Buka Hatimu Kembali Untukku

Buka Hatimu Kembali Untukku
Masih Berjuang Mendapatkan Hati Ines


__ADS_3

Kekuatan seorang perempuan tidak berarti bagi pria, begitu juga dengan Ines saat Nicolas mengunci tubuhnya di bawah kendalinya, ia merasa kekuatannya tidak artinya  untuk melepaskan diri dari Nicolas.


“Aku penasaran seperti apa bentuk hatimu yang keras itu,” ujar Nicolas matanya masih menatap wajah Ines.


“Seperti batu … sudah lepaskan !”


“Nes, Aku jatuh cinta padamu, apa kamu mau menerimaku?”


“Sudah, berhenti main-main denganku.” Ines memberontak,  ia  berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Nicolas. “Aku akan semakin membencimu jika kamu memaksa seperti ini,” ancam Ines lebih marah lagi.


“Aku tidak takut lagi, memangnya ada lebih buruk lagi dari dibohongin selama enam tahun, Aku menanggung rasa bersalah selama enam tahun karena berpikir karena aku tidak bisa menjaga anakku, Aku berpikir kamu keguguran karena Aku . Ternyata kamu membohongiku, mulai sekarang kamu tidak bisa lagi menghilang dariku,” ucap Nicolas,  ia merogok kantongnya sebuah gelang dipakaian ke tangan Ines secara paksa.


“Apa ini …?”


“Itu gelang penanda.  Kamu di mana pun kamu berada Aku bisa melihat.”


“Aisss  gelang  gituan sekali tarik juga akan  lepas,” ujar Ines tertawa sepele.


“Coba saja … semakin kamu  berusaha melepaskannya semakin dia mengecil.” Nicolas melepaskan tangan Ines.


Dengan cepat  Ines mencoba melepaskannya gelang yang dipakaiankan Nicolas, tetapi semakin ia berusaha, gelang  bercorak bunga itu semakin keras.


“Buka ini!” pinta Ines menyodorkan lengannya pada Nicolas, lelaki itu  tersenyum kecil menatap wajah Ines.


“Kenapa tertawa, memang ada yang aneh?”


“Kamu mau marah, mau tidak tetap cantik,” goda Nicolas.


“Berhenti menggodaku, itu tidak  berpengaruh,” ujar Ines, berusaha tetap mempertahankan sikap andalannya, yakni diam, cuek, acuh. Tetapi apakah Ines benar-benar kuat mempertahankan sikapnya?


Es dalam hatinya seolah-olah  perlahan mencair. Malam itu Nicolas dengan berani masuk ke dalam kamar Ines.


“Apa yang kamu lakukan?” tanya Ines saat Nicolas masuk tanpa izin.


“Tidur di kamar istriku”


“Sama Keanu juga Mommy,” ujar Keanu.

__ADS_1


Nicolas memang cerdik, ia tahu kalau Ines tidak akan marah kalau ia mengajak Keanu.


“Tapi Abang kan  punya kamar sendiri,” ujar Ines.


“Aku mau tidur di sini dengan Om.”


“Bukan Om Keanu, panggil  Daddy.” Keanu memang belum terbiasa dengan Nicolas, tapi karena semua keluarga mendukung Nicolas semakin percaya diri. Dulu Bu Narti, Heru, Marta menolak dirinya. Tetapi sekarang mereka sudah  mendukung.


“Daddy …?” Keanu melirik Mommynya.


“Ya, Aku ini suami wanita  yang berdiri di sana, apa kamu melihat foto pernikahan kami?”


“Om menikah sama mami?” tanya Keanu lagi.


“Bukan Om , tapi Daddy,” bisik Nicolas,” Isss… kamu tega membohongi anak kecil, apa yang kamu katakan padanya, apa kamu bilang kalau papanya tenggelam di laut lalu mati atau kamu bilang terlindas truk?”


“Aku tidak bilang apa-apa,” jawab Ines.


Nicolas meminjam laptop Ines lalu  ia memutar video pernikahan mereka di sana, awalnya Ines acuh tidak perduli, tapi saat melihat ada Pak Darto seketika hatinya luluh. Ia ikut duduk di samping Keanu dan menatap layar laptop.


“Oh, Mommy cantik bangat,” puji Keanu.


‘Akhirnya Aku bisa melihatnya tersenyum lagi’ ujar Nicolas dalam hati, ia menghela napas panjang.


“Mommy dulu  rambutnya panjang” tanya Keanu melihat video Ines saat di salon.


“Ya, rambut Mommy panjang, kakekku tidak memperbolehkan dipotong.”


“Kenapa sekarang tidak panjangin lagi, Mommy?” tanya Keanu.


“Karena kake-”


“Panjang rambut atau tidak  panjang, Mommy tetap sangat cantik,” puji Nicolas.


“Darimana kamu mendapatkan Vidio ini? Orang yang saat itu di bayar kakek untuk  merekam pernikahan kita cameranya rusak karena jatuh ke sungai,” ujar Ines.


“Setelah kamu pergi saat itu, dia mengabariku kalau video dan camera bisa diperbaiki, Aku sudah  mencetak lebih banyak ada di rumah,” ujar Nicolas.

__ADS_1


“Dia sangat tampan pakai jas itu, padahal itu jas lama,” ujar Ines tersenyum lagi saat melihat Darto tertawa bahagia melihatnya.


“Apa tidak melihat dia begitu bahagia … itulah alasan bertahan menunggumu selama enam tahun Nes, setelah aku menonton video ini ada banyak kejutan di dalamnya. Lihat bukankah kalian tertawa bersama-sama di sini?” tanya Nicolas memperlihatkan Ines tertawa bahagia bersama kakeknya,  Marta, Heru dan Bu Narti.


‘Ternyata Aku pernah tertawa lepas begitu’ucap Ines dalam hati.


Melihat rekaman vidio pernikahan mereka, ia melihat sebuah pernikahan yang bahagia, kakeknya selalu tertawa bahagia menyambut tamu, begitu juga Nicolas selama  pernikahan ia tidak menunjukkan wajah tertekan, ia justru menikmati rangkaian  acara selama pernikahan mereka.


“Aku saja baru menyadari kalau  Aku tersenyum sepanjang pesta.”


“Itu karena kamu dipaksa kan?” Ines melirik suaminya dengan sinis.


“Kalau daddy sama mommy  sudah menikah,  kenapa tidak tinggal bersama?’ tanya Keanu.


“Ah, karena itulah Daddy datang ke sini jagoan, ingin ajak Mommy tinggal bersama,” ujar Nicolas.


“Jangan katakan yang macam-macam, dia nanti jadi bingung, Aku belum menceritakan padanya,” ujar Ines.


“Tidak, kamu tidak perlu mengatakan apa-apa Nes, biarkan Aku saja yang menceritakan semua kebenarannya pada putraku. Mungkin selama ini kamu sudah membohonginya, makanya dia sampai tidak mengingat ayah kandungnya sendiri, malah Ko Hen yang  dia panggil Papi, tadinya Aku shock Aku pikir Ko Hendra menikahimu,” ujar Nicolas.


“Jangan asal menuduh, Aku tidak pernah membohongi Keanu, hanya saja Aku tidak pernah memberitahunya kalau ayah kandungnya masih hidup,” balas Ines.


“Ya itu maksudku, Aku tidak tau sampai kapan kamu menyembunyikan kebenarannya padanya.”


“Kalau kamu tidak datang sekarang, mungkin selamanya. Sudah keluar sana!” usir Ines pada Nicolas.


“Gak ah, kita mau tidur di sini,” ujar Nicolas  merebahkan tubuhnya di ranjang Ines.


Mata wanita itu melotot marah, ia  suka ada orang lain meniduri tempat tidurnya, sudah lama menjomblo, Ines terbiasa  tidur sendiri, ia menarik tangan Nicolas keluar, Tapi Nicolas memutar badannya  menarik tangan Ines untuk berbaring. Di tarik tiba-tiba Ines terjatuh tepat diatas tubuh Nicolas, mata keduanya saling bertemu saat Ines ingin bangun Nicolas sudah memeluk tubuhnya dengan erat.


“Kalian berdua lagi ngapain?” Keanu berpikir kedua orang tuanya sedang bercanda, ia naik ke atas tubuh Ines dan tertawa bahagia.


“Ya, bagus jagoan, kamu pegang pakaian Mommy biar gak jatuh,” ujar Nicolas pada Keanu, ia mengedipkan matanya pada Ines.


Ines tidak bisa marah karena ada Keanu, ia pasrah saat Keanu ada diatas punggungnya dan bermain kuda-kudaan, sementara Nicolas mengunci tubuh Ines agar tubuhnya tetap diatas perut.


“Apa pun yang kamu lakukan padaku , tidak akan mengubah perasaanku padamu,” bisik Ines menatap mata Nicolas.

__ADS_1


“Tidak Apa-apa, Aku akan berusaha sampai kamu mau,” balas Nicolas.


Bersambung.


__ADS_2