
Manusia memiliki sifat yang berbeda-beda dan berbeda cara untuk mencintai seseorang. Begitulah yang dilakukan Naura pada Nicolas, awalnya mereka berdua saling mencintai, lalu Naura berkhianat setelah ditinggalkan Nicolas, ia merasa bersalah dan ingin diberi kesempatan untuk membuktikan kesetiaannya, berbagai cara ia lakukan untuk kembali pada Nicolas. Selama enam tahun ia selalu berusaha melupakan perasaan cinta pada Nicolas, bahkan sudah menikah sebanyak dua kali . Namun berakhir dengan perceraian, ia berpikir kebahagiaannya hanya bersama Nicolas, mencoba masuk kembali ke dalam hati Nicolas, tapi sayang pintu yang dulu terbuka lebar untuk Naura sudah tertutup rapat, Nicolas sudah membuka pintu yang lain untuk seorang wanita. Ibu dari putranya wanita yang ia nikahi enam tahun yang lalu.
“Apa yang kamu inginkan dariku?” tanya Nicolas berdiri di depan Naura, tatapan matanya tidak lagi sama saat mereka bersama lagi, tidak ada lagi tatapan hangat penuh cinta.
“Nico, Aku hanya ingin bicara,” ujar Naura tiba-tiba gugup saat melihat tatapan tajam dari Nicolas.
“Ya, apa yang ingin kamu katakan, katakan saja sekarang, saya tidak punya banyak waktu, anakku menunggu di dalam,” ujar Nicolas.
“Apa harus seperti ini? Aku baru tadi pagi pulang dari Belanda, Aku langsung ke sini berharap melihatmu.”
“Naura sebenarnya apa yang terjadi padamu?”
“Maksudnya?” Wanita itu menatap Nicolas dengan bingung.
“Aku sudah bilang padamu kalau hubungan kita sudah berakhir dari enam tahun lalu, sudah lama, bahkan Aku tidak ingat lagi padamu kalau kamu tidak muncul di sini, jadi tolong biarkan Aku tenang,” ucap Nicolas sedikit memelas.
“Aku juga sudah berusaha Ko, Aku juga ingin ingin melupakan kamu tapi tidak berhasil, pikiranku selalu tertuju padamu.”
“Lalu apa yang kamu inginkan dariku! Menikah denganmu? dan meninggalkan istriku dan anakku?” tanya Nicolas menatap dengan tajam.
“Aku tahu Ines tidak mau padamu lagi, dia tahu kamu masih mencintaiku aku-”
Pak!
“Jangan pernah menyebut nama istriku dengan mulutmu, dia meninggalkanku karena ulahmu, jangan pernah membawa-bawa nama istriku lagi atau aku akan menghabisi mu,” ujar Nicolas.
Ia meninggalkan Naura, wanita itu berdiri mematung di depan rumah mereka, ia tertegun memegang wajahnya yang terkena gampar sama Nicolas. Ia kembali ke rumah. Apa yang dilakukan Nicolas sama Naura ternyata dilihat keluarganya.
“Ko, Apa yang kamu lakukan, Nak?” tanya Mami Lina dengan tatapan cemas.
“Aku benci melihat sikap wanita gila itu,” ujar Nicolas menahan emosi, dadanya naik turun karena menahan amarah.
“Kamu sudah tahu dia wanita yang nekat, bagaimana kalau dia mengacau semuanya.” Lina memegang dada.
“Berani dia macam-macam sama keluargaku, Aku akan menghabisi dia dan seluruh keluarganya. Dulu Aku terlalu baik padanya, sebab itulah hidupku hancur. Tapi sekarang tidak lagi, Aku akan menjaga anak dan istriku dari mereka-mereka yang mencoba mengusik hidupku lagi,” ujar Nicolas dengan rahang mengeras.
__ADS_1
Bukan hanya Naura yang ia jaga, ternyata sepupunya Duha dan pamannya Deon ikut mengusik hidup Nicolas, tetapi saat ini Nicolas sudah lebih tegas lagi. Setelah ia menampar Naura malam itu.
Nicolas menelepon seseorang, ia meminta bantuan mereka untuk menjaga keamanan istri dan putranya.
“Saya perlu bantuanmu.”
“Siap perintah Bos. Katakan saja,” jawab seseorang yang bersuara tegas di ujung telepon.
“Kerahkan anak buahmu untuk mengawasi rumahku. Bagaimana dengan orang-oranngmu yang menjaga rumah sakit?”
“Untuk saat ini, masih aman-aman saja Bos, lelaki yang ada dalam foto itu masih bekerja seperti biasa, tetapi ada sedikit yang berbeda beberapa hari ini. Duha menemu seseorang penadah di bar.”
“Apa Deon tau?”
“Sepertinya dia bertindak sendiri.”
“Apa lagi yang direncanakan lelaki keparat itu, apa benar dia mau menjual cabang perusahaan di Surabaya?”
“Bos, apa yang kami lakukan?” tanya lelaki bayaran Nicolas.
“Baik Bos,” jawab lelaki itu dan menutup telepon.
Nicolas sudah berubah menjadi orang dewasa, dulu ia cuek dengan urusan perusahaan keluarganya, tapi setelah Ines memberikan perusahaan itu dipimpin olehnya dan Gunawan, ia mengetahui banyak rahasia yang terselubung. Perusahaan yang selama ini di bangun Opanya dan kakek Darto sudah di salah gunakan sama Deon dan Duha, satu cabang perusahaan yang seharusnya memproduksi obat untuk menyembuhkan orang sakit ternyata di pakai untuk memproduksi barang haram untuk waktu tertentu. Nicolas sudah berhasil menutup dua cabang, ia tinggal mencari sisanya.
“Apa ada masalah?” tanya Gunawan yang datang dari belakang.
“Bagaimana dengan, Keanu?” tanya Nicolas khawatir.
“Jangan takut, dia tidak mendengar apa-apa.”
“Dia orang yang sangat pintar Pi sama seperti Mommynya bisa saja dia pura-pura tidak melihat. Namun menyimak dalam otaknya.”
“Tidak, Kami tidak membahas apa-apa di depannya,” jawab Gunawan.
“Pi, Duha menemui para bos penjahat itu lagi seorang penadah barang.”
__ADS_1
“Apa yang dia gadaikan lagi?” tanya Gunawan.
“Pi aku merasa dia tidak punya ruang gerak lagi, jadi dia menjual barang berharga milik keluarga untuk modal atau untuk menutupi uang orang-orang yang sudah menyetor duluan, Aku merasa nyawa dalam bahaya,” ujar Nicolas.
“Dia berurusan dengan para mafia, dia harus siap-siap mempertaruhkan nyawanya, dia masih bocah saja sudah berani berurusan sama senjata ilegal seperti itu, anak sama bapak sama-sama penjahat. Deon menjerumuskan anaknya ke dalam jurang, dia ayah yang tidak berguna,” ujar Gunawan.
“Pi, kalau mereka sudah kehabisan modal … Aku yakin , mereka akan mendatangi Hendra di rumah sakit,” ucap Nicolas tiba-tiba mengingat sesuatu.
Dengan buru-buru ia meminta anak buahnya memperketat penjagaan, ia juga menelepon Marta agar jangan memperbolehkan orang lain untuk menemui Hendra. Kode brankas harta warisan yang akan dibagi untuk cucu milik opa mereka dipegang cucu pertama yakni Hendra.
“Aku yakin saat Deon terdesak seperti ini, dia akan mendatangi Hendra dan meminta warisan bagian Duha, Hendra pernah cerita sama papi kalau Deon beberapa kali meminta kunci itu ingin melihat bagian untuk anak-anaknya. Tapi Hendra tidak memberikannya, karena Duha belum berkeluarga dalam wasiat opa yang berhak meminta bagian harta orang yang sudah menikah.”
“Kenapa kakek melakukan itu?” tanya Nicolas, ia penasaran dengan wasiat Opa mereka.
“Dia yakin, harta peninggalannya di pakai untuk keperluan yang bermanfaat, tidak seperti Duha dan papanya yang menghabiskan harta Opa hanya untuk judi dan bermain perempuan,” ujar Gunawan.
”Opa pasti menangis dari kuburan jika tahu perusahaan yang dibangun susah payah, di gunakan untuk hal yang kotor dan melanggar hukum dan istrinya sendiri itu menghancurkan perusahaan yang dia bangun itu,” ujar Nicolas.
Saat mereka lagi mengobrol , ponsel Nicolas berdering ia mengangkat.
“Bos, wanita itu mendatangi rumah Bu Ines.”
“Apa? Naura datang ke rumah Ines?”
“Ya.”
“Sial! apa yang dilakukan wanita gila itu.” Nicolas menyambar kundi mobil dan berlari menuju mobil, ia menghiraukan papinya yang ikut panik.
“Apa papi perlu ikut?”
“Tidak usah Pi, jaga Keanu saja.”
Nicolas menyetir ke rumah Ines, tidak tahu tujuan Naura mendatangi rumah Ines malam-malam.
Apa dia ingin membuat keributan di rumah Ines?
__ADS_1
Bersambung