demi menyenangkan orang lain,” ujar Ines dengan tatapan datar.
“Tidak, Aku tidak mau pura-pura lagi, Aku akan jadi suami dan bapak yang baik untuk putraku, terserah kamu mau bilang apa,” ujar Nicolas, meninggalkan Ines Ines memajukan bibirnya meledek Nicolas karena menolak rencananya.
Apakah Ines akan luluh atas kerja keras Nicolas atau ia tetap bertahan ?
Bersambung
__ADS_1