
Happy Reading
************
Dengan setia,Randy menemani sang istri masuk ke ruang bersalin. Dan tanpa mau melepaskan genggaman tangannya di tangan sang istri sebagai rasa dukungan kepada Nita dalam berjuang untuk melahirkan buah cinta mereka.
"Sayang,kamu harus kuat. Mas akan selalu menemani kamu." Bisik Randy lembut ke telinga sang istri yang sedang meringis menahan rasa sakit. Sedangkan seorang dokter wanita dan suster sedang mempersiapkan alat-alat untuk bersalin.
"I....ya mas." Jawab Nita dengan suara lemah.
"Sekarang sudah pembukaan penuhya bu,ibu dengarkan instruksi saya." Ucap dokter lembut.
Nita pun mengganggu kan kepalanya.
"Sayang boleh pukul mas atau cakar mas buat meredakan sakit mu." Pinta Randy kepada istrinya. Dia merasa kasihan kepada Nita yang sangat kesakitan dalam proses persalinan.
Nita hanya melihat sekilas sang suami dengan mendengarkan aba-aba dokter yang menanganinya dengan mencangkar tangan sang suami yang setia menggenggam tangannya sebagai pelampiasan rasa sakit yang sedang ia rasakan.
"Maafin aku Yang,yang pernah nyakitin kamu. Tanpa melihat ketulusan hatimu mencintaiku dan begitu sabarnya kamu merawat ku di saat aku jatuh. Dan sekarang kamu berjuang melahirkan buah hati kita. Maafkan suamimu yang berdosa ini." Ucap Randy dalam hati dengan mata yang basah melihat perjuangan sang istri dan mengingat kesalahan yang fatal dia kepada Nita.
"Ayo lagi bu,tarik napas dan keluarkan." Ucap sang dokter memberi aba-aba.
"Huh...hah.....,mas nggak kuat." Ucap Nita dengan mata berkaca-kaca.
"Ayo sayang,pasti kamu bisa." Jawab Randy memberikan semangat kepada sang istri dengan mengelus lembut rambutnya.
"Sebentar lagi bu,ini kepalanya sudah terlihat."
"Aaaaaahhhhhhh.............." Teriak Nita. Dia merasakan ada sesuatu yang keluar dari tubuhnya.
"Oek.....oek........oek........." Tangisan bayi pun pecah di dalam ruangan bersalin.
"Selamat bu,bayinya perempuan." Ucap sang dokter sambil menggendong bayi mungil yang masih berlumuran darah.
"Mas...anak kita mas....anak kita." Ucap Nita yang menangis bahagia melihat sang putri.
"Iya sayang itu anak kita. Terimakasih sayang sudah berjuang untuk anak kita." Jawab Randy dengan mencium seluruh wajah Nita. Tak lupa diapun ikut menangis bahagia melihat sang putri.
"Terimakasih dokter dan suster." Ucap Randy.
"Silahkan di adzani dulu pak." Pinta sang dokter sambil menyerahkan buah hati Randy.
"Iya dok." Jawab Randy sambil mengambil alih putrinya dengan tangan gemetar dan penuh kehati-hatian.
"Allahu akbar Allahu akbar............La illa ha illallah." Randypun mengandzani sang putri dengan menangis. Tak lupa dia mencium sang putri yang masih merah.
__ADS_1
Putri Randy dan Nitapun hanya mengeliat sebentar sambil menutup matanya.
"Silahkan dok,dan sekali lagi terimakasih." Ucap Randy dengan menyerahkan kembali putrinya kepada sang dokter.
"Sudah menjadi tugas kami pak,bu." Jawab sang dokter. Kami bersihkan dulu ya pak bu setelah itu kami bawa kesini kembali untuk IMD." Ucap dokter dengan memberikan bayi Nita kepada suster yang membantunya dalam proses persalinan.
"Iya dok." Jawab Randy. Sedangkan Nita hanya mengangguk karena keadaannya yang lemah pasca melahirkan.
Dokter pun membersihkan dan merawat Nita paska melahirkan. Sedangkan Randy masih setia menemani sang istri.
Setelah semuanya bersih,Nita di pindahkan di kamar pasien di ruang VVIP. Randy memesannya untuk sang istri agar merasa nyaman.
Tak berselang lama,putri merekapun di antar keruangan mereka.
"Silahkan bu untuk proses IMD." Ucap suster sambil memposisikan putri Nita di d*** Nita agar secara alami dapat mencari pabrik produksi makanan untuknya.
Bayi Nita pun seperti sudah panggilan alam,diapun mencari pabrik asinya dan kemudian bisa menemukannya. Dengan lahap,dia meny******* seperti sangat kehausan.
"Putri papa pinter sekali ya." Puji Randy ketika melihat sang putri dapat menemukan p***** sang mama."
"Iya dong,kan anak mama ya sayang." Jawab Nita yang tersenyum bahagia dengan mengelus lembut sang putri.
"Oh ya sayang,tadi mas udah telpon ayah dan ibu. Beliau sedang perjalanan kesini. Dan om Irfan dan Irsyad beserta keluarga juga menuju kesini." Ucap Randy.
"Tadi mereka yang ngotot mau jenguk sayang dan dedek bayi. Katanya tidak sabar melihat dedek bayi."Tambah Randy.
"Oh ya mas,putri kita mau di kasih nama siapa?"
"Mas udah nyiapin nama Tisha Athifah Rumaisha. Putri yang memiliki tekad kuat,penuh belas kasihan dan hidup dalam kedamaian."Ucap Randy.
"Nama yang bagus mas,nanti kita panggil Tisha ya mas."Jawab Nita dengan bahagia.
"Iya sayang."
Setelah IMD,baby Tisha pun di serahkan kembali untuk di taruh ke inkubator. Sedangkan Nita beristirahat setelah proses persalinan yang panjang. Dia merasakan bahagia dan lega karena akhirnya dia bisa melihat langsung putri mereka dengan keadaan cantik dan sangat sehat. Tidak ada kebahagiaan seorang ibu yang bisa melahirkan buah hatinya dengan selamat dan sehat. Kehadiran Tisha menjadi pelengkap rumah tangganya dengan sang suami yang pernah menghadapi cobaan besar dalam rumah tangganya. Dia bersyukur dengan masalah kemarin karena ada hikmah yang luar biasa yang dia dan sang suami dapatkan dari permasalahan tersebut. Ya dengan keharmonisan keluarga di tambah kehadiran sang buah hati yang sudah lama di tunggu.
Satu jam kemudian,pak Wijaya dan bu Rahma tiba di rumah sakit di mana Nita bersalin. Kedua orang tua nita tersebut sudah tidak sabar melihat keadaan sang putri beserta cucu mereka. Setelah menghubungi Randy,pak Wijaya dan bu Rahma menuju kamar inap Nita.
Ceklek........ suara pintu terbuka.
"Papa,mama..."Ucap Nita setelah melihat kedua orang tuanya datang. Dia sedang di suapi oleh sang suami. Pasca persalinan,tenaga yang ia keluarkan sangatlah besar sehingga dia membutuhkan makanan untuk memulihkan tenaganya kembali.
"Iya sayang."Jawab bu Rahma dengan mendekati sang putri. Diapun mencium Nita dengan air mata bahagia menetes di pipinya.
"Selamat ya sayang,akhirnya kamu jadi seorang ibu."Ucap bu Rahma.
__ADS_1
"Terimakasih ma,pa."Jawab Nita.
"Pa,ma."Ucap Randy sambil mencium tangan psk Wijaya dan bu Rahma bergantian tanda hormat dia.
Hubungan Randy dan pak Wijaya sudah membaik. Mereka sudah kembali seperti semula,meskipun awalnya pak Wijaya belum terlalu percaya sepenuhnya dengan melihat sang putri yang sangat mencintai Randy dan Nita yang meyakinkan sang ayah bahwa sang suami sudah berubah membuat pak Wijaya luluh jua.
"Dimana cucu kami."Tanya pak Wijaya.
"Masih di ruang inkubator pa. Coba biar Randy susul untuk di bawa kesini."Jawab Randy.
Randy pun keluar untuk meminta izin kepada suster untuk membawa sang putri ke ruangan istrinya.
Setelah beberapa saat,Randy masuk dan membawa Tisha dalam gendongannya.
"Cucu oma,opa."Ucap bu Rahma lembut dengan mendekati Tisha.
Randy pun menyerahkan baby Tisha kepada ibu mertuanya.
"Cantiknya cucu oma." Ucap bu Rahma dengan mencium pipi baby Tisha. Pak Wijaya pun mendekat ke arah sang istri yang menggendong cucu mereka.
"Aduh...duh... cucu opa cantik mirip namanya." Tambah pak Wijaya memuji sang cucu.
"Siapa namanya nak?" Tanya pak Wijaya kepada Nita dan Randy.
"Tisha pa, Tisha Athifah Rumaisha."Jawab Randy.
"Ayah tidak setuju." Tolak pak Wijaya dengan nada tegas.
Deg.......
Randy dan Nita saling berpandangan dan takut kepada sang papa.
"Ayah tidak setuju jika di belakangnya tidak di beri nama ayah."Tambah pak Wijaya dengan tertawa. Dia sangat senang bisa mengerjai sang menantu yang wajahnya berubah pucat.
Semuanyapun lega dan tertawa mendengar godaan pak Wijaya.
"Iya pa,kami akan menambahkan nama papa di belakang nama putri kami."Jawab Randy.
"Terimakasih ya Allah Engkau telah memberikan kebahagiaan kepada putriku. Jagalah mereka agar selalu menjadi keluarga yang bahagia seperti ini."Do'a pak Wijaya yang melihat anak dan Menantunya tersenyum bahagia.
***************
**Note :
Assalamualaikum reader, mohon maaf karena sudah terlalu lama tidak up. Karena kesibukan yang luar biasa di dunia nyata. Sehingga saya harus istirahat sejenak dalam dunia menulis ini. Untuk ending nya masih saya buat gantung karena saya sempat blank dan hilang feel dalam menulis. Tapi tenang nanti masih ada 2 extra part untuk ending dan khusus bercerita tentang Aira sebelum lanjut ke season 2 . Terimakasih yang sudah setia membaca.😘😘😘🤗🤗😇😇😇**
__ADS_1