Buka Hatimu Kembali Untukku

Buka Hatimu Kembali Untukku
Obsesi Ingin Memiliki


__ADS_3

Apa yang dialami  keluarga Nicolas  bukan semata karena masalah uang, tetapi karena keinginan Sonia yang  memiliki Nicolas. Ines sudah membujuk Nicolas untuk membayar semua utang -piutang Papinya. Namun bapak satu anak itu menolak dengan tegas, karena ia tahu yang diinginkan wanita itu bukanlah uang melainkan dirinya.


Sebelum Nicolas pulang, Heru sudah menelepon Ines dan menceritakan semua yang dialami keluarga bapak mertuanya.


“Nes … nominalnya tidak  tangung-tangung,” ujar Heru.


“Berapa?”


“Seratus Miliar dan  itu belum sama bunganya katanya , walau rumah mereka dan semua properti mereka di jual itu tidak akan cukup.”


“Apa kita tidak bisa bantu?” tanya Ines.


“Nes, masalahnya …?”


“Apa?” tanya Ines.


“Orang ini gila … bukan hanya uang yang mereka inginkan, Suroto ingin menguasai perusahaan kita, sementara putrinya ingin Nicolas, dia akan melakukan apapun untuk mendapatkannya.”


“Lalu bagaimana? Masa aku harus diam saja saat ibu mertuaku sekarat, mereka akan mengatakan Aku menantu tidak berbakti.”


“Nes … tenanglah, sabar dan tunggulah dulu. Aku tidak ingin lelaki itu merusak apa yang sudah Pak Darto  bangun, biarkan Nicolas menyelesaikan dengan wanita gila itu,” ujar Heru.


          *


Setelah selesai   menelepon Heru Ines duduk di samping Nicolas.


“Ko, apa yang bisa Aku bantu?”


“Tidak ada sayang … kamu bisa jaga diri aku sudah senang,” ujar Nicolas.”


“Bagaimana kalau Aku bayar hutang Papa, kita bisa jual  beberapa properti -”


Sebelum juga Ines menyelesaikan kalimatnya Nicolas sudah langsung menghentikannya.


“Jangan lakukan itu,” potong Nicolas dengan cepat.


“Kenapa?”


“Kalau kita melakukan itu, sama saja kita menuruti kemauannya. Orang-orang Ku sudah menyelidikinya, ternyata dulu dia mengenal Opaku.”


“Maksudnya keluarga kalian sudah saling mengenal dulu.”

__ADS_1


“Ya, Aku ingat sekarang … dulu dia yang meminta untuk mengajak putrinya  untuk jalan-jalan.”


“Maksudmu … si Suroto ini sengaja mendekatkan mu sama putrinya untuk mengincar perusahaan?”


“Aku pikir seperti itu,” ujar Nicolas.


“Lalu bagaimana?”


“Kamu harus kuat dengan apapun yang terjadi nanti, tapi jangan sesekali kamu memberikan mereka uang,” ujar Nicolas.


Lalu Nicolas pulang ke Jakarta, ia akan menghadapi Sonia dan Suroto.


Sementara Bu Narti dan Rio datang ke Jerman, Bu Narti sengaja mengajak Rio yang mengawalnya karena Heru sibuk mengurus perusahaan dan perkebunan juga panti.  Bu Narti sangat khawatir dengan kandungan Ines , ia takut wanita cantik itu depresi karena masalah yang di hadapinya.


“Kita harus ke dokter, Bibi sangat khawatir padamu,” ujar wanita itu setelah mereka tiba di apartemen Ines.


“Aku baik-baik saja Bi, aku kan dokter.”


“Walau kamu dokter tidak menjamin kamu sehat seratus persen, Hendra juga seorang dokter tetapi dia sakit keras dan meninggal,” ujar Bu Narti.


Tidak ingin membantah wanita yang sudah merawatnya, Ines setuju mereka pergi ke rumah sakit untuk memeriksa kandungan Ines, Ines terlihat tegar, ia kuat menghadapi semua masalah yang menimpanya.


“ Aku sudah biasa menghadapi badai Bi,  Ini semua hanya gerimis,untuk apa aku khawatir?” tanya Ines tersenyum.


“Baiklah sayang, Aku percaya padamu.” Bu Narti mengajak masuk setelah dokter datang.


“Kenapa, Dok?” tanya Ines pada dokter yang memeriksanya


Menjelaskan semua pada Ines hasilnya baik baik saja dan bayinya juga sehat , bergegas ingin pulang tiba tiba dokter  menoleh Bu  Narti


“Dok  boleh aku memeluk Ibumu?” tanya dokter itu minta izin padanya untuk mendapatkan satu pelukan dari Bu Narti, Ines terdiam, lambat dalam merespon permintaan sang Dokter,tapi matanya menatap Bu Narti


“Bi,dia ingin memelukmu, apa boleh?” tanya Ines.


“Ah, untuk apa?”


“Iyakan aja dulu, aku juga tidak tau,” ujar Ines.


Dokter Maria memeluk Bu Narti,  lebih tepatnya sebagai  ternyata Dokter itu juga di besarkan seorang  nenek dan kakek karena kedua orang tuanya bercerai dan pergi meninggalkannya. Neneknya Lah yang berjuang mati -matian menyekolahkannya hingga menjadi seorang dokter. Nenek dokter tersebut seorang peternak sapi di salah satu desa di Jerman, tetapi dia terlalu sibuk mengejar cita–citanya, tanpa pernah pulang ke kampungnya.


Tiba tiba dapat kabar Nenek sudah meninggal di kandang sapi miliknya, tidak ada yang tahu, setelah beberapa lama sudah meninggal barulah di temukan tetangga. Wanita itu menceritakan semuanya setelah  bisa memeluk Bu Narti

__ADS_1


Ia juga mengatakan ia sudah mendapat gelar dokter terbaik, sementara kakeknya meninggal karna sakit kangker usus.


Penyesalan seumur hidup yang di pikul wanita itu bahkan saat itu dia menghukum dirinya sendiri dia tidak menikah dan mengabdikan dirinya pada masyarakat dan membangun yayasan kangker.


Dok bicaralah dalam bahasa inggris, Bibiku bisa mengerti,” tutur  Ines dalam dia menceritakan kisah hidupnya.


Kisah hidup yang menyentuh penyesalan yang tidak bisa terobati.


“Bu, kita akan sering sering bertemu ,”ujar Dokter Maria menatap Bu Narti, tiba tiba aja mereka berdua begitu sangat akrab bagai cucu.


Hidup selalu punya cerita yang berbeda beda dan berbagai warna, keakraban Narti dan cucu barunya terjadi begitu saja, punya kesamaan rasa peduli antar sesama dan suka menolong itulah sikap keduanya.


Ines meninggalkan apartemennya karna Rio sering melihat orang mengawasi apartemen Ines, bukan hanya satu orang tapi ada beberapa orang yang berbeda beda, Ines tidak tahu kalau itu Nicolas yang meminta orang-orangnya untuk mengawasi Ines.


Nikolas menyewa orang mengawasi istrinya tanpa memberitahu Ines kalau ada orang yang mengawasinya , untuk menjaganya secara dia -diam dan meminta melaporkan pada Nikolas, Sonia juga menyewa mata mata untuk mengawasi Ines, bahkan Hendra kw  meminta orang  untuk mencari keberadaan Ines.


Bi Narti tidak bisa memaksakan kehendaknya pada lelaki itu


Belakangan Ia mendengar ancaman untuk kakeknya dan ancaman itu datang dari kelurga Suroto ayah Sonia, ternyata bukan hanya keluarga Darmawan yang di gertak, tetapi Keluarga Ines juga ikut menjadi sasarannya.


“Bi, kita harus pindah dari tempat ini, di sini kak Ines tidak aman di sini,” ujar  Rio mengingatkan.


“Tapi kenapa seperti biasa Bu Narti yang akan lebih panik atau lebih parno duluan.


“ Bi, tenanglah tidak akan terjadi apa apa.”  Ines menenangkan Narti yang kelihatan panik.


“Siapa ada orang yang akan mencelakai Ines?” tanya wanita itu menatap Rio.


“Wanita itu, dia sepertinya menjadikan Ines untuk menekan Nicolas.”


“Bukannya Nicolas sudah pulang ke Jakarta, lalu untuk apa lagi iblis betina itu mencari Ines?” Rio menggeleng-gelengkan kepalanya.


“Dia ingin mencari kelemahan Nikolas, untuk mendapatkan kemauannya,” jawab Ines.


“Dasar wanita gila  … emang tidak ada lagi lelaki lain selain Nikolas,” kata Narti  kesal.


“Dia sangat terobsesi pada Nicolas Bu, dia cinta berlebihan.”


“Wanita gila,” ujar Bu  Narti marah.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2