Bunda Untuk Aira

Bunda Untuk Aira
Kakak Aira


__ADS_3

Happy Reading


********


"Alhamdulillah dek mas nggak nyangka secepat ini akan di karuniai anak kembali." Ucap Irsyad bergetar ketika memegang kedua benda pipih yang di berikan istrinya. Irsyad mendekati Salma dengan berlinang air mata.


"Iya mas,alhamdulillah Salma akan menjadi bunda lagi." Jawab Salma dengan menangis gembira.


"Terimakasih dek,terimakasih dek sudah memberikan kebahagian seperti ini." Tambah Irsyad dengan mencium seluruh wajah Salma secara bergantian.


Salma pun hanya diam dan tersenyum dengan perlakuan suaminya. "Ya Allah terima kasih atas karunia yang Engkau berikan kepada keluarga kecil kami." Ucap Salma dalam hati.


"Ya udah habis ini kita ke rumah sakit buat periksa kamu." Ajak Irsyad setelah melepaskan pelukannya kepada sang istri.


"Tapi Aira bagaimana mas,tunggu dia ya biar sekalian nanti dia ikut dan tahu bahwa sebentar lagi dia akan menjadi kakak." Jawab Salma.


"Betul dek,moment ini sudah di nanti-nantikan Aira. Pasti dia sangat bahagia." Ucap Irsyad.


"Ya udah sekarang adek berbaring dulu aja sambil nunggu Aira pulang. Biar mas aja yang masak untuk hari ini." Tambah Irsyad dengan menggiring Salma menuju ke atas ranjang.


Salmapun menurut kepada suaminya. Dian berjalan menuju ranjang dan membaringkan tubuhnya.


"Mas kan baru pulang latihan pasti capek,mas istirahat dulu saja." Pinta Salma yang kasihan melihat suaminya yang pasti kelelahan setelah seminggu mengikuti latihan.


"Mas nggak capek dek,semua kelelahan mas hilang setelah mendengar kabar bahagia ini." Jawab Irsyad dengan ikut berbaring di ranjang dan memeluk Salma. Tidak lupa dia juga mencium ujung kepala Salma dengan sayang.


Salma sangat bahagia dengan sikap yang ditunjukkan sang suami. Dia menikmati setiap pelukan darinya.


"Dek bagaimana nanti setelah kita periksa ke dokter kandungan,kita telpon ayah dan ibu."


"Boleh mas,ini kabar bahagia jadi mereka juga harus tahu." Jawab Salma dengan mendongakkan wajahnya ke atas menghadap wajah suaminya.


"Ya udah mas mau mandi dulu dan bersih-bersih dulu. Mas udah gerah ni." Ucap Irsyad dengan melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Iya mas,mas mandi dulu gi biar segar." Jawab Salma.


Irsyad pun bangun dan berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai mandi,dia kembali ke kamar untuk melihat istrinya.


"Oh ternyata istriku yang cantik sedang tidur."Ucap Irsyad pelan di samping Salma. Dengan pelan-pelan dia membenarkan tidur istrinya dan tidak lupa menyelimutinya.


Irsyad meninggalkan kamar dan bergegas menuju dapur untuk memasak. Karena dulu dia pernah tinggal sendiri dan sebagai seorang tentara dia di latih untuk bertahan hidup di tengah hutan ketika di tugaskan di medan konflik,Irsyad pun bisa memasak ala kadarnya.


Irsyad membuka kulkas dan mengambil ayam yang mungkin kemarin sudah di ungkap Salma sehingga dia tinggal menggorengnya. Dia juga mengambil Pok Cay yang akan dia masak sayur bening. Setelah mengambil semua bahan,Irsyad mulai memasak dengan lincahnya. 30 menit waktu yang di gunakan Irsyad untuk menyelesaikan masaknya.


Setelah selesai dia menatanya di meja. Sambil menunggu istrinya bangun,Irsyad tidak sungkan untuk membersihkan rumah apalagi setelah tahu jika sang istri sedang mengandung anaknya. Dia berteguh jika akan membantu Salma untuk membersihkan rumah agar sang istri tidak kecapekan.


"Assalamualaikum bunda Aila pulang."Ucap Aira yang sedikit keras dari depan rumah.


"Waalaikum salam." Jawab Irsyad yang sudah menghampiri putrinya di depan. Di sana dia juga melihat ada mbak Rosa dan Rio yang mengantarkan Aira.


"Loh kok princess ayah jam segini sudah pulan?"Tanya Irsyad setelah menghampiri sang putri tidak lupa dia juga mengangkat Aira ke gendongannya dan mencium pipi Aira karena sudah seminggu dia tidak bertemu.


"Iya om tadi pagi waktu aku antar Aira sama Rio gurunya bilang akan ada rapat jadi anak-anak akan di pulangkan lebih awal."Jelas Rosa.


"Sama-sama om,kalau boleh tahu tante Salma sudah sembuh belum om soalnya tadi pagi wajahnya tampak pucat."Tambah Rosa yang khawatir dengan keadaan Salma.


"Baru istirahat mbak,alhamdulillah sekarang sudah mendingan dan baru tidur." Jawab Irsyad.


"Oh ya udah om kalau begitu kami permisi dahulu,karena om sudah pulang pasti papanya Rio juga udah pulang."Pamit Rosa.


"Ya mbak,sekali lagi terimakasih ya."Ucap Irsyad.


"Ya om,kami permisi Assalamualaikum."


"Waalaikum salam."Jawab Irsyad.


"Sayang ayo ganti baju dulu habis itu nanti kita makan dan antar bunda ke dokter." Ucap Irsyad dengan mengajak putrinya menuju ke kamarnya.

__ADS_1


"Bunda masih sakit ya yah?" Tanya Aira.


"Alhamdulillah sudah tidak sayang tapi bunda baru tidur. Oh ya Aira suka nggak kalau bentar lagi Aira punya adik?" Jelas Irsyad setelah menaruh putrinya di atas ranjang. Tidak lupa dia juga melepas sepatu Aira.


"Suka dong ayah kan Aila mau punya adik sepelti teman-teman Aila jadi nanti bisa di ajak maen."Jawab Aira dengan logat anak-anak.


"Bentar lagi princess ayah akan di panggil kakak Aira karena di perut bunda ada adik Aira sekarang."Ucap Irsyad bahagia dengan berjongkok mensejajarkan tubuh Aira.


"Jadi di pelut bunda ada adiknya yah"Ucap Aira memastikan kabar yang sampaikan ayahnya.


"Iya sayang bentar lagi Aira mau punya adik."Jawab Irsyad dengan tersenyum.


"Hole......hole.......bentar lagi Aila punya adik sepelti Zahla....."Airapun bersorak kegirangan.


Irsyad tersenyum bahagia melihat antusias Aira. "Ya udah sekarang Aira ganti baju duly setelah itu kita ke kamar ayah untuk membangunkan bunda."Ajak Irsyad yang sudah menyiapkan baju ganti Aira.


"Siap ayah." Jawab Aira dengan gembira.


Irsyad mulai melepas seragam Aira dan digantikan dengan baju santai. Aira pun tak berhenti berceloteh bercerita tentang kejadian di sekolah dan berkhayal apa yang harus dia lakukan ketika punya adik.


Irsyad kadang kala menyauti cerita Aira dengan tersenyum. "Alhamdulillah Aira mau menerima kehadiran adiknya."Batin Irsyad.


"Ayo sayang kita bangunin bunda,pasti tadi pagi kamu belum makan nasi kan?,jadi sebelum antar bunda kuta makan dulu."


"Ayo ayah,Aila ingin cepat beltemu bunda."Aira bersemangat menarik tangan ayahnya menuju ke kamar ayahnya untuk membangunkan bundanya.


Dengan menarik tangan ayahnya Aira segera menuju kamar bundanya. Disana dimelihat bundanya sedang tertidur di ranjang. Dengan langkah pelan-pelan Aira dan Irsyad berjalan mendekati Salma agar tidak membuat bundanya kaget.


Aira duduk di tepi ranjang samping bundanya tertidur. Dia mulai mengamati wajah bundanya dengan tersenyum bahagia. Dia memegang perut bundanya yang masih rata dan tertutup daster yang di pakai bundanya.


Dia masih ingat dengan cerita temannya,jika adik bayi tinggalnya di perut bundanya. Jadi sebelum keluar dedek bayi akan berada di perut.


Irsyad pun tersenyum melihat gerak putrinya yang sedang mengelus perut bundanya. Salma yang merasakan sentuhan diperutnya,perlahan-lahan membuka matanya. Dan dia melihat sang putrilah yang melakukan. Diapun tersenyum.

__ADS_1


"Sayang sudah pulang?" Tanya Salma dengan suara serak khas bangun tidur.


"Bunda..........


__ADS_2