
Pagi ini ,Irsyad bangun lebih awal. Dia tersenyum mengingat aktifitas yang dilakukan bersama istrinya semalam. Irsyad menghadap ke arah Salma yang sedang tertidur lelap di sampingnya dengan rambut acak-acakan. Irsyad tersenyum, dia bahagia bisa bertemu dengan perempuan yang sampai usianya masih menjaga mahkotanya untuk suaminya.
"Mas bangga sama kamu dek, kamu bisa menjaga mahkotamu untuk mas." Ucap Irsyad dengan menaruh helaian rambut Salma ke samping telinganya.
Setelah puas memandang, Irsyad turun dari ranjang untuk membersihkan diri terlebih dahulu sebelum membangunkan istri tercintanya.
Setelah segar dan pakaian santai lengkap, Irsyad berjalan menuju ranjang untuk membangunkan istrinya.
"Dek, ayo bangun mandi habis itu kita sholat berjamaah bersama."Ucap Irsyad dengan menepuk halus pipi istrinya.
"Ehh....,"Salma menguap dan mulai membuka kedua matanya setelah merasakan ada yang menepuk pipinya.
"Mas sudah mandi ?" Jawab Salma.
"Sudah, gi sekarang sana mandi sudah mo habis waktu subhnya. Mas juga sudah siapkan air hangat di kamar mandi."
"Iya mas." Jawab Salma.
Salma membuka selimut yang membungkus tubuhnya dan turun dari ranjang dengan pelan-pelan. Dia merasakan seperti ada yang mengganjal dan perih di bagian *******.
"Bisa nggak dek atau mas bantu ke kamar mandi ?" Tawar Irsyad yang melihat raut muka Salma yang menahan sakit.
"Salma bisa sendiri mas." Tolak Salma. Salma berjalan perlahan-lahan menuju kamar mandi. Di sana, sudah tersedia air hangat di bath up. Diapun merendamkan tubuhnya untuk menghilangkan rasa sakit di ***** ******* dan meredakan pegal-pegal pada tubuhnya. Apalgi ini pengalaman pertama untuk Salma.
Tok...tok...tok
"Dek ini baju gantinya." Ucap Irsyad setelah mengetuk pintu kamar mandi.
"Bentar mas." Jawab Salma yang berdiri dan memakai handuk untuk membuka pintu. "Terimakasih mas." Ucap Salma setelah mengambil baju ganti yang sudah di siapkan Irsyad.
Salma menutup kembali pintu dan melanjutkan kegiatan mandinya. Setelah selesai, Salma menghampiri suaminya yang sudah rapi dengan baju koko dan sarungnya. Salma mengambil mukena yang sudah di siapkan Irsyad dan merekapun mulai melaksanakan sholat subuh berjamaah. Inilah kali kedua untuk mereka sholat berjamaah sebagai pasangan suami istri.
*********
"Mas, Salma ke bawah dulu ya mo lihat Aira dan bantu ibu menyiapkan sarapan." Pamit Salma setelah membereskan perlengkapan sholat dia dan suaminya.
"Ya dek, mas mau di kamar dulu nanti mas nyusul ke bawah." Jawab Irsyad yang sedang memegang handphone nya.
Setelah memakai kerudung instan berbahan kaos, Salma turun ke lantai bawah untuk melihat putrinya. Salma membuka kamar kakaknya Arin dimana tadi malam di gunakan untuk tidur dia bersama Aira dan Aina. Sedangkan Arvan, suaminya tidur bersama Adam di kamar tamu.
"Assalamualaikum putri dan keponakan bunda." Sapa Salma setelah masuk dan mendekati ranjang.
"Waalaikumcalam bunda...onty." Jawab Aira dan Aina bersama.
"Wah hebat kalian sudah bangun,padahal masih pagi ini." Puji Salma.
"Iya dong bunda, kan kami anak yang solekhah." Jawab Aira dengan bangga.
"Berarti tadi kalian sudah sholat subuh belum?"
"Udah dong." Jawab Aira dan Aina.
"Anak pintar dan sholehah," Puji Salma dengan mengacungkan kedua ibu jarinya."Mama kemana sayang, kok kalian disini sendiri ?"
__ADS_1
"Mama mau bantu masak nenek onty." Jawab Aina dengan bermain bonekah barbie bersama Aira.
"Kalian mau mandi sekarang atau nanti nak ?"
"Nanti saja bunda, Aila mo maen cama Aina dulu." Jawab Aira.
"Ya udah kalau begitu bunda mo ke dapur dulu bantu mama dan nenek masak, tapi sebelum bunda pergi kiss dulu dong bundanya." Pinta Salma dengan menyodorkan pipinya.
Aira merangkak dari ranjang menuju ke arah bundanya untuk mencium kedua pipi Salma secara bergantian dan diikuti oleh Aina.
"Terimakasih sayang, kalau begitu bunda keluar dulu ya..." Pamit Salma.
Salma keluar dari kamar Arin dan menuju dapur. Di sana sudah ada bu Murti dan Arin yang asyik memasak.
"Masak apa bu, kak?" Tanya Salma mendekati arah ibu dan kakaknya.
"Ngagetin saja sich dek, ni mo masak nasi goreng sama roti bakar untuk anak-anak." Jawab Arin.
"Gimana ni dek, malam pertamanya udah goal belum?" Tambah Arin menggoda adiknya.
"Apaan sih kak." Jawab Salma dengan malu-malu.
Arin mendekat ke arah adiknya dan menyibakkan jilbab Salma. Dia pun tersenyum.
"Cie...cie yang sekarang sudah nggak gadis lagi, sudah beralih status menjadi wanita." Goda Arin yang melihat rambut adiknya yang basah.
Blush.... Pipi Salma memerah mendengar godaan kakaknya.
"Sudah-sudah kalian itu ya sudah pada punya anak masih aja berantem. Apalagi kamu Arin kasihan adik kamu tu wajahnya jadi merah. Kayak dulu kamu nggak gitu saja." Bela bu Murti kepada Salma.
"Heheh, maaf dek mbak kan cuma bercanda. By the way, kado dari mbak sama Tania udah kamu buka belum ?".
"Belum sempat mbak." Jawab Salma.
"Payah kamu dek, besok harus kamu buka dan pakai dek biar suamimu tambah cinta sama kamu."
"Memangnya isi kadonya apa mbak ?"
"Besok lihat saja sendiri dek." Jawab Arin dengan senyuman penuh arti.
"Mbak Arin ni pakai rahasia-rahasiaan segala." Tambah Salma dengan nada kesal kepada kakaknya.
"Dari pada kalian mulai berantem lagi mending lanjutkan masaknya, biar suami dan anak-anak kalian segera sarapan." Bu Murti menengahi kedua putrinya.
Akhirnya obrolan Salma dan Arin pun terhenti dengan kesibukan mereka menyiapkan sarapan. Setelah masakan selesai, Salma dan Arin menatanya di meja makan.
"Salma, itu kamu buat teh hangat untuk ayah,suami dan kakak iparmu." Pinta bu Murti.
"Baik bu." Jawab Salma. Dia kembali ke dapur dan membuat teh.
"Arin kamu panggil suami dan anak-anak mu sekalian Aira, suruh mereka sarapan." Pinta bu Murti.
Arin menganggukkan kepalanya dan berjalan menuju kamar tamu dan kamarnya untuk memanggil suami dan anak-anak nya.
__ADS_1
Setelah membuat teh, Salma naik ke lantai atas untuk memanggil suaminya.
"Mas...." Panggil Salma setelah masuk ke kamarnya.
"Ya dek.." Jawab Irsyad yang sedang bersandar di kepala ranjang. Irsyad melambaikan tangannya agar sang istri mendekat ke arahnya.
"Sarapan dulu yuk..." Ajak Salma setelah mendekat ke arah suaminya.
Irsyad menaruh kepalanya di atas paha Salma. "Sebentar saja dek." Ucap Irsyad dengan memejamkan matanya.
Awalnya Salma kaget dengan sikap suaminya, karena melihat kenyamanan Irsyad diapun memberanikan diri untuk mengusap rambut Irsyad yang membuat Irsyad semakin nyaman.
"Terimakasih kasih dek, terimakasih sudah menerima mas menjadi suamimu." Ucap Irsyad.
"Dari kemarin mas bilang terimakasih terus, Salma kan udah bilang Salma juga bahagia bisa menikah dengan mas." Jawab Salma sambil membelai rambut suaminya.
"Dek, tadi atasan mas WA lusa mas di suruh kembali ke sana karena ada tugas, apa adek siap jika lusa adek dan Aira mas boyong ke kota P ?"
"Kapanpun mas memboyong Salma dan Aira, kami akan selalu siap mas. Tugas itu yang utama buat mas. Salma akan selalu mendukung mas." Jawab Salma.
"Tapi dengan pekerjaan kamu bagaimana dek ?"
"Sebelum Salma mengajukan cuti kemarin, Salma juga sudah bilang ke kepala sekolah bahwa Salma akan mengikuti mas tugas, jadi kemarin Salma juga sudah mengajukan resign."
"Alhamdulillah dek kalau begitu. Tinggal nanti kita urus kepindahan sekolah Aira."
"Ya mas, besok Salma mo ijin sebentar untuk ke sekolah buat pamit sama teman-teman dan menyerahkan berkas sekolah tentang anak didik Salma."
"Besok maa antar, kita berpamitan bersama. Mas juga ingin berterima kasih kepada rekan-rekan adek."
"Baik mas, ya udah sekarang kita ke bawah yuk pasti sudah di tunggu mereka." Ajak Salma kepada suaminya.
Mereka beranjak dari ranjang mereka dan berjalan beriringan menuju meja makan. Di sana nampak seluruh keluarga sudah berkumpul.
"Ayah....bunda... kok lama sih." Protes Aira kepada orang tuanya.
"Maaf tuan putri tadi ayah ada kepentingan sebentar." Jawab Irsyad.
"Ehem...ehem.....kepentingan tau kepentingan nih." Tanya Arin menggoda.
"Hehe, iya mbak tadi cuma ngobrol sebentar kok sama dek Salma." Jawab Irsyad.
"Wajar lah ma,mereka kan pengantin baru jadi pinginnya berduaan terus." Tambah Arvan.
"Mas Arvan dan mbak Arin seneng banget sih goda Salma." Ucap Salma mengerucutkan bibirnya.
"Sudah, kalian itu lihat ada anak-anak kalian disini. Malu bicara masalah seperti itu di sini. Ayo nak Irsyad kita mulai sarapannya." Ucap pak Handoko kepada anak dan menantunya.
"Iya yah." Jawab Irsyad. Dia duduk di kursi samping Aira dan Salma.
Mereka sarapan dengan kebersamaan dan suka cita. Meja makan yang biasanya sepi, ini tampak rame dengan kehadiran keluarga baru di tengah-tengah keluarga pak Handoko.
"Yah, nanti setelah sarapan ada yang ingin Irsyad sampaikan.......
__ADS_1