Buka Hatimu Kembali Untukku

Buka Hatimu Kembali Untukku
Mencoba Bangkit


__ADS_3

                 Mencoba Bangkit


Ines mencoba melupakan apa yang terjadi dalam hidupnya, setelah dua minggu setelah Nicolas mengatakan ingin meninggalkannya, Ines mulai menata hati. Ia sudah berjanji pada diri sendiri kalau ia akan kuat demi kakek yang ia cintai. Hendra juga tidak tahu kejadian yang sebenarnya antara Ines dan Nicolas, ia hanya tahu kalau Nicolas mabuk  dan mendorong Ines di kamar mandi, menyebabkan Ines terluka, begitulah kabar yang didengar Hendra. Ia juga mencoba membantu memperbaiki hubungan Nicolas dengan Ines, Hendra selalu bilang kalau Nicolas bulan orang yang kasar.


Kebetulan hari itu komunitas Hendra lagi ada acara sosial. Linda memintanya untuk mengajak Ines ke acara tersebut, hubungan mereka semakin akrab karena Ines dan Hendra sama-sama berprofesi sebagai dokter.


Awalnya Ines enggan untuk keluar, setelah dibujuk sahabatnya ia akhirnya setuju.


“Kita akan berangkat sama-sama. Apa kamu sudah siap Nes?” tanya Hendra saat menjemput ke duanya ke rumah Marta.


“Siap,” jawab Marta dengan semangat.


Lalu mata keduanya menoleh Ines yang  berdiri mematung, menunjukkan wajah aslinya membuatnya kurang  nyaman.



“Tenanglah tidak akan ada laki-laki yang akan menyakitimu di sini, kamu harus lawan ketakutan itu,” bisik Marta.


“Tapi bagaimana kalau itu terjadi?”


“Aku akan memukul kepalanya dengan batu besar sampai mati,” balas Marta.


“Baiklah,” jawab Ines dengan ragu.


“Jangan takut teman-temanku semua orang baik,” ujar Hendra tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka berdua.


“Ini saja kalau kamu takut.” Marta memberinya kaca mata hitam.


“Ini sedikit membantu.” Ines mengangguk setuju.


“Ya, pakai saja nanti kalau kamu sudah siap kamu boleh melepasnya kembali,” ujar Marta.


“Baiklah."


Setelah yakin mereka bertiga  berkendara menuju  Lokasi bencana, untuk beberapa hari ke depan Hendra dan beberapa rekan dokter akan mengadakan kegiatan sosial di sana.


                   *


Sementara Nicolas mencari keberadaan Ines,  ia ingin bicara dan meminta maaf , tetapi ia tidak menemukannya.


“Apa kamu tidak tahu dia pergi kemana?” tanya Nicolas pada Axell.


“Mungkin Bu Narti sudah membawanya pulang kampung.”


“Tidak mungkin, Mami bilang  Ines tidak mau kalau kakeknya sampai tahu  yang terjadi antara kami.”


“Apa kamu  benar-benar melakukannya?”


“Ya,  sepertinya aku melakukanya.”


“Astaga... lu gila Bro, brengsek lu. Ayahku bilang alasan Pak Darto tidak pernah memperlihatkan cucu perempuannya karena dia takut sama orang lain,” ucap Axell.

__ADS_1


“Aku minta maaf, aku  juga tidak tau Bro."


“Bagaimanapun caranya Lo harus cari dia Bro, harus minta maaf atas apa yang kamu lakukan.” Axell sampai menggeleng -geleng.


“Aku tidak pernah ada niat melakukannya. Aku baru ingat pantas saja dia marah bangat padaku dan memintaku mengingat semua yang terjadi.” Nicolas memijit keningnya yang terasa berkedut.


Tidak menemukan Ines, ia pulang ke rumah padahal sebelumnya maminya sudah memintanya tidak puang ke rumah.


“Kamu akhirnya pulang setelah menghancurkan semuanya, pengorbanan yang setengah-setengah,” ketus Duha.


“Tidak usah ikut campur,” balas Nicolas melirik tajam pada sepupunya.


“Benar, apa yang kamu lakukan sia-sia. Pada akhirnya orang tua itu akan menghancurkan perusahaan kita. Kamu dan adikmu  orang yang jahat,” ucap Duha dan meninggalkan rumah.


‘Apa yang terjadi?’ Nicolas membatin.


Ia duduk di bangku taman, ia merasa hidupnya semakin buruk setelah mengambil keputusan meninggalkan Ines dan memilih pergi ke luar negeri. Setelah dua minggu ia kembali tetapi saat ia tiba di ruma semuanya terlihat berubah.



“Ko … kapan pulang?” Novi memeluk saudara laki-lakinya dengan sayang.


“Ada apa kenapa raut wajah semua orang begitu?”


“Mami belum  memberitahumu?”


“Tentang apa?”


“Bukankah Pak Darto lagi ke luar negeri?”


“Koko tidak tahu … Bu Narti satu minggu yang lalu ke sini, dia ….” Novi menggantung kalimatnya.


“Kenapa?” Nicolas menatap wajah adiknya dengan tegang.


“Ko … Sebenarnya Opa juga yang menyetujui perjodohan kalian. Tapi … bukan sama Koko.”


“Maksudnya?”


“Opa menjodohkan Ines dengan Hendra.”


“Apa? Maksudnya bagaimana?”


“Aku minta maaf, karna menuduh Ines dan kakeknya penipu.”


“Ko Hen, kemana? Apa dia mengetahui semua ini?”


“Aku tidak tahu, tetapi satu minggu yang lalu Mami meminta Ko Hen untuk membawa Ines jalan-jalan, mungkin dia sudah tau. Ko … Ines sebenarnya seorang dokter dia juga sangat cantik. Bu Narti sudah memberitahukan semuanya,” ucap novi.


“Aku ingin bertemu dengannya Ko Hen menceritakan semua kebenarannya.”


“Ko, apa yang ingin kamu katakan padanya?”

__ADS_1


“Aku akan bilang dia yang pantas menikah dengannya.”


“Lalu kamu akan menceraikan Ines?”


“Ya,” jawab Nicolas.


“Setelah semua yang telah terjadi?” tanya Novi menatap wajah Kokonya dengan dalam.


“Ya, kalau Ines dan Hendra mau.”


Nicolas menelepon Hendra, awalnya ia ingin menceritakan apa yang dikatakan Novi, ternyata Hendra  memulai cerita kalau ia membawa Ines ke acaranya dan ia juga menceritakan kalau Ines seorang dokter yang hebat lulusan Jerman, Hendra juga memuji  Ines ternyata aslinya cantik.


“Kamu harus bekerja keras untuk merebut hatinya lagi, Nico,” ucap Hendra.


“Apa maksudnya?”


“Kalian bertengkar itu hal biasa dalam sebuah pernikahan apa lagi kalian berdua sama-sama dijodohkan,” ucap Hendra memberi nasihat.


‘ Apa dia akan mengatakan itu kalau saja dia mengetahui kalau Ines jodoh yang dipilih almarhum Opa untuknya?’ tanya Nicolas dalam hati.


“Kamu mau lihat foto Ines, tunggu ….” Hendra mengirim beberapa foto Ines mengenakan jubah dokter dengan wajah yang sangat cantik.


‘Apa dia secantik itu?’ Nicolas menatap wajah cantik Ines di layar ponsel.


“Kalian ada di mana?”


“Kenapa? Kamu mau datang?” tanya Hendra


“Tidak, kapan kalian pulang?”


“Jangan khawatir, istrimu aman bersamaku,” ucap Hendra tertawa bercanda.


Nicolas tidak berani mengatakan apa-apa, saat Hendra  bercanda ia tidak bersemangat.


Saat sedang mengobrol di telepon dengan Hendra, Oma Nicolas baru saja datang dari kantor dengan wajah  kesal.


“Oh, akhirnya kamu muncul lagi setelah apa yang sudah kamu lakukan,” ucap Wanita tersebut menatap sang cucu dengan tatapan sinis.


“Aku datang ingin meluruskan semuanya.”


“Apa yang ingin kamu luruskan Ha? Apa? Perusahaan yang sedang kacau ini?” tanya Marisa dengan marah.


Linda dan suaminya juga tiba di rumah, melihat Nicolas diomelin Marisa, Mami Nicolas berlari menghampirinya.


“Apa yang kamu lakukan di sini, kan Mami sudah bilang jangan datang ke sini,” bisik Linda..


“Katakan pada putramu yang tidak berguna itu kalau dia menghancurkan semua kerja kerasku. Aku tidak aka perduli lagi padanya,” ucap Marisa, ia masuk ke kamarnya. Gunawan hanya bisa menghela napas berat lalu ia masuk ke kamarnya juga ia tidak menyapa ataupun  bertanya kabar Nicolas. Papinya juga kecewa saat Nicolas meninggalkan perusahaan padahal  tinggal satu langkah lagi mereka.


Apa yang akan dilakukan Nicolas setelah mengetahui kebenaran tentang Ines?


Bersambung.

__ADS_1


Bantu vote like komen ya.


__ADS_2