Bunda Untuk Aira

Bunda Untuk Aira
The True Friend


__ADS_3

Happy Reading...


🌿🌿🌿🌿


Brug....


Percobaan pertama gagal. Dan om Randy masih belum putus asa. Beliau pun mencoba lagi dan lagi. Dan....


Brug.....


Pintu pun terbuka paksa. Om Randy dan tante Nita pun segera masuk untuk melihat keadaan Tisha.


Deg...


"Sayang." Panggil Om Randy dan tante Nita bersamaan.


Tante Nita pun segera berlari menuju ke ranjang. Mereka melihat putrinya hanya diam dengan pandangan kosong kedepan. Dengan penampilan yang berantakan.


Om Randy dan tante Nita sangat hancur melihat sang putri seperti itu. Tak ada Tisha yang ceria dan banyak bicara. Hanya ada Tidha dengan pandangan kosong dan kesedihan di wajah Tisha.


"Hiks... sayang. " Ucap Tante Nita dengan memeluk sang putri.


Tisha masih terdiam tanpa membalas pelukan sang mama.


"Sayang, jangan seperti ini nak. Hiks..... ayo bangkit nak. Kamu tak boleh putus asa dengan ini semua. " Ucap tante Nita memberikan semangat kepada putrinya.


"Tisha sudah kotor ma. Hiks.... " Jawab Tisha dengan menangis kembali.


"Tisha sudah kotor mas. Lelaki itu udah menyentuh tubuh Tisha. Hiks... hiks... hiks. " Tambah Tisha kembali dengan mengusap lehernya yang ada tanda kissmark. Dia pun semakin histeris karena merasa jijik dengan tubuh nya.


"Sa.. yang... sayang dengerin mama. Tubuh kamu belum ternoda sayang. Allah masih melindungi kamu dengan menjaga kehormatanmu. Sekarang kamu bangkit ya nak. Jangan seperti ini. Hiks... " Ucap tante Nita kembali.


"Benar nak kata mama, kamu masih terlindungi kehormatanmu nak. Mulai sekarang papa akan selalu menjagamu. Papa tak ingin kejadian ini terjadi kembali pada mu. " Tambah om Randy dengan ikut memeluk sang putri. Beliau pun tak kuasa menitikkan air matanya melihat keadaan sang putri. Hatinya hancur karena telah lalai melindungi sang putri. Percuma dia banyak bawahan, tapi sang putri harus mengalami hal yang tak di inginkan.


"Hiks... tapi pa, tak akan ada yang mau dengan Tisha pa. Apalagi abang pasti merasa jijik dengan Tisha setelah melihat apa yang sudah terjadi pada Tisha. " Tisha pun semakin putus asa ketika mengingat Adyan.

__ADS_1


Deg ....


Om Randy pun semakin sakit mendengar apa yang di ucapkan putrinya. Beliau tak pernah mendengar rasa putus asa dari sang putri sebelumnya.


"Sayang, dengerin mama. " Ucap tante Nita dengan memegang kedua pipi Tisha


"Pasti ada lelaki yang akan mencintaimu dan menerima apa adanya. Jika memang abang mencintai adek, pasti dia akan menerima adik apa adanya. Tapi jika tidak, pasti Allah sudah menyiapkan seseorang yang tulus untuk kamu. " Nasehat tante Nita.


"Sekarang kamu bangkit ya nak. Perbaiki lagi sikap kita. Mungkin ini juga teguran Allah untuk mama, papa dan kamu agar kita lebih mendekat lagi kepada-Nya.


" Dan satu lagi, mulai sekarang kamu rubah penampilanmu ya sayang. Berpakaian lah sedikit tertutup. " Tambah Tante Nita kembali.


Deg....


Bagaikan di hujani peluru, Tisha pun menangis kembali mengingat cara berpakaian nya kemarin. Dia mulai sadar jika pakaiannya terlalu terbuka hingga mengundang lawan jenis berbuat tak senonoh padanya.


Dia pun sangat menyesal dengan semuanya. Tisha pun meluapkan tangisannya dengan memeluk sang mama. Dia sadar ini semua teguran Allah dengan penampilannya.


"Papa akan menyuruh salah satu bawahan papa untuk mengantar kamu kemanapun karena papa tidak mau hal buruk terjadi kembali padamu nak. " Putus om Randy telak. Beliau yang sangat mencintai putrinya tak ingin mengambil resiko tentang keselamatan sang putri. Cukup sekali putrinya dalam bahaya, selanjutnya tak akan terjadi lagi.


**


Marsya yang mendengar kabar tentang sahabatnya pun segera bergegas ke menyambangi rumah Tisha. Apalagi dia mendengar keadaan sang sahabat yang menyedihkan dari tante Nita, membuat Marsya ikut terpukul dan sedih mendengarnya.


Apalagi dengan kabar jika temannya di kampus, pria arogan dan fuckboy yang telah berbuat tak senonoh kepada sahabatnya membuat Marsya geram. Rasanya dia ingin memukul Jimmy dengan balok kayu agar si Jimmy itu merasakan kesakitan.


"Assalamu'alaikum tante. " Ucap Marsya setelah masuk kedalam rumah. Dia pun mengulurkan tangannya untuk bersalaman kepada tante Nita.


"Waalaikum salam nak. " Jawab tante Nita dengan menerima uluran tangan Marsya.


"Maaf tan, Marsya baru dengar kabar itu. Jadi kemarin tak bisa kesini. " Ucap Marsya kembali setelah selesai mencium tangan tante Nita.


"Nggak pa-pa nak. Kemarin Tisha masih butuh menenangkan dirinya. " Jawab tante Nita dengan raut muka sedih.


"Yang sabar ya tan, Marsya yakin Tisha akan segera bangkit. Dan Marsya tidak akan pergi menjauhi Tisha. Marsya janji akan membuat Tisha kembali tersenyum dan ceria seperti semula kembali" Janji Marsya. Sebagai seorang sahabat dia akan berusaha semaksimal mungkin untuk sahabatnya.

__ADS_1


"Terimakasih nak. Kamu memang sahabat yang terbaik. " Jawab tante Nita dengan memeluk Marsya.


"Kalau begitu, bolehkah Marsya menemui Tisha tante? " Izin Marsya.


"Silahkan nak. Dia ada di kamar. Ajaklah di mengobrol ya agar ia tak berlarut-larut dalam kesedihannya." Pinta tante Nita


"Baik tante. Kau begitu Marsya pamit ke atas dulu. " Pamit Marsya. Karena sering main ke rumah Tisha, Marsya pun leluasa untuk masuk kedalam kamarnya. Dan tante Nita pun sangat welcome.


Marsya pun segera bergegas ke kamar Tisha. Dia pun mencoba untuk membuka pintu kamar. Dan ternyata tak di kunci.


Ketika masuk, yang ia lihat adalah penampilan sahabatnya yang berantakan. Tak ada make up ataupun kerapian seperti biasanya.


"Tisha.. " Panggil Marsya dengan mendekati sahabatnya.


Tisha yang mendengar namanya di panggil pun mendongakkan kepalanya.


Tisha pun berkaca-kaca ketika melihat sahabatnya. Marsya pun berlari dan memeluk sang sahabat.


"Hiks.... Sya, aku kotor Sya aku kotor. Hiks.... " Adu Tisha kepada Marsya.


"Kamu jangan bilang gitu Tish, kamu nggak kotor kamu masih bisa menjaga kehormatanmu. Kamu jangan seperti ini. " Nasehat Marsya.


"Tapi Sya... hiks... "


"Kamu dengerin aku, kamu nggak kotor. Allah masih melindungimu. Jadi yakinlah jika Allah memang sayang sama kamu Tisha. Jangan give up gitu dong. ayo bangun dan jadi Tisha seperti dulu yang ceria dan enerjik." Marsya pun menyemangati Tisha.


"Mungkin aku memang belum sempurna Tish, coba sekarang kita belajar untuk menjadi yang lebih baik dengan memakai baju yang lebih tertutup. Karena mungkin Allah ingin kita menutup tubuh kita agar tak ada yang mengganggu kita. " Tambah Marsya kembali.


"Iya Sya, aku sadar selama ini hanya menjalankan ibadah saja tanpa mau memperbaiki diri. Selama ini aku masih sering berpakaian terbuka. Aku pikir pakaianku modis tapi ternyata ini semua yang membuatku sperti ini. " Ucap Tisha dengan penyesalan yang mendalam.


"Dengerin aku, tak ada yang terlambat. Mari kita berdua saling memperbaiki diri kota untuk menjadi lebih baik. Aku sadar jika aku juga masih bolong-bolong dalam beribadah. Tapi dengan kejadian yang kamu alami membuatku sadar bahwa kita sebagai seorang muslim harus bisa menjaga pakaian kita. "


" Benar Sya, ayo kita saling memperbaiki diri untuk menjadi yang lebih baik lagi. "...


🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Memang ya sahabat yang baik adalah sahabat yang selalu ada untuk kita ketika kita terpuruk bukan yang hanya muncul ketika kita bahagia. Apalagi jika kita mempunyai fake friend, yang hanya membutuhkan kita ketika dia perlu dan meninggalkan kita ketika sudah tak di perlukan. Mungkin kita bisa mempunyai banyak teman, tapi kadang hanya satu yang menjadi true friends kita.


Selamat bermalam minggu dengan hujan dan angin yang tak hentinya. Tetap keep healthy ya πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡


__ADS_2