
Nicolas berpikir kedatangan wanita tadi siang ke kantornya akan mengusik rumah tangganya, tatapan mata wanita itu masih melintas di benar Nicolas.
‘Seingat Ku dulu Sonia tidak pernah bersikap seperti itu, apa wanita itu berubah?’ tanya Nicolas dalam hati.
Hari sudah gelap, Nicolas masih duduk di meja kerjanya memeriksa beberapa berkas penting. Namun pikirannya terusik atas kemunculan wanita dari masa lalu yang mengaku mantan Nicolas saat kuliah. Nicolas tidak tahu kalau ada iblis betina yang ingin menghancurkan kebahagiannya. Naura begitu terobsesi pada dirinya, ia akan melakukan apapun demi bisa mendapatkan apa yang diinginkannya. Saat lagi merenung sebuah panggilan telepon masuk ke nomornya.
“Bagaimana?” tanya Nicolas menjawab panggilan mauk dari anakku buahnya.
“Bos, menurut kabar yang kami dengar dari satpam, rumah itu sudah kosong beberapa tahun.”
“Bagaimana dengan keluarganya?”
“Keluarganya pindah keluar negeri dan menetap di sana, Pak.”
“Baiklah, cari tahu tentang Duha, jangan sampai dia membuat masalah lagi. Saya muak menghadapi masalah terus,” ujar Nicolas.
“Baik Bos.”
Setelah menutup telepon Nicolas membereskan berkas-berkasnya. Gedung kantor sudah sepi semua karyawan sudah pulang, hanya lampu ruangannya yang masih menyala. Nicolas menutup laptop dan memutuskan untuk pulang.
Saat Nicolas keluar Pak Arman juga baru datang, ia menghampiri, “ kita pulang Pak?”
“Ya, tolong bilangin sama Pak Bayu agar gerbang ditutup.”
“Baik Pak.”
Saat ia ingin memanggil Bayu, ternyata penjaga keamanan gedung itu datang bersama seorang wanita cantik, wanita yang menemuinya tadi siang.
“Maaf Pak Nico, Mbak ini kehilangan kunci mobil. Saya sudah mencari ke sebuah tempat tidak menemukannya, jadi dia tidak bisa pulang,” ujar Pak Bayu.
Nicolas langsung merasa ada yang tidak beres, tetapi ia tidak punya bukti ataupun petunjuk tentang apa tujuan wanita yang mencoba mendekatinya.
“ Nicolas Aku minta maaf, tadi Aku ke kamar mandi tapi justru menghilangkan kunci mobilku,” ujar wanita itu lagi.
Nicolas hanya bisa menghela napas berat dan mengangguk setuju, wanita yang mengaku bernama Sonia itu langsung masuk ke mobil Nicolas, dari sikapnya Nicolas semakin curiga tentang siapa wanita tersebut karena ia bersikap seolah-olah ia sudah mengenal Nicolas.
__ADS_1
Dalam mobil bapak satu anak itu sengaja menjaga jarak dan bersikap acuh pada Sonia, ia menelepon Ines seakan-akan ia ingin mengatakan pada mantan kekasihnya tersebut kalau hidupnya bahagia bersama istrinya.
“Halo sayang sudah pulang?” tanya Nicolas menelepon Ines.
“Sudah, lagi di rumah sama anak-anak.”
“Daddy sudah di mana?” tanya Amber dan Keanu, mengarahkan suaranya ke arah ponsel Ines.
“Anak-anak. Daddy sudah mau pulang selesaikan PR kalian, ya,” ujar Nicolas.
"Baik Dad!"
Ia sengaja menelepon sepanjang perjalanan, tidak ingi bicara dengan Sonia kira-kira mau sampai ke tempat Sonia baru ia berhenti menelepon.
“Mbak mau turun di mana?” tanya Pak Arman.
“Saya ingin ke hotel saja Pak,” jawabnya manja, lalu melirik Nicolas, “ ada banyak hal yang aku ingin bicarakan tentang bisnis yang Aku bicarakan tadi. Bagaimana kalau kita bicara di kamarku saja,” ujar Sonia tanpa malu, Pak Arman sampai kaget mendengar ajakan Sonia.
“Maaf, ini sudah malam, istri saya menunggu di rumah.”
“Saya ingin menginvestasikan uang saya ke perusahaanMu dan jumlahnya sangat besar , maka Aku mengajakmu ke kamarku.”
“Baiklah kalau kamu tidak percaya lagi sama saya, saya akan kabarin besok,” ujar Sonia, ia kesal karena tidak berhasil mengajak Nicolas ngamar di hotel.
Ia keluar dari mobil dan berjalan menuju kamar hotel, sementara Nicolas melanjutkan perjalanan, selama dalam perjalanan pulang otaknya dipenuhi pertanyaan-pertanyaan tentang wanita bernama Sonia.
‘Rumahnya kan ada di Jakarta kenapa dia tinggal di hotel?’ tanya Nicolas dalam hati.
Sementara Sonia tiba dalam kamar hotel, ia melemparkan tas tangannya di atas ranjang, wajahnya marah dan kesal karena Nicolas menolak ajakannya untuk tidur di hotel.
“Dasar supir sialan. Kenapa sih dia datang tadi menjemput Nicolas, padahal Aku sudah menunggu di sana dari siang sampai malam, agar bisa pulang berduaan. Dasar supir bodoh! Kalau kamu menganggu rencanaku lagi. Kamu juga perlu disingkirkan,” ucapnya menatap dengan tajam.
Ia mengancam akan menghabisi Pak supir yang tidak bersalah itu, karena ia berpikir Pak Arman membuat rencananya gagal malam itu.
“Aku sudah mempersiapkan semuanya, gara-gara lelaki tua itu, gagal semuanya,” ucapnya menggertakkan gigi ia melempar botol kecil yang berisi obat perangsang yang akan di berikan untuk Nicolas tadinya.
__ADS_1
*
Nicolas tiba di rumah wajahnya kusut tidak seperti biasanya, tidak ingin ada masalah ia menceritakan pada Ines, Bu Narti, Heru, Marta.
“Aku ingin bicara hal penting dan Aku harap kalian memberiku solusi,” ujar Nicolas.
Lelaki itu tidak ingin ada masalah lagi dalam rumah tangganya dengan Ines.
“Ada apa Nak, sepertinya serius?” tanya Bu Narti.
“Aku merasa Duha menyerangku lagi, Bu.”
“Maksudnya …?” Mereka semua menatap Nicolas dengan serius.
“Dia membayar seorang wanita untuk mengusikku.”
“Menggoda kamu maksudnya?” tanya Bu Narti.
“Bukan hanya menggoda Bu, dia bahkan mengetahui selak beluk perusahaan kita dan ia ingin bekerja sama. Lalu wanita itu mengaku bernama Sonia katanya mantan kekasihku saat kuliah dulu. Itu sudah lama bangat bahkan Aku tidak ingat lagi siapa wanita bersamaku saat itu. Namun, dia mengingatnya dengan baik seolah-olah dia sangat mengenalku. Orang yang mengetahui saat aku kuliah dulu hanya Duha dan Ko Hendra.”
“Bukannya Duha jadi buronan polisi?” tanya Heru.
“Ya, Aku tidak tahu apa yang dia rencanakan, tapi belakangan dia menghilang.”
“Apa?” Marta ingin mendengar hal itu, “Bagaimana mungkin orang yang sudah mati dipakai identitasnya untuk hal yang jahat,” ujar Marta menangis.
“Tenanglah Ta, pasti akan baik- baik saja.” Ines mencoba menghibur.
“Jadi orang yang merampok rumah kami bukan perampok biasa. Apa itu suruhan Duha?” tanya Marta. Mereka semua menduga Duha pelakunya.
“Apa saja yang hilang?” tanya Nicolas penasaran.
“Semua barang pribadi almarhum termasuk KTP dan Indentitas lainnya, bahkan kartu dokternya juga dibawa. Aku belum sempat mengurus semua berkas kematiannya, karena data dirinya ada di Jerman.”
“Aku berharap dia tidak salah menggunakannya,” ujar Nicolas mereka semua panik.
__ADS_1
Ada orang mencuri semua Identitas Hendra dan membawanya ke luar negeri, seperti yang di ketahui Hendra memiliki harta warisan dari ayahnya dan sebagian warisannya di berikan untuk istri dan masa depan putri mereka. Tetapi beberapa bulan lalu rumah mereka yang di perumahan Kelapa Gading rumah yang diberikan Hendra untuk Marta dirampok dan membawa semua berkas dan identitas almarhum. Sekarang marta mengetahui kalau itu mungkin kerjaan seseorang yang ingi menggunakan indentitas Hendra dan mereka menduga kalau itu adalah Duha, mungkin ingin lepas dari kejaran polisi atas tuduhan penipuan.
Bersambung