Bunda Untuk Aira

Bunda Untuk Aira
Salting


__ADS_3

Happy Reading....


****


"Apa kabar. " Sapa Adyan dengan mengulurkan tangannya ke Tisha. Meskipun sebenarnya mereka akan berantem ketika bertemu, malam ini Adyan menahan egonya karena rasa hormatnya kepada kedua orang tua Nita.


"Alhamdulillah baik bang Adyan. " Balas Tisha dengan sedikit tersenyum. Dia pun juga menjaga image maupun sikapnya.


"Meskipun ni hati dag dig dug, harus tetap jaga image dong maklum ketemu camer. " Batin Tisha dengan menyembunyikan senyuman di bibirnya.


"Ehem..... " Shakila yang muncul bersama dengan bundanya pun berdehem untuk membuyarkan pikiran abangnya maupun Tisha.


"Ish adik ini loh kebiasaan banget. " Protes Salma dengan pura-pura mencubit Shakila.


"Heheh, maaf bun. " Jawab Shakila dengan nyengir kuda.


"Wah met malem mbak Salma. Akhirnya kita ketemu lagi ya. " Sapa Nita dengan memeluk Salma dan cipika-cipiki setelah Salma menghampiri nya.


"Alhamdulillah mbak saya baik, bagaimana dengan mbak Nita sendiri? " Jawab Salma dan berbalik bertanya kepada Nita.


"Alhamdulillah saya juga baik. " Balas Nita kembali.


"Oh ya ini nak Tisha kan, wah tambah cantik aja nak. " Sapa Salma yang juga memeluk dan cipika-cipiki dengan Tisha. Tidak lupa Salma pun memuji Tisha yang memang malam ini tampak anggun dan cantik.


"Eh tante bisa saja. Tapi Terima kasih tante atas pujiannya. Tante juga cantik loh, padahal udah punya anak gedhe-gedhe tapi kenapa nggak ada kerutan di wajah tante. " Jawab Tisha dengan memuji Salma kembali.


"Dikit-dikit muji camer nggak pa-pa kan. " Batin Tisha yang tertawa dengan kecentilannya.


Salma pun tersenyum setelah mendengar pujian dari Tisha. Dia pun melirik ke arah sang putra yang sedang berdiri tegak melihat kearah Tisha.


"Ih kak Tisha masak hanya muji bunda aja, padahal ni ada cewek yang lebih cantik loh dari bunda. " Protes Shakila dengan memanyunkan bibirnya.


Semua orang pun hanya ketawa melihat tingkah si bungsu Irsyad. Sifatnya tak ada yang menurun dari bunda maupun ayahnya.


"Eh iya maaf ya dek Illa, maafin kak Tisha yang lupa menyapa dedek cantik ini. " Ucap Tisha yang mulai muncul sikap clenehnya. Tisha pun memeluk Shakila.

__ADS_1


"Malam ini dedek Illa cantik dek, sampai kak Tisha aja kalah loh. " Puji Tisha.


"Kak Tisha juga cantik loh. Kalau ada orang yang bilang kakak nggak cantik, pasti matanya rabun deh kak. " Jawab Shakila dengan melirik ke arah sang abang.


Adyan yang tahu maksud dari adiknya pun hanya pura-pura tak tahu.


"Ya udah sekarang kita ke ruang makan aja langsung. Kita makan malam dulu baru lanjut untuk ngobrolnya. " Ajak Irsyad kepada keluarga Randy


"Benar mbak dan om, mari kita keruang makan, kita nikmati dulu makan malam yang sudah kami siapkan. " Bunda Salma pun ikut menambahkan.


Mereka semua pun berjalan menuju ruang makan. Tak terkecuali Adyan maupun Tisha. Kedua orang ini pun saling menatap sengit setelah orang tua mereka berjalan duluan menuju ruang makan.


"Jangan harap gue akan bersikap baik dengan dirimu. " Ucap Adyan lirih kepada Tisha yang berjalan di sampingnya. Tinggi badan Tisha se leher Adyan, jadi Adyan tak perlu membungkuk terlalu dalam untuk berbisik di telinga Tisha.


"Memangnya gue mau gitu bersikap sok baik dengan dirimu si bon cabe level 30." Balas Tisha yang tak kalah sengit.


. "Kamu." Adyan pun geram mendengar panggilan untuk dirinya kembali.


Percakapan kedua insan yang sedang berperang dingin tersebut terhenti setelah sampai di ruang makan. Mereka pun di persilahkan duduk oleh tuan rumah. Tisha duduk berdampingan dengan Shakila dan berhadapan langsung dengan Adyan. Si muka es.


Adyan hanya memperhatikan Tisha yang sedari tadi mengobrol santai dengan adiknya. Sampai-sampai Tisha tertawa sedikit lepas ketika bercanda dengan Shakila. Entah mengapa kedua wanita tersebut tampak akrab meskipun jarang bertemu.


Tisha yang merasa di perhatikan oleh orang di depannya pun berbalik untuk menatapnya.


Dan perang dingin mulai kembali. Meskipun tanpa suara, tapi tatapan mata bisa mereka jadikan sebagai pengganti suara.


"Ngapain loe lihat-lihat gue? " Isyarat Tisha yang menatap Adyan.


"PD amat sih Loe. " Adyan pun membalas menatap sinis Tisha dengan menjawab perkataan Tisha lewat telepati.


"Pasti baru sadar ya kalau gue cantik jelita paripurna. " Tambah Tisha dengan memamerkan senyuman nya.


"Ih PD amat. Cantikan juga Laudia Cintya bela dari pada loe. " Balas Adyan dengan tampang sinis nya.


Tisha pun membalas Adyan dengan menunjukkan wajah yang tak kalah sinis dari Adyan.

__ADS_1


Shakila pun tersenyum geli melihat perang dingin antara abangnya dengan Tisha. Salma yang melihat putri bungsunya senyum-senyum sendiri pun penasaran dan ikut melihat ke arah pandang sang putri. Dan Salma ikut bergabung menertawakan kedua orang yang berlainan jenis kelamin tersebut. Bunda Salma melihat putranya dengan putri sahabatnya sedang mencari nampilkan perang Dingin mereka melalui mimik wajah mereka.


"Eheem.... kalian berdua kenapa itu kok saling pandang-pandangan. " Ucap bunda Salma yang sedang menggoda Tisha dan Adyan.


Semua orang yang ada di ruang makan pun menengok ke arah Tisha dan Adyan bersamaan, sehingga membuat kedua orang yang telah tertangkap basah pun salah tingkah. Tisha yang senyum menahan malu dan Adyan yang menggaruk-garuk kepalanya ketika merasa gugup.


"Eh nggak kok bun. Kami nggak saling pandang-pandangan. " Balas Adyan yang menyangkal pernyataan sang bunda.


"Bohong deng bun, dari tadi adik lihat abang nglihatin kak Tisha terus. " Dan mulut Shakila yang kayak petasan pun mulai mengeluarkan suaranya. Shakila memeletkan lidahnya untuk mengejar sang abang.


Adyan pun hanya merututi ke emberan mulut sang adik. Rasanya dia ingin menenggelamkan Shakila ke dasar laut supaya mulutnya tak kayak ember bocor.


"Bener kok tan, kami nggak saling pandang-pandangan. " Tisha pun ikut bersuara. Kali ini dia sepihak dengan Adyan untuk menutupi rasa malunya.


"Kalian saling pandang-pandangan juga nggak papa kok ya nggak jeng Nita. " Bunda Salma pun ikut menggoda kedua orang tersebut


"Wah kalau benar, aku juga ikut senang loh. " Tante Nita pun ikut menimpali. Dia pun ikut bahagia jika memang benar seperti itu.


"Yah, mama kok gitu sih. " Tisha pun cemberut ketika mendengar mamanya malah ikut menggoda nya.


Tante Nita dan bunda Salma pun saling pandang dan tersenyum melihat kedua anak mereka saling salah tingkah. Entah apa yang sedang mereka lakukan, tapi kedua ibu tersebut berharap anak-anak mereka bisa bersatu sehingga persahabatan mereka akan menjadi erat.


Sedangkan kedua bapak-bapak hanya menggelengkan kepalanya melihat istri-istri mereka yang menggoda Tisha dan Adyan.


****


Nah loh, apa ya yang akan terjadi setelah ini????


Untuk Tisha dan Adyan bersatu nanti dulu ya slow dulu. Jika mereka jodoh pasti juga bersatu. hehheh


.. Tapi sabar dulu pasti nanti ada saatnya.


Dan yang kemarin bertanya kok Tisha belum berhijab?


Karena berhijabpun ada prosesnya ya. Apalagi keluarga Tisha kan bukan dari keluarga yang sangat religius, meskipun mamanya sudah berhijab dia nggak memaksakan putrinya untuk berhijab. Biarkan itu menjadi ke inginan Tisha sendiri.

__ADS_1


Semoga masih ada ya yang suka cerita Adyan dan Tisha. Terimakasih 😇😇😇


__ADS_2