
Happy Reading
❤❤❤❤❤❤❤**
Kebahagiaan selalu terpancar dalam rumah tangga Irsyad dan Salma. Di kehamilan istrinya,meskipun Irsyad harus bersabar karena nyidam Salma yang lumayan merepotkannya tak membuat dia merasa jengkel. Malah semua yang dia rasakan sebagai bentuk rasa cintanya kepada sang istri.
Salma juga tak mengerti dengan nyidamnya,dimana dia harus merepotkan Irsyad untuk memenuhi nyidamnya pasti di malam hari yang terkadang warung yang menyediakan makanan yang dia inginkan banyak yang sudah tutup. Sebenarnya dia merasa kasihan dengan Irsyad,tapi apa daya keinginan ngidamnya harus terpenuhi jika tidak dia akan berubah cengeng melebihi Aira.
Yang membuat bangga Irsyad kepada sang istri adalah dia dapat menempatkan dirinya bagaimana harus bersikap dimana ketika bersama Aira dan dirinya. Jika bersama Aira,dia akan menjadi bunda yang selalu melayani sang putri dengan tulus
"Kakak,nanti siang mau di masakin bunda apa buat makan siang?"Tanya Salma di saat keluarga kecil mereka bersarapan di ruang makan.
"Kakak mau maem ayam bakal bunda."Jawab Aira setelah menelan roti coklat kesukaannya.
"Ok sayang,di kulkas masih ada ayam nanti bunda buatin ayam bakar spesial khusus putri bunda yang cantik ini."Tambah Salma dengan menunjukkan kedua jempol tangannya di hadapan Aira.
Irsyadpun hanya tersenyum melihat interaksi istri dan putrinya dengan menikmati nasi goreng buatan sang istri. Di trisemester 2 ini,Salma sudah bisa kembali masak untuk keluarganya. Dia sudah tidak akan muntah jika mencium bau bawang yang menyengat.
"Oh ya mas,nanti siang Salma mo buat sayur asam sama ikan asin goreng sepertinya enak deh."Ucap Salma dengan membayangkan masakan yang dia inginkan.
"Di tambah sambal terasi kayaknya mantap."Tambah Salma.
"Sepertinya enak tu dek,tapi ingat jangan pedas-pedas sambalnya. Kasihan perut adik."Nasehat Irsyad.
"Siap komandan,nanti sambalnya buat sedang saja deh. Mas mo di masakin apa?"
__ADS_1
"Apapun yang di masakin adik pasti mas makan kok."
Salmapun tersenyum mendengar jawaban suaminya. Irsyad adalah seorang suami yang tidak rewel masalah makanan. Apapun masakan yang Salma masak pasti akan dia makan tanpa mengeluh jikater kadang masakannya keasinan.
❤❤❤❤❤❤❤
Ditempat yang lain,ada dua perempuan yang duduk saling berhadapan di sebuah kafe. Dia adalah Nita bersama sahabat sewaktu SMA nya Riri. Mereka sedang berbincang-bincang tentang rencana usaha yang akan mereka rintis bersama.
"Nit,kemarin aku udah cek lokasi yang akan kita buat klinik,dan menurutku tempatnya cukup strategis." Ucap Riri dengan menyesal Milk shake stroberi pesanannya.
"Aku ngikut kamu aja deh Ri,kan dirimu yang sudah lama terjun di usaha ini. So,pasti kamu lebih paham deh tentang apa yang kita perlukan."Jawab Nita.
Ya, Riri adalah seorang dokter kecantikan. Dia sudah cukup lama berkecimbung di usaha ini. Dan saat ini join dengan Nita,mereka akan membuka cabang klinik lagi. Apalagi Riri yang sudah terkenal sebagai dokter kecantikan yang hasilnya memuaskan,membuat Nita mempercayakan modalnya untuk bergabung bersama Nita.
"Oh ya Nit,bagaimana kabar suami kamu.Aku kok jarang deh lihat kamu jalan berdua sama suamimu." Ucap Nita yang sebenarnya ada maksud tertentu.
"Syukur deh kalau kalian baik-baik saja. By the way,gimana kabar sahabatmu si Mona?"Tambah Riri.
Sebenarnya,kemarin dia sempat melihat Randi bersama sahabat Nita yaitu Mona di hotel tepat depan kafe yang sedang dia dan Nita kunjungi. Awalnya,Riri akan mengajak Nita untuk meninjau tempat untuk membuka usaha mereka,tapi karena melihat suami beserta sahabat dari Nita berdua masuk ke hotel tersebut membuat Riri merubah rencana bertemu Nita disini. Tidak ada kebetulan jika seorang laki-laki dan perempuan pergi bersama dengan mesranya masuk ke dalam hotel. Riri mengira jika perempuan tersebut adalah sahabatnya Nita,untung dia belum memanggilnya karena ketika sekilas menengok,Riri dapat melihat wajah perempuan tersebut. Karena beberapa kali bertemu Mona,Riripun mengenalnya.
"Iya Ri,kami baik-baik saja. Oh ya terus masalah peralatan untuk klinik gimana Ri?"
"Itu sudah beres Nit,kan aku udah punya satu klinik jadi aku udah punya kenalan buat yang jual peralatan di klinik dengan kualitas bagus dan alat yang cangkih pula. Jadi nanti juga hasilnya memuaskan buat konsumen."Jelas Riri yang sudah begitu paham dengan masalah klinik ini.
"Aku percaya deh sama kamu yang udah pakar nya. Ni aja muka ku bagus banget hasil kerjamu. Jadi nggak salah deh aku bekerja sama dengan kamu Ri."Jawab Nita dengan menunjuk wajah mulusnya berkat perawatan yang ia lakukan di klinik Riri.
__ADS_1
"Pastinya dong siapa dulu dokternya." Balas Riri dengan bangganya.
Nita pun tertawa dengan jawaban Riri yang membanggakan diri nya. Dia memandang jendela cafe yang berhadapan dengan hotel bintang yang besar di kota P. Sekilas dia melihat sepasang laki-laki dan perempuan yang dia kenal sedang keluar dari hotel di seberang kafe.
Deg........" Mas Randi,Mona?" Ucap lirih Nita dalam hatinya.
"Mengapa mereka ada disini?" Tambah Nita yang masih fokus dengan pandangan objek di depannya.
"Ada apa Nit?" Tanya Riri yang sebenarnya tahu arah pandang Nita. Diapun hanya pura-pura tidak tahu.
"Nggak pa-pa Ri,aku permisi dulu ya. Kita sambung lagi pembahasan tentang usaha kita lain kali. Ini aku ada kepentingan mendadak. Oh ya ini aku titip buat bayar pesanan makananku." Pamit Nita yang terburu-buru dengan menyodorkan beberapa lembar uang merah kepada Riri.
"Ya Nit,hati-hati di jalan."Jawab Riri.
"Ok Ri,gue permisi dulu ya."Tambah Nita dan terburu-buru keluar kafe. Dia ingin segera menyusul kedua orang yang dia kenal. Ada rasa yang berkecambuk di hatinya.
"Maafin aku Nit,bukan maksud aku nggak langsung jujur bicara sama kamu tapi aku takut kamu tidak percaya dengan ku." Ucap Riri dalam hati sambil menatap kepergian sahabat SMA nya. Sejak awal,Riri tidak begitu suka dengan Mona. Seperti ada rahasia yang ia sembunyikan.
Nita berjalan cepat menuju ke parkiran dimana mobilnya terpakir. Dia membuka pintu mobil honda Jazz berwarna merah. Dia masuk dan segera melajukan mobilnya untuk mengikuti suami dan sahabatnya yang juga baru saja masuk ke dalam mobil hitam milik suaminya. Dugaannya benar,dia mengenali mobil dengan plat yang sudah dia hafal.
Ada rasa marah dan berkecambuk jadi satu di hatinya. Sampai dia meneteskan air matanya. Dengan memegang erat stir,dia menumpahkan kekecewaannya terhadap suami dan sahabat yang sudah dia kenal.
"Apakah ini kenyataan yang harus aku tahu,mengapa mereka tega sama aku. Aku kira Mona cuti karena ingin pulang kampung,tapi ternyata dia pergi bersama suamiku." Ucap Nita dengan nada marah di mobilnya. Dia masih fokus menyetir dan mengikuti mobil suaminya di belakang.
"Sudah berapa lama mereka khianati aku,begitu bodohnya aku yang dibohongi mereka?" Tambah Nita dengan nada frustasi.
__ADS_1
"Hah........
.