Bunda Untuk Aira

Bunda Untuk Aira
Afraid


__ADS_3

Happy Reading.


****


"Yah, mama kok gitu sih. " Tisha pun cemberut ketika mendengar mamanya malah ikut menggoda nya.


Tante Nita dan bunda Salma pun saling pandang dan tersenyum melihat kedua anak mereka saling salah tingkah. Entah apa yang sedang mereka lakukan, tapi kedua ibu tersebut berharap anak-anak mereka bisa bersatu sehingga persahabatan mereka akan menjadi erat.


Sedangkan kedua bapak-bapak hanya menggelengkan kepalanya melihat istri-istri mereka yang menggoda Tisha dan Adyan.


Makan malam pun berjalan dengan diakhiri canda tawa dan bercerita tentang pengalaman mereka ketika bertugas di tempat yang sama. Tapi untuk masalah masa lalu Randy yang menyakitkan untuk Nita tak mereka ceritakan. Cukup biarkan cerita itu mereka jadikan sebagai pembelajaran untuk menjadi yang lebih baik.


Tepat pukul 11 malam, Keluarga om Randy berpamitan untuk pulang. Dengan diantar oleh Keluarga ayah Irsyad menuju ke mobil Randy yang sudah terparkir di depan rumah.


"Kami pulang dulu ya Suh. " Pamit om Randy kepada Irsyad.


"Siap suh, nanti kalau ada waktu luang lagi kami yang akan gantian mengunjungi rumah mu. "Jawab ayah Irsyad dengan menjabat tangan om Randy. Mereka pun saling melempar senyum.


"Mbak Salma jangan lupa loh mampir juga ke rumahku. Boleh juga kapan-kapan kita meet up lagi. Kalau nunggu suami kita pasti nggak akan butuh waktu lama. "tante Nita pun menjabat tangan bunda Salma dan memeluknya dari samping.


" Siap mbak, nanti kalau luang saya hubungi mbak. Jangan lupa ajak Tisha juga biar nanti saya ajak Illa juga. Kalau si abangnya mah dah sulit mbak kalau udah balik tugas. " Jawab bunda Salma sambil melirik ke arah Adyan yang juga ikut mengantarkan tamu mereka.


Adyan yang di lirik bundanya pun hanya garuk-garuk kepala. Dia memang sadar sebagai seorang prajurit dia harus siap sedia kapan pun ditugaskan. Negara adalah prioritas utamanya dan keluarga adalah nomor 2.


Tisha pun menahan senyum karena melihat wajah Adyan yang menjadi kikkuk ketika menjadi bahan olok-olokan di malam ini.


"Maklum lah mbak, dulu suami kita juga sibuknya seperti apa. Apalagi waktu kota di tinggal satgas, hampir 1 tahun baru balik sampai anak kita lupa wajah ayahnya. " Tante Nita pun ketawa cekikikan ketika mengingat suaminya serta ayah Irsyad mendapat tugas satgas di daerah perbatasan ketika pulang Adyan dan Tisha lupa dengan wajah sang ayah. Butuh 1 Mingguan untuk mendekatkan anak kepada ayahnya kembali.


"Hehhe benar itu mbak. Besok yang jadi calonnya abang juga harus tahan banting dan bisa menahan rindu jika abang dapat tugas itu. " Tambah bunda Salma dengan tersenyum simpul melirik ke arah Tisha.


Tisha pun yang di lirik menjadi canggung. Ada rasa ser di hatinya ketika bunda Salma menyinggung soal calon istri untuk Adyan.

__ADS_1


"Masih lama bun, abang mau fokus ke kerjaan dulu. " Protes Adyan yang sebenarnya sedikit canggung juga ketika bunda nya membahas calon istri.


. "Kamu itu loh bang, mesti gitu. " Ucap bunda Salma dengan menepuk pundak Adyan.


Tante Nita pun tersenyum melihat perdebatan antara ibu dan anak itu. Dia sampai membayangkan jika dia punya anak banyak pasti rumah akan lebih ramai. Tapi takdir hanya membolehkan dia memiliki 1 putri. Namun mereka masih sangat bersyukur.


Keluarga om Randy pun masuk ke dalam mobil setelah berpamitan. Dengan di supiri oleh ajudan Om Randy, mobil mulai bergerak meninggalkan rumah Adyan.


"Jangan di lihat terus. " Ledek Shakila kepada sang abang.


"Apasih dek, resek banget. " Jawab Adyan ketus yang kemudian pergi meninggalkan ayah, bunda dan adiknya di luar.


Ayah Irsyad dan bunda Salma pun tersenyum melihat sang putra. Mereka bertiga pun ikut. asuk ke dalam rumah menyusul sang putra untuk beristirahat karena waktu sudah mendekati tengah malam.


**


Pagi hari, Tisha bangun dengan wajah lebih segar dari biasanya. Dia nampak tersenyum berseri mengingat pertemuan dengan Adyan kemarin malam. Meskipun mereka saling berdebat, tak mengurangi rasa cinta Tisha kepada Adyan.


Setelah selesai dengan blouse sabrina warna ungu yang mengekspose bahunya dan di padu padan kan dengan celana jins serta sepatu boots hitam di kakinya membuat penampilan Tisha tampak memukau dan casual.


"Pagi mah. " Sapa Tisha dengan mencium pipi bundanya. Tisha pun duduk di kursi makan. Di sana sudah tersedia roti gandum yang sudah di olesi selai stroberi dan segelas smoothie banana dan stroberi kesukaannya. Pasti mamanya yang sudah menyiapkannya.


"Pagi sayang. Tumben ni bangunnya lebih awal. " Jawab Tante Nita.


"Nanti ada janji sama dosen ma buat pengajuan skripsi. " BAlas Tisha dengan menikmati sarapannya.


"Papa kok udah nggak ada mah? " Tanya Tisha yang tak melihat papahnya di ruang makan.


"Sudah berangkat pagi tadi. Ada kunjungan kerja di luar kota " Balas tante Nita yang juga menikmati sarapannya.


Setelah selesai, Tisha pun berpamitan kepada sang mama untuk pergi ke kampus. Dengan menaiki mobilnya, Tisha pun meluncur ke kampus. Di temani senandung lagu cinta membuat hari yang cerah untuk Tisha.

__ADS_1


**


Setelah selesai dengan urusannya di kampus. Maklum sudah memasuki mahasiswa tingkat akhir akan di sibukkan dengan tugas akhir.


Tisha pun segera bergegas untuk menuju mobilnya. Dia akan segera menuju butiknya. Tisha pun mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Tanpa di sadari, ada seseorang yang mengikutinya. Tisha pun tak menyadarinya. Ketika sampai di daerah sepi, mobil yang membuntuti Tisha menyalip mobil Tisha dan menghadangnya di depan.


Tisha pun kaget dan segera mengerem mobilnya.


"Astagfirullah hal adzim. " Ucap Tisha yang kaget dengan mobil yang menghadangnya.


Tisha yang takut pun segera mengunci semua pintu mobilnya. Dengan gemetaran dia mengambil HP dalam tasnya. Tapi sebelum mendapat hpnya, mobil sudah di kedor oleh seorang laki-laki yang menggunakan masker hanya mata yang terlihat.


"Buka pintunya atau aku bakar ini mobil. " Ancam laki-laki tersebut dengan mengedor pintu pengemudi.


Tisha pun gemetaran. Dia masih berdiam diri di dalam mobil. Dia berdoa agar ada orang yang melintas dan menolongnya. Tisha pun semakin takut ketika laki-laki tersebut semakin brutal mengetuk pintu mobil Tisha. Dia juga mengambil batu dan memecahkan kaca mobil Tisha.


Pyar...... bunyi kaca pintu mobil Tisha bagian penumpang pun sudah pecah.


"Ahhh...... " Teriak Tisha yang semakin ketakutan.


Dengan ganas, sang penjahat itu pun membuka paksa pintu mobil Tisha bagian belakang. Setelah bisa, dia pun menarik paksa Tisha.


"Ayo keluar. " Paksa sang lelaki dengan menarik Tisha dari belakang kemudi.


"Si..... siapa kamu. " Tanya Tisha dengan takut.


"Hahaha... nggak perlu kamu. Sekarang ikut. " Jawab Penjahat tersebut dengan menyeret Tisha. Dengan melangkah Tisha pun dapat di tarik paksa.


Tisha pun di tarik keluar dengan paksa. dengan gemeteran Tisha pun pasrah. Dia berharap masih ada pertolongan Allah untuknya.


****

__ADS_1


__ADS_2