Bunda Untuk Aira

Bunda Untuk Aira
Cemburu..


__ADS_3

Happy Reading....


❤❤❤❤


"Masak sih? "


"Apa perlu abang membawa kedua orang tua abang malam ini ke rumahmu untuk bertemu om Randy dan tante Nita untuk meyakinkan mu? "Ucap Adyan kembali untuk meyakinkan Tisha.


Tisha pun hanya tersenyum dengan pipi yang sudah merona karena kaget dengan perkataan Adyan yang serius.


" Jika memang kamu membolehkan, abang ingin segera menemui orang tuamu Sha. Bukannya apa, tapi jika kelamaan kita seperti nanti malah aku khilaf Sha. " Adyan berkata jujur dengan apa yang ia rasakan. Sejak dekat dengan Tisha wanita pertama yang bisa menggetarkan hatinya, terkadang membuat akal sehatnya hilang. Untung dia masih punya iman yang kuat jadi dia bisa mengendalikan dirinya.


"Abang kan tahu sejak awal, Tisha pingin nyelesein skripsi Tisha dulu bang biar nanti ketika kita nikah, Tisha lebih fokus ke rumah tangga kita. Apalagi sekarang juga Tisha lagi menyiapkan lauching brand baju muslimah baru, takutnya pikiran Tisha nggak bisa di ajak bercabang-cabang. Apa abang masih mau menunggu Tisha cuma tinggal beberapa bulan ini? " Tisha mengeluarkan uneg-uneg dalam hatinya, bukan menolak untuk menyegerakan hubungan mereka ke jenjang yang serius, tapi dia ingin setelah menikah tidak terbebani dengan skripsi jadi bisa fokus ke suaminya.


"Ya sudah kalau memang itu mau kamu. " Jawab Adyan dengan sedikit lesu.


"Abang marahkah? " Tanya Tisha kembali ketika melihat wajah Adyan yang berubah masam.


"Nggak, aku nggak marah. " Jawab Adyan dengan memaksakan senyuman tipis di bibirnya. Meskipun saat ini hatinya sedang tak baik.


Tisha tahu jika saat ini Adyan sedang tak baik-baik saja setelah dia menolak untuk mempercepat hubungan mereka ke jenjang serius. Itu bisa ia lihat dari wajah Adyan yang masam.


Mereka berdua akhirnya pulang kerumah setelah menghabiskan makanan yang sudah di pesan mereka.


Di dalam perjalanan pulang menghantar Tisha, Adyan cuma diam dan fokus menyetir. Tisha pun juga ikut diam karena dia paham dengan suasana hati Adyan saat ini.


"Makasih ya bang. Abang hati-hati menyetirnya. " Ucap Tisha setelah dia turun dari mobil Adyan.


"Iya Sha " Jawab Adyan pendek.


. "Jangan lupa nanti hubungi Tisha kalau udah sampai rumah. " Pesan Tisha

__ADS_1


"Insya Allah, kalau begitu aku pamit dulu. Tolong titip salam ke om Randy dan tante Nita. " Jawab Adyan kembali. Adyan pun melajukan mobilnya kembali keluar dari rumah Tisha untuk kembali ke rumah dinasnya.


Setelah memastikan mobil sang pujaan hati menjauh dari rumahnya, diapun segera masuk ke dalam rumah.


"Huh...... " Tisha menghela napas dalam-dalam dengan berbaring melentang di atas kasurnya.


"Apa aku begitu jahat sama abang karena menolak niat baiknya? " Ucap Tisha kembali mengingat apa yang terjadi tadi di restoran.


Karena Tisha lelah dengan kegiatan yang ia laksanakan hari ini, kedua matanya ikut terpejam setelah ia berbaring di kasurnya.


**


Pagi harinya, Tisha sudah tapi dengan tunik di bawah lutut dan ia padu padan kan dengan legging hitam. Tidak lupa pasmina sesuai warna tuniknya. Tisha menunggu Adyan datang untuk mengantar dirinya ke kampus.


Tak berselang lama, ada mobil yang berhenti di depan rumah Tisha. Dan keluar lah seorang laki-laki yang ternyata buka Adyan.


"Selamat pagi non Tisha, saya di suruh letnan Adyan untuk mengantar nono ke kampus karena pagi ini letnan Adyan sedang ada dinas ke luar. " Ucap laki-laki tersebut yang bername tag Ikhsan.


Deg....


"Iya bang terimakasih. " Balas Tisha dengan senyum di paksa. Tisha pun segera masuk ke dalam mobil di kursi belakang. Pikiran nya menerawang membayangkan apa yang membuat Adyan pagi ini tak menghubungi dirinya.


"Apa abang marah sama aku karena masalah kemarin malam? " Batin Tisha bergejolak. Dia takut jika Adyan berubah pikiran karena sikapnya yang belum siap menuju ke jenjang pernikahan.


Perjalananpun hanya di dominasi dengan ke sunyian, Pratu Ikhsan hanya fokus menyetir sedangkan Tisha fokus memikirkan sikap Adyan yang tak seperti biasa. Biasanya pagi seperti ini, Tisha akan bercanda gurau dengan Adyan ketika menuju kampus, tapi pagi ini berbeda.


Mobilpun sudah sampai di depan kampus Tisha. Tisha pun turun dan segera masuk ke dalam kelas. Pikirannya yang sedang memikirkan Adyan membuat dia tidak fokus dengan pelajaran pagi ini. Apalagi Marsya pagi ini tidak berangkat karena ada acara keluarga di kota M. Dia pun izin tidak berangkat ke kampus.


Dia pun merasa jika waktu berjalan lama. Tisha yang sudah tidak mood sejak pagi, hanya lemas dan ingin segera pulang. Tapi siang ini dia juga ada meeting dengan kliennya di butik. Mereka sudah merencanakan akan bertemu di salah satu cafe sekalian untuk makan siang.


Masih dengan di antar bang Ikhsan, Tisha menuju ke cafe yang sudah di sepakati. Untung berkas untuk meeting sudah ia bawa kemarin, sehingga siang ini dia tidak mampir ke butik terlebih dahulu karena itu akan memakan waktu. Dia tidak ingin membuat kliennya menunggu lama. On time adalah salah satu prinsip Tisha untuk membuat kliennya puas dengan kinerja dia.

__ADS_1


"Selamat siang ibu Monika. Mohon maaf jika saya sedikit terlambat. " Sapa Tisha setelah sampai di dalam kafe.


"Selamat siang juga mbak Tisha, mbak nggak terlambat kok. Saya juga baru saja datang. " Balas ibu Monika dengan ramah.


"Baik silahkan duduk mbak Tisha. "Bu Monika pun menawarkan duduk kepada Tisha.


" Terima kasih bu. "


Tisha pun duduk berhadapan dengan bu Monika. Setelah memesan minuman dan makanan untuk mereka makan siang, Tisha segera mengeluarkan gambar rancangan baju pengantin muslimah yang akan ia buat. Bu Monika adalah klien Tisha yang akan membuat baju pengantin untuk dirinya. Dia mempercayakan Tisha untuk merancangnya. Model yang tidak pasaran dan jahitan rapi membuat rancangan Tisha terkenal. Apalagi sekarang adalah rancangan baju pengantin muslimah perdana Tisha. Sehingga membuat Tisha merancangnya dengan sebaik mungkin.


"Silahkan bu Monika lihat-lihat terlebih dahulu gambar yang sudah saya buat. " Pinta Tisha dengan menyerahkan buku rancangannya.


Bu Monika pun membuka buku tersebut dan membolak-balikan halamannya untuk memilih rancangan yang terbaik.


"Saya memilih ini mbak. " Tunjuk bu Monika dengan menunjukkan baju pengantin muslimah berwarna silver dengan payetan di sekitaran dada.


"Wah pilihan ibu bagus, ini rancangan terbaru saya bu. Baru saya keluarkan perdana. " Balas Tisha dengan ramah.


Akhirnya mereka pun deal dengan baju dan harganya. Setelah selesai, mereka segera menyantap makanan yang sudah mereka pesan.


Ketika asyik menyantap makanan, pandangan kedua mata Tisha melihat ke arah samping dan...


Deg....


"Bang Adyan. " Ucap Tisha dalam hatinya.


Dia melihat Adyan sedang makan bersama perempuan dengan memakai gamis dan kerudung panjang.


"Siapa perempuan itu? " Tanya Tisha kembali. Tisha melihat seorang perempuan yang belum pernah dia lihat.


. "*Apa ini yang membuat abang berubah dan tidak menghubungi aku? "

__ADS_1


"Baru tadi malam abang bilang sangat mencintai aku, tapi mengapa hari ini abang pergi bersama wanita lain*? " Tishapun ingin rasanya menumpahkan air matanya ketika melihat Adyan makan bersama wanita lain. Dia pun hanya bisa menahan karena merasa tidak enak dengan bu Monika.


🌿🌿🌿🌿


__ADS_2