Buka Hatimu Kembali Untukku

Buka Hatimu Kembali Untukku
Meninggalkan Ines Kembali 2


__ADS_3

Istri mana yang rela suaminya akan  pergi pada wanita lain, apa lagi wanita itu mendapatkan suaminya dengan cara yang licik, entah bagaimana dulu Papinya bisa menandatangi pinjaman sebanyak itu di jual rumah mereka saja masih kurang untuk melunasi hutang pinjaman papinya.


“Tapi Ines’ aku tidak sanggup meninggalkanmu di sini dalam situasi seperti ini dan keadaan kamu seperti ini, apa yang harus aku lakukan,” ujar Nicolas memegang kepala lagi, ia kembali ragu dengan keputusannya. "sampai kapanpun Aku tidak akan rela menikahi makhluk licik seperti Sonia, lebih baik Aku membunuh Ayah sama anak itu sekalian," ujar Nicolas marah.


"Jangan, kamu bukan pembunuh dan Aku tidak ingin kamu jadi pembunuh," ujar Ines memeluk tubuh sang suami.


"Bagaimana Aku melakukannya Nes, kamu sedang hamil."


“Tidak apa -apa, percayalah, aku sudah meminta Bu Narti datang menemaniku,” kata Ines menyakinkan suaminya. Mereka berdua sama menangis berpelukan.


"Kenapa takdir yang kita jalani sesulit ini?" Ujar Nicolas.


"Aku percaya padamu, ini kamu lakukan untuk menyelamatkan keluargamu tidak apa-apa, pergilah temui wanita jahat itu," bujuk Ines.


                     *


 Musim semi kali ini terasa berat bagi mereka berdua, di saat semua orang merayakan Musim semi dengan hati yang senang dan hati yang berbunga- bunga, seindah bunga yang bermekaran  yang memamerkan keindahan Kota Berlin.


Tapi musim semi ini terasa seperti musim salju yang paling dingin yang mereka rasakan.


Saat mereka ingin merajut kebahagian dan merangkai  sebuah rumah tangga yang baru dan bahagia , tapi cobaan selalu datang pada kelurga mereka, Cobaan yang tak berujung untuk keluar kecil mereka, dari awal pernikahan mereka yang di jodohkan hingga  pernikahan keduanya yang di paksakan harus berpisah, berjauhan selama bertahun tahun  dan kali ini mencoba bersama lagi, tapi cobaan itu makin sulit mereka berdua hadapi.


'Apa yang salah, tidak bisakah Aku bahagia bersama Ines' ujar Nicolas dalam hati.


“Tidak apa-apa, itu bukan salahmu.”


“Bagaimana kalau Keanu tahu? Bagaimana dia tahu Daddy-nya meninggalkan Mommynya lagi ....?”

__ADS_1


“Dia tidak akan tau, percayalah,”  ujar Ines.


Ia memeluk Ines kembali, wajahnya di pendamkan pada perut istrinya yang semakin membuncit dan lagi- lagi di balik tangisan mereka berdua , mahluk kecil di dalam perut Ines ikut bergerak  aktif, dia ikut merasakan gejolak batin kedua orang tuanya, tendangan dan gerakan halus itu terasa sekali di wajah Nikolas, membuat Lelaki bermanik coklat itu semakin sedih ada pikiran pikiran yang berkecamuk dalam dada.


“Maafkan papi sayang … Daddy akan kembali nanti dan menjaga kalian berdua sama abang Keanu juga,  tapi untuk saat ini jangan nakal sama Mommy,” ujar  Nicolas pada calon anaknya.


Ada perasaan yang sangat berat untuk meninggalkan mereka berdua, ada semacam perasaan takut tidak akan bisa melihat anaknya.


Setelah  mereka berdua sepakat,  akhirnya Nikolas memutuskan pulang dan menyelesaikan masalahnya dengan Sonia, wanita tidak waras yang begitu menggilai Nicolas, ia bahkan rela  melakukan apapun demi mendapatkan Nicolas, Itu bukan cinta lagi tapi obsesi, Nicolas menyebut Sonia Psikopat


Ayahnya mengambil harta benda Nicolas tapi semua itu seolah tidak cukup juga, dia membiarkan Papinya juga harus merasakan dinginnya jeruji besi karena tidak mampu membayar bunga pinjaman sebanyak itu, karena perusahaan bukan milik keluarga Nicolas lagi, melainkan Ines.


Sonia juga menekan Mami, Nicolas menyebabkan wanita yang lemah itu terkena serangan jantung dan kritis di rumah sakit, bukan hanya itu ternyata belakangan Sonia juga meminta orang suruhan mengusik semua  keluarga Nicolas, ia mengancam akan menghancurkan rumah tangga Novi kalau Nicolas tidak mau pulang ke Jakarta.


Memikirnya membuatnya emosi dan ingin rasanya dia membakar wanita gila itu, terlebih Suroto lelaki bertubuh gempal itu orang yang paling Ia ingin lenyapkan dari muka Bumi, karena dialah lelaki yang kejam tapi Ines melarang.


Ternyata Suroto kenal sama kakek Nicolas. Orang yang berpengaruh pada Jamannya, di mana saat kakeknya saat hidup,  maka Darmawan group lah yang merajai bisnis, pada saat itu, dan kakeknya jugalah katanya yang memberi modal pinjaman pada keluarga Suroto, tapi setelah kakeknya sudah tiada keluarganya kehilangan taringnya di dunia bisnis.


Sedikit demi sedikit menghilang setelah di kendalikan seorang wanita sosialita yang bernama Marisa Candra. Perusaan itu akhirnya diambil alih Pak Darto dan diwariskan ke Ines  lalu Ine menyerahkan kembali pada Gunawan, tapi kali ini, perusahaan itu  di pimpin Gunawan dan Nicolas


Tadinya mereka pikir Suroto seorang pahlawan , karena memberi pinjaman pada mereka untuk membangkitkan perusahaan mereka yang sempat hampir tidur panjang, hampir bangkrut , tapi ternya manusia itu bisa berubah dan peribahasa yang tepat untuk itu


'KACANG LUPA AKAN KULITNYA,


Ternyata dia memanfaatkan keadaan mereka, dia memberi pinjaman pada Marisa dan Deon tapi yang menjamin Gunawan dengan bunga yang diberikan sangat besar.


                                             *

__ADS_1


Setela pamit Nicolas berangkat pulang


Di bandara menuju Indonesia, Nikolas merasakan ada sesuatu yang mengiris iris ulu hatinya, tiba- tiba dia enggan melangkahkan kakinya, rasa rindu yang sangat dalam untuk Ines beberapa kali dia melihat ke belakang berharap Ines datang menyusulnya.


Tapi tadi sebelum berangkat dari apartemen Ines, Ia meminta wanita itu tidak usah ikut karena dia tidak ingin istrinya sakit dan nanti jika dia ikut aku akan menangis kata Nikolas. Maka karena itu dia membujuk tinggal di rumah.


Pada akhirnya panggilan terakhir untuk pesawat tujuan dia berlari kecil memasuki kabin pesawat,  burung besi itu membawanya kembali Indonesia dan meninggalkan Istrinya dan calon anaknya, hatinya sakit memikirkan nya, ia membetulkan kaca mata hitam yang dia kenakan dan menyadarkan kepalanya , dan buru buru mengusap matanya yang basah.


Pasti dia lagi menangis dan sedih sekarang, ucapnya dalam hatinya memikirkan Ines membuatnya, menderita ingin rasanya dia melompat lagi dari Pesawat itu dan menghampiri wanita itu lagi.


Hatinya  benar tentang istrinya saat ini, setelah Niko  melangkah keluar dari pintu apartemen, Ines terisak sedih, bahkan dia berharap lagi agar suaminya jangan meniggalkan mereka berdua.


Tapi setelah kepergian suaminya wanita Itu mencoba menata hati dan pikirannya, dia selalu mengucapkan mantra.


‘ Aku harus kuat demi anakku,” hanya itu yang selalu terucap dari bibirnya. Nikolas menguatkan hatinya, setelah dia berhasil mendarat dengan selamat di Jakarta, dia langsung menghubungi Istrinya, selama tujuh belas perjalanan Berlin Jakarta rasa nya dia sudah behari hari tidak bertemu istrinya, dia mencari tempat duduk di di bandara sekalian  mengisi perut. Ia menghubungi lewat videocall walau suasana restoran cepat saji lumayan rame, Panggilan pertama tidak di angkat karena pada saat itu,Ines lagi kabar mandi, hal itu mampu mempengaruhi Nikolas. Ia begitu gelisah, pikirannya sudah berpikir jelek dia sempat berpikir istrinya sedih dan putus asa dan melakukan hal aneh -aneh, akhirnya Wanita itu mengangkat telepon darinya.


“Dari mana ?Aku sempat takut,” tanya Nikolas menghela napas panjang ia tahu Ines pasti sangat terpukul karena ia pulang.


“Aku dari kamar mandi,” jawab Ines.


“Aku sangat merindukanmu."


Ines  hanya diam ia mencoba mengangkat  wajahnya ke atas agar ia tidak menangis.


"Lakukan yang terbaik, Aku percaya padamu," ujar Ines dengan suara pelan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2