
Happy Reading...
🌿🌿🌿🌿
"Nggak kok Rah, ya udah kami juga mau pamit. " Jawab Adyan.
"Kak Sarah ikut kami saja. " Ajak Tisha setelah ketiga orang itu keluar dari rumah Sarah.
"Nggak udah Yan dan Tisha. Aku bisa sendiri kok. " Tolak Sarah halus. Dia masih merasa bersalah karena dirinya, membuat Adyan dan Tisha salah paham. Dia juga tidak ingin membebani masalahnya kepada orang lain.
"Ayo mbak, kami antar aja. Pasti saat ini mbak Sarah sedang nggak baik-baik saja. Biar kami bantu buat mencari kost buat mbak. " Bujuk Tisha kembali. Dia pun merasa kasihan dengan cobaan yang di hadapi oleh Sarah.
"Tapi.... " Perkataan Sarah terputus karena di sela oleh Adyan.
"Benar kata Tisha Rah, biar kami bantu kamu. Kamu saat ini sedang tidak baik-baik saja. Kami takut akan terjadi apa-apa jika kamu nekat pergi dengan keadaan seperti ini sendiri. " Ucap Adyan.
"Baiklah kalau begitu. " Jawab Sarah akhirnya.
Tisha pun menuntun Sarah yang sedang menarik kopernya menuju ke mobil Adyan.
"Kak Sarah yang sabar ya, pasti nanti Allah akan memberikan kebahagiaan kepada kakak. " Ucap Tisha menenangkan Sarah ketika mereka semua berada di dalam mobil. Tisha ikut duduk di kursi penumpang untuk menemani Sarah.
"Iya Sha, mungkin ini cara Allah menghapus dosaku di masa lalu. " Jawab Sarah dengan wajah tersenyum tipis. Dia sudah mengikhlaskan dengan keadaan rumah tangganya setelah kejadian ini.
"Nanti aku juga mau mencari pekerjaan buat biaya hidupku. Mau pulang ke rumah orang tuaku, aku yang malu. " Sarah tertunduk ketika mengingat kedua orang tuanya.
"Atau gini aja kak, kalau mau kakak bisa kerja di butikku. Nanti di sana juga ada rumah kost yang dekat dengan butik Tisha, gimana mbak mau tidak? "
"Apa nggak papa Sha? "
"Bener kata Tisha Rah, lebih baik kamu kerja di butik Tisha. Dari pada kamu bingung mencari pekerjaan lagi. " Adyan yang sedari tadi hanya diam, akhirnya ikut menimpali.
"Aku cuma lulusan SMA loh Sha dan nggak punya pengalaman kerja. "
"Di butikku, yang penting kakak kerjanya giat kak dan mau bekerjasama dengan yang lain. Masalah ijazah itu nanti nomor dua. " Balas Tisha.
"Baik Sha, aku mau. " Akhirnya Sarah pun menyetujui nya.
"Terimakasih ya, aku sangat berhutang budi sama kalian. Nggak tahu apa yang terjadi sama aku jika kalian tidak datang tadi. "
"Kita sesama muslim harus saling tolong menolong kak. Jadi, jangan merasa sungkan. " Jawab Tisha.
"Oh ya bang, kita menuju ke butik aja ya. Di dekat sana ada rumah kost yang buat Cindy salah satu pegawai butikku tinggal. " Pinta Tisha kepada Adyan.
"Baik Sha. " Jawab Adyan akhirnya.
__ADS_1
Adyan pun segera melajukan mobilnya menuju ke daerah dimana butik Tisha berada. Setelah 45 menit, mobil Adyan sudah sampai di depan butik Tisha. Adyan pun segera memarkirkannya.
Mereka bertiga turun dari mobil menuju ke dalam butik.
"Selamat siang mbak Tisha dan mas Adyan. " Ucap mbak Sari ketika melihat kedatangan atasannya.
"Selamat siang mbak Sari. Oh ya mbak Cindy nya kemana ya? "Jawab Tisha dengan ramah. Dia pun menanyakan keberadaan Cindy.
" Cindy baru di gudang mbak, sedang mengambil baju persediaan. "Jawab mbak Sari.
" Apa perlu saya panggilkan mbak? " Ucap mbak Sari kembali.
"Boleh mbak, aku tunggu di ruanganku ya. Sama tolong bawakan 3 cangkir teh mbak. " Jawab Tisha lembut.
"Siap mbak. " Mbak Sari pun segera melaksanakan perintah dari atasannya.
"Abang mbak Sarah ayo kita tunggu di ruanganku. " Ajak Tisha.
Adyan dan Sarahpun menganggukkan kepalanya. Mereka berdua mengikuti langkah kaki Tisha yang berjalan menuju ruangannya. Sarah sangat takjub melihat menampakan butik milik Tisha. Dia tidak menyangka di usia yang masih muda dan sempat ia remehkan ketika masa SMA, akhirnya bisa menjadi orang sukses.
"Silahkan duduk mbak. " Ucap Tisha kembali setelah sampai di ruangannya.
"Abang nggak kembali ke batalyon? " Tanya Tisha kepada Adyan.
"Tempatnya dekat sini kok abang, sekarang mending abang kembali dulu aja ke kesatuan, nanti jemput Tisha lagi jam butik tutup. Biar mbak Sarah sama Tisha di sini. "
"Ya udah, kalau begitu aku balik dulu ya. Nanti aku kesini lagi buat jemput kamu. "
"Nggak nunggu tehnya dulu bang? "
"Nggak usah ya Sha, abang langsung aja. " Balas Adyan dengan tersenyum ramah.
"Abang pamit dulu ya, nanti kalau ada apa-apa hubungi abang. " Pamit Adyan.
Tisha pun menghampiri Adyan. Dia juga menjulurkan tangannya untuk menyalami Adyan.
"Okey abangku sayang, Hati-hati di jalan ya. " Balas Tisha.
Sarahpun ikut tersenyum melihat kemesraan pasangan di depannya. Dia mengingat momen romantis dengan sang suami.
"Seandainya keluarga suamiku tak ikut campur dengan masalah keluargaku, mungkin saat ini kehidupan kami masih sebahagia seperti Adyan dan Tisha. Tapi, ya sudahlah. " Batin Sarah.
"Ya udah aku pergi dulu ya."
"Kamu di sini dulu ya Rah, jangan takut sama Tisha dia baik kok. " Ucap Adyan kepada Sarah.
__ADS_1
"Iya Yan, makasih ya. Makasih udah membantu aku. " Jawab Sarah tulus.
Adyanpun menganggukkan kepalanya. Dia pun segera keluar dari ruangan Tisha untuk kembali ke satuannya. Dia ingin memberikan waktu kepada kedua wanita tersebut. Mungkin setelah dia pamit, Sarah mau berbagi sedikit masalahnya kepada Tisha agar bebannya sedikit berkurang.
"Selamat siang mbak Tisha, kata mbak Sari mbak nyari saya ya? " Ucap Cindy yang datang setelah Adyan pergi.
"Siang Cin, gini duduk dulu. Kita ngobrol sambil duduk. " Jawab Tisha.
"Iya mbak. " Jawab Cindy sekalian menaruh 3 cangkir di atas meja.
"Maaf ini minuman saya yang bawa soalnya tadi mbak Sari sedang menemui pelanggan kita. " Ucap Cindy.
"Ya mbak nggak papa kok. "
"Oh ya mbak Tisha mau berbicara tentang apa ya? "
"Gini, kenalin dulu ini mbak Sarah teman aku. " Tisha memperkenalkan Sarah.
"Sarah." Ucap Sarah dan menjulurkan tangannya untuk memperkenalkan dirinya.
"Cindy mbak. " Balas Cindy dengan menerima uluran tangan Sarah.
"Aku ingin tanya, di kosnya Cindy masih ada yang kosong nggak? ini mbak Sarah ingin mencari kost. "
"Wah kebetulan mbak, kemarin tetangga samping kamarku ada yang pindah. Jadi ada satu yang kosong. Tapi nggak tahu mbak sekarang masih ada atau tidak. "
"Bisa anterin kami Cin, buat lihat -lihat dulu? "
"Tapi kerjaan saya bagaimana mbak? " Cindy mencoba bersikap profesional meskipun yang meminta adalah atasannya.
"Tenang, nanti aku bilang sama mbak Sari untuk meminta salah satu teman kamu gantiin kamu sebentar." Jawab Tisha memberikan solusi.
"Baik mbak kalau begitu. " Balas Cindy.
"Ya udah mbak Sarah di minum dulu tehnya, saya mau nemuin mbak Sari dulu. Dan itu Cin yang satu kamu minum aja soalnya tadi abang udah pamit pulang. "
"Iya Sha, makasih ya. " Jawab Sarah.
"Sama-sama mbak. " Balas Tisha dengan tersenyum ramah.
"Cin, mbak Sarah kamu ajak ngobrol dulu ya. Aku mau ke depan sebentar. " Pamit Tisha.
"Baik mbak. "
🌿🌿🌿🌿
__ADS_1