
Happy Reading
*******************
Hari yang di tunggu-tunggupun telah tiba,setelah upacara pelepasan anggota yang pindah tugas,Irfan,Rosa dan Rio pamit kepada tetangga di sekitar asramanya. Tidak lupa mereka pamit kepada tetangga beserta sahabat yang sudah seperti keluarga bagi mereka yaitu kelurga Irsyad dan Randy.
Jangan ditanya tentang Aira,dia sempat menangis dan berubah murung ketika Irsyad dan Salma memberikan pengertian kepada Aira,meskipun Rio tinggal jauh dari mereka Aira masih bisa menghubungi Rio sewaktu-waktu. Akhirnya Aira pun mengerti.
"Rio,Rio tidak akan lupa sama Aira kan?" Ucap Aira dengan terisak ketika menghantarkan keluarga Rio yang akan pindah.
Setelah upacara pelepasan,keluarga Irfan juga bersiap-siap untuk pindah. Semua barang-barang nya sudah di packing. Dan ada beberapa barang yang sudah Irfan kirim ke tempat baru dimana dia bertugas. Sebelum pindah,Irfan sudah meninjau rumah dinasnya yang baru. Sehingga apa yang dia perlukan disana bisa di rencanakan sebelumnya.
"Iya Aira,Rio tidak akan melupakan Aira. Rio sayang Aira dan dedek Ian. Aira jangan menangis dan sedih. Nanti Rio janji tidak akan lupa untuk hubungi Aira terus. " Jawab Rio dengan memeluk Aira. Mereka sama-sama menangis tersedu-sedu. Sehingga orang dewasa di samping mereka juga merasakan kesedihan yang kedua anak kecil itu rasakan.
Sama halnya dengan Rosa,Nita dan Salma. Mereka juga ikut menitikkan air mata karena akan terpisah dengan tetangga dan sekaligus sahabat melebihi keluarga. Salma yang menggendong Adyan membiarkan Aira untuk menumpahkan rasa sedihnya di tinggal Rio.
"Aira harus jaga diri karena Rio tidak ada disini lagi buat jagain Aira. Tapi Rio janji setelah besar nanti Rio akan jaga Aira lagi." Tambah Rio untuk menenangkan Aira. Meskipun dia juga sedih,tapi Ia berusaha untuk lebih tegar agar Aira tidak terlalu sedih.
"Rio jangan nakal disana. Rio harus selalu ingat Aira. Nggak boleh lupa sama Aira." Jawab Aira.
"Rio tidak akan lupa sama Aira sampai kapanpun. Rio akan selalu sayang dan ingat Aira. Rio pamit ya,Aira jangan sedih lagi. Kalau sedih nanti kasihan dedek Adyan dan dedek Tisha tidak ada yang mengajak dedek bermain." Ucap Rio.
Rio melepaskan pelukannya ke Aira,meskipun berat Aira juga melepaskannya. Rio bergantian berpamitan kepada Adyan yang berada di gendongan Salma.
"Dedek Ian nggak boleh nakal ya, kak Rio selalu sayang adek. Besok kalau adek udah besar harus bisa jagain kakak Aira." Ucap Rio sambil mencium pipi gembil Adyan.
Adyan yang tidak mengerti hanya tersenyum ketika pipinya di cium Rio.
"Dedek Tisha cepat besar ya,bisa maen sama kakak Aira dan Adyan. Jadi kakak Aira nggak kesepian." Rio bergantian berpamitan dengan Tisha yang berada di gendongan Nita. Tisha yang masih berusia 1 bulan pun hanya bisa tertidur di gendongan mamanya.
Rosa semakin terisak melihat sang putra yang sedang berpamitan dengan anak dari teman-temannya . Dia merasakan kesedihan yang mendalam yang dirasakan putranya.
__ADS_1
"Rio,ayo sayang kita berangkat." Ajak Rosa dengan suara sedikit serak karena menangis. Sebisa mungkin dia ingin terlihat tegar di hadapan sang putra.
"Iya sayang kita berangkat sekarang. Nanti kalau sudah sampai kita telpon Aira dan dedek Ian dan Tisha." Tambah Irfan menenangkan putranya.
"Ya Pa,Ma." Jawab Rio dengan lesu.
"Benar sayang,nanti om dan tante akan sering-sering hubungi Rio,jadi Rio bisa bicara dan bercanda sama Aira dan adek." Tambah Irsyad mencoba menenangkan Rio beserta Aira.
"Suh,kami pamit. Nanti kalau ada acara apa-apa hubungi kami. Insyaallah jika tidak sedang dinas,kami udahan datang." Ucap Irfan yang bergantian berpamitan kepada Irsyad dan Randy.
"Siap suh,hati-hati di jalan. Dan semoga sukses di tempat yang baru." Jawab Irsyad dengan menepuk pundak Irfan.
"Iya suh,semoga kita bisa berjumpa kembali." Tambah Randy yang mendekat ke arah Irsyad dan Irfan.
"Tante kami pamit ya,jangan lupa untuk sering-sering calling aku." Ucap Rosa kepada Salma dan Nita.
"Iya tan,kita ramaikan grup kita ya. Semoga Rio disana segera dapat adik." Jawab Salma dengan sedikit menggoda Rosa untuk mengurangi kesedihan mereka.
"Kita akan selalu menjadi sahabat dan keluarga ya." Ucap Nita dengan memeluk Rosa.
"Harus,sampai anak-anak kita besar harus jadi saudara." Jawab Rosa.
"Hati-hati tan,kami akan selalu merindukan tante dan kelurga." Tambah Salma dengan memeluk Rosa dan Nita. Untung Adyan dan Tisha sudah meralih dalam gendongan ayah-ayah mereka. Sehingga para ibu-ibu muda ini bisa saling berpelukan sebelum salah satu dari mereka pergi.
"Sudah Ma,ayo kita berangkat." Ajak Irfan.
"Iya pah." Jawab Rosa dengan melepaskan pelukannya.
Irfan,Rosa dan Rio akhirnya masuk kedalam mobil mereka. Tidak lupa Rosa dan Rio membuka jendela mobil untuk melihat sahabat-sahabatnya beserta rumah dinas dia sebagai saksi perkenalan ketiga keluarga dengan suka maupun duka hingga menjadi sebuah keluarga baru.
"Kami pamit ya,.." Teriak Rosa dengan melambaikan tangan ke arah keluarga Irsyad dan Randy sebagai tanda pamit.
__ADS_1
Tidak ketinggalan Rio yang duduk di kursi penumpang membuka jendela mobil dengan memperhatikan ke arah Aira. Diapun ikut melambaikan tangan yang di respon oleh Aira dengan membalas lambaikan tangannya.
"Suatu saat kita akan bertemu lagi Aira. Rio janji tidak akan melupakan Aira. Rio janji akan jadi anak baik dan jadi Tentara seperti papa dan om biar bisa selalu jaga Aira. Hanya Aira yang Rio sayang."Ucap Rio dalam hatinya dengan memperhatikan ke arah Aira yang semakin lama tak kelihatan karena mobil yang di tumpanginya mulai menjauh keluar dari asrama.
"Aira janji akan jadi anak yang baik dan pemberani buat Rio. Aira akan belajar rajin biar bisa jadi seorang dokter dan bisa ngobatin Rio jika sedang sakit. Aira tidak akan melupakan Rio."Batin Aira setelah melihat mobil yang membawa Rio menjauh darinya.
Salma dan Irsyad memandangi putrinya dengan seksama. Baru kali ini Aira tampak sangat sedih kehilangan sosok sahabat seperti Rio. Dulu waktu mereka akan pindah kesini,Aira sedih tapi tak sedalam ketika di tinggal Rio pindah.
"Sayang,ayo masuk ke dalam. Kakak kan belum makan nanti sakit loh." Bujuk Salma kepada sang putri.
"Aira tidak lapar bunda."Jawab Aira dengan lesu.
"Kalau kakak tidak mau makan,nanti Rio jadi sedih loh kalau dengar kakak sakit."Tambah Salma untuk membujuk Aira.
Mendengar kata Rio sedih,membuat Aira mau mengikuti bujukan sang bunda untuk masuk ke dalam rumah dan makan.
"Iya bunda."Jawab Aira kemudian melangkahkan kakinya ke dalam rumah.
"Mbak,kami masuk dulu ya."Pamit Nita kepada Salma.Dia kasihan dengan Tisha yang sudah terlalu lama di luar rumah.
"Iya mbak silahkan,kasihan baby Tisha."Jawab Salma.
Setelah Nita dan Randy masuk,Salma dan Irsyad pun menyusul Aira masuk ke dalam rumah.
"Yah jaga adik dulu ya,biar bunda nyuapin kakak makan."Pinta Salma.
"Iya bun,bunda bujuk kakak dulu. Ayah takut nanti kakak sakit kalau tidak mau makan."Jawab Irsyad yang mengkhawatirkan Aira.
Dengan telaten,Salma membujuk dan menyuapi putrinya. Dengan mengajaknya bercerita dan berjanji mengajak Aira untuk bertamasya,akhirnya Aira menghabiskan makanannya.
"Bunda akan selalu berusaha membuat kakak selalu bahagia."Ucap Salma dalam hatinya.
__ADS_1
************