Buka Hatimu Kembali Untukku

Buka Hatimu Kembali Untukku
Merindukan Anak


__ADS_3

Axell dan Nicolas terpaksa membatalkan pekerjaan mereka demi menjaga ke dua anak-anak yang dibawa Hendra.


“Dia yang punya anak kenapa jadi kita yang disuruh menjaga,” sungut Nicolas.


“Aku malah senang, wajah mereka membuat hatiku sangat senang,” ujar Axell.


Axell tadinya ragu untuk menjaga kedua anak itu, karena ia belum pernah sebelumnya menjaga anak-anak. Namun, ia dokter anak, ia menggulung lengan kemejanya sampai ke siku, lalu ia menatap anak perempuan  cantik itu dengan lembut.


“Apa kamu  mau bermain dengan Om di sana?” Axell menunjuk tempat bermain yang disediakan restoran cepat saji tersebut, sebuah tempat bermain untuk anak-anak.


“Papiku kemana?” tanya Amber dengan mata berkaca-kaca.


“Oh, Papi kamu lagi cari boneka yang  paling cantik untuk kamu,” ucap Axell, pak dokter itu menyentuh pipi Amber dengan punggung tangannya kecantikan anak perempuan itu seolah-olah menghipnotis keduanya terlebih Axell, ia selalu menatap mata bulat Amber mengingatkan dengan seorang yang pernah hadir dalam hidupnya.


“Abang ikut ya,Om,” bujuk Amber.


“Tentu dong. Ayo Bang Keanu.” Axell merentangkan tangannya dan membawa kedua anak itu bermain  di arena bermain .


Nicolas juga tidak mau ketinggalan, ia mengikut dari belakang,  mereka berbagi tugas. Nicolas  yang menjaga Keanu dan Axell bagian yang  mengawasi si cantik amber, mereka berdua ikut bermain bahkan ikut masuk ke dalam kolam bola  bermain bersama sampai lupa waktu, bahkan tidak mendengar Hendra menelepon karena ponsel keduanya dititipkan ke pegawai restoran supaya tidak jatuh.


“Masa kecil kurang bahagia,” ucap Axell tertawa terbahak-bahak saat Nicolas naik kuda-kuda beroda dan balapan dengan Keanu.


Kelakuan kedua lelaki tampan itu menyita perhatian pengunjung resto. Karena kelakuan mereka berdua tidak biasa, tempat bermain itu dikhususkan untuk anak-anak, tanpa diduga ada orang dewasa yang asyik ikut bermain. Nicolas juga tertawa lepas saat mereka bermain balap-balapan.


Mereka berdua tampak seperti papa muda yang  mengajak anak-anak mereka untuk bermain, Amber yang tadinya masih malu-malu, setelah berjam-jam bermain dengan Axell akhirnya tidak takut lagi Keanu juga seperti itu mereka bermain seru-seruan.


“Ini seru Aku sudah lama tidak main seperti ini,” ujar Nicolas,  Keanu juga tertawa bahagia saat kedua lelaki itu ikut bermain bersama mereka. Perhatian Keanu pada Amber sangat manis seperti seorang Abah yang sangat sayang sama adik perempuannya.


“Apa Papimu sering mengajak kalian berdua bermain?” tanya Axell.


“Ya, kalau Papi libur akan ajak aku sama abang liburan, berkemah, naik gunung, nangkap ikan seru," ucap Amber.


"Mau tinggal sama Om gak? kita akan bermain tiap hari," bujuk Axell.


"Gak mau, mau sama Papi."


Tidak terasa mereka bermain hampir setengah hari, capek bermain makan lagi lalu lanjut bermain lagi. Setelah keduanya terlihat lelah barulah mereka  berhenti saat di cek ponsel, ternyata Hendra sudah menelepon dari tadi.


Nicolas menelepon balik.

__ADS_1


“Ko Hen di mana?”


“Kalian di mana?  Aku menelepon dari tadi tidak diangkat.”


“Kami  mengajak anak-anak makan sekalian mengajak bermain.”


“Ya sudahlah bawa ke rumah saja, Aku mau bertemu seniorku di sini, dia baru pulang dari Jepang."


“Ha? Mereka menangis gak ? Soalnya dari tadi Amber sudah nanyain terus.”


“Bawa saja kedalam mobil biasanya jam segini mereka berdua sudah mengantuk, bawa saja pulang kita ketemu di rumah.”


"Tapi nanti nangis bagaimana?" tanya Nicolas khawatir.


"Ada Axell dia sudah bisa menjaga mereka, makanya Aku ajak dia,"ucap Hendra.


Nicolas menatap Keanu. Benar kata Hendra mereka berdua sudah menguap bahkan mata Amber sudah mulai meredup.


“Xell, Amber mengantuk, gendong saja,” ujar Nicolas.


“Oh, astaga untung gak jatuh. Om gendong ke mobil ya Sayang.”


“Ini papimu telepon kita akan  menemui Papi.”


Anak perempuan itu mengangguk Axell mengendong di pundaknya, Axell mencium pipinya dengan lembut, sementara Keanu masih bisa menahan ngantuk walau harus menguap beberapa kali. Nicolas  membongkar koper dan mengeluarkan bantal kesayangan Amber lalu menidurkannya di mobil.


‘Begini rasanya punya anak, sangat menyenangkan’ bisik Axell menatap Amber yang tidur di pangkuannya.


Saat mobil mau jalan sebuah telepon masuk ke ponsel Axell seketika wajahnya  berubah dingin.


“Ada apa?”


“Kamu dari mana saja?” tanya seorang wanita dengan suara menggertak di ujung telepon.


“Kan gue dah bilang tadi mau ke bandara.”


“Bohong.  Mana buktinya?” tanya wanita itu  dengan sika posesif.


“Kalau lu tidak percaya ini bicara sama Nico.”

__ADS_1


Ia menyodorkan ponselnya ke Nicolas.


“Ya, Andin.”


“Beneran ke bandara Nico?”


“Ya Ni, jemput Ko Hen  dari bandara.”


“Oh, dr. Hendra mau datang?”


“Ya, dia datang sama anak-anaknya.”


“Oh gitu baiklah,” ucap wanita itu kembali, lalu  menutup telepon ya.


Nicolas mengembalikan ponsel milik  Axell,  wajah Axell yang tadinya terlihat bahagia saat bermain bersama kedua anak-anak itu mendadak murung. Axell sudah menikah dengan seorang dokter pilihan orang tuanya, istrinya anak seorang pejabat  ibunya direktur rumah sakit tempat Axell bekerja.


“Lama- lama Aku bisa  gila menghadapi Andin,” ujar Axell menatap ke arah luar.


“Bicarakan dengan Baik, Bro,” nasihat Nicolas.


“Percuma Bro, justru Aku ingin bercerai saja, tidak tahan lagi dengan sikapnya,” ucap Axell.


“Begitulah resiko menikah dengan perjodohan, harusnya kamu sudah tahu itu dari awal, karena kamu sudah melihat apa yang aku alami.”


“Aku pikir Andin berbeda. Namun setelah dia divonis dokter tidak bisa punya anak, sikapnya berubah  dia terus menekan ku.”


“Apa tanggapan Om sama Tante saat kamu bilang ingin berpisah. Apa mereka setuju?”


“Pastinya tidak, Mama akan bilang mempermalukan kelurga dan bla, Bla. Tapi Aku tidak perduli lagi lebih baik aku sendiri seumur hidup dari pada menghadapi sikap labil yang ditunjukkan Andin,” ucap Nicolas.


Saat mereka asik cerita Keanu juga sudah tertidur  Axell terpaksa duduk di tengah kedua anak itu menggunakan kakinya untuk bantal untuk keduanya, tangannya terus mengusap-usap pipi keduanya. Ia merasakan  perasaan yang  tidak bisa digambarkan saat menatap wajah kedua anak tampan dan cantik itu, ada perasaan rindu ingin memiliki anak.


“Aku tidak ingin kamu berpisah Bro, cobalah dulu memahami Andin, dia mungkin bersikap seperti itu ingin mendapat perhatian darimu, karena belakangan ini kamu terlihat sibuk terus dan tidak ada waktu untuk dia,” ucap Nicolas dengan suara lembut,  takut Axell tersinggung.


“Aku lebih baik seperti kamu Bro, yang memilih jomblo selamanya, jadi tidak bikin sakit kepala.”


“Siapa bilang enak Bro, aku menghadapi banyak tekanan dari keluarga.  Hidup sendiri itu tidak enak bagi banyak orang tapi bagiku pribadi lebih baik seperti ini dulu," ucap Nicolas.


Bersambun

__ADS_1


__ADS_2