Buka Hatimu Kembali Untukku

Buka Hatimu Kembali Untukku
Akan Berjuang Bersama-sama


__ADS_3

Empat bulan sudah mereka lalui dan musim dingin di bulan Desember sudah terlewatkan, meninggalkan banyak kenangan dan cerita perjuangan yang akan mereka kenang suatu saat nanti, lembar demi lembar akan menjadi kenangan untuk keluarga Ines.


“Mommy Aku ingin di sini saja jaga Mommy,” ucap Keanu dan Amber saat mereka datang ke Jerman saat liburan sekolah.


“Abang kan sekolah, nanti kalau adiknya sudah lahir, kita akan bersama,” ujar Nicolas.


“Kapan adiknya lahir?”


“Tidak lama lagi sayang,” bujuk Marta dan Bu Narti.


Setelah berkunjung mereka pulang ke Indonesia.


Lima bulan masa sulit itu sudah mereka lalui berdua, butuh kesabaran dan tenaga yang kuat untuk menghabiskan bagi seorang Nikolas, dia seolah mengubah dirinya menjadi Nikolas yang baru untuk Ines dan calon anak mereka, Calon anaknya yang berjenis kelamin laki laki menurut hasil USG yang mereka periksa.


Nicolas  berubah, ia memilih ikut tinggal dengan Ines di Jerman.


'Aku berharap wanita gila itu tidak datang lagi ke sini' ucap Nicolas dalam hati.


Nicolas menjadi suami siaga untuk Ines, merawat istrinya melewati masa sulit selama hamil.


Hal yang tak pernah dia lakukan sepanjang hidupnya dan tak pernah dia pikirkan akan bisa melakukanya, karena selama Lima bulan masa kritis kehamilan Ines, dia yang memegang kendali untuk rumah tangganya, Mulai dari memasak, mencuci baju ,memandikan Ines,dan masih banyak lagi pekerjaan lain.


Nikolas yang melakukannya Ines tidak mau di bantu orang lain, terpaksa ia yang mengambil alih semua pekerjaan rumah, hal yang paling dia takutkan sepanjang hidupnya akhirnya ia bisa membuang rasa takut pada jarum suntik.


Nicolas paling tidak suka melihat jarum suntik,  tapi itu dulu, setelah dia melihat Ines setiap hari menyuntikkan dirinya sendiri untuk menambah penguat untuk kandungannya, Awalnya rasa kasihan pada Ines yang terkadang kesulitan mencari kulit yang pas untuk dia suntik lagi , karna setiap hari di suntik membuat kulit ines bengkak.


Mau gak mau Nicolas membantu Ines untuk menyuntik dirinya, pada waktu pertama setiap  kali Ines mengeluarkan benda jarum, ia akan menghindar agar tidak melihatnya, tapi kelamaan akhirnya dia berani.


Paginya Ines akan berangkat kerja ,walau hanya dokter administrasi demi menjaga kandungan ,Dia belum bisa terlalu capek, dan suaminya membuka kantor sendiri tidak jauh dari rumah sakit tempat Ines bekerja.


“Hei kamu menendang?” tanya Ines mengusap perutnya.


Ines  tersenyum merasakan ada sesuatu yang bergerak gerak di dalam perutnya, Itu gerakan pertama bayinya, setelah memasuki lima bulan.

__ADS_1


“Kenapa?” tanya Nicolas melihat istrinya tertawa kegelian dengan wajahnya semakin cabi karna berat badanya naik drastis.


“Sini deh tanganmu.” Ines meminta tangan Nikolas dan menempelkan tangannya suaminya dia atas gundukan perut.


“Wah dia bergerak,” ujar  gembira gembira kedua bola mata melotot, karna baru pertama kalinya dia merasakan gerakkan bayi dalam kandungan."Apakah Keanu dulu seperti ini?" tanya Nicolas.


"Tentu saja."Ines tersenyum.


Gerakkan itu sepertinya akan sering di alami Ines nantinya, karna usia  bayi Lima bulan di mana dia tahap gerakkan halus yang menggelitik.


Hari hari indah mereka jalanin bersama, Ines kembali bekerja ke rumah sakit, pagi itu seperti biasa suaminya akan mengantarnya baru dia akan kerja.


Lelaki Tampan itu memposisikan dirinya menjadi suami idaman kaum hawa, perlakuan istimewa pada istrinya sering membuat wanita lain iri, mulai dari hal –hal kecil membawakan tas nya, merangkul tangannya, Nikolas tidak sabar lagi menanti kehadiran jagoannya.


Tapi di balik kebahagian yang mereka rasakan, ada orang lain yang merasa sangat marah.


Ini penolakan yang dilakukan Nicolas pada Sonia untuk ke sekian kalinya. Ia sakit hati lalu menemui Ines beberapa bulan lalu. Tapi itu tidak berpengaruh pada Nicolas, walau di usik Sonia tapi hubungan mereka tetap saja baik-baik saja. Sonia semakin gila kana ia mengetahui Ines akan melahirkan  anak  kedua mereka.


Baru beberapa bulan kemarin Linda masuk ke rumah sakit karna terkena serangan jantung dan kali ini sepertinya Akan kembali lagi karena tuntutan yang di tujukan pada suaminya diproses lagi di pengadilan.


Seperti dalam Surat perkara sebelumnya, Jika Gunawan tidak dapat melunasi hutang piutang beserta bunganya dia akan di tuntut, dan rumah milik kelurganya akan di sita.


Novi menelpon Nicolas beberapa kali pada bulan sebelumnya tapi Nicolas tidak pernah merespon, ia sengaja mengganti nomor agar Sonia tidak menghubunginya lagi, ia lebih fokus merawat Ines dan calon anaknya.


Dia memilih memutus hubungan komunikasinya pada semuanya untuk lebih fokus menjaga calon anak dan Istrinya, Dia tau kalau Linda ibunya masuk rumah sakit tapi dia berpikir kalau semua itu adalah ulah Sonia


Ines melakukan aktivitasnya di rumah sakit sebagai dokter sebagai adminstrasi mengurus dan menghandle urusan obat dan bagian rumah sakit ,walau tidak sesuai dengan kerja sama antara rumah sakit yang mereka sepakati, namun semua itu karena ia hamil.


Nikolas bukannya tidak tau kabar tentang Keluarganya bahkan berita internet sudah memperlihatkannya papinya.


Tapi dia justru dia tau kalau semua itu ulah Sonia wanita yang ingin memilikinya, karena itu jugalah dia membatasi Ines mengunakan Internet agar dia tidak kepikiran tentang apa yang dilakukan Sonia pada keluarga Nicolas.


"Jangan khawatir aku akan mengurusnya," ujar Heru saat menelepon.

__ADS_1


"Bagaimana dengan Hendra palsu apa dia masih bekerja di rumah sakit kita?"


"Masih."


"Marta sangat shock melihat dia bersikap seolah -olah Hendra. Aku berharap hantu dr.Hendra yang asli mencekik saat dia tidur," ujar Heru kesal.


"Aku mengganti nomor, Aku tidak ingin mereka berdua mengusik hidup dan Ines. Tolong urus semua di sana Pak," ujar Nicolas.


"Jangan khawatir aku akan mengurus semuanya fokus saja untuk kesehatan Ines," ujar Heru lewat telepon.


"Baik." Nicolas menutup telepon.


Tapi badai dalam rumah tangga mereka sepertinya belum usai, Sonia selalu membuat rencana untuk menjauhkan mereka.


Suroto menegaskan pada temanya kalau Nikolas tidak datang menemuinya, maka dia tidak Akan memaafkan keluarga Darmawan, mereka Akan kehilangan segalanya kali ini,


Rumah, perusahaan yang di miliki kelurga itu.


“Ko, mami masuk rumah sakit sudah berapa hari, apa kau tidak khawatir?" Pesan Novi, ia membuka pesan suara yang masuk ke ponselnya pagi itu, dia sengaja mematikan ponsel miliknya, jika di Apartemen agar Ines tidak mengetahui semua dan membuatnya kepikiran.


Maka Nikolas di hadapkan dua pilihan dalam hidupnya, pilihan yang paling sulit, Apakah dia Akan pulang demi keluarganya atau dia Akan bertahan demi calon anaknya dan Istrinya.


Dan mana mungkin dia meninggalkan Ines yang berjuang keras untuk calon anak mereka, apalagi dia menyaksikan sendiri bagaimana perjuangan wanita itu, jarum suntik yang jadi makanan sehari harinya.


[Mami sakit Ko, Apa kamu lebih memilih diam saja? Mami orang yang melahirkan dan yang merawat mu?] tanya Novi.


[ Kondisi Ines tidak baik, aku juga tidak ingin melihat wanita gila itu lagi, aku minta maaf tidak bisa pulang] balas Nicolas.


[Aku hanya khawatir Mami tidak bisa bertahan lagi karena jantungnya lemah]


[Suami mu kan dokter, dia akan merawat, katakan sama dr.Axell untuk merawat mami dengan baik] balas Nicolas, ia menolak permintaan Novi.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2