Bunda Untuk Aira

Bunda Untuk Aira
Rencana Mama-mama kece


__ADS_3

Happy Reading....


🌹🌹🌹🌹


"Kok papah tahu? " Tante Nita pun penasaran karena sang suami sudah tahu terlebih dahulu.


Om Randypun menceritakan semuanya bagaimana Adyan yang merelakan dirinya pindah tugas hanya untuk menjaga Tisha.


"Semoga benar ya pah, mereka bisa sampai ke jenjang lebih serius. karena mama yakin jika Adyan lelaki yang pas dan cocok untuk putri kita." Ucap tante Nita setelah sang suami menceritakan semuanya. Dia bersyukur akhirnya Adyan mau menerima putrinya. Beliau masih ingat bagaimana terpuruknya sang putri ketika di tolak berkali-kali oleh Adyan. Sebagai seorang ibu, beliau juga merasa kasihan kepada sang putri yang mencintai seseorang yang tak bisa ia gapai. Meskipun sebenarnya beliau dan sang suami bisa saja langsung menjodohkan Adyan dan Tisha karena memang beliau dan orang tua Adyan saling kenal dan lebih dari itu mereka sudah bersahabat. Tapi, tante Nita berkaca dari pengalamannya, beliau tidak ingin Tisha mengalami apa yang beliau alami ketika memaksakan kehendaknya.


"Papa tahu, dulu mama sempat merasa kasihan dengan putri kita karena selalu di tolak oleh Adyan. Sampai bunda ingin menjodohkan mereka berdua. Tapi mama nggak mau memaksakannya pah, mungkin dulu memang Tisha sangat mencintai Adyan sampai dia selalu menangis ketika ada kata-kata pedas yang selalu Adyan lontarkan untuk Tisha. Dia pun menangis jika sudah sampai rumah. beberapa hari mengurung dirinya. Mama berkaca dari pengalaman mama. " Jelas tante Nita.


. "Maafkan papa yang dulu ma. Itu semua juga salah papa. Papa dulu yang gila jabatan hingga menyakiti hati mama. " Om Randy pun merasa bersalah ketika mengingat kejadian kelam akibat ulah dirinya.


"Ini juga salah mama juga pah, yang karena cintanya sama papa sampai meminta bantuan papa untuk meminta papah menikahi mama. Padahal saat itu mamah juga nggak tahu bagaimana perasaan papah sebenarnya pada mama. Tapi dengan seenak jidat, mamah maksa, papah untuk nikahi mamah. Kemarin adalah pengalaman buruk kita pah, mungkin jika tidak ada masalah yang dulu mama dan papa tidak akan sebahagia ini." Tante Nita yang mendengar ucapan om Randy yang sangat menyesali semua perbuatannya yang dulu, memegang pundak beliau untuk menyemangatinya. Karena beliau sangat yakin di balik sebuah cobaan pasti ada hikmah dan kebahagian yang Allah rencanakan di keluarga mereka.


"Benar ma, papah sadar masalah dulu sudah menjadi pelajaran Papah untuk menjadi orang yang lebih baik lagi. " Ucap Randy akhirnya.


Kedua orang paruh baya inipun sangat menikmati waktu dimana mereka saling mencintai. Om Randy sudah tidak pernah lagi mengulangi kesalahannya kembali. Cukup sekali kejadian tragis itu terjadi padanya. Apalagi dengan kejadian yang menimpa sang putri, membuat beliau mawas diri dan lebih mendekatkan lagi kepada Sang Maha Kuasa.


"Lebih baik sekarang kita istirahat pah, ini juga sudah malam. Apalagi besok papah juga harus mengunjungi kota S. " Ajak tante Nita.


Om Randy pun menganggukkan kepalanya. Beliau pun akhirnya berjalan berdua menuju ke kamar mereka untuk beristirahat.


**


Pagi harinya, setelah Tisha yang berangkat ke kampus dengan di antar Adyan serta suaminya berangkat kerja, tante Nita juga bersiap-siap untuk bertemu dengan bunda Salma. Beliau sudah berjanji akan bertemu pada pukul 10 siang di restauran.

__ADS_1


Kemarin malam sebelum tidur, beliau menyempatkan diri untuk mengirim pesan kepada bunda Salma untuk di ajak bertemu. Beliau mempunyai rencana untuk sang putri dan semoga bunda Salma pun akan menyetujui rencana beliau karena akan menyangkut hubungan Tisha dan Adyan.


Tidak lupa, tante Nita sudah meminta izin kepada sang suami. Om Randy pun mengizinkannya selagi hal itu positif. Sedangkan Tisha, dia tidak tahu karena memang tante Nita tidak bercerita.


Setelah mengganti bajunya dengan gamis simple dan elegan serta menenteng tas branded di tangan kanannya, tepat jam setengah 10 tante Nita di antar oleh supirnya menuju ke Restaurant yang sering beliau kunjungi.


Tante Nita masuk kedalam restauran dimana di depan pintu sudah ada pelayan yang menyapa pengunjung.


"Selamat pagi ibu. Semata datang di Restauran kami. Bisa kami bantu? " Sapa seorang pelayan perempuan kepada tante Nita.


"Selamat pagi mbak. Saya ingin booking 1 meja VIP. " Jawab tante Nita. Beliau memesan meja VIP agar beliau leluasa berbicara dengan sahabatnya tante Salma.


"Baik bu, mari saya antar. " Ucap pelayan itu kembali dengan ramah.


"Iya mbak. Terima kasih. " Tante Nita pun dengan diantar si pelayan berjalan di ruang khusus yang lebih tertutup.


"Silahkan ibu, ini daftar menunya. " Ucap pelayan kembali setelah menyerahkan daftar menu ke tante Nita


"Baik ibu, saya sudah mencatat pesanan anda. Mohon tunggu sebentar ya bu. "


"Ya mbak, tapi nanti saya minta tolong jika aja teman saya mencari saya tolong antarkan kesini ya. " Pinta tante Nita.


"Baik ibu, kalau begitu saya pamit dulu. "


Tante Nita memainkan hpnya sambil menunggu kedatangan bunda Salma. Beliau membaca pesan di WA group teman-temannya arisan. Grupnya pun tak se waw ibu-ibu sosialita para istri pejabat yang memamerkan kekayaannya, grup tante Nita berisi istri-istri para jendral yang masih selalu menjaga nama baik sang suami. Mereka malah sering mengadakan bakti sosial tanpa harus menguploadnya di sosial media. Karena bagi mereka, cukup mereka dan Allah saja yang tahu karena niatnya memang ingin berbagi dan saling membantu orang yang membutuhkan.


Tak berselang lama pintu ruangan dimana tante Nita itupun di buka. Dan bunda Salma berjalan masuk ke dalam setelah di antar oleh pegawai yang tadi membantu Nita.

__ADS_1


"Terima kasih ya mbak. " Ucap bunda Salma.


"Sama-sama ibu, kalau begitu saya pamit dulu ke depan. "


"Mbak tunggu sebentar. " Panggil tante Nita.


"Iya ibu. " mbaknya pun mendekat ke arah tante Nita.


"Ini buat mbak. " Ucap tante Nita dengan memberikan selembar uang berwarna biru.


"Terimakasih ibu. " Mbaknyapun tersenyum bahagia karena mendapat tips dari pengunjung.


"Ini saya tambahin mbak. " Bunda Salma pun ikut menyodorkan selembar uang biru juga.


Mbaknya pun berbinar karena ada pengunjung yang mau memberikan tips untuk dirinya. Apalagi ini tanggal tua, lumayan bisa buat membeli makanan di rumah.


"Maaf ya mbak sudah nunggu lama. " Ucap bunda Salma setelah beliau duduk.


"Nggak papa kok, aku juga barusan datang. " Balas tante Nita.


"Udah pesan mbak? "


"Tadi udah sekalian biar nggak nunggu lama. Tapi santai pesanannya tak sesuaikan dengan lidah kita. " Jawab tante Nita dengan gelak tawa.


"Terima kasih loh mbak " Ucap bunda Salma.


"Oh iya ini kok tumben mbak Nita mengajak saya makan di sini? " bunda Salma pun bertanya karena memang belum tahu pasti apa yang akan tante Nita bicarakan.

__ADS_1


"Maksud aku ngundang mbak karena ingin.... "


🌹🌹🌹🌹


__ADS_2