Buka Hatimu Kembali Untukku

Buka Hatimu Kembali Untukku
Menyesal Setelah Pergi


__ADS_3

Nicolas masih terlihat panik dan bergerak  tidak beraturan di kamar Axell, sementara  Axell mencoba menghubungi rumah sakit saat Ines dirawat.


“Apa  kamu tahu nama lengkap Ines, soalnya dalam data rumah sakit banyak yang bernama Ines,” ucap Axell.


“Aku … tidak tahu.”


“Baik, tanggal lahir?” tanya Axell.


Seketika Nicolas merasa sangat bodoh, karena tanggal lahir dari istrinya juga ia tidak tahu.


“Aku tidak tahu, Aku lupa.”


“Astaga kamu keterlaluan Bro … dia ingat tanggal lahirnya sedangkan kamu tidak ingat apa-apa. Aku mau mencoba  mengkonfirmasi ke rumah sakit yang merawat Ines saat dia rawat satu minggu yang lalu.” pungkas Axell.


“Aku tidak ingat.” Nicolas menghela napas.


“Baiklah mari kita ke rumah Marta.”


Untuk memastikan tentang kehamilan Ines, Nicolas dan Axell menemui Bu Narti di rumah, saat mereka tiba Bu Narti  kebetulan masih di rumah karena baru pulang sehabis mengantar Ines dari bandara. Melihat kedua lelaki itu Bu Narti merasakan sesak di dada, kedua wanita malang itu merasakan patah hati karena mengharapkan cinta pada Pria yang tidak mencintai mereka, bukan hanya Ines Marta juga merasakan patah hati.


'Aku berharap kedua putriku menemukan pendamping hidup yang lebih baik dari kedua laki-laki ini' ucap Narti dalam hati.


“Bu, kami datang ingin bertanya sesuatu.”


“Masuklah, saya tidak punya banyak waktu, ingin pulang ke panti untuk menjenguk anak-anak,” ucap Bu Narti.


“Apa benar Ines hamil, Bu?” tanya Nicolas saat ia duduk, wajahnya menegang.


“Ah, akhirnya kamu tau juga, ya tadinya dia hamil.”


“Maksudnya?”


"Ines kehilangan bayinya setelah pulang dari pemakaman kakeknya, makanya ia dirawat satu minggu.”


Keduanya langsung bengong.


“Tidak mungkin,” gumam Nicolas.


“Tadinya kami juga tidak tahu kalau dia hamil, setela pulang dari kampung dia baru memberitahu. Dia bilang malam itu dia ingin memberitahumu duluan, ingin tahu bagaimana reaksimu, baru memberitahu kami, tapi kamu tidak datang.”


“Aku tidak percaya,” ucap Nicolas menggeleng.


Bu Narti masuk ke rumah dan memberikan  map hasil pemeriksaan  Ines selama di rumah sakit. Menyodorkan pada Axell sebagai dokter, ia tahu catatan resep obat yang di minum Ines . Ia membaca dengan teliti dan beberapa kali ia terlhat menghela napas panjang.

__ADS_1


“Dia memutuskan pergi setelah kehilangan bayinya, kalau tetap di sini dia akan semkin sedih memikirkan semuanya.” ucap Bu Narti.


“Kenapa tidak memberitahuku?”


“Mau diberi tahu tapi kamu tidak datang, Apa yang mau diberitahu lagi kalau sudah hilang,” ucap Bu Narti.


“Ibu harusnya beritahu aku kalau dia kehilangan bayinya.”


“Ines melarang ku, dia tidak ingin kesepakatan kalian jadi gagal.  Hubungan kalian sudah berakhir, aku akan mengurus selanjutnya,” ucap wanita itu dengan tegas dan ia memperlihatkan wajah tidak senang pada mereka berdua.


“Aku akan menemui Ines di Jerman ,” ucap Nicolas.


“Biarkan dia bahagian Pak Nicolas,.”


“Bu, sebagai orang tua Ines, harusnya Ibu  menyatukan kami, bukan memisahkan,” protes Nicolas.


“Aku akan mendukung kalian jika kamu mencintai Ines. Tapi nyatanya kamu dan semua keluargamu tidak menerima sebagai menantu."


“Aku sudah berniat memperbaiki diriku Bu.”


“Lupakan saja.Kalian berpisah dengan baik-baik agar kalian bisa  menjalani hidup, dengan baik juga. JIka ines tetap bertahan dia akan  menderita karena mama kamu lebih memilih Naura juga."


“Ines, bahkan tidak memberi kesempatan.”


Nicolas tidak bisa membela diri karena ditekan Bu Narti, tapi wajah Nicolas terlihat sangat terpukul saat mendengar kalau Ines kehilangan bayinya,  ia ingin bertanya langsung pada Ines  meminta alamatnya pada Bu Narti, tapi wanita itu menolak. Meminta Nicolas menjauhi dan melupakan Ines agar dia bahagia.


Nicolas tidak percaya kalau Ines kehilangan bayinya, tapi catatan kesehatan yang diberikan Bu Narti dan resep obat yang diberikan dokter membuktikan kalau  Ines benar kehilangan bayinya.


“Mari kita pulang, Bro,” ucap Axell  melihat wajah Nicolas yang  merah akibat emosi. Ia tidak mau Nicolas melakukan kesalahan lagi karena saat itu bisa sangat marah saat Bu Narti memintanya menandatangani surat  cerai.


“Pulanglah, Aku akan pulang sendiri,” ujar Nicolas


“Bro,  tenangkan pikiranmu , jangan melakukan apapun saat marah bisa fatal urusannya, apa lagi om juga lagi sakit,” ujar Axell  memberi nasihat.


“Aku kehilangan segalanya, semuanya … Aku ingin gila rasanya,” ucap Nicolas saat mereka sudah keluar dari rumah Bu Narti.


“Kita pulang , setelah kamu sudah tenang.” Axell membawanya duduk di taman.


*


Setelah ia tenang akhirnya pulang ke rumah niatnya , hanya untuk tidur dan istirahat, tetapi yang terjadi suasana itu membuatnya ingin marah. Naura datang ke rumahnya setelah apa yang dilakukan padanya.


“Kamu dari mana, Nak?” tanya  Linda.

__ADS_1


“Mami, kenapa wanita ini ada di rumah ini?”


“KO, ada apa  denganmu, baru pulang langsung marah-marah?”


“Sayang-”


“Jangan mendekat! Gara-gara kamu Aku kehilangan anakku!” bentak Nicolas marah.


“Nico, ada apa?” tanya Linda memegang dada.


“Kalau malam itu kamu tidak mengunciku di kamarmu  Ines tidak akan kehilangan bayinya. Aku membenci Naura , Aku sangat membenci Kamu karena sudah menghancurkan  hidupku.”


“Ines hamil?” LInda menutup mulutnya .


“Ya, malam itu saat dia meneleponku dia ingin memberitahu kalau dia hamil . Tapi gara-gara Naura semuanya hancur, Pergilah  dari hidupku. Aku tidak akan  menerimamu kembali. Aku sangat membenci namanya perselingkuhan,” ucap Nicolas.


Akhirnya  Nicolas memberitahukan siapa Naura sebenarnya, kenapa Nicolas memutuskannya hubungannya dengan Naura, selama ini Nicolas masih berbaik hati ia tidak mau mempermalukan Naura di depan keluarganya, tetapi  semakin dibaikin semakin wanita itu ingin menguasai hidupnya. Wajah Linda dan novi melongo seketika menatap Naura saat Nicolas menceritakan kalau Naura selingkuh dengan Tomi. Lelaki yang disukai Novi dari sejak dulu.


“Aku sudah bilang padamu untuk pergi menjauh dari keluargaku Naura.”


“Kamu tidur dengan Tomi?” tanya Novi dengan waja merah.


“Nov, itu dulu, Aku minta maaf.”


“Selama ini kamu tahu kalau Aku suka dengan Tomi dan kamu tidak mengatakan apa-apa?”


“A-Aku hanya ingin melupakannya.”


“Bukan melupakannya tapi kamu menertawakan ku!” Novi marah.


Linda terdiam, ‘Aku telah melakukan kesalahan besar, seandainya saat itu Aku terus mendukung Ines, mungkin dia tidak akan kehilangan bayinya’


“Apa Mami juga memintanya pergi dariku? Mami juga menginginkan perpisahan kami?”


“Ko, Ma-Mami saat itu hanya ingin  memperbaiki hubunganmu dengan Naura.”


“Mami yang bilang padaku Ines baik dan pernikahan sebuah ikatan suci. Aku sudah bilang sama Mami akan memperbaiki hubunganku dengan Ines, lalu kenapa Mami meminta Ines meninggalkanku?”


“Mami minta maaf, Aku tidak tahu kalau dia hamil,” ucap Linda.


Wanita itu sangat menyesal dengan semua yang  pernah ia lakukan pada Ines, terlebih wanita yang ia bela ternyata bukan wanita baik-baik. Nicolas membawa keluarganya keluar dari rumah Naura. Ia akhirnya menerima uang yang diberikan Darto padanya.  Mereka semua menyesal dan ingin meminta maaf pda Ines. Tetapi Bu Narti tidak mengizinkannya, ia tidak mau memberikan alamatnya pada Nicolas dan pada siapapun. Ia ingin Ines dan Marta menikmati hidup bahagia.


Bersambung

__ADS_1


Bantu vote like komen ya kakak


__ADS_2