Buka Hatimu Kembali Untukku

Buka Hatimu Kembali Untukku
Mendidik Anak Mandiri


__ADS_3

Ines sudah satu minggu  di kampung mengurus Bu Narti setelah mengalami kecelakaan bersama supir, mobil mereka ditabrak orang tidak di kenal saat perjalanan pulang  dari kantor. Setelah polisi menyelidiki kejadian hari itu, polisi menemukan adanya faktor percobaan pembunuhan terhadap Bu Narti. Heru membayar orang untuk menemukan siapa dalangnya, ternyata mengarah pada Depan dan Duha paman dari Nicolas. Memang dari awal mereka tidak suka kalau Heru dan Bu Narti yang memimpin perusahaan milik Pak Darto.


Ines lebih dulu tiba daripada Marta dan Hendra, setelah dikabarin oleh Heru kalau Bu Narti kecelakaan, ia  langsung terbang dari Afrika ke  ke Indonesia, setelah tahu Bu Narti masuk rumah sakit.


Setelah polisi menyelidiki  kecelakaan itu faktor  kesengajaan, Ines langsung membawa Bu Narti pulang di sana  ia lebih aman dan tenang.


“Apa Ines tidak pernah bertemu mereka?” tanya Marta .


“Saat Ines datang ke rumah sakit  dia memakai pakaian penyamaran,” ujar Heru.


“Apa tidak ada melihatnya atau dia bertemu dr. Axell, Aku dengar dia bekerja di rumah sakit itu sekarang.” Hendra penasaran bagaimana caranya Ines menghindar dari Axell.


“Kami belum bertemu dr. Axell selama di sana, tapi Ines selalu menggunakan pakaian penyamaran,” tutur Heru.


Ternyata saat Ines tiba di tanah air, ia tidak ingin orang lain mengenalinya , maka itu ia selalu menyamar. Nicolas dan Ines masih pasangan suami istri karena lelaki itu menolak menandatangi surat cerai yang disodorkan Bu Narti. Walau saat itu Bu Narti sudah memaksa dan menasihatinya, tapi Nicolas menolak


*


Malam itu saat situasi sudah mulai tenang dan kedua anak itu juga sudah tidur pulas. Marta dan Hendra juga Heru mengajak Ines untuk bicara.


“Pi, katakan,” bisik Marta menyenggol lengan suaminya.


“Nes, kami ingin bicara … tapi Aku minta maaf jika mungkin hal ini akan  membuatmu marah.”


“Apa Ko.”


“Kemarin, Aku kerepotan saat ingin pulang dari bandara, karena Marta ketinggalan pesawat, jadi sebenarnya kami bertiga pulang duluan,” ujar hendra memulai cerita.


“Lalu …?” Mata Ines menatap Pak Dokter itu dengan tatapan penasaran.


“Jadi Aku minta tolong Nicolas menjemput kami.”

__ADS_1


“Apa?” Seketika raut wajah Ines langsung berubah, ia menunjukkan wajah tidak senang dengan penuturan Hendra.


“Kenapa harus dia, memangnya tidak ada lagi orang yang Koko kenal?”


“Bukan hanya dia Nes yang dia minta tolong … Axell juga,” Ujar Marta sembari memutar bola matanya menunjukkan ketidaksukaannya.


“Benarkah? Kenapa?” tanya Ines  menatap Heru.


“Ko Hen tidak meneleponku, serius,” ujar Heru bereaksi .


“Ya, aku tidak tahu nomor ponsel Heru .” Hendra berdalih.


“Apa kalian memberitahu-”


“Tidak, Dia belum tahu Nes,” potong Marta.


“Baiklah, jangan beritahukan apapun, katakan kalau Keanu anak kalian berdua,” ucap Ines.


“Melihat Marta datang, Aku yakin Nicolas tidak akan tinggal diam, dia akan mencari tahu tentang kamu Nes, sama seperti yang dilakukan selama ini.”


“Kan … apa Aku bilang? Ines pasti akan kesal kalau menyangkut Nicolas,” ucap Marta.


“Aku ingin Ines mendapatkan kehidupan yang baik,” ujar Hendra.


“Dia hidup  baik Kok jangan khawatir, dia bahagia dengan hidupnya yang sekarang,” bela Marta.


“Dia tidak bahagia Ta, baik Ines maupun Nicolas sama-sama menderita. Lihat Nicolas hidup sendirian selama enam tahun, dia menunggu Ines pulang .”


“Dia seperti itu karena merasa bersalah, jangan membela Nicolas mentang-mentang dia adikmu … Jangan-jangan Papi sengaja mempertemukan Keanu dengan  Nicolas, Ya?” cerca Marta menatap Hendra dengan tatapan penyelidikan.


“Tidak, Aku tidak sengaja,” bantah Henra.

__ADS_1


Padahal sebenarnya, tujuan Hendra menelepon Nicolas dan Aexe,ll ia  hanya ingin mempertemukan Nicolas dan Axell. Biar bagaimanapun Hendra ada di pihak Nicolas, ia ingin adiknya mengetahui kebanaran tentang Keanu. Hendra tahu semua  yang terjadi tidak sepenuhnya salah Nicolas. Hanya saja Ines tidak mau mendengar tentang nama Nicolas, semenjak mereka pindah dan tinggal di Jerman setiap kali mereka menyebut Nicolas dan keluarganya Ines tidak suka, ia akan meninggalkan mereka dan tidak mau mendengar nama lelaki itu disebut.


*


Selama di kampung Ines hanya fokus mengurus kesehatan Bu Narti, ia bahkan tidak mau keluar dari komplek lingkungan panti, Marta berpikir kalau Ines belum bisa mengatasi trauma masa lalunya sekalipun ia sudah punya anak. Saat Heru meminta akan membangun sebuah klinik di desa, Ines setuju, tapi ia tidak mau ikut campur hanya sebatas setuju saja.


“Apa sebenarnya yang terjadi sama Ines saat di kampung ini?” tanya Hendra penasaran.


“Masa kecil yang menakutkan.”


“Aku pikir dia akan melupakan semuanya, tapi sepertinya belum,” sahut Heru.


Marta menceritakan apa yang dialami Ines saat masih kecil dan bagaimana cara Pak Darto berusaha menyembuhkan Ines.


“Kamu pasti berpikir kalau Ines egois karena  sering meninggalkan Keanu bersama kita. Tapi aku berpikir Ines  mengajarkan Keanu tidak hanya tergantung pada orang tuanya. Ines mengajarkan Keanu untuk menerima kasih sayang dan perhatian dari banyak orang.”


“Kenapa begitu?” tanya Hendra menyengitkan kedua alisnya.


“Ines pernah bilang padaku dan Heru, dulu saat dia masih kecil dia terlalu tergantung pada Mami dan Papinya. Mereka terlalu menyayanginya dan memanjakan Ines, saat orang tuanya tiada dan tinggal bersama kakek Darto dia sulit menerima orang lain. Ines mengalami depresi dini, dia hanya ingin kedua orang tuanya dan tidak butuh orang lain.”


“Artinya dia sengaja mengajarkan Keanu agar tidak tergantung pada dirinya sendiri?” tanya Hendra.


“Ya, kamu lihat sendiri kan? Keanu dekat sama Bu Narti sama Heru dan dekat sama kita juga.”


Hendra  belum bisa memahami jalan pikiran Ines, kalau  bisanya orang tua ingin anak yang dilahirkannya agar lebih dekat bergantung pada orang tuanya. Namun, tidak bagi Ines, ia ingin putranya dekat sama siapa saja dan bisa mandiri. Ines tidak mau apa yang dialami di masa lalu tidak dialami putranya.


“Ya, Aku sempat berpikir kalau Ines masih marah  dan dendam pada Nicolas, makanya dia melampiaskan pada Keanu. Jujur terkadang Aku suka kasihan sama Keanu karena selalu ditinggal Mommy Nya bekerja. Tapi sekarang Aku paham tujuan Ines.”


“Sebenarnya itu tidak adil untuk Keanu, tapi Ines punya cara sendiri untuk mendidik putra semata wayangnya,” ucap Heru.


Bagi sebagian orang, apa yang dilakukan Ines pada Keanu dianggap egois dan tidak sayang anak. Namun, Ines hanya mendidik putranya dari kecil bagaimana menerima kasih sayang dari banyak orang.

__ADS_1


Bersambung


Bantu like komen dan vote ya kakak.


__ADS_2