Buka Hatimu Kembali Untukku

Buka Hatimu Kembali Untukku
Menepati Janji


__ADS_3

Sonia tertawa puas saat Nicolas  memberikan  mobil Lavea padanya.


“Aku yakin wanita sombong itu merasa sangat kesal sekarang,” ucap Sonia. Ia tidak sadar ia sendiri juga orang sombong.


“Ya,” jawab Nicolas.


“Teman-teman  mengatakan, dia, dulu selalu merendahkan Sonia.”


“Maksudnya?” tanya Nicolas menyengitkan kedua alisnya.


“Ya. Maksudku dia selalu merendahkan ku.” Ia meralat ucapannya , hampir saja ia  membongkar kalau pemilik wajah itu adalah Sonia.


‘Akhirnya aku mendapat perhatian darimu lagi Nico. Apa kamu tahu kalau Aku sangat merindukanmu Beb’ ucap Sonia, dalam hati ia selalu menatap wajah Nicolas  dengan tatapan  cinta.


“Aku sengaja mengambil mobil itu dari Lavea, anggap saja hadia pernikahan ya,” pungkas Nicolas.


“Makasih sayang” tanpa peduli siapa saja melihat. Sonia memeluk Nikolas dengan bahagia.


“Baiklah aku harap kamu senang,”  ucap  Nikolas tersenyum kecil.


Rasa bahagia menyelimuti hati Sonia  saat Nicolas mengantarkan mobil itu padanya.


“Kita tidur disini, ya,” bujuk Sonia manja.


“Dengar … kalau aku menginap di sini maka pernikahan kita akan ketahuan sama orang tuamu dan akan marah besar nanti. Kamu mau aku dihajar sama orang- orang suruhan orang tuamu?”


“Tidaklah, aku tidak mau, baiklah aku akan sabar menunggu,” kata Sonia.


Malam semakin larut, jam menunjukkan Jam satu pagi, akhirnya Nikolas pulang ke rumah orang tuanya.


Keadaan rumah itu suda sepi,  lampu sudah di padamkan.


Rasa sepi sudah terbiasa di rumah mereka sejak ayahnya menghuni Hotel prodeo, mereka tidak pernah terlihat tersenyum, jangankan tertawa. Menangis pun sudah tidak lagi. Linda maminya Nikolas tidak mampu lagi menahan beban  sendirian.


Wanita itu menghabiskan hari- harinya belakangan ini  berbaring di ranjang,  beban pikiran yang berat di pikul.


Suaminya masuk penjara,  Novi dan suaminya serta anaknya terpaksa berjauhan, dan kali ini Nikolas menghadapi konflik rumah tangga yang begitu  rumit, dan sebagai ibu ia tidak dapat berbuat apa- apa untuk anak- anak dan suaminya. Ia beberapa kali melihat Novi menahan rindu untuk putri dan suaminya, ia tidak berani menelepon takut telepon nya disadap sama Suroto.


 Melihat itu Linda merasa hanya penonton yang tidak bersuara,  diam dalam ketidak berdaya karena penyakit yang menggerogoti tubuhnya.

__ADS_1


Bagi seorang Ibu menyaksikan Nicolas berjuang demi keselamatan mereka, Linda tahu Nicolas merasa saat terpuruk saat dipaksa menikah dengan Sonia. Linda sudah tahu kalau Nicolas sangat sayang pada Ines, ia terpaksa setuju menikah demi menyelamatkan dirinya dan suaminya. Melihat hal itu, bagi Linda  menyakitkan dan hatinya jauh lebih terluka dan jauh lebih tersakit.


Nikolas membuka pintu rumahnya dengan sangat hati- hati karna tidak ingin membangunkan ibu dan adiknya.


Karna bisa di pastikan kalau adiknya masih bangun dia akan pusing, pertanyaan dari Novi mampu membuatnya sakit kepala dan mendadak migran dan sakit jantung. Karena setiap pertanyaan darinya, bagai sebuah peluru yang menembus dinding hatinya. Sebab apa yang dia tanyakan selalu tidak bisa dia jawab, bukan karena tidak punya jawaban tapi lebih tepatnya belum bisa menjawab dan mejelaskan untuk saat itu. Maka  hal yang terbaik adalah menghindari dan menjauhinya sebisa mungkin.


Kreeek!


Deret halus dari pintu terdengar saat gagang pintu terdorong oleh Nikolas ke depan.


Dia kaget dan mundur kebelakang melihat sesosok wanita menatap ke arahnya dibalik bayangan sorotan lampu tidur yang remang remang.


“Ah mami bikin kaget orang saja,” ujar Nicolas, ia  mendekat dan memastikan wanita yang menatap kearahnya adalah Ibunya sendiri. "Aku pikir hantu,Mi"


“Darimana saja Ko?” tanya Maminya dengan tatapan mata sayu karena menahan ngantuk, sebab ia tidak memberi kabar pada orang tuanya, kemana dia pergi dan menginap dimana?” Ia tidak memberitahukannya, makanya ia menunggunya berjam-jam.


“Mami menungguku?”


“Ya, Mami tidak bisa tidur kalau kamu tidak pulang,” cicit wanita itu sembari menguap.


“Maaf ya Mi membuatmu khawatir.” Nikolas mengecup punggung tangan maminya dengan hangat, dia tidak ingin memberitahukan maminya apa yang dia lakukan hari ini, Jika Ia memberitahukannya bisa dipastikan wanita itu akan masuk rumah sakit lagi karena syok.


“Maafkan aku Mi!” Kepalaku sakit sekali dan badanku juga.”  Nikolas mencari alasan, sebenarnya tidak ingin menambah beban  pikiran untuk Maminya Jika dia ingin menjawab jujur Akan membuat wanita itu semakin sedih, Jika dia berbohong maka beban hidup Nikolas yanga akan semakin Berat.


Karena Maminya sebenarnya ia tidak ingin menikah dengan wanita jahat seperti Sonia.


“Tapi mami tidak bisa tidur karna memikirkan hal itu Nak,” kata Linda sedih.


“Percayalah padaku Mi aku akan memperbaikinya semuanya nanti.  Yang perlu mami lakukan jaga kesehatan dan jagan dengarkan omongan orang lain dan percaya saja padaku,” jelas Nikolas pada Maminya.


“Baiklah, Nak.”


“Sekarang Mami tidur, ya.” Nicolas mendorong kursi roda Maminya menuju kamar.


“Mulai hari ini Mami Akan percaya padamu,” ucap  Linda dengan senyuman lembut di garis wajah cantiknya,


                               **


Beberapa Lama setelah pernikahan diam –diam yang dilakukan Sonia dan Nikolas, wanita itu semakin lengket seperti magnet pada Nikolas, Pikirannya di penuhi fantasi fantasi yang membawanya ke khayalan tingkat tinggi.

__ADS_1


Nikolas hari itu datang ke rumah Sonia atas undangan Suroto, ingin menanyakan langsung pada Nikolas bagaimana kelanjutan rencana pernikahan anaknya dengan Nikolas.


Karna Sonia mendesak ayahnya agar mengadakan Pesta besar untuk pernikahan mereka, Walau dia tidak setuju karna belum yakin dengan niat Nikolas pada anaknya dan belum mendapatkan perusahaan yang ia incar. Karena Heru lelaki yang kuat, saat Gunawan dan Nicolas sibuk mengurus  masalah pribadi mereka, lelaki bertubuh tinggi tegap itu yang menggantikan Gunawan memimpin perusahaan.


Suroto  tidak ada kata menolak pada Putrinya, apapun keinginan wanita itu selalu di turuti.


“Aku ingin bicara berdua denganmu. Mari kita keluar,” ujar lelaki berbadan tambun itu pada Nicolas. Sonia  awalnya menolak kalau Nicolas dibawa keluar, takut marahin, tapi karna Nikolas mengangguk dan membujuk, ia setuju.


“Ayah Jagan memarahinya, Ya,” ujar Sonia dengan rengekan manja pada Suroto.


“Baik Ayah tau.”


Suasana diam beberapa saat, Suroto diam dengan mata menyelidiki Nikolas, dia menunjukkan  rasa ketidaksukaannya pada Lelaki tampan itu.


“Katakan padaku apa maumu? Kenapa kamu pada akhirnya setuju akan menikahi putriku?” tanya Suroto pada Nikolas, tapi lelaki itu bersikap sopan dan tidak ingin terburu-buru pada bapak mertuanya.


“Saya ingin menikahi Sonia pak, seperti janji saya dulu!”


“Habis itu apa yang kamu rencanakan lagi?” tanya Suroto mengintimidasi.


“Tidak ada Pak.”


“Katakan apa tujuanmu menikahi Sonia?”


“Karena saya sudah berjanji. Lelaki sejati akan menepati janji walau itu terkadang tidak mudah dan menimbulkan banyak masalah, tapi itulah prinsip hidupku menepati janji,” ujar Nikolas menyakinkan.


“Kamu pikir aku percaya begitu saja padamu.”


“Aku tidak meminta Bapak mempercayaiku, tapi setidaknya aku memberikan jawaban atas pertanyaan Bapak padaku.”


“Pasti kamu ada niat lain kan dan memang manfaatkan Sonia,kan?” tanya Suroto menyelidiki  Nicolas.


“Nikolas! tidak mungkin tiba tiba kamu mau menikahinya, kalau tidak ada niat tersembunyi di balik itu.” cerca lelaki itu padanya.


Nikolas menarik napas dalam dalam, mengahadapi Ayah Sonia yang terus menginterogasinya.


Pikirannya lelah menjawab setiap pertanyaan yang berputar putar di situ situ saja, Tapi jauh sebelum dia memutuskan menikahi Sonia Nicolas juga sudah menyiapkan diri untuk menghadapi ayahnya Sonia. Karena ia tau lelaki berbadan gemuk itu bukanlah orang yang gampang di hadapi bergelut di bisnis gelap dan berbaur dengan orang orang mafia, tentu saja tidak mudah menghadapi.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2