
Happy Reading ❤❤
*********
Irsyad mengajak anak dan istrinya untuk ke rumah orang tuanya setelah meminta surat perpindahan sekolah Aira beserta perpisahan kecil Aira dengan teman-temannya.
Aira yang awalnya sudah menerima perpindahan sekolah dia yang baru,sempat menangis juga karena melihat teman-temannya menangis.
"Sayang, besok kalau kita pulang kesini Aira bisa kok mengunjungi mereka. Tadi bunda juga sudah minta kontak orang tua Dino dan Zahra sayang jadi kapan-kapan Aira bisa video call sama mereka jika kangen." Bujuk Salma menenangkan putrinya yang masih sedih. Saat ini mereka berada di dalam mobil menuju ke rumah orang tua Irsyad.
"Bener kata bunda sayang, nanti Aira bisa hubungi mereka di waktu kamu libur." Tambah Irsyad yang masih fokus mengemudikan mobilnya.
"Tapi Aila sedih bunda tadi lihat Dino sama Zahla nangis. Aila kan sayang meleka jadi Aila ikut sedih lihat meleka menangis." Ucap Aira dengan nada bergetar karena menangis.
"Nanti ayah nangis loh kalau lihat Aira sedih terus. Berarti Aira nggak sayang ayah dong karena nggak mau ikut ketempat ayah bertugas." Ucap Irsyad dengan nada di buat sedih.
"Aila cayang ayah kok, Aila mo ikut ayahke tempat tugas." Jawab Aira dengan memegang lengan ayahnya.
"Kalau begitu Aira nggak boleh nangis lagi ya sayang, anak bunda jelek kalau nangis terus." Ucap Salma dengan menghapus air mata Aira dengan tangannya.
Airapun mulai menghentikan tangisan nya. Tak terasa merekapun telah sampai dirumah orang tua Irsyad. Irsyad menekan klakson untuk memberikan tanda agar pintu gerbang di buka.
Pagar pun di buka oleh mang Ujang.
"Selamat siang den Irsyad, Non Salma." Sapa mang Ujang.
"Selamat siang mang, terimakasih mang sudah di bukakan pintu gerbangnya." Jawab Irsyad. Salma tersenyum menanggapi sapaan dari mang Ujang.
"Sama-sama den."
"Kalau begitu kami masuk dulu ya mang?" Pamit Irsyad dan Salma.
Irsyad memasukkan mobilnya di depan rumah. Setelah memarkirkan mobilnya, mereka turun bersama dimana Aira dengan wajah sembabnya berada di gendongan Salma.
"Aira di gendong Ayah saja ya kasihan bunda pasti capek." Tawar Irsyad dengan merentangkan tangannya.
"Nggak mau, Aila mau sama bunda." Jawab Aira manja dengan menyembunyikan wajahnya di dada Salma.
"Biarin sama Salma mas, Salma juga nggak merasa lelah gendong Aira apalagi dia masih sedih ingat temannya." Bujuk Salma kepada suaminya.
"Ya sudah kalau begitu, ayo kita masuk kedalam."
Tok.....tok.....tok....
"Assalsmualaikum", Ucap Salma dan Irsyad berbarengan.
__ADS_1
"Waalaikumsalam, loh kok kalian sudah kesini." Jawab bu Ronah yang kaget anak beserta menantunya sudah datang kerumah.
"Iya bu, ini tadi dari sekolahan Aira sekalian mampir kesini." Jawab Irsyad.
"Loh memangnya ada masalah pa Syad kok ke sekolahan Aira, kemarin kan Aira sudah di izinkan untuk tidak berangkat sekolah. Apalagi ini kenapa kok cucu oma sembab gini wajahnya." Bu Ronah berbicara tanpa jeda karena penasaran dengan memegang pipi cucunya.
"Nanti kami akan cerita bu, tapi kita duduk dulu biar enak ceritanya. Kasihan istri Irsyad juga pasti capek gendong Aira dari tadi."
"Ya udah ayo duduk dulu." Ajak bu Ronah.
"Iya bu." Jawab Salma dan Irsyad.
"Ayah dimana bu ?"
"Tadi di kamar mo ambil handphone nya bentar lagi juga kesini. Oh ya kemarin mbak Nisa nggak sempat pamit sama kamu nak Salma karena kemarin kalian sedang sibuk menyiapkan pernikahan kalian." Ucap bu Ronah.
"Loh memangnya mbak Nisa kemana bu ?" Tanya Salma.
"Nisa kemarin waktu pulang ke kampungnya ternyata juga orangtua nya menjodohkan dia dengan tetangganya, karena dia anak yang nurut jadi dia terima lamaran tetangganya." Jelas bu Ronah.
"Wah pas sekali ya bu, Aira mo Irsyad bawa ke sana mbak Nisa juga resign karena mau menikah." Ucap Irsyad.
"Iya benar nak, la jadinya kamu boyong istri dan anakmu kapan Syad ?"
Sebelum pertanyaan bu Ronah terjawab, pak Jaka datang menghampiri anak dan menantunya di ruang tamu.
"Assalamualaikum yah," Sapa Salma dan Irsyad bersama di ikuti mencium tangan pak Jaka bergantian. Karena Aira yang masih rewel, sehingga Salma masih setia memangkunya.
"Barusan yah kami datang, tadi ke sekolah Aira sekalian kesini." Tambah Irsyad.
"Oh begitu, la ini kenapa cucu kakek yang cantik kok wajahnya cemburut?" Tanya pak Jaka dengan mentoel pipi gembil Aira.
"Iya ni yah, putri yang cantik lagi pingin manja hari ini." Jawab Salma dengan mencium gemas pipi putrinya.
"Mumpung ayah dan ibu sudah disini, Irsyad mau berbicara."
"Apa nak yang ingin kamu bicarakan ?"
"Sebenarnya tadi kami ke sekolah Aira karena meminta surat perpindahan sekolah untuk Aira yah, bu."
"Loh kok dadakan nak ?, bukannya kamu masih minggu depan pulang kesananya ?" Tanya bu Ronah yang kaget dengan rencana Irsyad.
"Awalnya seperti itu bu, tapi tadi pagi komandan saya telpon bahwa Irsyad harus segera kembali ke sana jadi saya berniat memboyong istri dan anak saya lusa." Jelas Irsyad.
"Nggak kecepatan itu nak, apalagi kalian baru menikah kemarin pasti kalian masih capek." Jawab bu Ronah tang masih belum rela di tinggal cucu dan menantunya.
__ADS_1
"Ini juga sudah tugas Irsyad bu, ibu harus merelakan Salma dan Aira bu untuk ikut bersama Irsyad." Pak Jaka ikut membantu Irsyad untuk memberikan pengertian kepada istrinya.
"Tapi ibu masih belum rela jauh dari Aira yah." Ucap bu Ronah sendu.
"Wajar jika ibu sedih di tinggal Aira, karena mang dari kecil Aira di asuh oleh ibu. Tapi sekarang Irsyad sudah menikah lagi dan nak Salma pasti menjaga Aira dengan baik." Tambah pak Jaka.
"Insyaallah Salma akan menjaga Aira bu, mohon do'akan saya dan Aira agar bisa cepat beradaptasi di sana. Kasihan mas Irsyad juga kalau harus tinggal berjauhan sama kami bu."Salma pun ikut angkat bicara untuk menenangkan ibu mertuanya.
"Ibu percaya kok nak sama kamu, tapi ibu kayak belum rela jauh dari Aira." Bu Ronahpun mulai berkaca-kaca.
"Sekarang maupun besok pasti Irsyad akan membawa anak dan istri Irsyad kemanapun Irsyad bertugas bu. Mohon restunya bu." Ucap Irsyad sendu karena melihat kesedihan di mata ibunya. Diapun mendekati bu Ronah dan menghapus air mata bu Ronah.
Salma yang memangku Aira tidak bisa menghampiri ibu mertuanya, karena Aira pun tertidur kelelahan di karenakan menangis ketika di sekolahan.
"Kalau ibu sedih, kami pun juga ikut sedih bu. Kami jadi tidak tenang berada di tempat mas Irsyad bertugas." Ucap Salma dengan suara sendu.
"Ibu pasti merestui dan mendo'akan kalian nak dimanapun kalian berada. Kalau memang itu sudah keputusan kamu ibu akan ikut saja. Tolong hari ini kalian menginap di sini karena ibu ingin tidur bersama Aira." Balasbu Ronah yang sudah melepaskan pelukan Irsyad.
"La gitu bu, sewaktu-waktu kita juga bisa mengunjungi mereka apalagi naik pesawat juga hanya 2 jam perjalanan." Tambah pak Jaka menenangkan bu Ronah.
"Benar lo yah, kita bisa ke sana sewaktu-waktu kalau ibu kangen sama Aira."
"Iya ibu, yah janji akan nganterin ibu kesana."
"Terimakasih yah." Jawab bu Ronah dengan tersenyum. " Nak itu Aira bobok kan?" Tanya bu Ronah kepada Salma.
"Iya bu, ini Aira bobok mungkin kecapean karena dari tadi menangis saja." Jawab Salma.
"Memangnya dia kenapa kok nangis nak ?"
"Tadi waktu di sekolah, dia tadi sekalian perpisahan sama teman-temannya disana terua tadi ada beberapa temannya yang sedih dan nangis karena Aira mau pindah jadi Aira juga ikutan nangis bu." Salma pun menjelaskan keadaan Aira.
"Wajar kalau Aura sedih soalnya teman-temannya disana baik-baik. Nanti pasti Aina juga sedih nak kalau tau Aira pindah."
"Pastinya bu, tadi Aina belum tahu kalau Aira mau pindah sekolah." Jelas Salma.
"Ya udah sekarang kamu bawa Aira ke kamar nak, di lantai atas sekalian juga kalian istirahat pasti kalian masih capek dengan acara kemarin." Pinta bu Ronah.
"Baik bu, kami ke kamar dulu yah, bu." Pamit Irsyad.
"Ya nak, nanti kalau mau makan malam ibu panggil kalian." Ucap Bu Ronah.
Irsyad berjalan kearah Salma untuk memindahkan Aira ke dalam gendongannya dengan pelan-pelan agar Aira tidak terganggu. Kemudian mereka berjalan menuju tangga untuk naik ke lantai atas kearah kamar Irsyad yang saat ini sudah menjadi kamar mereka.
**Note :
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like nya ya 🤗🤗**