
Happy Reading.......
***********
Setelah mengantar Aira ke sekolah, Irsyad mengendarai mobilnya menuju ke tempat mengajar Salma. Kurang lebih 10 menit untuk sampai sana. Di dalam mobil Salma dan Irsyad saling bertukar pikiran untuk membuat suasana hangat diantara mereka. Apalagi besok pagi Irsyad harus kembali bertugas di tempat dia berdinas.
"Dek, kamu nggak keberatan kan jika besok harus mengurus berbagai macam surat untuk pengajuan nikah kita ?"Tanya Irsyad kepada Salma.
"Karena Salma sudah menerima lamaran mas, Insyaallah Salma siap kok mas. Apalagi ibu juga bantu Salma nantinya."
"Alhamdulillah dek, tapi maaf ya dek nanti ngurus persyaratan nya lumayan ribet dan harus sabar." Irsyad sedikit takut jika Salma keberatan.
"Salma juga sudah sedikit nyari informasi kok mas bagaimana persyaratan pengajuan dan tata cara apa sajakah yang harus Salma lakukan. Alhamdulillah ada teman Salma yang juga punya suami anggota jadi bisa di ajak sharing mas. " Jawab Salma mantap dengan mengulas senyum di bibirnya.
"Besok setelah mas sampai sana mas akan segera urus tentang pengajuan nikah kita dek. Tapi besok adek juga harus datang kesana untuk melengkapi berkas dan sidang pernikahan." Jelas Irsyad kepada Salma.
"Insyaallah Salma siap mas, kan Salma juga punya 2 ibu yang tangguh. Apalagi ibu mas yang dulu mungkin juga sudah pernah urus ini mas, jadi Salma cukup tenang mas."
"Terimakasih ya dek sudah mau memahamin mas dan Aira." Irsyad memandang ke arah Salma. Dia sangat bahagia bisa mengenal Salma yang mau memahami keadaannya.
"Sama-sama mas." Jawab Salma.
Mobil Irsyad pun berhenti di depan sekolah Salma.
"Dek nanti mas jemput pulangnya ya, mumpung mas masih belum berangkat."
"Siap komandan." Salma memberikan hormat seperti yang selalu Aira lakukan kepada ayahnya.
Irsyad hanya tersenyum dan mengelus pucuk kepala Salma dengan gemas.
"Salma pamit turun ya mas, terimakasih sudah mau mengantar Salma." Pamit Salma yang sedang melepas safety belt nya.
"Ya udah selamat mengajar, jangan lupa nanti kalau sudah selesai telpon mas." Pinta Irsyad kepada Salma.
Irayadpun turun dahulu untuk membukakan pintu samping pengemudi. Setelah pintu terbuka Salmapu turun dengan senyuman yang mengembang di wajahnya.
"Sekali lagi terimakasih mas, Salma pamit masuk dulu ya dan hati-hati di jalan." Ucap Salma.
"Iya dek, semangat ya mengajar nya."Ucap Irsyad dengan menggenggam tangannya menjadi kepalan dan mengangkatnya sebagai tanda memberi semangat. "Mas pulang dulu ya, Assalamualaikum." Pamit Irsyad kepada Salma.
"Waalaikumsalam, hati-hati mas."
Irsyad pun masuk ke mobilnya dan melajukannya meninggalkan sekolah Salma menuju ke rumahnya. Salma masih setia menunggu mobil Irsyad melaju meninggalkan tempat mengajarnya. Setelah mastikan mobil sudah jauh dari pandangannya, Salma masuk kedalam berjalan menuju kantor.
Tidak disadari Salma, interaksi Salma dan Irsyad sejak tadi ada yang memperhatikan nya.
"Cie...cie yang di antar Calsum." Ledek Intan.
__ADS_1
"Ih apaan sih dek." Jawab Salma dengan wajah yang merona.
"Ada yang malu-malu kucing ni ye....."
"Udah deh nggak usah godain, lebih baik kita ke kantor." Salma pun mengalihkan pembicaraan.
"Hahhaha.... mbak lucu banget mukanya kayak kepiting rebus."
Salma mencubit gemas lengan Intan yang tidak berhenti menggodanya. Intan hanya ketawa melihat tingkah sahabatnya.
Setelah sampai, Salma dan Intan menuju ke bangku nya. Ketika di sekolah mereka bekerja secara profesional untuk memberikan ilmu kepada anak didik mereka, mereka sering bertukar pikiran bagaimana cara meningkatkan prestasi belajar anak didik mereka, tapi jika di luar sekolah mereka bertingkah konyol yang membuat orang di sekitar mereka tertawa. Apalagi jika di tambah dengan Tania, membuat mereka lupa usia.
Setelah mempersiapkan materi apa yang diajarkan, Salma dan seluruh guru masuk ke dalam kelas untuk mengajar. Hanya tinggal beberapa guru piket yang berada di dalam kantor.
Tidak terasa jam pelajaran sudah usai, bel yang berbunyi menandakan jam pulang. Anak-anak ramai keluar kelas untuk kembali ke rumah mereka. Salma kembali ke kantor untuk membereskan tugas siswanya sebelum pulang. Setelah istirahat pertama, Salma menghadap ke kepala sekolah jika besok setelah istirahat kedua memohon izin pulang lebih awal. Karena Salma tidak ada jam mengajar, kepala sekolah pun mengizinkannya.
Salma pun sangat bahagia bisa mengantar calon suaminya ke bandara, dia tidak sabar untuk bercerita kepada Irsyad. Sesuai janji Irsyad, dia sudah menunggu Salma di depan gerbang setelah tadi mendapat pesan jam berapa Salma pulang. Mereka pun saling bercengkrama menikmati waktu bersama sebelum Irsyad kembali bertugas. Meskipun perkenalan mereka dalam waktu singkat, hubungan merekapun semakin dekat.
Mereka menikmati perjalanan menuju rumah Irsyad. Salma akan membantu Irsyad untuk mengemas barang bawaaan Irsyad yang akan di bawa dan untuk bertemu denga Aira. Karena Aira tidur siang, dia tidak bisa menjemput bundanya.
***********
Pagi ini adalah waktu dimana Salma harus berpisah sementara dengan Irsyad. Kemarin malam setelah Irsyad mengantar Salma pulang ke rumah orang tuanya, Irsyad bersi keras akan mengantar Salma ke sekolah di paginya. Salma pun menolak secara halus keinginan Irsyad, dia tidak ingin jika Irsyad kecapean apalagi siangnya dia harus kembali ketempat tugasnya setelah masa cuti nya selesai. Awalnya Irsyad pun menolak setelah diberi pengertian oleh Salma, Irsyad pun menerimanya. Yang terpenting Salma mau mengantar Irsyad ke bandara.
"Mbak jadi ke bandara siang ini ?" Tanya Intan.
Mereka saat ini sedang menikmati sarapan di kantin yang ada di sekolah. Salma yang biasanya sarapan, tadi pagi harus berangkat lebih awal karena ada penambahan jam pelajaran untuk kelas 9.
"Wah jadinya LDR dong mbak?"
"Iya dek, tapi cuma sementara Insyaallah setelah menikah aku sama Aira mau ikut mas Irsyad di sana."
"Aku sendirian dong mbak, kemarin mbak Tania sekarang mbak, aku curhatnya sama siapa dong." Intan menggerutu karena akan jauh dari temannya.
"Kan ada putri dan suamimu." Toh kita juga masih bisa video call kan ?"
"Iya sih mbak tapi kan beda kalau ketemu langsung."
"Ya doain aja mas Irsyad bisa pindah di sini jadi kita bisa berkumpul lagi."
"Amin mbak, tapi aku ikut bahagia kok mbak, akhirnya mbak bisa bersatu dengan cowok yang buat mbak badmood karena tidak tahu namanya...." Sindir Intan di sertai dengan tertawa mengejek.
"Sindir terus...." Jawab Salma dengan nada kesal.
"Ya...ya... mbak maaf, jangan ngambek dech nanti cantiknya hilang." Bujuk Intan.
"Mending kembali ke kantor saja dari pada dengerin ledekan kamu terus." Salma pura-pura ngambek dengan meninggalkan Intan di kantin.
__ADS_1
"Yah ngambek dah, gini nih yang mo di tinggal bertugas jadi sensitifan." Intan berbicara sendiri setelah di tinggal Salma. Intanpun ikut kembali ke kantor apalagi jam pelajaran akan dimulai kembali.
*********
Jam telah menunjukkan pukul 11.45. Salma bergegas membereskan buku modul mengajar nya untuk di masukkan di tas. Salma akan segera pergi ke bandara menghantar calon suaminya. Jarak antara sekolah Salma ke bandara lumayan dekat hanya membutuhkan 15 menit untuk perjalanan. Apalagi Salma menggunakan sepeda motor.
Irsyad akan take off pukul 14.00. Irsyad langsung menuju ke bandara di antar ayah,ibu dan tentunya putri kecilnya.
Setelah membereskan bukunya, Salma bergegas menuju tempat parkir sepeda motornya. Dia juga menyapa dan pamit untuk pulang dahulu kepada guru yang berlalu lalang disana.
Salma memakai helm dan jaket yang ditaruh Salma di dalam bagasi motor. Salma mulai mengendarai motornya meninggalkan sekolah menuju ke Bandara. Dia sudah tidak sabar untuk bertemu Aira dan Irsyad.
Jalan pun lumayan lancar, sehingga Salma dapat sampai ke Bandara tepat waktu. Setelah memarkirkan sepeda motornya, dia bergegas menuju ke tempat menunggu penumpang.
Salma bertengak-tengok mencari keberadaan Irsyad beserta keluarganya. Salma melihat Aira yang sedang di gendong oleh Irsyad. Salma berlari menghampiri merekan.
"Assalamualaikum, maaf yah bu Salma terlambat." Ucap Salma dengan ngos-ngosan.
"Waalaikumsalam, nggak pa pa nak kami juga baru datang." Jawab bu Ronah yang menghampiri Salma. Salma pun mencium tangan bu Ronah dan pak Jaka bergantian.
"Akhilnya bunda datang " Ucap Aira yang meminta ayahnya untuk menurunkan dia di gendongannya.
"Maafin bunda ya sayang, bunda terlambat." Pinta Salma dengan mensejajarkan tubuhnya ke Aira. Tidak lupa Salma juga mencium pipi calon putri nya.
"Nggak pa-pa bunda, ayah bunda ayo duduk disana." Ajak Aira sambil menunjuk tempat duduk yang kosong.
Salma,Irsyad dan Aira pun menuju kursi tersebut. Pak Jaka dan bu Ronah membiarkan mereka untuk mengobrol bersama sebelum pemanggilan keberangkatan.
"Sayang, besok nggak boleh nakal ya kalau ayah sedang bertugas. Harus nurut sama oma,opa, nenek, kakek dan bunda." Irsyad memberikan nasehat kepada putrinya.
"Baik ayah, Aila tidak akan nakal. Tapi Aila boleh tidak kalau menginap di lumah bunda jika libul ?"
"Coba tanya bunda, bunda ngebolehin nggak ?"
"Bunda boleh nggak ?"
"Boleh dong sayang, bunda jadi seneng kalau Aira mau bobok sama bunda." Jawab Salma dengan memegang kedua pipi Aira yang berada di pangkuan Irsyad.
"Dek mas titip Aira ya, semoga pengajuan kita bisa segera di ACC. Jadi kita bisa segera menikah. Mas pingin ajak Aira dan kamu tinggal bareng. Mas pasti sangat bersemangat lagi dalam bertugas jika bisa di temani kamu dan Aira." Pinta Irsyad kepada Salma.
"Insyaallah Salma akan menjaga Aira mas. Dan terimakasih mas sudah ngasih izin dan kepercayaan kepada Salma untuk menjaga Aira. Salma akan menjaga amanah mas. Dan semoga niat kita di hijabah Allah mas dan di beri kelancaran."
"Amin dek, mas beruntung bisa kenal kamu." Puji Irsyad kepada Salma yang membuat pipi Salma menjadi merona.
**Note :
Selamat malam para reader, bab berikutnya nanti ada sedikit gangguan untuk cinta Salma dan Irsyad. Tapi tenang gangguan ini nanti akan membuka kejujuran Salma kepada Irsyad. Terimakasih selalu setia menunggu author up ya......🤗🤗🤗**
__ADS_1