Bunda Untuk Aira

Bunda Untuk Aira
Mencoba


__ADS_3

Happy Reading .....


Setelah kemarin malam Irsyad berfikir tentang permintaan Aira, paginya setelah Irsyad mengantar Aira ke sekolahnya, Ia akan mencoba berbicara kepada ibunya. Meminta pendapat dan saran yang terbaik untuk putrinya. Irsyad akan berusaha semaksimal mungkin untuk membuat putrinya bahagia.


Setelah bangun dan menunaikan kewajibannya, Irsyad menyiapkan perlengkapan Aira ke sekolah. Ia mengambil seragam apa yang di pakai hari ini. Kurang 1 minggu lagi Irsyad kembali ke tempat ia bertugas. Sehingga sisa waktu liburan ini akan di manfaatkan Irsyad untuk melayani putrinya seperti menina bobok kan, memandikan dan mengantar Aira ke sekolah.


Jam menunjukkan pukul 6 pagi. Irsyad mulai membangunkan putri kecilnya.


"Sayang, ayo bangun sudah pagi ini nanti telat lo ke sekolah." Irsyad membangunkan Aira dengan menepuk-nepuk punggung Aira.


Karena merasa tidurnya terganggu, Aira pun mulai sedikit membuka matanya.


" Aila macih ngantuk ayah." Ucap Aira yang memanyunkan bibirnya karena merasa terganggu.


" Ya udah kalau putri ayah nggak bangun nanti ayah nggak mau ah nganterin Aira ke sekolah." Goda Irsyad kepada Aira.


"Antelin dong yah, Aila maunya di antelin ayah." Rajuk Aira.


" Ya udah nanti ayah yang nganterin, tapi sekarang bangun dulu dong." Pinta Irsyad dengan mencium pipi Aira karena gemas dengannya.


"Iya....iya Aila bangun tapi jangan cium lagi yah, geli." Aira pun bangun karena merasa ada yang menusuk-nusuk pipinya dan dia duduk bersandar di ranjang untuk mengumpulkan nyawanya.


"Ayo sayang, itu air hangatnya sudah ayah siapkan nanti dingin lo." Ajak Irsyad kepada putrinya dengan sabar.


Setelah benar-benar bangun Aira turun dari ranjangnya menuju kamar mandi dan di ikuti oleh Irsyad.


Irsyad dengan telaten memandikan Aira . Ia memberikan sabun ke seluruh tubuh Aira. Setelah Aira bersih, Irsyad mengambil handuk yang sudah tersedia. Ia memakaikannya ke Aira dan menggendongnya menuju ranjang.


"Wah putri ayah sudah cantik!" Puji Irsyad setelah selesai memakaikan seragam dan kerudung Aira.


"Makacih ayah." Jawab Aira dengan mencium pipi Irsyad.


"Aira tunggu sini dulu ya, ayah mau ganti baju dulu." Pamit Irsyad menuju almari mengambil kemeja kotak warna putih hitam dan celana bahan warna cream. Setelah itu ia pergi ke kamar mandi untuk berganti pakaian.


Setelah selesai berpakaian, Irsyad menggendong Aira yang sudah siap dengan tas di pundaknya menuju meja makan. Seperti biasa pak Jaka dan bu Ronah sudah berada di meja makan. Bi Ijah sudah menyiapkan sarapan untuk pagi ini. Ada nasi goreng dan sarapan kesukaan Aia roti selai stroberi dan segelas susu coklat sudah berada di meja.


"Celamat pagi opa oma." Ucap Aira yang masih dalam gendongan ayahnya.


"Selamat pagi cucu oma opa." Jawab pak Jaka.


"Aira mau sarapan nasi goreng atau roti sayang ?" bu Ronah menawarkan makanan kepada Aira dengan mendekati kursi dimana Irsyad mendudukkan Aira.


"Aila mau ini aja oma." Jawab Aira dengan menunjukkan sepotong roti selai stroberi di depannya.

__ADS_1


"Ya udah sekarang Aira sarapan dulu ya." Pinta bu Ronah. "Kamu mau sarapan apa nak ?" Bu Ronah bertanya kepada Irsyad.


"Nasi goreng saja bu."Ucap Irsyad.


Bu Ronah mengambilkan sepiring nasi goreng beserta telor ceplok yang di hidangkan di depan meja Irsyad. Sedangkan Pak Jaka sedang fokus membaca koran beserta minum secangkir kopi di depannya.


"Terimakasih bu." Ucap Irsyad. "Bu nanti setelah Irsyad antar Aira ke sekolah apa Irsyad boleh berbicara sama bu ?" Tanya Irsyad setelah selesai mengunyah sesendok nasi goreng.


"Boleh nak, kalau boleh tau tentang apa nak ?" Jawab bu Ronah.


"Nanti saja bu." Ucap Irsyad.


"Ya udah kamu selesaikan sarapanmu dulu dan antar Aira ke sekolah." Pinta bu Ronah kepada putra sulungnya.


"Ya bu."


Mereka bersarapan dengan tenang. Setelah selesai bersarapan, Irsyad berpamitan kepada kedua orang tuanya untuk mengantar Aira ke sekolah.


"Yah, bu Irsyad antar Aira dulu ya." Pamit Irsyad kepada orang tuanya. Ayo sayang pamit sama opa oma dulu." Irsyad mengajak Aira untuk bersalaman dengan Oma dan opanya.


"Opa Aira belangkat dulu ya." Pamit Aira kepada opanya dengan menyalaminya.


Pak Jaka yang mendengar cucunya berpamitan pun sudah melipat korannya dan menerima Aira. "Belajar yang rajin ya sayang " Pinta Pak Jaka dengan mencium kening Aira.


"Iya sayang, belajar yang rajin ini oma bawain bekal buat makan di sekolah nantinya." Bu Ronah juga mencium cucunya.


"Telimakasih oma." Jawab Aira sambil menerima bekal dan menaruhnya di tas.


"Ayah ibu Irsyad berangkat dulu, Assalamualaikum." Irsyadpun berpamitan kepada kedua orang tuanya.


"Waalaikumsalam." Jawab pak Jaka dan bu Ronah bersamaan.


"Hati-hati nak." Nasehat bu Ronah.


Irsyad dan Aira keluar rumah menuju mobil yang sudah terpakir di depan rumah. Irsyad melakukan mobilnya menuju ke sekolah Aira. Setelah sampai, Irsyad memarkirkannya di samping gerbang dan mengantarkan Aira masuk ke kelasnya.


Irsyad jga tidak lupa menyapa satpam di sekolah Aira.


"Pak saya duluan ya." Pamit Irsyad kepada pak Dodi.


"Loh pak Irsyad kok buru-buru." Jawab Pak Dodi.


"Iya pak soalnya ada kepentingan. Saya duluan pak Assalamualaikum."

__ADS_1


"Hati-hati pak Waalaikumsalam."


Irsyad pun berjalan menuju samping parkir dan masuk ke dalam mobilnya. Ia melakukan mobilnya kembali ke rumahnya. Setelah 30 menit perjalanan, Irsyad sampai di rumahnya. Tidak lupa Ia memarkirkan mobilnya di depan rumah dan masuk kedalam rumah.


"Assalamualaikum."


"Waalaikum salam". Jawab Pak Jaka. "Sudah pulang nak ?" Tanya pak Jaka yang sedang duduk di ruang tamu.


"Iya yah, " Irsyad menghampiri ayahnya untuk bersalaman. Setelah itu Ia duduk di kursi samping sebelah pak Jaka.


"Ibu kemana yah ?" Tanya Irsyad.


"Baru ke kamar mandi nak. Tunggu sebentar lagi jga kesini."


Setelah beberapa menit ada suara langkah kaki yang terdengar mendekati pak Jaka dan Irsyad.


"Sudah pulang nak ?"Bu Ronah menyapa putranya sambil duduk di sebelah pak Jaka.


"Ya bu baru saja." Jawab Irsyad dan mendekati ibunya untuj bersalaman.


"Oh ya tadi pagi kamu bilang mau bicara sama ibu, mo bicara apa nak ?"


"emmm..... begini yah bu. (Irsyad menjeda bicaranya dengan mengambil napas ). Irsyad Ingin meminta pendapat ayah dan ibu."


"Pendapat apa nak ?" Pak Jaka pun penasaran dengan apa yang akan di sampaikan putranya.


" Ini tentang Aira bu yah ."


"Memangnya Aira ada apa nak ?" Bu Ronah semakin penasaran dengan putranya.


"Kemarin waktu Aira, Salma dan Irsyad pergi ngantar Aira bermain. Aira meminta Salma untuk menjadi bundanya."


"Benarkah nak ?" Tanya bu Ronah.


"Iya yah bu, ketika Salma tidak bisa menjawab permintaan Aira, Aira sampai menangis. Menurut ibu Salma seperti apa ya bu, kan ibu yang sudah kenal lama dengan Salma."


"Kalau menurut ibu, serelah beberapa kali bertemu nak Salma anaknya baik nak. Dia tampak sekali dan tulus menyayangi Aira.". Jelas bu Ronah.


"Menurut ayah juga seperti itu nak.Beberapa kali bertemu nak Salma, anaknya baik sekali. Tidak ada sikap yang di buat-buat oleh dia. Dia juga tampak sayang sama anak-anak. " Pak Jaka ikut menambahi.


"Oh begitu ya yah bu."


"Jangan bilang kamu ingin menjadikan nak Salma menjadi bunda beneran buat cucu ibu nak ?"Tanya bu Ronah dengan senyum. Tidak lupa bu Ronah juga melirik ke arah suaminya dengan mengedipkan matanya untuk memberikan kode.

__ADS_1


__ADS_2