
Happy Reading....
****
"Jones apaan dek? "Tanya Salma.
" Itu bun, jomblo ngenes. "Ucap Shakila yang langsung lari dari ruang makan karena takut mendapat jitakan dari abangnya.
Salma dan Irsyad pun kembali tertawa dengan jawaban Sang putri hingga ART maupun ajudan Irsyad keheranan melihat majikan maupun atasannya tertawa lepas.
" Terima kasih ya Allah Engkau telah menganugrahkan kedua orang tua seperti beliau, hingga dapat mendidik putra dan putrinya menjadi anak yang sholeh, sholehah dan sukses. Semoga kesehatan dan kebahagiaan selalu Allah limpahkan kepada beliau. "Do'a Adyan dalam hatinya. Dia sangat bersyukur mempunyai keluarga seperti mereka.
Makan malam mereka pun berakhir dengan godaan Shakila yang tak henti-hentinya untuk sang abang Sedangkan kedua orang tua mereka saling menggelengkan kepalanya melihat rumah menjadi ramai kembali setelah pulangnya Adyan. Biasanya rumah akan sepi karena hanya Shakila yang menemani kedua orang tuanya, akan ramai jika Aira, Mario dan putri mereka datang berkunjung.
**
Pagi hari, Salma sudah rapi dengan gamis motif dan kerudung yang senada dengan warna bajunya duduk di sofa ruang tamu menunggu si putra satu-satunya yang sedang bersiap-siap menemaninya berbelanja.
Sedangkan suaminya, Sudah berangkat ke kantornya. Biasanya Salma akan diantar ajudan suaminya ketika bepergian untuk mengecek yayasannya maupun berbelanja, tapi karena Adyan sedang di rumah. Salma membebaskan ajudan yang sering mengantarnya hari ini.
"Bunda sudah siap? " Tanya Adyan yang sudah rapi dengan kaos polo press body warna putih dan celana jins, tak lupa ia juga memakai sepatu ket menambah ketampanannya.
"Sudah bang, ayo kita segera berangkat biar tidak kesiangan. " Ajak Salma.
"Let's Go. " Jawab Adyan dengan menggandeng bunda nya menuju mobil Pajero putih yang sudah terparkir di depan rumah.
Adyan membuka pintu samping pengemudi agar bundanya bisa masuk. Baru kemudian dia berjalan berbalik arah untuk menuju ke pintu pengemudi. Dia pun membukanya dan masuk kedalam.
Setelah memakai seatbelt dan memastikan bundanya juga memakai, Adyan segera menjalankan mobilnya menuju salah satu mal terbesar di kota Y.
Setelah setengah jam perjalanan, mereka telah sampai di depan parkir mal tersebut. Adyan memarkirkan mobilnya dan turun terlebih dahulu untuk membukakan kembali pintu mobil untuk sang bundanya.
Mereka pun segera masuk kedalam. Adyan tetap menggandeng tangan sang bunda. Kata Adyan"Biar bunda nggak hilang dan di ganggu cowok lain, nanti Adyan di gantung di pohon cabe jika bundanya di ganggu orang lain. Bundanya pun hanya mencebikkan bibirnya dengan ucapan sang putra.
Salma pun tak menolak dengan ke overprotective nya san putra, sudah mirip dengan suaminya.
"Bun, ini kita mau beli apa aja? " Tanya Adyan dengan mendorong troley yang dia ambil.
__ADS_1
"Bunda mo masak rendang, sate ayam dan ikan bakar. Jadi, kita ke stand daging dulu aja. " Ajak Salma yang mengikuti Adyan di sampingnya.
"Okey bun. " Jawab Adyan.
Mereka pun memilih daging yang segar dan ikan segar untuk di beli. Kemudian, mereka juga mampir di stand sayur dan buah. Tidak lupa mereka juga membeli kue dan pudding di stand cake snd bakery yang jadi satu dengan supermarket di dalam Mall.
"Ada yang ingin di beli lagi bun? " Tawar Adyan yang masih setia mendorong troley yang penuh belanjaan.
"Sepertinya sudah semua bang. " Jawab Salma dengan senyum ramah.
Di sekeliling mereka ada beberapa wanita muda yang memperhatikan Salma dan Adyan. Banyak yang terpesona dengan Adyan. Lelaki tampan yang tak malu mengantarkan ibunya berbelanja.
"Coba deh itu lihat, kok ada yang cowok ganteng gitu mau nganterin mamanya berbelanja. Wah sudah bener-bener calon suami idaman. " Ucap salah satu wanita.
"Eh iya tu, mamanya aja cantik pantes anaknya juga tampan. Wah coba kita bisa dekat ma dia ya. " Jawab teman dari si wanita.
Salma pun tersenyum mendengar bisik-bisik dari pengunjung tentang putranya, tapi Adyan hanya cuek dan tampak sok cold tanpa mendengarkan bisik-bisik tersebut.
"Kita ke kasir ya bun? " Ajak Adyan kepada bundanya.
Salma dan Adyan segera menuju kasir untuk membayar belanjaan mereka. Dengan telaten, Adyan menaruh belanjaan ke meja kasir agar bisa segera di total oleh petugas. Dan jangan kaget si mbaknya kasir tampak bengong melihat Adyan.
"Subhanallah ini manusia atau bidadara yang turun dari langit. " Puji si petugas kepada Adyan.
"Mbak... mbak..... sudah di hitung semuanya kah? " Tanya Adyan yang melihat si petugas belum menghitung belanjaan nya melalui barcot.
"Mbak... " Ucap Adyan kembali dengan sedikit keras.
"He... " Petugas satunya pun menyenggol lengan si petugas 1.
"Ehh.... maaf mas." Ucap si petugas yang gagap karena ketahuan bengong.
"Ini jadinya ***.*** ya bu. " Jawab Si petugas kembali setelah menghitung seluruh belanjaan Salma dengan senyum ramah.
"Iya, ini mbak. " Jawab Salma dengan menyerahkan kartu debit nya
. "Bun, pakai ini aja bun. " Pintar Adyan dengan memberikan kembali kartu debit bundanya dan di gantikan dengan kartu debitnya.
__ADS_1
"Pakai ini aja bang. " Tolak Salma halus.
"Mumpung abang di rumah bu, biar abang aja yang bayar. " Paksa Adyan kembali.
"Ya udah kalau begitu bang. " Jawab Salma dengan menaruh kembali kartu debitnya ke dalam dompetnya.
"Silahkan mas isi pinnya. "Ucap petugas ramah dengan menyerahkan mesin EDC kepada Adyan.
Adyan pun lekas mengisi pin kartu debitnya dan menyerahkan kembali ke petugas.
"Ini belanjaannya bu, mas. " Ucap petugas yang lain kepada Adyan dan Salma dengan menyerahkan 2 kantong belanjaan Salma.
"Terimakasih mbak. " Jawab Salma kepada Sang petugas. Sedangkan Adyan hanya tersenyum tipis dengan mengambil belanjaan tersebut.
Adyan dan Salma pun segera berjalan keluar dari mall menuju ke parkiran dimana mobilnya berada.
"Ternyata banyak ya bang yang naksir abang. " Goda Salma kepada Adyan setelah mereka masuk kedalam mobil.
"Masak sih bun, kakak biasa aja kok. " Adyan pun menjawab dengan santai.
"Paling abang pura-pura nggak lihat. Tadi aja bunda lihat banyak lo cewek-cewek yang memperhatikan abang. Sampai itu tadi mbaknya kasir bengong lihatin kamu. " Tambah Salma kembali.
"Biarin aja bun, berarti itu menandakan kalau abang ganteng banget bun. Nggak sia-sia dong ayah yang ganteng dan bunda yang tampan menghasilkan putra ganteng seperti abang. " Jawab Adyan dengan bangga. Padahal niatnya hanya bercanda.
"Hahahaha... kamu bisa anak bang." Salma pun ikut tertawa mendengar perkataan putranya.
"Tapi ganteng-ganteng kok nggak pernah bawa cewek ke ayah dan bunda bang? "
"Nanti bun, kalau sudah waktunya pasti abang akan bawa dia. " Balas Adyan kembali dengan fokus mengendarai mobilnya.
"Bunda harap kamu segera bawa dia bang, yang penting dia sholehah dan baik kak. " Tambah Salma menasehati.
"Harus itu bun, abang ingin mencari calon istri bun bukan pacaran seperti anak muda yang lainnya. Dan abang ingin mencari seperti bunda dan kakak agar bisa abang ajak membangun rumah tangga yang bahagia di dunia dan akhirat kelak. " Adyan menjelaskan kriteria pasangan yang ia inginkan.
"InsyaAllah bang, abang akan dapat yang sprti itu. " Salma pun ikut menyemangatinya.
****
__ADS_1