Buka Hatimu Kembali Untukku

Buka Hatimu Kembali Untukku
Kedua Anak Datang ke Rumah Keluarga


__ADS_3

Nicolas dan Axell membawa anak-anak itu untuk pulang, Namun saat ingin jalan pulang ke rumah jalanan sangat macet.


“Om, Aku ingin pipis,” ujar Amber, mereka berdua saling menatap mobil itu terjebak di tol sudah bisa dipastikan tidak ada toilet.


“Aduh, bagaimana ini?”


“Keluar aja, Bro.”


“Kita pipis di sana ya.” Axell menunjuk semak-semak.


Wajah Amber langsung cemberut, ia memajukan bibir dengan mata berkaca-kaca ia hampir menangis.


“Aku mau ke toilet, kata mami tidak boleh pipis sembarangan.”


“Oh, kamu benar sayang, tapi masalahnya  kita terjebak macet.”


“Amber pipis di toilet mobil saja Om,” ujar Keanu anak lelaki yang bersikap kalem itu ikut bangun.


“Om, tidak punya toilet dalam mobil, Jagoan," ujar Nicolas.


“Hiks Hiks … Aku mau Papiku.” Amber menangis, Nicolas sudah panik duluan saat melihat kedua anak-anak itu ingin menangis tapi sebagai dokter anak dr. Axell tahu bagaimana menenangkan mereka berdua.


“Begini saja, Om akan menutup  dengan kain agar tidak dilihat orang-orang. Kami bertiga akan berdiri membentuk pagar untuk menjaga.”


Amber melihat wajah Axell lalu berganti pada Nicolas, lelaki itu meraih jubah  dokter yang ia letakkan di jok belakang, lalu ia meminta Nicolas melepaskan kemejanya.


“Lo gila Bro, masa Aku gak pakai baju,” bisik Nicolas.


“Pilih mana Anak ini menangis kelenger atau kamu melepaskan pakaianmu sebentar?”


“Ya Baiklah.” Nicolas melepaskan kemeja berwarna nav yang ia kenakan.


“Aku tidak mau di rumput , takut ada ular Aku mau di samping  mobil ini.”


“Baiklah,” Axell mengendong amber turun, Axell mengatupkan telapak tangannya untuk pengendara dibelakang untuk menahan mobilnya sebentar.


Apa yang mereka bertiga lakukan mengundang pengemudi yang dibelakang, mereka senyum geli melihat  cara ketiga lelaki itu melindungi sang princes yang ingin pipis.


Setelah selesai Amber berdiri menatap mobil di belakangnya matanya yang besar menatap seorang perempuan yang  melambaikan tangan padanya.


“Terimakasih ya pak,” ucap Axell menghampiri pengemudi di belakang sembari mengendong Amber.


“Eh, cantiknya putrinya Pak,” ujar  istri pengemudi di belakang.


Axell berlari ke dalam mobil karena pengemudi mulai tidak sabaran mengklakson dengan riuh.

__ADS_1


“Macetnya kayaknya panjang ini Bro kita keluar dari tol saja, kita ke apartemen mu saja,” ucap Axell.


“Baiklah pulang ke rumah Mami pasti masih lama. Kita ke apartemen dulu saja,” ujar Nicolas.


“Tunggu Aku kabarin Papi mereka dulu.” Nicolas menelepon Hendra, ternyata lelaki itu juga terjebak macet menuju rumah Mami Nicolas.


“Apa mereka menangis?” tanya Hendra.


“Tidak, dia baik,” balas Axell.


“Tolong kasih ke Amber.”


Axell memberikan ponselnya ke anak cantik tersebut.


“Papi! Papi di mana?”


“Sayang … nanti Papi datang bawa bonekanya, papi ada urusan sebentar. Baik-baik saja om ya.”


“Aku mau sama papi saja,” rengek Amber menangis.


“Ya Nanti papi datang.”


Setelah dibujuk Hendra  akhirnya Amber tidak menangis lagi, hal wajar kalau mereka berdua menangis minta pulang Papi mereka menitipkan  pada orang yang baru pertama kali mereka lihat jadi kedua anak-anak itu  merasa belum nyaman.


“Sudah Ya, nanti Papi kamu datang. Bagaimana kalau kita beli boneka, untuk tuan putri,” bujuk Axell, ia memangku Amber lagi.


“Papi! Kedua bocah mengemaskan itu berlari dari mobil saat melihat Hendra sudah tiba di sana, menunggu di depan pintu.


“Bagaimana perjalanannya anak-anak?” tanya Hendra.


Amber awalnya  hanya diam tiba-tiba jadi  menangi sesenggukan, ia berpikir kalau Hendra meninggalkan mereka. Lalu ia mengendong Amber karena bisanya ia paling  mudah menangis.


“Papi meninggalkan Amber sama Abang,” ujarnya sambil menangis.


“Eh, tidak ada yang meninggalkan Amber, kan, Papi beli  boneka, ganti yang hilang. Papi nyarinya jauh naik mobil lagi, turun, jalan lagi, naik mobil lagi sampai jauh. Piuh … Papi lelah sekali,” ujar Hendra sembari mengusap dahinya yang jelas-jelas tidak ada keringat di sana, mendengar cerita Hendra, wajahnya cantiknya langsung terenyuh.


“Benarkah … Papi capek?” tanya menatap wajah Hendra, tangan mungilnya menyentuh wajah papinya dengan lembut.


“Oh … manisnya. Aku iri,” ujar Axell.


“Kita masuk ke rumah, ya.”


*


Hendra membawa ke rumah, di sana sudah ada Gunawan, Linda, Novi, Julio  mata mereka semua melongo saat Hendra membawa dua anak yang sangat mengemaskan .

__ADS_1


Saat diturunkan lagi-lagi Amber sembunyi di balik  kaki Papinya.


“Oh, cantiknya … siapa ini?” tanya Novi ia  jongkok menyodorkan tangannya.


“Anak-anak ... ini rumah  nenek kalian yang pernah Papi ceritain. Ini tante Ovi, ini mamiku dan pipiku dan ini adik papi namanya Om Julio,” ujar Hendra memperkenalkan Linda dan Gunawan sebagai orang tuanya pada anak-anak tersebut.


“Halo Nenek.” Keanu  maju ke depan.


“Astaga tampannya.” Linda memeluk Keanu.


“Sayang kamu tidak memberi salam untuk Nenek sama Kakek?” tanya Hendra saat anak perempuan itu menempel bak cicak di kaki papinya.


“Dikamar tante Ovi banyak boneka loh,” ucap Hendra mengedipkan mata pada Novi.


“Oh, benar ada boneka beruang yang besar juga , ada boneka panda juga yang besar,” ucap Novi bersemangat.


Amber perlahan-lahan memajukan tubuhnya dan menyodorkan tangannya ke Linda, tetapi kepalanya  masih bersembunyi di belakang kaki Hendra, tingkah mengemaskan itu sukses mengundang tawa dari mereka semua. Novi berlari ke kamarnya dan membawa boneka beruang besar memperlihatkan pada Amber.


“Lihat tante punya boneka besar,” ucap Hendra.


Tiba-tiba Amber   melakukan tingkah yang sangat mengemaskan, ia melepaskan kaki Hendra lalu berdiri dengan wajah kaget dan mata melotot dan menghentak-hentakkan kakinya lalu bibirnya mungil membentuk huruf 'O'


“Wow!” teriaknya  dengan tawa yang renyah.


Mereka semua semua tertawa dengan tingkah lucu anak perempuan  berwajah cantik itu,


“Apa boleh Aku memegangnya?” tanya Amber  dengan ekspresi yang sangat lucu.


“Tentu saja, asalkan kamu salam Nenek, Kakek sama Om,” ujar Hendra.


Lalu ia berlari dan menyodorkan tangannya ke Linda, lalu Gunawan dan Julio, lalu berlari ke arah Novi, ia menyentuh tangan  boneka beruang besar tersebut . Tapi hal yang berbeda ditujukan Keanu dia sangat kalem dan tenang ia hanya melihat Amber.


Mata Gunawan terus saja menatap Keanu dia merasakan sesuatu yang sangat berbeda dengan mata Keanu, ia menatap Hendra dan menatap bocah tampan itu bergantian, saat adiknya  tertawa gembira ia hanya duduk dengan tenang.


“Abang apa kamu mau menyentuh juga?” Amber menyeret kuping boneka besar itu ke depan Keanu agar bocah tampan itu bisa mengelusnya juga.


Mereka semua duduk di sofa menatap kedua bocah itu bermain,  mendapat dua cucu dari Hendra sudah membuat Linda dan Gunawan sangat bahagia, Gunawan   berungkali mengelus kepala mereka berdua bergantian. Linda dan Gunawan sangat terharu saat Hendra menyebut  mereka sebagai mami pada kedua anaknya.


“Ko Hen, mereka kembar kan?” tanya Novi ia ikut duduk.


“Bukan, Keanu yang duluan lahir.”


“Oh!.” Mereka semua bersuara serempak.


Apakah Hendra akan memperkenalkan Maminya anak-anak itu pada keluarganya?

__ADS_1


Bersambung


Bantu vote like komen ya kakak terimakasih.


__ADS_2