
Hendra ternyata punya bos lagi, lelaki itulah yang menguasai dunia hitam di bagian Jerman. Kabar tentang Ines melarikan diri dari Hendra sampai juga ke telinga bos besar tersebut,
maka Hendra dalam posisi yang sulit dan diantara dua pilihan.
Bos besar itu meminta Hendra menghabisi Ines , kalau tidak ia akan turun tangan,
Hendra sudah terlanjur sayang pada Iniko bayi yang dilahirkan Ines.
Ia tidak ingin Ines dan Iniko disakiti, sementara bos besarnya punya prinsip sendiri, setiap ada keluarga dan anak buahnya yang menyeleweng akan dimusnahkan, tidak peduli mereka wanita, maupun anak -anak itulah kesadisan kelompok itu.
Kelompok yang tidak memiliki rasa kemanusian, Hendra sudah mengetahui jauh sebelum ia ikut terlibat. Tapi obsesinya ingin memiliki kekuasaan menutup matanya , ia tidak pernah menduga kalau ia akan menyayangi Iniko.
dan sekarang ia menyesali semuanya. Rencana para penjahat yang ingin melenyapkan Iniko membuatnya sangat sedih.
Bahkan anak itu satu satu harapannya , Hendra pernah suatu ketika ia mempunyai keinginan untuk meninggalkan dunia gelap demi anak itu, tapi siapa yang sudah pernah masuk jangan harap bisa mundur, kalau tidak” nyawa akan menghilang jadi santapan binatang peliharaan Bos gila tersebut.
Saat ini bos asal Rusia lebih banyak menghabiskan waktunya tinggal di rumahnya yang berada di Belin Jerman. Rumah besar itu memiliki binatang peliharaan terbilang ekstrim, mulai dari ikan piranha buaya, dan harimau.
Menurut pengakuan para anak buahnya. Jika ada anak buahnya yang berkhianat atau kedapatan ikut bergabung dengan kelompok lain, ia tidak akan segan- segan untuk menjadikan mereka makanannya para binatang peliharaanya
,
Lelaki yang di sebut Bos besar tersebut, berasal dari Rusia. berwajah sangar dan bermata biru pucat. Ia juga katanya tidak memiliki Istri ataupun keluarga sesuai prinsipnya.
Ia ingin melihat langsung Ines wanita yang disukai anak buahnya, karena melihat Hendra rela meninggalkan uang dan harta yang tawarkan demi seorang anak membuatnya penasaran.
Pada hal Hendra sudah mendapat posisi penting di kelompok itu, karena kemampuannya meracik obat-obatan dan menjadi salah satu anak buahnya yang bisa diandalkan.
Hilangnya Ines dan anaknya karena melarikan Bos besar itu juga tahu dan Nikolas masih hidup, maka ia meminta anak buahnya untuk melenyapkan Nicolas.
__ADS_1
Hendra diberi waktu satu minggu untuk mengurus tapi waktu yang diberikan sudah habis maka sekarang menjadi urusan lelaki berbadan besar tersebut.
“Dapatkan wanita itu dan bawa kembali ke Jerman, Aku ingin melihatnya,” ujar Bos Besar pada anak buahnya.
“Baik Bos, kami akan terbang ke Hongkong, kami mendapatkan posisi mereka.
Maka Ines dan Nikolas dalam bahaya besar saat ini.
Lelaki yang mengaku Hendra itu memberikan kabar pada Ines dan sekaligus mengingatkan bahaya yang mengincarnya. Didalam hati yang paling dalam ia bahkan tidak ingin mereka celaka.
Ini bukan lagi hanya masalah tentang perasaan, tapi itu sudah terlibat dalam masalah baru yang lebih menakutkan para penjahat besar itu akan membunuh Ines dan bayinya kalai sampai di temukan.
Ines mendapat kabar dari Hendra palsu.
[Ines pergilah dari sana, pergi sejauh mungkin. Aku minta maaf padamu karena membohongi kalian] tulis Hendra dalam pesannya.
Hari itu juga ia melarikan diri dari kuil, memilih jalan yang lebih sulit menuruni bukit agar terhindar dari para manusia jahat tersebut.
Ines sudah menitipkan Nikolas pada kepala biksu, Biksu berjanji Akan melindungi Lelaki yang hilang ingatan itu.
Ines juga menunjukkan foto Hendra orang yang mengincar mereka dan anak buahnya ingin melenyapkan Nikolas.
Beruntung Ines diantar salah seorang Biksu muda. Mantan tentara yang memilih tinggal di kuil untuk menyucikan dirinya.
Biksu yang dari mantan tentara akhirnya bisa meloloskan Ines dan membawanya ke bandara, Ines terbang ke Jepang.
Ia berpisah lagi dengan Nikolas untuk yang kesekian kalinya, bukan hanya Nikolas Putra kedua putranya juga harus menjauh darinya agar mereka selamat.
Ketika ia sudah terbang ke Jepang ,pada saat itu juga Dimas tiba di Hongkong atas permintaan Heru, Ines yang memintanya untuk mengeluarkan Ines dari Negara tersebut.
__ADS_1
Tidak ada petunjuk yang membawanya menemukan Ines dan Nikolas, karena Polisi setempat tidak menemukan adanya pendaki yang tersesat.
Bahkan mencari sampai ke kuil dimana Nikolas di sembunyikan tapi mereka tidak menemukannya.
Para biksu itu terpaksa berbohong pada para polisi demi keselamatan Nikolas. Itu juga yang di pesankan Ines, siapa saja yang mencari Nikolas agar jangan memberitahukan nya, sekalipun ia mengaku kelurganya mami atau pun papinya.
Tidak mendapat apa apa dari Kuil akhirnya para polisi pulang dengan tangan kosong, Dimas yang datang jauh -jauh dari Indonesia, akhirnya pulang.
Melihat signal dalam tubuh Ines tidak ada lagi di daerah itu orang yang mengejar Ines dan Nikolas juga meninggalkan Kuil tersebut. Nikolas selamat dari kematian untuk kesekian kalinya.
Sejak ditinggal Ines dalam kuil, dan diurus para biksu Nikolas bertingkah tidak biasa, ia tidak mau makan saat itu, mungkin hati kecilnya mencari Ines dan Iniko yang selama ini dekat dengannya.
Semua orang tiba tiba meninggalkannya, Kepala biksu mengerti dengan perubahan sikap yang ditujukan Nikolas, itu satu reaksi kemajuan pada pikirannya, yang menurutnya mulai mencoba mengingat hal hal muda.
Kini Nikolas hidup layaknya seorang biksu. Rambutnya yang dibotakin hingga licin baju seragam biksu yang dia pakai.
Tugasnya membersihkan halaman belakang Kuil menyapu daun –daun kering yang sudah berjatuhan.
Disisi lain, Hidup Hendra terancam oleh Bosnya sendiri, anak buahnya yang gagal membawa Ines ataupun gagal melenyapkan Nikolas.
Bos bertubuh besar itu melenyapkan tiga anak buahnya di hadapan Hendra. Ketiga orang itu orang yang sudah lama mengikutinya” tapi lelaki yang tubuhnya dipenuhi tato tersebut seolah tidak peduli.
Ia menggorok leher ketiganya di hadapan Hendra, hal itu membuat Hendra merasa mual dan lututnya gemetaran, melihat ketiganya terkapar di sampingnya, bahkan daranya mengenai sepatunya, dan mayat ketiganya dilempar jadi makanan ikan peliharaanya itu seperti peringatan untuknya juga.
Ternyata jiwa Hendra dan mentalnya belum sepenuhnya jadi laki laki layaknya maf*a, kengerian itu membuatnya merinding, tapi apa daya ia sudah terlanjur masuk terlalu jauh ,hingga sulit untuk mencari jalan kembali, menyesali tidak ada gunanya.
Sekarang ia dihadapkan pada Dua pilihan, menghabisi atau akan dihabisi.
Bersambung...
__ADS_1