Bunda Untuk Aira

Bunda Untuk Aira
Waiting Day


__ADS_3

Happy Reading......


************


Hari telah berganti hari. Tak terasa pernikahan Irsyad dan Salma tinggal beberapa hari lagi. Kemarin Irsyad sudah mendarat dari tempat nya bertugas menuju rumahnya. Akhirnya dia mendapatkan cuti libur untuk mengurus pernikahannya.


Pagi ini dia dan Salma berencana fitting baju untuk hari pernikahannya. Orang tua Irsyad mempercayakan baju pengantin anaknya kepada adik sepupunya yang mempunyai sebuah butik yang cukup ternama di kota B. Tante Mutia, adalah anak dari adik neneknya Irsyad, karena sering dipercayakan untuk membuat baju untuk keluarga Irsyad jadi tidak ada kendala ketika harus membuat baju tuxedo yang akan di pakai Irsyad tanpa mengukur tubuhnya.


Tante Mutia hanya mengukur pengantin perempuan karena tante Mutia belum pernah sama sekali kenal dengan Salma. Beliau awalnya kaget karena tiba-tiba kakak sepupunya menelpon untuk di buatkan sepasang baju pengantin untuk Irsyad dan calon istrinya. Setelah bertemu secara langsung, tante ikut bahagia akhirnya keponakan nya mau membuka lembaran baru dan dia beruntung mendapat gadis yang ayu dan baik seperti Salma.


Pukul 10 Irsyad sudah berjanji kepada tantenya untuk fitting. Karena hari ini tanggal merah, dia juga mengajak Aira. Mereka akan menjemput Salma di rumahnya.


"Sayang, ayo kita turun dulu untuk sarapan sebelum jemput bunda." Ajak Irsyad kepada putri kecilnya setelah selesai mendandani Aira.


"Ciap ayah..." Aira menjawabnya dengan semangat ketika nama bundanya di sebut.


Irsyad mengangkat tubuh Aira dalam gendongannya untuk membawanya ke ruang makan.


"Cie....cie calon pengantinnya lagi seneng banget ni mo ketemu calon istri." Goda Nadira yang sudah berada di meja makan. Kemarin malam Nadira beserta keluarganya menginap kerumah orang tuanya untuk membantu bu Ronah mempersiapkan acara pernikahan kakaknya.


"Apa sih dek, nggak usah godain mas deh." Jawab Irsyad dengan ketus.


"Nggak usah sok cemberut deh bang nanti tambah jelek..." Tambah Nadira.


"Biarin jelek, yang penting adek Salma yang cantik cinta sama abang." Jawab Irsyad dengan PDnya.


"Huek.... adek mo muntah bang dengerin bahasa alay abang." Jawab Nadira dengan nada di buat jijik mendengar kata-kata Irsyad.


"Sudah deh tidak usah ganggu kakakmu Nad, biar dia dan Aira sarapan dan segera jemput Salma untuk ke butik tante Mutia." Nasehat bu Ronah yang kadang gemes dengan putri bungsunya yang sering menggoda kakak-kakaknya.


"Eh iya bu, kan ini mereka bisa bertemu setelah itu mereka dipingit sampai hari H."


"Kenapa harus di pingit sih bu?" Protes Irsyad kepada ibunya.


"Ya biar kalian itu ada rasa kangen bang sampai hari H, dulu juga pernah ngerasain iti juga kali." Jawab Nadira yang jengah dengan kakaknya yang sedikit berubah menjadi manja ketika menyangkut tentang kakak iparnya. Nadira bahagia melihat kakaknya sudah mencintai Salma.


"Ya....ya, nanti kakak mo ngajak Salma dan Aira jalan-jalan sepuas-puasnya sebelum di pingit."


"Elah baru satu minggu juga nggak ketemu, kemarin juga sepuas-puasnya menghabiskan waktu bersama di tempat abang tugas, eh ini gayanya kangen segala."

__ADS_1


"Biarin lah dek, kayak nggak tau aja orang yang sedang jatuh cinta. Tidak ketemu sejam saja udah kayak 1 tahun." Tambah Frans suami Nadira yang menggoda Irsyad.


"Dasar adik ipar kurang ajar." Sungur Irsyad yang jengah karena di goda keluarganya.


Semua keluarga pun ikut menertawakan Irsyad. Akhirnya bisa juga menggoda kakaknya yang kesehariannya bersikap datar. Mereka pun melanjutkan sarapannya setelah puas menggoda Irsyad.


Irsyad dan Aira berpamitan kepada keluarganya untuk menjemput Salma. Irsyad mengendarai mobilnya menuju ke rumah Salma. Di perjalanan, Aira tak henti-hentinya bercerita dan merasa sangat bahagia setelah mengetahui ayah dan bundanya sebentar lagi akan tinggal bersama Aira.


*****************


"Nak, kamu jadinya fitting baju jam berapa ?" Tanya bu Murti ketika mereka sedang sarapan bersama.


"Nanti jam 10 bu, kemarin tante Mutia sudah menghubungi kami agar datang jam segitu." Jawab Salma setelah menyelesaikan menelan makanan nya.


"Nak Irsyad sudah kesini kah ?" Tambah pak Handoko.


"Tadi bilangnya baru diperjalanan menuju kesini yah."


"Ayah dan ibu bahagia nak akhirnya putri kecilnya ayah dan ibu sudah menemukan kebahagiaan nya. Meskipun besok setelah menikah kamu harus jauh dari kami, kami bahagia nak." Ucap Bu Murti dengan mara berkaca-kaca.


"Jangan menangis dong bu, Salma ikut sedih kalau ibu sedih." Jawab Salma dengan memeluk bu Murti setelah menghampirinya di tempat duduknya.


"Insyaallah Salma akan selalu mengingat pesan ayah dan ibu untuk Salma. Dan terimakasih yah bu sudah mau merestui mas Irsyad untuk menikahi Salma." Ucap Salma.


"Sudah kewajiban ayah dan ibu nak, apalagi ayah melihat keseriusan dan nak Irsyad tampak sangat bertanggungjawab kamu jadi merestui kalian." Jelas psk Handoko.


"Salma sangat beruntung mempunyai orang tua seperti ayah dan ibu yang selalu mendukung Salma." Ucap Salma dengan mata berkaca-kaca dengan memeluk erat tubuh ibunya.


Tok.....tok.....tok......


Obrolan merekapun terhenti setelah mendengar suara pintu di ketuk.


"Sudah sana buka pintunya, mungkin nak Irsyad sudah datang. Jangan lupa hapus dulu air mata kamu nak." Pinta bu Murti kepada Salma.


Salma menganggukkan kepalanya dan melepas pelukannya terhadap bu Murti. Tidak lupa dia menghapus air matanya dan bergegas menuju pintu depan.


Ceklek......


Pintu terbuka dan memperlihatkan sosok laki dewasa dan anak kecil di gendongannya.

__ADS_1


"Bunda......" Teriak Aira setelah melihat bundanya yang membuka pintu dengan tersenyum.


"Assalamualaikum dulu dong sayang." Protes Salma dengan mencubit pipi Aira.


"Hehehe, Acalamuakaikum bunda." Ucap Aira.


"Waalaikumsalam anak bunda yang cantik." Jawab Salma." Ya udah ayuk mas, Aira sayang kita masuk dulu." Ajak Salma.


"Ayah dan ibu kemana dek ?' Tanya Irsyad setelah mereka di persilakan masuk.


"Masih di ruang makan mas, kita kesana dulu ya ?" Ajak Salma.


Merekapun berjalan beriringan menuju ruang makan dimana Aira masih di dalam gendongannya Irsyad.


"Acalamualaikum nenek kakek." Sapa Aira kepada pak Handoko dan bu Murti yang sedang melanjutkan sarapannya.


"Waalaikumsalam." Jawab bu Murti dan suaminya.


"Eh cucu nenek sudah datang." Tanya Bu Murti setelah Aira dan Irsyad menghampirinya.


"Iya bu, maaf jika kami mengganggu waktu sarapan ibu dan ayah." Jawab Irsyad.


"Eh kamu bilang apa sih nak, kami malah senang kalian datang."Ucap pak Handoko.


"Ayo sarapan dulu nak." Ajak bu Murti.


"Kami sudah sarapan kok bu, ini kami mau pamit dulu segera ke butik karena tadi sudah di telpon tante Mutia."


"Ya udah kalian segera kesana dan jangan lupa hati-hati di jalan." Nasehat bu Murti kepada Irsyad dan Salma.


Salma mengambil tasnya sebelum berpamitan. Setelah mereka berpamitan, mereka berjalan keluar rumah menuju mobil Irsyad yang sudah terparkir di depan rumah Salma. Aira duduk di depan dengan di pangku Salma. Mereka membelah padatnya jalan karena hari libur menuju ke butik tante Mutia.


**Note:


Hari ini pingin up 3 episode, tapi nunggu dulu respon dan vote dari kakak-kakak..😂😂


Karena episode ini terlalu panjang jika di jadikan satu, maka author bikin 2 episode nantinya. Happy fasting for All. Masih 2 hari lagi puasanya tetap semangat ya 🤗🤗🤗🤗**


.

__ADS_1


__ADS_2