Bunda Untuk Aira

Bunda Untuk Aira
Berfikir


__ADS_3

Happy Reading ........


*******


Setelah selesai menikmati ice cream nya, Aira merengek kepada ayahnya untuk pulang. Mungkin karena kelelahan dan sedikit adegan yang membuat dia tadi menangis membuat Aira rewel. Mungkin Aira sedang mengantuk. Pikir Irsyad. Mereka pun keluar kedai untuk melanjutkan pulang ke rumah Salma. Karena Aira sedikit rewel, membuat Irsyad menggendongnya sedangkan Salma berjalan mensejajarkan langkah Irsyad menuju mobil di parkiran.


"Mas, maaf biar Aira saya pangku saja." Pinta Salma.


"Terimakasih," Jawab Irsyad dengan memindahkan Aira ke gendongan Salma.


Salma menerima Aira dalam gendongannya. Irsyad membukakan pintu untuk Salma. Setelah Salma masuk, Ia memakai safebelt sedangkan Aira masih diam di pangkuaan Salma.


Irsyad pun masuk ke mobil dan menjalankan mobilnya menuju ke rumah Salma. Suasana di dalam mobil menjadi hening, di tambah lagi dengan permintaan Aira kepada Salma ketika di kedai ice cream menambah kecanggungan antara Irsyad dan Salma.


"ehm....ehm." Irsyad berpura-pura batuk untuk mencair kan suasana. " Terimakasih ya Ma udah nemenin Aira maen seharian ini." Ucap Irsyad kepada Salma.


"Sama-sama mas, Salma juga seneng kok bisa bermain dengan Aira." Jawab Salma dengan menepuk-nepuk Aira yang sedang tertidur.


"Untuk masalah tadi,saya minta maaf jika permintaan Aira membuat kamu risih."


"Nggak kok mas, Salma nggak tega melihat Aira bersedih mas. Saya pikir selama ini Aira anak yang ceria, tapi ternyata ia menutupi kesedihannya. Padahal Aira masih kecil mas." Tambah Salma.


"Saya juga sebenarnya sedih melihat putri saya menangis. Saya seperti seorang ayah yang gagal membahagiakan putrinya." Ucap Irsyad dengan raut muka yang tampak sedih dengan menyetir mobilnya.


"Mas nggak boleh bilang seperti itu, mas Irsyad sudah menjadi seorang ayah yang hebat untuk Aira. Mungkin memang Aira membutuhkan sosok ibu mas. Wajar jika Aira merasa iri dengan teman-temannya, karena pasti setiap hari Aira akan melihat pemandangan dimana teman-teman Aira diantar bundanya ke sekolah."Salma menjelaskan dengan nada lembut kepada Irsyad.


Tak terasa obrolan mereka pun berhenti setelah sampai di depan rumah Aira.


"Terimakasih kasih sarannya." Ucap Irsyad dengan mencopot safety belt nya.


"Sama-sama mas." Salma menjawabnya dengan senyum tipisnya.

__ADS_1


"Biar saya bukakan pintunya dulu, nanti kamu kerepotan jika turun dengan menggendong Aira." Pinta Irsyad kepada Salma.


Salma menganggukkan kepalanya. Irsyad turun dari mobil menuju pintu dimana Salma duduk. Setelah membukanya, Irsyad mengangkat Aira dari gendongan Salma dan memindahkannya ke kursi belakang. Setelah memastikan Aira tidur dengan nyaman, Irsyad menutup pintunya menuju di mana Salma berdiri.


"Terimakasih atas waktunya, dan sekali lagi saya minta maaf ya.Tolong sampaikan om dan tante saya tidak bisa mampir karena Aira tidur." Pamit Irsyad kepada Salma.


"Iya mas, sama-sama. Terimakasih juga sudah mengajak saya pergi. Dan nanti saya sampaikan kepada ayah dan ibu.Hati-hati ya mas."Ucap Salma dengan nada lembut.


Irsyad menganggukkan kepalanya dan pamit kepada Salma. Irsyad masuk ke mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan sedangenuju rumahnya. Sedangkan Salma menunggu Irsyad melakukan mobilnya menjauh dari rumah Salma. Setelah tidak terlihat, Salma pun masuk kedalam rumah.


"Assalamualaikum ayah ibu Salma pulang " Ucap Salma membuka pintu dan masuk ke rumahnya."


"Waalaikumsalam salam, Kok sendirian nak ?" Jawab pak Handoko.


"Eh iya yah, tadi mas Irsyad t


itip pesan tidak bisa mampir karena Aira tadi tertidur di dalam mobil." Salma menjelaskan kepada Ayahnya tentang Irsyad.


"La ibu kemana ini yah ?" Tanya Salma.


"Ibu tadi mau menjenguk bu Tisnah yang baru pulang dari rumah sakit bersama ibu-ibu pengajian."


"Ya udah kalau begitu Salma masuk dulu yah, mo bersih-bersih ". Pamit Salma kepada Ayahnya.


Salma berjalan menuju kamar nya. Setelah sampai kamar iya mencopot hijabnya dan bajunya menuju ke kamar mandi. Setelah 15 menit, Salma keluar dari kamar mandi dan mengganti pakaian dengan daster panjang dengan lengan pendek. Ia melaksanakan Sholat Ashar karena waktu sudah masuk untuk sholat Ashar. Setelah selesai sholat, Salma merebahkan tubuhnya di ranjang. Ia menerawang dimana tadi ketika ia harus berada di dekat orang yang ia kagumi. Berfikir dengan permintaan Aira. Dan melihat tanggapan dari Irsyad ketika mendengar permintaan Aira. "Mengagumimu dalam diam adalah caraku mencintaimu."


******


Di lain tempat, di Rumah Irsyad. Setelah sampai di rumah nya, Irsyad memarkirkan mobilnya di garasi. Ia keluar dan membuka pintu belakang.Dia mengangkat tubuh putrinya dan menutup pintu mobil dengan si ku nya.


Tok....tokk.tokk.... Irsyad mengetuk pintu rumahnya dengan susah karena sedang menggendong Aira. Setelah beberapa saat pintu di buka oleh bi ijah.

__ADS_1


"Assalamualaikum bi." Ucap Irsyad.


"Waalaikumsalam den, Non Aira tidur ya den.Biar bibi bantu den." Ucap bi Ijah kepada Irsyad.


"Tidak usah bi, biar saya saja. " Tolak Irsyad. "Ayah dan ibu kemana bi ?" tanya Irsyad mencari keberadaan orangtua nya.


"Nyonya dan tuan sedang di ruang keluarga den."Jawab Irsyad.


"Ya udah kalau begitu bi, saya masuk dulu mau menaruh Aira di kamar." Pamit Irsyad.


"Baik den."


Irsyad berjalan menuju kamarnya. Ia akan menaruh Aira di kamarnya. Karena Irsyad di rumah, Aira tidur bersamanya meskipun Aira punya kamar sendiri. Apalagi Nisa masih cuti pulang kampung. Irsyad berjalan melewati ruang keluarga dimana disana sudah ada ayah dan ibu nya yang sedang asyik menonton televisi.


"Assalamualaikum yah bu." Ucap Irsyad.


"Waalaikum salam" Bu Ronah dan pak Jaka menjawab bersama.


"Udah pulang nak ?" Tanya bu Ronah yang melihat putranya pulang bersama cucunya di gendongan.


"Iya bu, Irsyad masuk dulu ya mo naruh Aira.


"Ya udah cepet taruh putrimu di kamar."


"Baik bu."


Irsyad berjalan menuju kamarnya. Setelah membuka pintu kamarnya, Irsyad menaruh Aira di ranjang dan mencopot jilbab dan sepatunya. Setelah memasang selibut di tubuh Aira, Irsyad masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan menunaikan sholat Ashar.


Irsyad sudah selesai melaksanakan sholat nya. Ia menuju ranjang dan ikut berbaring di samping putrinya. Ia mengamati wajah putrinya yang sangat mirip dengan almarhumah istrinya. Dia juga berfikir dengan permintaan Aira.


"Sayang, ayah sedih jika melihat kamu menangis nak. Ayah akan berusaha semaksimal ayah untuk membahagiakan mu. "Ucap Irsyad lirih agar tidak membangunkan putrinya. "Apa ini waktunya kamu membutuhkan bunda nak ?" tanya Irsyad sambil mencium kening Aira."Apa yang harus ayah lakukan apa onty Salma cocok untuk jadi bunda untukmu ?" Apa harus meminta pendapat ibu tentang Salma?" .

__ADS_1


"Mungkin bertanya dan meminta pendapat ibu bisa mengurangi beban pikiranku." Ucap Irsyad dan masih mengecup kening putrinya. Irsyad pun memejamkan matanya dengan memeluk Aura. Tak terasa ia pun ikut menyusul putrinya menuju alam mimpi.


__ADS_2