Bunda Untuk Aira

Bunda Untuk Aira
Berbicara Berdua


__ADS_3

Happy Reading.......


***********


Setelah mengantar putrinya,Salma kembali ke meja makan untuk membersihkan bekas makan siang tadi. Disana masih ada Irsyad yang menunggu istrinya.


Salma hanya diam tanpa bersuara dan fokus membersihkan meja makan tanpa melihat suaminya. Dia kecewa terhadap suaminya,selama ini Salma sudah jujur dengan masa lalunya kepada sang suami. Tapi Irsyad tidak pernah bercerita tentang masa lalunya kecuali tentang Aisyah bunda Aira.


"Dek,duduk sebentar mas mau bicara."Panggil Irsyad kepada istrinya.


Salma tak bergeming. Dia masih tetap membersihkan meja makan. Sampai gemasnya,Irsyad berdiri dan mendekati istrinya.


"Dek,mas mau bicara kamu duduk dulu." Tambah Irsyad sambil memegang tangan istrinya agar sang istri berhenti membersihkan meja makan.


Salmapun berhenti dan duduk di kursi samping suaminya.


"Kamu kenapa kok dari mas pulang wajah kamu sendu tidak seperti biasa nya?" Tanya Irsyad yang penasaran dengan perubahan istrinya.


"Nggak pa-pa,hanya lelah saja."Jawab singkat Salma.


"Kalau memang mas ada salah,adek bilang dong jangan diam gini mas tidak tahu apa kesalahan mas."Tambah Irsyad masih dengan suara lembut.


"Kan sudah Salma bilang mas nggak ada apa-apa."Ucap Salma masih dengan nada ketus nya.


"Mas tahu dek pasti ada masalah sampai adek nggak biasanya bersikap ketus sama mas."Ucap Irsyad dengan masih bersabar.


"Sudah lah mas,Salma mau menyelesaikan bersih-bersih bekas makan siang ini."


"Kamu duduk...."Ucap Irsyad tegas meskipun masih mengatur kesabarannya.


Deg... Salma kaget dengan suara keras suaminya. Tanpa di tahan air matanya pun turun kembali di pipinya. Diapun bangkit dari kursi menuju kamar. Dia tidak ingin menampilkan tangisan nya di hadapan sang putri tercinta.


"Dek berhenti dek,mas belum selesai bicara."Panggil Irsyad frustasi melihat kepergian sang istri.


"Ya Allah ada apa ini,aku tak sengaja membentak istriku "Ucap Irsyad frustasi.


Irsyad menyusul istrinya ke kamar. Untung pintu kamar tak di kunci. Setelah membuka pintu,Irsyad melihat istrinya duduk di tepi ranjang sambil menangis sesenggukan. Ini kali kedua dia melihat sang istri menangis setelah kesalah pahaman sebelum pernikahannya.

__ADS_1


"Dek,mas minta maaf tadi nggak sengaja membentak adik."Ucap Irsyad mendekati istrinya dan memegang pundaknya.


Salma pun tak bergeming. Dia masih menangis. Karena rasa kecewanya membuat dia tak mengindahkan sang suami.


"Tolong dong dek,adek bicara apa salahnya mas sampai hanya diam ketika mas ajak bicara. Jika adek hanya diam saja,bagaimana mas tahu kesalahan mas."Tambah Irsyad.


"Kenapa mas bohong sama Salma?" Akhirnya Salmapun mulai mengeluarkan suaranya.


"Bohong apa dek,mas nggak paham."


"Jika memang kemarin mas bilang jujur sama Salma jika mas sedang dekat dengan perempuan,Salma akan mundur mas. Apa karena Aira saja mas nikahin Salma?"


"Maksud kamu apa dek,dekat dengan perempuan........Mas nggak pernah dekat sama perempuan lain setelah Aisyah meninggal kecuali adek."


"Mas nggak usah bohong sama Salma,jika dulu mas jujur sama Salma tentang kedekatan mas sama perempuan lain. Salma pasti memahami mas apalagi Salma juga pernah disakitin orang yang kita sayang sebelumnya. Salma sayang sama Aira tulus mas meskipun dulu mas nggak nikahi Salmapun,Salma akan tetap sayabg Aira. Nggak kayak gini mas kesannya Salma malah merebut calon orang lain."Jelas Salma dengan masih menangis terisak.


"Astagfirullah dek,adek bicara apa beneran mas nggak ngerti. Maksudnya perempuan lain perempuan apa mas nggak ngerti atau jangan-jangan adek menyesal menikah sama mas?" Ucap Irsyad sedikit keras.


"Siapa mbak Mona?,dia pacar mas kan, Salma memang bukan dari keluarga kaya mas. Salma hanya seorang guru honorer dan berpenampilan sederhana sedang kan mbak Mona dia cantik dan seorang dokter,jika memang dulu mas jujur sama Salma. Mungkin sudah bahagia sama dia."


"Ya Allah dek maksudnya dokter Mona temannya mbak Nita ?"


"Dengerin mas dek,ini hanya salah paham.Demi Allah mas nggak pernah dekat bahkan pacaran sama dokter Salma.."Jelas Irsyad dengan memegang pundak istrinya agar menghadap ke arahnya.


"Salah paham bagaimana mana mas,padahal dulu mas sering nganterin dia pulang apalagi tiap hari bertemu dia."


"Ok mas jujur,memang dulu mas beberapa kali nganterin dia dek tapu nggak sering dan hanya sampai depan saja itu juga bukan kemauan mas. Mbak Nita yang menyuruh mas nganterin dokter Mona bukan kemauan mas. Dan mas tidak pernah sama kali berpacaran sama dokter Mona. Adik tahu ini dari mana?"


"Mas bohongin Salma kan biar buat Salma tenang."


"Ya Allah dek mas nggak bohong sama adek kalau nggak percaya adik tanya mbak Rosa."


"Bener ya mas,mas nggak bohong sama Salma."Ucap Salma manja.


"Iya dek mas nggak bohong. Sekarang ceritakan sama mas apa yang terjadi sebenarnya."Jawab Irsyad.


"Tadi pagi habis nganterin Aira ke sekolah Salma pulang. Dan ketika mau masuk ke dalam rumah pas mbak Nita dan temannya turun dari mobil. Salma mencoba selalu menyapa mbak Nita meskipun sama jawabannya ketus. Salma sejak awal tinggal disini lihat sikap mbak Nita ketus sama Salma,tapi Salma biarin.Di tempat rapatpun sama mas pandangan dia tidak suka ketara sekali. Sampai tadi pagi dia dan temannya menghina Salma yang penampilannya tak sebanding lah sama dia,dan yang membuat Salma kecewa dia bilang jika gara-gara Salma mas ninggalin dia tanpa kepastian."Jelas Salma setelah merasa tenang dang menghapus air matanya.

__ADS_1


"Mas nggak pernah dekat sama sekali sama dia dek. Salma hanya dimintai tolong sama mbak Nita untuk ngantar dia. Mas sama sekali tidak pernah ngasih harapan buay dia dek. Kalau nggak percaya adik bisa tanyakan sama mbak Rosa dan om Irfan. Kalau nggak adik juga bisa tanya om Aryo yang tahu keseharian mas disini." Jawab Irsyad menenangkan sang istri.


"Tapi kelihatannya mbak Mona suka sama mas."


"Biarin yang penting mas hanya cinta sama istri mas."Jawab Irsyad dengan memeluk istrinya.


'Awas saja kalau mas bohong sama Salma." Ucap Salma dengan menyandarkan kepalanya di dada bidang Irsyad.


"Mas nggak akan bohong dek sama kamu,sekarang jika memang ada apa-apa adek langsung tanya mas jangan cemberut saja dan diam jika mas tanya." Tambah Irsyad dengan mengelus lembut rambut istrinya.


"Iya mas,Salma hanya takut jika Salma merebut mas dari perempuan lain dan membuat dia kecewa."


"Takut atau cemburu dek."Goda Irsyad dengan mencolek hidung mancung Salma.


"Ih mas apaan sih."Jawab Salma yang mulai keluar manjanya.


"Ya kan adek cemburu.....,"Irsyad masih menggoda istrinya. Tidak lupa tangan jahilnya menggelitik perut Salma.


"Cemburu sama suaminya kan nggak pa-pa mas,tapi jangan gelitik gini dong mas Salma geli." Jawab Salma sambil menahan geli dari kejahilan suaminya.


Karena gemas dengan istrinya,Irsyad mencium seluruh wajah Salma. Sampai di titik yang Irsyad sukai,dia mendekatkan bibirnya ke bibir Salma. Dia m****** dan m******* bibir istrinya tanpa ampun. Salma pun menikmati ******* suaminya dengan mengalungkan kedua tangannya di leher Irsyad. Mereka saling menikmatinya. Hingga mereka melupakan Aira sejenak yang sedang di ruang tamu untuk melihat kartun kesukaan nya.


Mereka melanjutkan kegiatan mereka dengan lebih *****. Dan terjadilah apa yang seharusnya terjadi kepada pasangan suami istri.


Setelah selesai dengan kegiatan mereka,yang memakan waktu hampir 1 jam, Salma baru ingat dengan keberadaan sang putri yang mereka tinggal .


"Ya Allah mas,Aira masih di ruang tamu. Seharusnya ini waktunya dia tidur siang." Ucap Salma yang masih berada di dekapan Irsyad. Mereka masih berada di ranjang dengan menutupi tubuh polos mereka dengan selimut.


"Nggak pa-pa dek, paling Aira masih lihat channel kesukaannya." Jawab Irsyad yang masih asyik memainkan rambut istrinya.


"Salma mo mandi dulu mas,kita belum sholat Dhuhur loh."


"Ya udah kita mandi bareng aja biar ngirit waktu."Ucap Irsyad dengan menarik turunkan alisnya.


"Nggak mau ah,Salma mo mandi sendiri saja."Tolak Salma dengan mulai bangkit dari ranjang dan melilitkan selimut di tubuhnya.


Salma pun mengambil daster dan memakainya. Kemudian dia keluar kamar untuk menuju kamar mandi. Sebelum ke kamar mandi,Salma menengok putrinya di ruang tamu. Dan ternyata Aira sudah tertidur di kursi sofa dengan memeluk bonekah Elsa kesukaannya.

__ADS_1


"Anak bunda sudah bobok ya,maaf ya princess bunda tapi melupakan princess."Ucap Salma sambil merapikan tidur Aira. Tidak lupa dia juga mencium kening Aira dengan lembut.


Salma sadar,jika hubungan rumah tangga tidak akan selalu berjalan mulus. Ada kerikil terjal yang akan mereka hadapi. Apalagi menyatukan 2 kepribadian yang baru di kenal. Terkadang dengan saudara yang dari kecil sudah tinggal bersama dan tahu kepribadian sejak dinipun masih sering berantem,apalagi yang baru beberapa waktu kenal. Butuh waktu untuk saling memahami. Harus ada salah satu pasangan yang menekan egonya untuk menciptakan rumah tangga yang harmonis. Bukan saling adu argumen dan akhirnya anak yang menjadi korbannya..........


__ADS_2