Bunda Untuk Aira

Bunda Untuk Aira
The Happy Day


__ADS_3

Happy Reading..


*******


Hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu oleh Irsyad dan Salma. Ya, hari ini adalah hari dimana akan diadakan acara lamaran di rumah Salma. Setelah perundingan kedua keluarga pada 2 hari yang lalu, keluarga Salma bersepakat untuk mengadakan acara lamaran di rumah dengan acara yang sederhana. Meskipun hanya sederhana, ruang tamu di rumah Salma pun di dekor cantik. Siapa lagi kalau bukan ide dari Arin kakak Salma dan sahabat karib Salma Tania dan Intan. Setelah mendapat kabar dari Salma, Tania sangat histeris dan meminta suaminya mengambil cuti agar bisa mendampingi sahabatnya di lamar oleh laki-laki yang telah mencuri hatinya. Dia sangat bahagia akhirnya sahabatnya bisa bertunangan dengan laki-laki di masa lalunya.


"Akhirnya ya Ma, doamu terdahulu terkabulkan. Bisa dekat dengan cowok itu." Ucap Tania yang sedang sibuk memberi ASI ke anaknya di ranjang Salma.


"Aku juga nggak nyangka Tan, aku bisa bertemu dengan dia kembali." Jawab Salma yang sedang asyik mentoel hidung Brian putra dari Tania.


"Lepasin deh Ma tangan lo dari hidung anak gue, anak gue ni terganggu minum ASInya." Tania geram dengan ulah temannya yang mengganggu putranya menyusu.


"Elah....gitu aja marah. Gue emes dech ma anak mu. Anak mu kok bisa ganteng banget sich..." Puji Salma.


"Siapa dulu dong ibunya." Jawab Tania dengan nad sombong.


"Idih PD , lihat tu Brian nggak da mirip-miripnya dech ma dirimu."


"Biarin yang penting Brian anak gue kan."Ledek Tania.


"Serah dech." Jawab Salma sedikit kesal ma sahabatnya.


"Cie...cie, calon mantennya ngambek." Ledek Tania dengan menoel dagu Salma.


Salma pun hanya memalingkan wajahnya ke samping. Tania dan suaminya datang dari kota B tadi pagi. Karena jarak rumahnya dan rumah Salma lumayan jauh, Tania di ajak Salma untuk beristirahat di kamarnya. Apalagi Tania membawa putranya yang masih berusia 6 bulan. Sedangkan suaminya sedang berada di luar untuk membantu beberes rumah.


Hari ini Salma izin tidak berangkat mengajar karena ingin mempersiapkan acara nanti sore. Dia ingin acara ini berjalan dengan lancar meskipun diadakan sederhana.


Arin, kakak Salma dari kemarin sudah menginap di rumah orang tuanya untuk mempersiapkan acara lamaran untuk adiknya. Dia sangat antusias apalagi setelah di kabari oleh ibunya, Arin memboyong keluarganya untuk menginap di rumah orang tuanya. Dia sejak pagi sudah sibuk dari persiapan dekor sampai ke catering makanan. Ketika Salma ingin membantu pun langsung di larang oleh Arin. Menurut dia pamali jika calon manten bantu-bantu di dapur.


"Dek, nanti kamu pakai kebaya yang mana ?" Tanya Arin kepada adiknya dengan membawa 3 contoh kebaya.


"Mbak itu dech maen nylonong masuk saja." Protes Salma yang masih asyik merebahkan tubuhnya di ranjang bersama Tania dan Brian.


"Halah biasanya juga gimana, "Eyel Arin. "Cepetan mo pilih yang mana ni."


"Menurutmu bagusan yang mana Tan,." Tanya Salma meminta saran.

__ADS_1


"Mbak Arin biar di coba Salma semuanya aja dech mbak."Usul Tania.


"Ya udah ge di coba dulu kebayanya." Ucap Arin sambil menaruh 3 kebaya di tepi ranjang Salma.


"Siap kakak."Jawab Salma mengambil salah satu kebaya dan bergegas mencobanya di toilet.


Setelah berganti dengan kebaya warna peach Salma keluar dari kamar mandi untuk meminta pendapat kakak dan sahabatnya.


"Kak, Tan menurut kalian gimana kalau pakai ini ?" Salma memamerkan kebaya yang di pakai nya di hadapan Arin dan Tania.


"Kakak cocok yang ini aja dek, kamu kelihatan tambah cantik." Puji Arin.


"Aku juga setuju dengan mbak Arin. Pilih yang ini aja cocok sama kamu." Tambah Tania memberikan komentar.


"Ya udah nanti sore Salma pakai yang ini saja."


"Shipp...(Arin menunjukkan 2 jempol tangannya ke arah Salma. Ya udah dek mbak mau bantu ibu di luar dulu, kamu sama Tania di sini dulu aja.


" Aina dan Adam di mana mbak ? "


"Mereka lagi maen sama anak tetangga di taman."


************


Kediaman Irsyad


Sama halnya dengan kediaman Salma, di kediaman Irsyad juga tampak ramai dengan kehadiran adik-adik Irsyad beserta keluarga mereka. Bu Ronah menyiapkan hantaran yang akan di bawa ke rumah Salma dengan di bantu Sinta dan Nadira.


Mereka sedang menaruh hantaran seperti kebaya, mukena, Sepatu tas dan perlengkapan make up dalam bingkisan parcel dengan hiasan yang sangat memukau.


"Alhamdulillah ya bu,mas Irsyad mau membuka hatinya kembali." Nadira bersyukur dengan keadaan kakaknya.


"Iya nak ibu juga sangat bahagia ketika mendengar kakakmu mau melamar nak Salma."Bu Ronah menjawab dengan antusias.


"Kalau boleh Sinta tau bu, mbak Salma seperti apa bu sikapnya.Sinta kan belum pernah bertemu."


"Kalau menurut ayah dan ibu nak Salma anaknya baik nak, dia sopan dan tulus menyayangi Aira. Kamu kan tau sendiri sifat Aira tang tidak mudah dekat dengan orang asing, tapi setelah bertemu dengan Salma Aira tampak bahagia nak." Jelas bu Ronah kepada menantunya.

__ADS_1


"Alhamdulillah bu kalau mbak Salma orangnya baik apalagi sayang sama Aira. Kan memang yang terpenting kebahagian Aira bu."


"Iya mbak, Nadira setuju dengan mbak. Nadira kadang juga ikut sedih kalau melihat Aira murung ketika melihat Nadira,mas Frans dan Raihan bercanda bareng. Padahal Nadira juga ajak Aira bercanda kak." Jelas Nadira.


"Kan Aira semakin besar dek, pasti dia juga melihat interaksi teman-temannya di sekolah dengan orang tuanya. Makanya dia juga pingin bermanja-manjaan dengan bundanya."


"Bener juga ya mbak, Nadira jadi penasaran bagaimana wajah mbak Salma. Xixixixi......." Tawa Nadira.


"Lagi pada cerita apa ini kok kayaknya bahagia banget.?" Tanya Irsyad yang muncul ke ruang tamu dari kamarnya.


"Eh calon manten nya datang." Goda Nadira pada Irsyad.


"Apaan sich dek." Jawab Irsyad dengan mencubit hidung Nadira.


"Ih mas Irsyad nyebelin, hidung Nadira jadi sakit ini. Pasti merah banget ni." Nadira berteriak dan menggerutu karena di ganggu kakaknya.


"Kalian tu ya udah pada punya anak, masih aja berantem kalau kumpul gini." Ucap bu Ronah untuk menengahi anak-anaknya.


"Kan mas Irsyad duluan bu."


Irsyad pun hanya tertawa mendengar aduan adiknya kepada bu Ronah. Sedangkan Sinta menggelengkan kepalanya karena merasa heran denga tingkah kakak dan adik iparnya.


"Mas nanti jadinya berangkat jam berapa ke rumah mbak Salma nya ?" Tanya Sinta kepada Irsyad dengan masih sibuk menghias mukena menjadi bentuk bebek.


"Habis sholat Magrib dek, biar kita tenang perginya ." Jawab Irsyad dengan mendudukkan tubuhnya di kursi sofa dekat dekat dengan ibunya.


"Mas udah yakin ni sama mbak Salma ?" Nadira sedikit meragukan kakaknya.


"Insyaallah mas yakin kok dek, yang terpenting buat mas adalah kebahagiaan Aira. Dan mas akan berusaha juga mencintai Salma dek. Dia juga tulus menyayangi Aira." Jawab Irsyad dengan kemantapan.


"Alhamdulillah mas kalau begitu. La rencana pernikahannya kapan mas ?"


"Belum tahu dek, nanti kita bahas bersama di sana. Kan kamu juga tahu sendiri dek prosedur nikah anggota nggak segampang nikahan biasa."


"Bener juga ya mas, yang penting semoga selalu di beri kelancaran ya mas sampai hari pernikahan ." Doa harapan Nadira kepada kakaknya.


"Amin dek." Jawab Irsyad."Ya udah saya mau menyusul anak-anak di taman dulu ya." Pamit Irsyad.

__ADS_1


Setelah berpamitan, Irsyad berjalan menuju taman. Di sana sudah ada putri kecilnya beserta keponakannya yang sedang asyik bermain bersama. Sedangkan para laki-laki lainnya seperti Maulana, Frans dan pak Jaka sedang asyik mengobrol di kursi dekat taman. Irsyad pun menghampiri merek untuk berkumpul bersama.


__ADS_2