
Happy Reading...
🌹🌹🌹🌹
"Jangan tegang bang. Wajahnya semakin seram kalau seperti itu. " Shakila berbisik di telinga Adyan untuk menggodanya.
"Dan... saya Terima lamaran abang Adyan kepada saya. "
"Alhamdulillah....... "Ucap seluruh orang disana dengan bahagia, terutama Adyan yang sudah lebih rileks setelah mendengar jawab dari Tisha.
" Wah, kita jadi besanan Suh. Bentar lagi anakmu jadi anakku juga. " Ucap om Randy dengan bahagia.
"Ia suh, saya tidak menyangka putra saya yang dingin ini bisa kepincut anakmu yang dulu ia saja benci waktu di dekati. " Jawab ayah Irsyad yang mengingat yang dulu.
"Ayah apaan sih. " Ucap Adyan yang malu mengingat sikapnya dahulu kepada Tisha.
"Beneran deh yah, kakak sekarang kena karmanya itu. Dulu aja sama kak Tisha jahat banget, sekarang tegang aja itu wajahnya nunggu jawaban dari kak Tisha. Harusnya kak Tisha jangan jawab dulu biar kakak cemberut. " Ucap Shakila untuk menggoda Adyan.
"Adik, kok bilang gitu. " Bunda Salma menegur sang putri dengan lembut.
"Hehhe, maaf bunda. " Jawab Shakila dengan cengengesan. Sedang yang lainnya pun ikut tertawa dengan keusilan Shakila.
Sedangkan Adyan tanpak biasa saja tanpa mau menjawab sindiran adiknya. Hatinya sedang berbunga-bunga melihat ke arah sang pujaan hati yang sudah mau menerima dirinya. Cinta Tisha yang tulus dan tak pernah putus asa untuk menggapai cintanya, membuat hati Adyan yang seperti batu luluh sendirinya. Saat ini, dia sudah bucin dengan Tisha.
"Wah km ada yang kurang ini ya mbak Salma, jika Maira ada disini pasti tambah ramai ini. " Ucap tante Nita yang merindukan cucu ayah Irsyad.
"Iya mbak, mamanya sedang hamil tua jadi tidak bisa ikut kesini. Semoga ketika acara nikahan Adyan dan Tisha, si kakak sudah melahirkan. Jadi, dia dan keluarganya bisa melihat kebahagiaan adiknya.
" Loh, nak Aira sudah hamil lagi mbak? " Tanya tante Nita yang kaget.
. "Iya mbak alhamdulillah. Setelah ikut pindah tugas sebentar di kota M, kakak mendapat kepercayaan untuk hamil kembali. Sekarang nak Rio sudah balik lagi ke sini. Tapi ya keadaan kakak yang tidak memungkinkan, jadi belum bisa datang." Jawab bunda Salma menerangkan.
"Wah senangnya ya mbak mau punya cucu lagi. Jadi nggak sabar aku juga pingin menimang cucu. " Ucap tante Nita dengan semangat membayangkan Tisha akan memberikan cucu untuknya.
__ADS_1
Tisha pun tersenyum merona membayangkan dirinya hamil dari anak lelaki yang ia cintai.
"Nikah dulu Mah, baru deh membayangkan mereka memberikan cucu buat kita. " Ralat om Randy.
"Ya nggak papa pah membayangkan dulu. toh sebentar lagi juga mereka menikah. "
"Nah ini sekarang, jadinya kapan ini kita resmikan hubungan anak kita suh?, ini kan baru acara dadakan untuk melamar putrimu. Nanti kami juga akan melamar secara resmi beserta keluarga. " Tanya ayah Irsyad kepada om Randy.
"Kalau aku sendiri secepatnya lebih baik, tapi kita tanyakan dulu pada mereka berdua yang akan menjalaninya. " Jawab om Randy bijak.
"Abang bagaimana? " Tanya ayah Irsyad kepada Adyan.
"Kalau abang sih ingin secepatnya yah. Tapi kembali lagi ke Tisha apakah dia mau atau tidak. Abang tidak ingin memaksakan keinginan abang. Abang ingin pernikahan kami dilakukan dengan ikhlas tanpa paksaan." Jawab Adyan dengan melihat ke arah Tisha.
"Bagaimana nak Tisha, apakah kamu setuju jika abang akan segera mempersunting nak Tisha? " Bunda Salma pun ikut bersuara.
Tisha pun melihat kearah papa mamanya. Om Randy dan tante Nita menganggukkan kepalanya untuk memberikan tanda setuju ke arah Tisha.
"Minggu depan alhamdulillah Tisha sudah melaksanakan sidang dan 2 minggunya lagi lauching produk Tisha dilaksanakan. Jadi 3 minggu ini Tisha nasih banyak pekerjaan yang harus di selesaikan. Jadi, jika bulan depan setelah diadakan acara wisuda Tisha bagaimana pah, mah, om dan tante? " Tisha pun berbicara jujur dengan keadaannya saat ini.
"Iya Sya, sekarang kamu fokus dulu kesana. selesaikan dulu urusan kamu. Yang penting sekarang aku dan keluarga sudah mengutarakan keinginan kami dan sudah di Terima. Untuk pelaksanaan, kita bisa lakukan setelah urusan kamu selesai." Ucap Adyan bijak.
"Iya, kamu fokus dulu nak. Nanti untuk urusan lamaran dan nikahan biar mama dan tante Salma yang urus. Jadi, kamu wisuda biar langsung nikah. Masak anak papa Randy dan Irsyad akan susah mengurus surat-surat nikah. Biar kami aja yang urus. " Tante Nitapun ikut bersuara.
"Shakila juga mau bantu loh tan, masak aku nggak ikut di libatin. " Shakila berbicara dengan cemberut.
"Kalau kamu pasti dong ikut sayang, kalau nggak ada kamu nanti nggak ramai. " Jawab tante Nita yang gemas dengan Shakila.
" Maaf ya mbak, si adek memang suka resek. "
"Ih bunda, masak anak gadisnya yang cantik jelita ini di bilang resek. " Ucap Shakila dengan berpura-pura ngambek.
Semua orang pun hanya tertawa saja.
__ADS_1
"Baik mah, tan... "
"Bunda sayang, sekarang kamu harus membiasakan memanggil bunda seperti Adyan dan Shakila. Karena bentar lagi kamu akan menjadi menantu saya. " Sanggah bunda Salma.
Tisha pun tersenyum bahagia mendengar ucapan bunda Salma.
"Maksudku bun....da." Ucap Tisha sedikit kaku.
"Tisha serahin semuanya ke papa, ayah, mam dan bunda. Untuk baju, nanti biar nanti Tisha yang urus karena butik Tisha juga menyediakannya. Tapi untuk yang lainnya, Tisha belum bisa membantu. "
"Tidak apa-apa nak. Nanti biar kami urus. Kamu dan nak Adyan tinggal duduk manis saja untuk menyelesaikan urusan kalian. Biar para tetua yang akan mengurus beres. " Jawab tante Nita.
"Ya sudah obrolan kita nanti di sambung setelah makan. sekarang mari kita menuju ke ruang makan untuk menikmati makanan yang sudah kami sediakan. " Ajak om Randy.
Mereka semua pun segera berjalan menuju ke ruang makan rumah om Randy. Mereka segera menikmati hidangan yang sudah tersedia di sana. Ternyata, sudah banyak makanan yang ada di meja. Mereka pun segera menikmati nya.
"Assalamu'alaikum everybody.... " Teriak Dion yang sudah berjalan ke ruang makan.
"Walaikum salam. " Balas semua orang disana.
"Wah kak Dion datang juga ini? " Tanya Tisha yang bahagia melihat kedatangan kakak sepupunya.
loh.. loh.... kok bisa barengan sama Marsya? " Tisha pun kaget melihat Dion membawa Marsya datang ke rumahnya.
Marsya pun hanya tersipu malu. Selama ini, setelah ia di kenalkan dengan Dion, ternyata mereka melanjutkan untuk saling mengenal. Tisha yang sedang sibuk dengan pekerjaan dan kuliahnya sampai tak tahu kabar tersebut.
"Iya dong, masak kamu saja yang bahagia. Kami juga harus bagian juga dong... ".
🌹🌹🌹🌹
Nah siapa dulu ya yang akan nikah Dion atau Tisha 🙈🙈🙈🙈🙈
Numpang promo ya karya author terbaru. Jangan lupa di masukkan ke daftar favorit agar author semangat lagi menulisnya. 🙈🙈🙈
__ADS_1