Bunda Untuk Aira

Bunda Untuk Aira
Kasmaran..


__ADS_3

Happy Reading.....


🌿🌿🌿🌿


"Kamu apaan sih Sha, mana mungkinlah kakakmu yang lulusan dari luar negeri mau sama aku yang hanya butiran debu ini. " Jawab Marsya.


"Kamu itu cantik Sya dan sangat baik, dan pasti ada kok cowok yang tulus yang akan mencintaimu. " Tishapun memberikan semangat untuk sahabatnya.


"Kak Dion sangat cocok sama kamu Sya, aku akan coba mendekatkan kalian. " Ucap Tisha dalam hatinya.


"Nyatanya dulu aku juga di sakiti Sha. " Marsya pun menundukkan kepalanya karena sedih mengingat mantan pacar nya mengkhianati dirinya. Cintanya yang sangat besar, membuat ia trauma untuk menjalin sebuah hubungan. Meskipun Marsya yang urakan dan humoris, akan berubah mendung ketika ia sendiri. Dia tidak pernah menampakkan kesedihannya di depan sang sahabat Tisha. Sebisa mungkin dia akan selalu menampakkan wajah tersenyum di depan banyak orang.


"Berarti si cowok stress itu bukan calon jodoh yang baik Sya, Allah udah nunjukin ke kamu siapa dia sebenarnya. Coba kalau kalian sampai ke jenjang pernikahan dan udah punya baby, apa kamu nggak lebih tersakiti Sya. Jadi, percaya deh Allah udah nyiapin jodoh yang terbaik untuk kamu. " Tisha pun bisa berbicara sangat bijak. Dia menasehati Marsya agar tak mengingat masa lalunya.


"Wah, habis dekat sama abang bon cabe yang super dingin, kamu bisa bicara sebijak ini ya. " Goda Marsya ke Tisha.


"Ish, nggak nyambung banget kali sya. " Tisha pun merona karena malu.


Kedua orang inipun berhenti mengobrol ketika dosen sudah masuk kelas. Semua mahasiswa yang tadi ramai, Tiba-tiba terdiam karena salah satu dosen yang killer. Mengobrol di saat jam kuliah, maka nilai langsung D dan harus mengulang semester depan. Padahal ini adalah semester terakhir agar mereka bisa segera menyusun skripsi.


**


Sedangkan di tempat yang berbeda, sejak pulang dari mengantar Tisha ke kampus dan dia harus pergi ke batalyon, Adyan menampakkan wajah yang cerah secerah matahari yang sedang bersinar di pagi ini. Berbeda dari sebelumnya, dia terkenal atasan yang bermuka masam. Terkadang anak buahnya yang baru masuk ke Batalyon, akan takut dan tak berkutik ketika Adyan memimpin untuk apel ataupun breafing sebelum menjalankan tugas mereka.


"Tumben komandan mukanya cerah bener, biasanya wajahnya dingin kayak mo nelan kita hidup-hidup. " Bisikan salah satu anak buah Adyan.


"Iya benar. Tadi aku lihat sejak datang dan memimpin breafing wajahnya tak henti-hentinya tersenyum, pasti dia baru jatuh cinta kali. " Jawab yang lain.

__ADS_1


"Mungkin, tapi kita harus berterimakasih dengan perempuan yang sudah bisa buat komandan kita tak menunjukkan wajah galaknya jika memang komandan sedang jatuh cinta. " Timpal yang lainnya.


Adyan pun tersenyum tipis mendengar kasak-kusuk anak buahnya yang sedang membicarakan dirinya. Karena moodnya yang sedang bagus, dia tidak mempedulikannya.


"Ehem... " Adyan hanya pura-pura berdehem untuk menggoda anak buahnya.


"Eh Dan Adyan. " Ucap salah satu anak buah Adyan yang tadi ikut membicarakannya. Sedangkan yang lainnya, jadi panas dingin karena mereka takut Adyan akan menghukum mereka karena telah menggunjingkan Adyan.


"Tadi sudah saya bagi tugasnya kan, silahkan sekarang kalian laksanakan sesuai apa yang sudah di bagi. " Ucap Adyan kepada anak buahnya.


"Baik Dan. " Jawab mereka dan segera pamit untuk melaksanakan tugas mereka.


"Syukur deh, komandan nggak marah. " Ucap salah satu bawahan Adyan setelah menjauh dari tempat Adyan berada tapi masih di dengar oleh telinga Adyan.


Adyan pun masih tersenyum. Karena Tisha, merubah Adyan yang super dingin dan tak tersentuh menjadi seseorang yang bisa menampilkan senyuman ketika membreafing anak buahnya. Adyanpun segera menuju ke kantor untuk menyelesaikan membuat laporan kegiatan ke atasannya. Meskipun dia adalah putra dari salah satu Pati, tak membuat Adyan berpangku tangan dan bertindak semena-mena terhadap yang lain. Dia hanya tegas kepada anak buahnya agar mereka disiplin dan tidak bekerja seenaknya. apalagi tugas mereka menjaga keutuhan negara. Mereka juga sudah di sumpah ketika menjadi prajurit.


"Assalamu'alaikum, Sha maaf abang nggak bisa jemput karena banyak laporan yang harus abang buat. Tapi abang udah minta Sam untuk menjemput kamu. " Pesan Adyan yang di kirim ke Tisha.


Ting......


Tidak menunggu lama, pesan Adyanpun di balas oleh Tisha.


"Waalaikum salam bang. Nggak papa yang penting abang fokus ke kerjaan abang dulu. Tisha nggak masalah mau pulang sama siapa saja. " Isi pesan balasan dari Tisha.


Adyanpun tersenyum melihat balasan Tisha. Dia tidak menyangka seperti inilah rasa bahagianya ketika mendapat balasan pesan dari pujaan hati. Dulu, HP hanya di gunakan Adyan untuk bekerja dan menghubungi keluarga saja, tapi mulai sekarang HP bagi Adyan sangat penting karena ia bisa tahu kabar dan keadaan pujaan hatinya. Meskipun setiap pagi dia akan bertemu dengan Tisha, tapi entah mengapa tak bertemu Tisha sebentar membuat dia merindukannya.


"Kamu udah makan siang Sha? " Tanya Adyan kembali melalui whatsapp.

__ADS_1


"Belum bang, nanti Tisha makan di butik aja sekalian ke sana. Abang udah makan belum? jangan lupa loh makan siang soalnya abang pasti banyak kegiatan. " Tisha pun mulai menunjukkan perhatiannya.


"Alhamdulillah tadi sudah makan Sha, sebenarnya abang ingin makan siang sama kamu. tapi gimana lagi laporan abang harus segera selesai dan di setorkan ke komandan abang. " Balas Adyan kembali dengan wajah tersenyum memandang HP di tangannya. Sehingga membuat teman seprofesi dengannya yang berada di samping meja Adyan merasa aneh dengan dirinya.


"Kan masih ada waktu yang lain abang. Nanti Tisha yang traktir abang deh. " Balas Tisha.


"Eh bang, ini bang Sam udah datang. Tisha ke butik dulu ya. Nanti kalau udah sampai, Tisha kabarin abang.". Balas Tisha kembali.


" Iya Sha, Hati-hati. Kalau ada apa-apa hubungi abang. "


Adyanpun meletakkan kembali HPnya setelah selesai berkirim pesan dengan Tisha. Wajahnyapun semakin cerah membuat temannya semakin curiga.


"Tumben nih, wajahnya cerah banget. Rasa-rasanya ada yang sedang kasmaran ni. " Goda teman Adyan yang bername tag Tomi.


"Kepo ya? " Balas Adyan.


"Wah sepertinya benar deh dugaanku. Akhirnya si komandan super dingin dan galak bisa juga ada cewek yang menakhlukkannya. Siap-siap jadi bucin ni. " Goda Tomy kepada Adyan kembali. Dulu, Adyan yang selalu mengolok-oloknya karena Tomi selalu bucin kepada pacarnya Tiara. Dia sampai berucap jika Adyan malas berpacaran karena dulu dia berpikir itu sesuatu yang membuat hidupnya ribet. Apalagi dia selalu mendengar keluhan Tomi yang sedang di cuekin oleh Tiara karena lupa menjemput nya.


"Mana ada, tu yang buncin bukan gue tapi loe itu yang sampai nggak bisa tidur gara-gara di cuekin oleh Tiara. " Adyanpun mencoba mengelak.


"Lihat saja entar, pasti loe lebih bucin dari pada gue. " Balas Tomi kembali dengan semuman smirknya.


🌿🌿🌿🌿


Assalamu'alaikum, mohon maaf ya sekarang upnya nggak nentu soalnya sudah mulai sibuk dengan tugas kuliah lagi. Do'ain saya selalu di berikan kesehatan agar bisa selalu up untuk menghibur kakak3.


Tetap jaga kesehatan dan semoga readers bahagia selalu. πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜

__ADS_1


__ADS_2