
Marta masih mengharapkan cinta dari seorang dokter tampan itu, walau hubungan keduanya sudah berakhir . Tetapi hati sang perawat masih terpaut pada Axell, walau sebenarnya Axell juga sepertinya sudah melupakannya. Namun Marta belum, ia masih berharap berharap Axell kembali padanya. Bahkan dalam doanya ia masih memohon untuk Axell kembali bersamanya. Tetapi, terkadang apa yang kita rencanakan berbeda dengan rencana Tuhan.
Hingga akhirnya mereka harus bertemu kembali saat Ines kembali ke Indonesia dan menikah dengan Nicolas yang tak lain sahabat dari dr Axell, saat Ines cerita kalau ia bertemu dengan Axell, Marta semakin sering bertemu dengan dokter tersebut.
'Aku tidak tahu ini Jawaban dari doaku atau memang suratan takdirku akan bersama, Aku tidak tahu 'Marta membatin wajahnya sangat gembira saat ia sering bertemu karena Ines.
Hingga puncaknya, saat Marta dan Axell ikut dalam acara sosial di luar kota dan mereka terlibat malam yang panas. Tetapi sejak saat itu, Axell menjauh dari Marta, ia menghindar dari Marta
karena wanita itu cinta mati dengan Axell, ia tidak mau menyerah ia terus saja menghubungi Axell. Saat lewat telepon tidak berhasil, akhirnya ia nekat datang ke rumah sakit untuk menemui Axell.
“Aku minta maaf, apa yang kita lakukan tidak seharusnya terjadi,” ucap Axell saat Marta nekat menemuinya di ruangannya.
“Apa kamu takut?” tanya wanita itu dengan tatapan memohon.
“Aku tidak ingin ada masalah lagi. Mama tidak setuju dengan hubungan kita,” ucap Axell saat itu.
“Karena aku miskin dan yatim piatu?”
“Marta, Aku tidak tahu apa sebabnya Mama menolakmu jadi menantu, Aku tidak mau membantah. Tapi jika kamu datang menuntut karena kesalahan yang kita lakukan malam itu aku minta maaf."
“Tidak bisakah kamu berusaha lagi?”
“Tolong jangan memaksaku, kamu pasti akan mendapatkan pengganti yang lebih baik dari Aku.”
“Tapi Aku sudah mencoba melupakan kamu dan sudah mencoba membuka hati untuk lelaki lain. Namun, tidak berhasil. Kamu cinta pertamaku Dok, Aku jatuh cinta padamu saat pertama melihatmu.”
“Marta, kamu sudah mengucapkannya berungkali, Tapi sayangnya aku tidak ada rasa sama kamu.”
“Benarkah? Itu artinya selama kita berhubungan selama dua tahun kamu tidak mencintaiku?” tanya Marta kaget dengan hati yang hancur berkeping-keping.
Bagaimana mungkin lelaki yang amat ia cintai dan ia rindukan selama ini tidak pernah mencintainya, padahal dalam hati wanita cantik bermata belo itu, hanya Axell satu- satunya lelaki dalam hidupnya.
__ADS_1
Bahkan setelah Axell memutuskannya karena desakan orang tuanya, ia selalu diam-diam datang melihat Axell dari jauh, hanya melihat saja ia sudah sangat senang. Tetapi pengakuan Axell kali itu, membuatnya sangat terpukul.
“Tapi kamu tidak pernah bilang padaku,” lirih Marta dengan suara kecil.
“Aku minta maaf, cinta tidak bisa dipaksakan Marta.”
“Bukan masalah cinta yang dipaksakan Dokter. Masalahnya Anda tidak jujur padaku kalau selama kita menjalin hubungan ternyata kamu tidak pernah mencintaiku.”
“Aku kasihan padamu, Aku tidak tega mengatakannya.”
“Lalu sekarang kenapa kamu mau mengatakannya?”
“Agar kamu tidak mengharapkan apa-apa lagi denganku Marta.”
“Lalu kali ini, Apa kamu pikir Aku tidak terluka?”
“Aku yakin kamu sudah kuat,” ucap Axell.
“Aku tidak ingin menyakiti perasaanmu saat itu.”
“Kamu tidak hanya menyakiti hatiku Dokter, tapi kamu juga menghancurkan perasaanku. Aku minta maaf jika Aku merepotkan dan membebani selama ini,” ucap Marta dengan air mata yang tidak berhenti mengalir.
“Aku minta maaf Marta.”
“Anda tidak perlu meminta maaf Dokter, ini salahku yang terlalu mengagumi Dokter, Mulai detik ini Aku berhenti melakukannya, Aku berharap apa yang aku rasakan ini, tidak dialami adik perempuanmu ataupun kamu,” ucap Marta, lalu meninggalkan ruangan Axell.
Kehidupan telah mengajarinya bagaimana mengobati luka hati. Jika orang kaya seperti Nicolas jika ada masalah akan menghabiskan waktunya di bar, tetapi hari itu Marta justru pulang ke panti asuhan. Ia mengurus adik-adik panti, mengurus kebutuhan mereka. Melihat kehidupan anak-anak panti saat itu, akhirnya ia sadar kehidupannya dengan Axell bagai langit dan Bumi. Maka ia memutuskan melupakan Axell walau ia harus bertarung dengan hatinya sendiri.
Saat Ines memutuskan tinggal di Jerman, ia akhirnya memutuskan untuk ikut Ines, semuanya ia simpan sendiri, bersikap seolah-olah tidak ada yang terjadi apa-apa dengan hidupnya. Saat kakek Ines meninggal Axell juga datang karena Bu Narti yang memanggilnya, sebisa mungkin ia menghindar dan bersikap acuh walau dalam hatinya sebenarnya ia masih mengharapkan Axell. Malam sebelum mereka terbang ke Jerman, Axell meminta bertemu, ia menolak.
[Aku turut berduka cita] isi pesan Axell padanya malam itu.
__ADS_1
[Terimakasih , Dok]
[Mari kita bicara, kita bertemu di cafe tempat kita biasa bertemu]
[Maaf Dok, Ines sedang dirawat Aku tidak bisa meninggalkannya]
[Baiklah, kalau kamu sudah ada waktu kabarin Aku]
[Baik, Dok] balas Marta
Axell menghela napas panjang, ia merasa bersalah telah menyakiti hati gadis yatim piatu itu, ia ingin meminta maaf secara resmi. Satu minggu menunggu Marta tidak memberi kabar. Malam sebelum berangkat ke Jerman ia kembali mengirim pesan untuk Marta.
[Nicolas, bilang Ines sudah sembuh, kenapa tidak mengabariku?]
[ Aku baik-baik saja Dok, mari kita saling melupakan seperti yang kamu inginkan dan orang tuamu inginkan. Jika suatu saat nanti kita bertemu kembali. Mari kita bersikap tidak saling mengenal]
[Aku meminta maaf atas semua yang Aku lakukan padamu]
Malam itu Marta tidak membalas pesan dari Axell, lelaki itu juga dibuat sibuk karena malam itu Nicolas mabuk dan membuat kekacauan. Nicolas mabuk karena Ines tidak memberinya kesempatan untuk Nicolas memperbaiki kesalahan, jadi ia ingin melempari gedung itu dengan batu. Axell sibuk mengurus Nicolas hingga ia melupakan telah mengirim pesan untuk Marta dan belum ada balasan.
Besok paginya, pagi-pagi sekali ia baru mendapat balasan kalau Marta memutuskan pergi ke Jerman dengan Ines.
[Tidak usah meminta maaf Dok. Itu tidak sepenuhnya kesalahan Pak Dokter, itu salahku juga yang tidak menyadari diri sendiri. Aku terlalu mencintai Dokter hingga aku tidak sadar kalau kita berbeda, kita bagai langit dan bumi. Semoga Pak dokter menemukan jodoh dari kelas yang sama agar bisa membahagiakan orang tua Dokter]
[ Baiklah selamat jalan, semoga kamu mendapatkan jodoh yang baik juga] balas Axell.
Marta tidak membalasnya lagi, ia membungkus luka itu dalam hatinya dan membawa ke Jerman, ia juga tidak menyadari kalau Marta juga membawa sebuah permata indah juga bagian dari Axell. Permata indah sebagai hadiah yang paling berharga untuk Marta, ia melahirkan gadis cantik yang diberi nama Amber Eleanor yang artinya permata yang bersinar, anak cantik bernama Amber itu benih dari Axell.
Bersambung
Bantu vote like komen ya kakak
__ADS_1