Buka Hatimu Kembali Untukku

Buka Hatimu Kembali Untukku
Akhinya Bertemu Nicolas


__ADS_3

Dua hari sudah Ines berada di Berlin bersama bayinya, Ia tidak tau apa yang terjadi selanjutnya, ia hanya berharap ada satu keajaiban baginya dan putranya untuk bisa mengeluarkan nya dari keadaan sulit itu.


Mery memberikan kabar pada Heru, bahwa Ines berada di di Berlin, saat itu juga Heru dan Bu Narti datang menemuinya. Rasa rindu selama ini akhirnya terobati. Dia tidak tau kalau hidup Ines saat berada dalam bahaya.


Hilangnya alat penyadap dari tubuhnya membuat ia sedikit lega, tapi bukan berarti Aman.


Tapi sampai saat ini rasa takut masih menghantuinya, selama ini dia hidup bersama Hendra, ia tidak tau kalau lelaki bertubuh tinggi itu adalah seorang penjahat, ia hanya tahu kalau lelaki yang menolongnya tersebut hanya lelaki penipu yang mengaku dr Hendra.


“Sejak kapan dia terlibat?” apa selama ini dia terlibat kejahatan itu?”


“Aku tidak tahu pastinya, tapi dr Hendra yang aku kenal baik kapan dia berubah,” ujar Mery.


Walau ia baru sadar aksi kabur yang dia lakukan sudah tepat, ia tidak tau kalau saja ia bertahan selama ini entah apa yang terjadi padanya.


Polisi akhirnya melakukan pemburuan pada kelompok tersebut termasuk Hendra didalamnya.


Ines tidak merasa bersalah sedikit pun menceritakan semuanya pada Polisi Jerman. Setiap pertanyaan padanya dijawab tanpa berpikir panjang.


“Aku bersedia jadi saksi suatu saat jika di perlukan, asalkan keselamatan Putra saya bisa dijamin Kepolisian Jerman,” kata Ines pada sahabatnya Mery.


Walau Maria kurang setuju sepertinya Ines sudah melakukan tindakan Nekat dan berani.


Mengingat kelompok mereka yang terkenal dengan segala kesadisannya.


Sudah dua hari ia berada di tempat teman Mery . Ada dua orang Polisi yang ditugaskan untuk menjaganya.


Hari itu polisi menemukan dua orang laki-laki yang terikat dan mulut dilakban, keduanya terluka parah tidak sadarkan diri.


 Polisi tersebut bukannya membawanya ke rumah sakit malah membawanya ke tempat di mana Ines bersembunyi.


Tangan masih di Borgol di salah satu di ranjang kamar tersebut, Ines hanya melihatnya sekilas saja.


Tapi menurut Polisi yang menemukanya ia bagian dari salah satu Kelompok yang mereka incar maka tangan lelaki yang berbadan suspek tersebut di borgol, Ines tidak tahu kalau itu Nicolas karena pakai  topeng penyamaran.


“Kalau kamu bagian dari kelompok yang kita curigai, kamu ikut dalam masalah,”  kata salah seorang Polisi yang menjaganya, Maka rasa was-was kembali menyelimutinya.


                        **


Disisi lain Maria akhirnya bisa berkomunikasi dengan Bu Narti, ia harus mencari akal, meminjam ponsel milik temannya agar ia bisa berkomunikasi dengan Heru, karena telepon miliknya sudah ikut dalam penyadapan yang dilakukan orang orang Hendra.


Di Rumah Felix polisi yang menampung Ines di tambah lagi penjagaannya, karena sekarang ada Tiga nyawa yang harus di Mereka Jaga.


Lelaki yang mereka temukan tidak memiliki Identitas, jadi tidak ada data diri mereka temukan.


Sementara lelaki yang  mengaku Hendra itu menyadari Ines sudah kabur, akhirnya menunjukkan jati dirinya yang sebenarnya, Jati diri yang sudah dirubah kerena harta dan kekuasaan. Dia bukan lagi Hendra yang seperti dulu yang pertama di kenal Ines. Hendra yang memiliki hati bak malaikat, hati yang tidak bisa melihat seseorang kesusahan dan menderita serta memiliki rasa sosial yang tinggi.


Q


“Kenapa dia kabur dariku, Aku sudah memberinya segalanya, aku akan membunuhmu Ines! Aku sudah bilang kalau Nicolas sudah mati. Aku bersedia jadi ayah anakmu,” teriak Hendra palsu itu dengan marah, ia melempar semua barang-barang di rumahnya setelah ia tidak bisa menemukan Ines dan putranya di mana-mana.


Saat itu Ines benar benar putus asa,  sebab ia tidak bisa keluar dari negara itu.


“Haruskah begini akhirnya? Aku tidak tahu harus berbuat apa lagi,” ucap Ines.


“Tenanglah, Aku sudah berhasil menelepon Heru  dan Bu Narti, mereka akan membawamu dari negara ini,” ujar Mery.


Karena Ines merasa terancam keselamatannya, ia dan Mery meminta bantuan polisi Jerman untuk melindunginya.


Heru akhirnya datang ke Jerman untuk menyelamatkan Ines, karena Nicolas menghilang tanpa kabar.


Hari ketiga Heru belum bisa menemui Ines, karena sekarang ia sudah masuk dalam perlindungan kepolisian Jerman. Demi keselamatan Ines Ia harus beberapa kali dipindahkan bersama pria yang terluka itu. Ines tidak tahu kalau pria yang terluka itu adalah suaminya.


Tidak berapa lama Nicolas  sudah siuman, tapi sepertinya luka yang di kepalanya yang lumayan parah membuatnya hilang ingatan.


Polisi berpikir baiknya mereka berdua dipisahkan penjagaan. Karena mereka berpikir diantara keduanya tidak tau siapa yang paling diincar, apakah lelaki itu yang diyakini sebagai kelompok dari Hendra atau Ines, karena hal itu Polisi kesusahan menemui Ines.


Demi bisa menemu Ines, Heru rela ditempatkan  dalam bak pembuangan sampah agar bisa masuk kedalam rumah tersebut tanpa dicurigai para orang orang yang mengawasi mereka.

__ADS_1


Mereka yakin ada alat penyadap lain di tubuh Ines atau bayinya, sebab kemanapun mereka pergi masih bisa diikuti penjahat.


Polisi juga kesulitan menemukan alat yang mendeteksi dimana keberadaan alat penyadap itu dipasang, mereka sudah menemukan satu  alat itu dipasang pada leher belakang Ines, Namun untuk yang lain mereka tidak mengetahuinya. Tidak berapa lama Heru akhirnya bisa masuk  ke dalam gedung di mana Ines dan Nicolas dijaga polisi.


Pertemuan Heru dan Ines membawa semangat baru untuk Ines, itu semua berkat bantuan dr Mery, wanita itu  bisa menyakinkan para Polisi dan menjadikan dirinya sebagai jaminan.


Tangisan Ines pecah memeluk Heru yang sudah beberapa bulan tidak berjumpa.


“Maafkan Aku ya Nes,”  kata Heru  menyesali tindakannya memberi izin pada lelaki itu untuk membawa Ines.


“Tidak apa apa, tidak ada yang tau akan seperti,” ujar Ines.


“Kita akan pulang ke rumah kita Nes, Keanu sangat merindukan kalian bertiga,” ucap Heru melirik bayi tampan yang tidur di dalam gendongan Ines.


“Bertiga …?”


Ines belum tau tentang Nikolas yang datang menyelamatkannya . Heru tidak ingin memberitahukan Ines, itu akan membuatnya bertambah panik.


Ia berpikir setelah sampai di Indonesia ia akan menceritakan semuanya, makanya dia selalu mengalihkan pembicaraan setiap kali Ines menyinggung Nikolas.


‘Maafkan aku Bro, aku berharap kamu selamat agar bisa melihat dan bermain dengan anakmu’ kata Heru menatap sedih pada Iniko yang tertidur pulas di pangkuannya.


Polisi ingin mengeluarkan mereka dan memulangkannya ke Indonesia.


Sudah hampir satu minggu. Ines dan Heru hidup bagai tawanan rumah karena tidak bisa ke mana mana.


Sebelum kepulangan mereka. Polisi sudah mengatur strategi untuk membawa Ines dan Heru keluar dari rumah itu, seperti main kucing kucingan dari ruko yang satu dipindahin ke Gedung satu laginya, namun seorang polisi membawa laki-laki asing yang mereka temukan.


Sosok laki-laki yang  duduk di kursi roda membuat Heru terperanjat, seorang yang sangat Ia kenal.


“Nikolas..?” teriak Heru lalu memeluk tubuh lelaki bertubuh Nikolas tapi wajahnya lain.


Maria dan Ines salin menatap mendengar nama itu di panggil.


“Bapak mengenalnya?” Polisi menanyainya dalam bahasa Jerman dan di terjemahkan Ines.


“Iya” ini Nikolas ..suaranya gelagapan bercampur senang panik.


“Apa maksud kamu Haru, Nikolas siapa?” tanya Ines.


Heru  terdiam tidak tau harus mulai dari mana, Tapi tatapannya masih belum teralih dari Nikolas.


Menjadi lupa ingatan ternyata bisa membuat hati orang yang melihatnya merasakan kesedihan.


Padahal Ines bersama dia selama beberapa hari ini. lagi –lagi takdir seolah-olah mempermainkan hidup kedua anak manusia ini.


Nikolas datang dari Indonesia untuk mencari anak dan istrinya, tapi siapa sangka dia berakhir seperti ini, lupa ingatan , terluka dan terlantar di Negeri orang.


“Heru! Apa maksudnya? Dia siapa?” desak Ines.


Nikolas hanya menatap mereka tanpa respon, pandangan matanya kosong, akibat pukulan keras di bagian belakang kepalanya ia lupa ingatan, beruntung ia masih selamat.


Malam itu, ketika Nikolas dibawa orang suruhan Hendra rencananya mereka akan dilenyapkan, saat  mobil yang membawa Nicolas dan temannya ingin melintas, ternyata,  ada razia di Jalan.  Seluruh mobil diperiksa, mobil boks yang membawa Nikolas dan temannya terjebak di tengah pemeriksaan Polisi, merasa terancam. Kepala Nikolas dipukul pakai balok, besi, tapi sebelumnya suara tembakan terdengar sekali dari mobil boks berwarna Putih terebut.


Suara tembakan mengalihkan perhatian para polisi yang berjaga, lalu datang menghampirinya, sayang teman Nikolas terkapar tidak bernyawa lagi, timah panas mengenai dada kirinya hingga tembus.


Sementara tubuh Nicolas terluka parah, sepertinya mereka mengawasi dari kejauhan kalau Nikolas di selamatkan Polisi .


Hampir mati, sudah sering terjadi pada Nikolas, tapi sepertinya namanya belum tercatat dalam buku kematian. hingga dia selalu lolos dari maut.


Kali ini luka yang dialami lelaki itu cukuplah parah. Polisi  bahkan tidak percaya kalau ia akan pulih secepat itu.


Pengakuan Heru kali ini lagi lagi menyita perhatian seluruh Polisi yang menjaga, dan yang tidak kalah heran adalah Ines dan Mery.


“Heru tolong jelaskan semuanya, jangan membuat kami bingung,” desak Ines .


Tangannya melepas topeng karet wajah asing, identitas yang dipakai Nikolas selama ini.

__ADS_1


Akhirnya wajah Nikolas terlihat jelas dibalik topeng karet yang dilepaskan Heru.


Tubuh Ines gemetaran, hampir saja dia menjatuhkan anaknya dari gendongan tangannya, kalau saja Mery tidak menangkapnya, bayi yang baru dua bulan tersebut sudah terjatuh kelantai.


“Nicolas!” jerit Ines memeluk tubuh lelaki yang sedang membatu dan membisu di depannya.


Nikolas tidak bergerak, pandangan matanya kosong tak bermakna, kata Dokter ia mengalami geger otak sangat serius.


Luka itu, bahkan harus dilakukan operasi untuk membetulkan tempurung kepala yang retak,


keberadaan meraka diketahui orang suruhan Hendra, polisi sudah lama mencari alat GPS yang dipasang ditubuh Ines, sayang polisi tidak mengetahuinya.


Untungnya Heru mengetahuinya, anting yang dipakai Ines jadi alat penyadap tersebut.


Di Satu sisi Hendra yang mengetahui kalau Nikolas masih hidup membuat hatinya panas, Dia berpikir Ines dan Iniko adalah miliknya.


Dan apapun akan dia lakukan untuk mendapatkan mereka


“ Lakukan apapun untuk mendapatkan Ines, aku yang merawat dia selama ini mereka berdua adalah milikku !” perintah Hendra pada orang suruhannya, bahkan ia tidak peduli jika harus menghilangkan nyawa orang lain.


Heru dan Ines yakin ada bahaya.


“Kami harus keluar dari tempat ini .  Kami tidak akan aman disini,” ujar Heru.


Ia tau watak orang seperti apa Hendra palsu itu, belajar dari pengalamannya untuk menghadapi Suroto beserta komplotannya, maka orang yang akan mereka hadapi juga sama.


Bahkan saat ini pulang ke Indonesia bukan waktu yang Pas, mungkin saja orang -orang itu sudah menunggu mereka di bandara.


Mereka harus dikawal bersama beberapa Polisi untuk mengantar ke Bandara, semua itu untuk mengalihkan perhatian penjahat yang mengincar Ines.


Heru diantar menaiki mobil barang , menuju Jet pribadi dan membawa mereka Ke Hongkong.


Keluarga Nikolas sudah berada di sana mencari tempat yang aman, sesuai permintaan Heru dan Nikolas,  sebelum Nikolas berangkat ke Jerman mencari Ines, ia sudah menyembunyikan keluarganya terlebih dulu.


“Tolong bantu  saya,” ujar Ines.


“Apa kamu menikah dengan Hendra?” tanya dr, Mery.


“ Tidak,  Lelaki itu bukan suamiku, dia me manipulasi surat-surat dan aku tidak berdaya saat itu.”


Dia dan aku memakai nama baru dan ia mengatakan ke orang kalau aku istrinya, aku tidak ada hubungan apa apa dengannya.


“Baiklah, aku akan usahakan, banyak temanku yang bisa mengurusnya nanti, fokus saja pada Nikolas,” Mery menyemangatinya.


“Satu hal lagi, bisakah Dokter mencari tahu siapa sebenarnya dia?”


”Maksudnya?” tanya Mery.


“Sebenarnya dia bukan dr, Hendra, Ko Hendra yang asli sudah meninggal satu tahun yang lalu, tiba-tiba dia  memakai wajah dr Hendra dan mengambil semua kehidupan Hendra,” ujar Ines


“Apa?” dr Mery kaget.


Ines akhirnya menceritakan semuanya tentang Hendra palsu, meminta dr, Mery mencari tahu tentang siapa sebenarnya orang dibalik topeng tersebut, ia yakin kalau orang tersebut orang terdekat Hendra, karena ia tahu semua tentang Nicolas dan dr, Hendra.


Setelah perjuangan keras Ines, Nicolas, Heru dan Bayi Ines akhirnya bisa keluar dari Jerman, mereka tidak terbang ke Indonesia melainkan ke Hongkong.


Tiba di Hongkong dan melanjutkan perjalanan ke Kota tersembunyi atau kota terpencil Turtle cove yang terletak disisi selatan pulau Hongkong, di sebelah selatan waduk Tai Tam. Desa itu sangat tersembunyi dan berada dibawah gunung.


Mami Nicolas memilih tinggal di sana, kota yang nyaman jauh dari keramaian gedung gedung seperti gambaran Hongkong sesungguhnya.


Ines harus bersusah payah menurunin 200 anak tangga untuk mencapai lokasinya, Keluarga Nikolas masih mempunyai tanah leluhur di daerah itu maka keluarganya memilih tinggal di daerah terpencil , dan akan bagus juga untuk kesembuhan Nikolas yang saat ini lupa ingatan.


Dia bagai mayat hidup, yang hanya duduk dan berdiam diri tanpa mau bicara dan bergerak.


Tempat itu mungkin tidak akan ditemukan Hendra, dalam mencari dirinya, dan  bayi Ines.


Novi adik Nikolas tidak ikut kedua orang tuanya, ia memilih tinggal di Singapura bersama suami dan putri mereka, memulai kariernya menjadi seorang Desainer.

__ADS_1


“Aku yakin kau akan pulih sayang,”  bisik Ines pada Nikolas yang membawanya menyusuri tepi pantai.


Bersambung....


__ADS_2