
Mereka semua terkejut saat mengetahui kalau kedua anak itu bukan saudara kembar.
Saat lagi mengobrol santai Amber merengek ingin mandi, ia tidak mau mandi sama asisten rumah tangga baik sama Novi, dia maunya sama Hendra.
“Mau sama Papi saja,” ucap Amber naik ke pangkuan Hendra memeluk lehernya dengan erat mendaratkan bibirnya di pipi laki-laki itu berulang-ulang Nicolas dan Axell langsung iri melihat kedekatan Hendra dengan putrinya.
“Abang mau mandi sama Papi atu sama Bibi?”
Bocah bermata teduh itu menatap Nicolas.
“Eh … kamu mau mandi sama Om?” tanya Nicolas kaget, ia mengangguk ternyata kebersamaan mereka hari ini sangat berkesan untuk Keanu, hingga ia juga mau mandi dengan Nicolas
Nicolas bersemangat, ia membawa Keanu ke kamar mandi, ia hanya mengusap tubuhnya dengan handuk hangat karena sudah malam, ia terlihat seperti bapak muda yang belum berpengalaman, tetapi ia berusaha dengan baik memperlakukan Keanu senyaman mungkin.
Saat melihat perhatian Nicolas dan bagaimana ia memperlakukan Keanu seketika ia menangis sedih, setelah kepergian Ines beberapa tahun lalu, Nicolas tidak pernah melihat putranya tertawa bahagia, seperti saat itu.
“Seandainya Ines tidak kehilangan bayinya, mungkin anaknya juga seumuran dengan Keanu,” ucap Linda terisak-isak .
“Mami sudah, jangan merusak suasana nanti dia lihat,” ucap Gunawan mengingatkan.
“Sudah Mi, nanti Koko pergi lagi, jangan mengungkit apapun biarkan dia menikmati kebahagian itu dulu.” Novi juga memberi peringatan pada Linda.
“Kita harus berterimakasih pada Hendra karena membawa kebahagian ke rumah ini, kalau dia tidak datang membawa anak-anaknya ke rumah ini kita juga tidak akan melihat tawa bahagia dari NIcolas,” ucap Gunawan.
Setelah mereka selesai mandi Hendra menerima telepon lagi, orang yang tadi siang ingin dia temui sudah tiba di jakarta, ia pamit lagi pada anak-anak dan Nicolas.
“Tapi ini sudah tengah malam , Ko."
“Jakarta salah satu kota yang tidak pernah tidur tidak apa-apa, lagian aku menemui dokter itu di rumah sakit, titip anak-anak, ya.”
“Papi mau jemput Mami ya ... sebentar. Nanti datang lagi, ini bonekanya tadi sudah papi beli,” ucap Hendra, memberikan boneka kuda poni itu pada Amber, awalnya ia ngambek tadi saat Hendra bilang kalau maminya kasihan tidak ada yang jemput anak bermata besar itu akhirnya luluh juga.
“Papi jangan lama-lama, ya,” ucapnya lagi.
“Ya, Papi akan cepat, Tapi harus tidur duluan.”
Keanu hanya diam tidak mengatakan apa-apa, tapi matanya mendung.
__ADS_1
Melihat anak lelaki itu ingin menangis Hendra tidak berani meninggalkan, ia mengajaknya tidur ke kamar atas kamar yang biasa ditempati Nicolas, menidurkannya sebentar barulah ia pergi.
“Jangan tinggalin ya, kamu tidur disampingnya saja,” pintanya pada Nicolas.
"Ya, tapi tidak apa-apa Ditinggalkan, Ko?
"Tidak apa-apa dia baik anaknya, asalkan jangan ditinggal sendirian saat tidur."
Saat Keanu sudah tidur Amber belum, Hendra meminta tolong lagi untuk digendong sama Axell, pak dokter itu sampai tidak pulang ke rumahnya, karena diminta menjaga Amber lagi, ia tidak mau sama Novi jadi Hendra meminta tolong dijaga Hendra .
“Kamu akan membuat hidupku dalam malah lag,i Dok,” ujar Axell
“Aku minta tolong, Aku melihat dia nyaman bersamamu, nanti kalau dipaksa sama Novi dia akan nangis. Aku mau bertemu dokter seniorku dia baru tiba dari Jepang, besok dia akan terbang lagi ke Afrika dari pada Aku harus kesana lebih baik aku bertemu malam ini kan,” ujar Hendra.
Ia meminjam mobil Nicolas dan pergi meninggalkan rumah itu lagi, dia sangat sibuk saat tiba di tanah air. Mereka belum sempat cerita tentang kehidupannya selama hilang hampir enam tahun. Mereka juga belum tahu wanita mana yang bisa memberikannya dua anak yang mengemaskan itu untuknya.
Setelah Amber sudah pakai piyama tidur dan memegang boneka kuda poni kesayangannya, Axell juga membawanya tidur dengan Keanu. Nicolas tidur di pinggir disamping Keanu sementara Amber tidur di samping Axell, kedua lelaki itu juga tertidur karena kelelahan menjaga kedua anak itu satu harian.
**
Saat pagi tiba Novi masuk ke dalam kamar.
“Ya ampun lucunya kalian,” ucap Novi mengambil camera dari kamarnya dan mengambil gambar mereka berempat.
Mendengar suara jepretan Camera, Nicolas membuka mata, melihat sang adik mengarahkan lensa camera tepat diwajahnya,
“Apa yang kamu lakukan, Ovi?”
“Stt ….” Novi meletakkan jemarinya di bibir sembari menunjuk kaki Keanu yang diletakkan satu di atas dada dan satu lagi di atas kepala Nicolas, jadi kepala lelaki itu diapit kedua kaki bocah tampan itu.
“OH, ya ampun, dia tidur seperti kepiting,” ucap Nicolas
“Jangan bergerak dulu Ko, Aku mau jadikan kalian objek fotoku dulu,” ucap wanita yang berprofesi sebagai model itu.
“Aku ingin ke kamar mandi.”
“Tahan sebentar lagi, kalau Koko bergerak dia akan terbangun.”
__ADS_1
Nicolas menurut ia diam sebentar merabah ponsel di atas nakas, ia terperanjat saat melihat jam dalam ponsel.
“Astaga Aku ada rapat hari ini,” ucap Nicolas meletakkan kaki Keanu di sampingnya ia duduk.
Menoleh ke samping ternyata Axell masih tidur dengan posisi yang teramat manis, seperti pasangan kekasih yang tidur bersama Amber meletakkan telapak tangannya di wajah Axell sementara tangan dokter itu memeluk Amber.
“Astaga mereka berdua seperti juliet dan romeo,” ucap Nicolas bergurau.
Novi tertawa ngakak sembari menjepretkan kameranya ke arah Axell Amber.
Setelah makanan sudah tersaji Linda masuk kemar mereka ia juga ikut tersenyum melihat posisi tidur Amber dan Axell.
“Mudah-mudahan Axell segera mendapatkan momongan segera,” ucap Linda.
“Ya, dia sudah sangat cocok jadi bapak.” sambung Novi.
Wanita membangunkan Axell padahal sebenarnya Pak dokter itu sudah bangun dari pagi tadi saat melihat amber memeluknya ia juga ikut memeluk mencium bau tubuh anak perempuan cantik itu Axell enggan untuk bangun.
*
Setelah dibangunkan kedua anak itu akhirnya mau dimandikan sama Linda dan Novi, mereka berdua sudah merasa akrap sama semua penghuni rumah . Amber penyayang binatang tapi alergi bulu kucing jadi saat lewat kucing ia akan bersin.
Saat mereka sedang serapan Hendra datang, kali ini dia datang bersama Maminya anak-anak.
“Itu kayaknya Ko Hen, itu suara mobilku,” ucap Nicolas mengusap mulutnya dengan tisu.
“Cepat makan Papi kalian sudah datang,” ucap Novi.
Mendengar papinya datang Amber langsung bersemangat , karena papinya bilang malam itu akan menjemput Mami mereka ke bandara. Belum selesai makan mereka berdua sudah berlari keluar diikuti yang lain.
“Mami! Teriak Amber berlari pada sosok wanita cantik diikuti Keanu.”
Mereka semua terdiam sosok wanita yang mereka panggil mami itu wanita yang mereka kenal, wajah Axell sangat menegang. Maminya Amber adalah Marta wanita yang ia campakkan enam tahun silam.
“Marta …?” Nicolas melirik Axell yang diam seperti patung.
Bersambung
__ADS_1
Bantu vote like komen ya kakak terimakasih