Bunda Untuk Aira

Bunda Untuk Aira
Dedek Ian


__ADS_3

Happy Reading......


"Dedek...." Teriak Aira yang kegirangan melihat ayahnya membawa Adyan.


"Shut......."Ucap Irsyad dengan memberikan tanda telunjuk tangan di bibirnya.


"Jangan kencang-kencang kak,si adik baru tidur." Tambah Irsyad menasehati putrinya.


"Maafin Aila ayah."Jawab Aira dengan menundukkan kepalanya karena merasa bersalah.


"Nggak papa sayang,ayo sini katanya kakak mo lihat adik."Ajak Irsyad dengan melambaikan tangan kanannya ke arah sang putri. Sedangkan tangan kirinya menggendong Adyan.


Aira,Rio dan Irfanpun maju ke arah Irsyad yang sudah berada disini Salma untuk melihat wajah Adyan.


"Wah ganteng juga anakmu Suh." Puji Irfan setelah melihat wajah Aydan yang putih seperti Salma dan hidung mancung seperti ayahnya.


"Ya jelas dong. Bibit unggul."Jawab Irsyad dengan bangga memamerkan karya benihnya.


"Kok dedek nya kecil om. Terus itu tangannya juga kecil-kecil."Ucap Rio.


"Iya yah,itu kok tangan adik kecil."Tambah Aira yang penasaran.


"Kan pertumbuhan adik bertahap kakak. Coba kakak lihat pohon mangga yang kakak tanam di depan rumah. Apa waktu kakak menanamnya pohonnya sudah besar seperti sekarang?" Salma pun menjelaskan kepada putrinya tentang tahap tumbuh kembang sang adik.


"Enggak bunda."Jawab Aira menggelengkan kepalanya.


"Itu juga sama kayak adik,nanti berlahan-lahan adik akan tumbuh besar seperti pohon mangga yang di tanam kakak. Jadi adik harus minum susu. Seperti pohon mangga kakak yang tumbuh besar karena kakak sering menyiraminya dengan air,kalau adik tumbuh besar kalau di beri susu."Tambah Salma.


"Gitu ya bunda,ya udah nanti adik di beli susu ya bunda bial cepat besal dan bisa maen sama kakak."


"Dan juga bisa maen bola sama Rio tante."Tambah Rio.


"Pah,Rio juga pingin punya adik."Ucap Rio tiba-tiba setelah melihat kelucuan baby Adyan.


Salma dan Irsyadpun saling pandang dengan tersenyum melihat rengekan Rio kepada ayahnya. Sedangkan Irfan hanya garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal karena bingung mo jawab apa.


"Nanti kalau mama datang tanya sama mama saja,mau nggak mama buatin adik Rio."Jawab Irfan.

__ADS_1


"Ok,nanti Rio mo minta sama mama."Ucap Rio dengan menekuk kedua tangannya di depan dadanya.


"Waduh ****** ni,bisa di gorok ibunda ratu ni."Batin Irfan yang takut dengan sang istri. Dulu waktu melahirkan Rio,Rosa merasakan sakit yang luar biasa hingga Irfan jadi bahan pelampiasannya agar Irfan juga merasakan apa yang dia rasakan. Hingga Rosa belum memikirkan mempunyai anak lagi karena masih trauma dengan persalinan pertama.


"Awas saja suh,bentar lagi ada macan betina ngamuk." Ledek Irsyad yang tahu permasalahan Irfan. Irsyadpun tertawa hingga Aydanpun terbangun karena kaget.


"Mas,ih tu putra kita jadi bangun."Protes Salma dengan mencubit perut Irsyad.


"Hehehe,ampun dek."Jawab Irsyad. Diapun memberikan Adyan kepada Salma untuk di tidur kan Salma. Karena Aydan sudah kenyang,sehingga Salma hanya memidurkannya di atas bed. Apalagi masih ada Irfan disana jadi ia merasa tidak nyaman untuk menyusui.


"Ayah,nama dedek siapa?" Tanya Aira yang bingung mau manggil siapa kepada adik bayinya.


"Nama dedek Adyan Rafif putra Almair kak."Jawab Irsyad dengan mencubit pipi Aira.


"Wah nama yang bagus Suh."


"Terus manggilnya siapa om?" Tanya Rio.


"Aila boleh manggil dedek dengan nama Ian yah?" Usul Aira.


"Halo dedek Ian,ini ada abang Rio. Cepat besar ya biar bisa maen sama abang."Ucap Rio dengan mengelus tangan Adyan.


"Lio kan dedek Ian adik Aila,jadi ya maennya sama Aila."Tolak Aira.


"Kan dedek Ian cowok,ya maennya sama cowok juga dong." Jawab Rio.


"Telus kenapa Lio maennya sama Aila. Kan Aila cewek." Sanggah Aila yang tidak terima.


"Hehhe,kan Rio mau dekat sama Aira dan mo lindungi Aira dari anak yang nakal,jadi ya Rio maen sama Aira."


"Pokoknya dedek Ian halus maen sama Aila."


"Sudah-sudah kakak dan abang nggak boleh berantem,nanti dedek kaget dan nangis lo.... Dedek Ian besok kalau sudah besar bisa maen kok sama abang Rio dan kakak Aira. Kalau sekarang dedek kan masih kecil jadi belum bisa di ajak maen."Jelas Salma mengakurkan Rio dan Aira.


"Maafin Rio ya Aira."Pinta Rio dengan mengulurkan tangannya. Ia merasa bersalah karena membentak Aira berebut Adyan.


"Iya Lio,maafin Aila juga ya."Jawab Aira dengan menjabat tangan Rio.

__ADS_1


Merekapun tersenyum setelah saling memaafkan. Sedangkan orang-orang dewasa yang berada di sanapun ikut senang melihat anak-anak mereka akur kembali setelah acara berebut Adyan.


Pintu kamar Salma di buka. Ada 2 wanita dewasa yang tersenyum bahagia masuk kedalam sana.


"Eh anak mama sudah datang."Sapa Rosa kepada Rio dengan menghampiri nya.


"Mama dari mana?" Tanya Rio.


"Habis nganterin tante Nita periksa ."


"Memangnya tante Nita sakit apa Ma?" Tanya Rio. Rio termasuk anak yang aktif. Dia sering bertanya apapun yang membuat dia penasaran. Terkadang Irfan dan Rosapun kualahan menjawab pertanyaan Rio jika pertanyaannya cleneh,sehingga Sebagai orang tua Rio merekapun benar-benar mengawasi Rio karena mereka takut jika Rio sampai dengar kata-kata yang tak pantas untuk anak seusia mereka dengar. Meskipun terkadang sifat Irfan yang juga terkadang mesum. Sehingga Rosapun selalu memarahi habis-habisan sang suami.


"Bentar lagi tante Nita dam om Randy juga punya dedek Rio."Jawab Rosa dengan berbinar.


Nitapun ikut tersenyum malu dengan melihatkan binar bahagia di wajahnya. Akhirnya yang di tunggu-tunggu di pernikahannya dengan Randy terkabul juga. Dia yakin setiap masalah yang Allah beri pasti ada hikmahnya. Dan dia pun merasakannya,dibalik pengkhianatan dan berujung kecelakaan suami dan mantan sahabatnya,diapun dapat merasakan dicintai sang suami hingga sekarang hadirnya buah hati di rahimnya.Semoga ini juga bisa memperbaiki hubungannya dengan sang ayah.


"Wah selamat mbak Nita,akhirnya mbak Nita hamil juga. Sudah berapa bulan ini mbak?"Ucap Salma memberi selamat kepada Nita.


"Terimakasih mbak,Alhamdulillah sudah 5 minggu. Berkah buat kami mbak."Jawab Nita dengan tersenyum.


"Alhamdulillah mbak,pasti Suh Randy bahagia mendengar kabar ini."Tambah Irsyad yang ikut merasakan kebahagiaan Nita.


"Iya om,Aku jadi nggak sabar ketemu mas Randy."


"Yah,Aira punya adik. Tante Nita dan om Randy juga. Terus Rio kapan Ma?" Ucap Rio yang berubah murung.


Deg...... Jantung Rosa seperti berhenti berdetak.


"Besok ya sayang. Sekarang kan sudah ada dedek Adyan,jadi Rio bisa maen sama dia. Dan juga bentar lagi ada anak tante Nita juga."Jawab Rosa. Dia sebenarnya kasihan dengan Rio,tapi trauma nya membuat dia sampai saat ini takut untuk hamil kembali. Mungkin suatu saat dia akan memutuskan hamil kembali setelah rasa trauma nya hilang,tapi entahlah kapan itu terjadi.


❤❤❤❤❤❤❤❤❤


To be Continue...........


Hai dedek Aydan,ayo ikut onty ya 😍😍😍


__ADS_1


__ADS_2