Bunda Untuk Aira

Bunda Untuk Aira
Kekecewaan Nita


__ADS_3

**Happy Reading....


💓💓💓💓💓💓💓💓**


Nita mengendarai mobilnya dengan gusar tapi, dia masih tetap fokus dengan keberadaan mobil sang suami di depannya. Dia sedikit menjauhkam jarak mobilnya agar Randi tak mengetahui sedang di ikuti olehnya.


Dia masih tidak menyangka dengan apa kenyataan yang terjadi dalam rumah tangganya. Sakit,tentu dia merasakan sakit di hatinya. Dimana dia harus di bohongi oleh suami dan sahabatnya.


Dulu ketika mereka bertiga masih sering pergi bersama sebelum dia dan Randi menikah,Nita berfikir jika Mona dan Randi tidak pernah mempunyai hubungan apa-apa. Karena Mona tidak pernah sama sekali bercerita. Hingga dia berfikir jika Mona dan Randi hanya sebatas berteman seperti dia dan Mona.


"Tuhan apa salahku,mengapa mereka menyakiti aku seperti ini. Hah...." Teriak Nita dengan memukul stir kemudinya dengan frustasi.


"Apa yang harus aku lakukan Tuhan,aku sangat mencintai suamiku. Hik....hik...."Tambah Nita yang sudah meraung-raung menangis sendiri di dalam mobilnya.


"Aku sudah percaya sebegitu dalamnya denganmu,tapi kau telah menyakiti ku sedalam ini juga. Mengapa aku sebodoh ini,mempercayai b**** seperti dia selama ini,yang mengaku menyukai tetanggaku,dan ternyata dia bermain di belakangku bersama suami yang aku cintai....."


"Ya Tuhan apa ini karma untukku karena aku selalu membela b**** itu dan menyakiti hati perempuan yang lembut seperti mbak Salma. Hik....hik...." Ucap lirih Nita. Seperti jatuh dan tertimpa tangga,itulah yang sedang di alami Nita.


Nita tetap fokus mengikuti Randi dan Nita dengan mobilnya. Nita yakin jika mereka sedang menuju ke daerah mereka tinggal. Tak beberapa lama, Nita melihat mobil Randi berjalan tak beraturan di jalan yang tidak terlalu ramai.


"Kenapa mobil mas Randi berjalan seperti itu." Ucap Nita ketika melihat mobil Randi bergerak cepat dan tak beraturan seperti tadi. Dia melihat mobil Randi oleh dan........


Bruk....................


"Ya Allah......." Teriak Nita kencang setelah melihat di mata kepalanya sendiri mobil Randi menabrak pembatas jalan dan keluar jalur semestinya.


Mobil Randi pun tertabrak truk yang melintas berlawanan arah dan..... terbalik ke tepi jalan.


Nita menangis meraung melihat mantan sahabat dan suaminya yang mengalami kecelakaan di depan matanya. Dia tidak menyangka melihat kejadian itu.


Nitapun memarkirkanobilnya mobilnya dan segera turun untuk menghampiri Randi. Disana sudah banyak pengemudi yang menepikan mobilnya untuk melihat kecelakaan tersebut.


"Mas Randi...... Ya Allah selamatkan suamiku." Teriak Nita setelah berlari dan menyebrang untuk melihat kondisi sang suami. Disana sudah ada banyak orang yang mengerumuni Randi dan Mona.


"Pak permisi saya ingin lihat korban." Ucap Nita yang menerobos kerumunan orang untuk segera melihat suaminya.


Tangannya gemetar dan otaknya tak bisa bekerja setelah melihat keadaan suami dan sahabat dan saat ini sudah menjadi mantan sahabatnya.


"Pak tolong suami saya pak,tolong bawa dia ke rumah sakit Hik...hik...." Pinta Nita yang lemas setelah meraih tubuh suaminya yang berlumuran darah. Yang dalam pikirannya adalah keadaan sang suami.

__ADS_1


"Mbak kenal mereka?"Tanya bapak-bapak yang menolong korban.


"Iya pak saya kenal,dia suami dan teman saya hik,bantu saya pak." Jawab Nita dengan tangisan nya.


Meskipun dia adalah seorang dokter,melihat keadaan suaminya seperti ini membuat dia lupa akan profesinya.


Beberapa menit kemudian ada 2 ambulan yang datang menuju lokasi kecelakaan. Mungkin ada orang yang sudah menghubungi rumah sakit.


"Mbak mari bawa suami dan temannya ke rumah sakit." Ajak beberapa orang yang ingin mengangkat tubuh Randi ke dalam ambulan.


"Terimakasih pak." Jawab Nita dengan masih terisak.


Akhirnya Randipun di masukkan kedalam ambulan dengan di dampingi Nita. Sedangkan Mona juga di masukkan ke dalam ambulan satunya. Keadaan Mona juga parah dengan banyak darah di kepala dan bagian perut nya. Nita tak peduli dengan keadaan Mona,yang dia pedulikan adalah keadaan sang suami. Meskipun kecewa yang iya rasakan,tapi rasa cinta yang begitu dalam mengalahkan kekecewaannya.


"Kasihan mbak itu harus melihat suaminya kecelakaan di depan matanya sendiri. Pasti wanita yang bersama suaminya adalah selingkuhan nya."Ucap Salah satu bapak yang ikut membantu Nita.


Ambulanpun berjalan cepat menuju rumah sakit terdekat. Randi sudah dipasang alat sederhana yang ada di dalam ambulan untuk pertolongan pertama. Nita masih menangis terisak mendampingi suaminya.


"Mas bangun mas,jangan tinggalin aku. Hik...hik...." Ucap Nita lirih dengan mengguncang pelan tubuh suaminya.


"Sabar bu." Ucap petugas yang menenangkan Nita.


"Dokter tolong selamatkan suamiku." Pinta Nita setelah suaminya masuk ke dalam ruang IGD.


"Sabar bu,kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan suami ibu. Ibu tunggu di luar terlebih dahulu."Jawab dokter laki-laki yang sudah tak muda. Dokter tersebut dan diikuti beberapa dokter masuk ke dalam ruangan.


Nita pun teringat Riri. Diapun menelponnya untuk menemaninya yang rapuh ini.


Tut....tut....


"Halo,gimana Nit?" Jawab Riri setelah mengangkat telponnya.


"Hik..hik..hik,Ri mas Randi kecelakaan Ri."Jawab Nita dengan terisak.


"Ya Alla,sekarang gimana keadaannya?" Tambah Riri yang kaget dengan berita tersebut.


"Dia masih di periksa dokter Ri."


"Kamu sekarang di rumah sakit mana,biar aku susul."Pinta Riri yang merasa kasihan dengan sahabatnya.

__ADS_1


"Di RS. P**** Ri."Jawab Nita.


"Ok aku berada tak jauh dari sana. Aku akan segera kesana. Kamu tenang dulu Nit.


Merekapun mengakhiri telpon mereka. Nita masih setia menunggu suaminya. Tak beberapa lama,dokter keluar dan menemui Nita di depan.


"Keluarga korban?" Tanya dokter.


"Ya saya dok."Jawab Nita.


"Apakah mbak kenal dengan perempuan yanf juga korban kecelakaan tadi?" Tanya dokter memastikan.


"Ya dok,saya kenal dia teman saya."Jawab Nita dengan nada yang susah keluar dari tenggorokan nya ketika mengakui kembali Mona sebagai temannya.


"Maaf mbak,kami tidak bisa menyelamatkan nyama korban dan juga janin nya." Ucap sang dokter.


deg...... Seperti suara petir yang menyambarnya.


"Maksud dokter apa?" Tanya Nita memastikan.


"Iya mbak,korban sedang hamil kemungkinan usia janin nya baru 1 bulan. Dan maaf kami tidak bisa menyelamatkan mereka karena lukanya yang parah di kepalan dan ada benturan juga di perutnya."Jelas dokter.


Nita pun memerosotkan tubuhnya di dinding rumah sakit. Bak petir yang menyambar tubuhnya. Pedih yang ia rasakan. Dimana dia harus mendengar kabar yang menambah rasa kekecewaannya. Nita pun menangis terisak.


Tak berselang lama,Riripun tiba..Dari kejauhan dia melihat Nita yang duduk di bawah lantai dengan bersandar di tepi dinding rumah sakit. Riripun berlari untuk menghampirinya.


"Nit...."Sapa Riri.


Nita pun menengok ke atas dan berdiri.


"Ri,hik...hik....mereka tega sama aku. Mereka sudah mengkhianati aku."Adu Nita yang terisak di pelukan Riri.


"Sabar Nit,ini cobaanmu."Jawab Riri dengan menepuk pundak Nita.


"Mo......na ha....mil Ri..........


**Note. :


Alhamdulillah bisa up juga. Terima kasih buat komentar kakak2 di episode sebelumnya. Dan di episode ini saya juga ikut terbawa je dalam cerita. Sumpah nyesek habis ketika nulis part ini. Semoga kalian suka ya. Tetap dukung Bunda untuk Aira dengan memberi vote dab like nya. Di tunggu 😍😍😍😍😍**

__ADS_1


__ADS_2