Bunda Untuk Aira

Bunda Untuk Aira
Menjalin Hubungan


__ADS_3

Happy Reading....


*********


Sebelum check in, Irsyad masih sempat menggendong putri kecilnya dan di ikuti Salma yang berjalan di sampingnya. Dari kejauhan mereka tampak seperti sebuah keluarga.


"Coba lihat mereka yah, sudah mirip sebuah keluarga yang bahagia." Ucap bu Ronah yang melihat ke arah Irsyad dan Salma di banggu tunggu.


"Kita do'akan yang terbaik untuk mereka bu, melihat putra kita sudah mau membuka hatinya sudah membuat ayah tenang." Jawab pak Jaka yang menggenggam tangan bu Ronah.


"Dulu ibu takut kalau Irsyad nggak mau membangun rumah tangganya kembali yah, ketika di tinggal Aisyah dia sangat terpukul dan hampir mengurung diri berminggu-minggu." Tambah bu Ronah yang menerawang keadaan Putra bungsunya di saat di tinggal istrinya.


"Irsyad dan Aisyah kenal juga sejak mereka SMA, Aisyah juga sabar menunggu Irsyad mengejar karirnya wajar kalau Irsyad sangat mencintai istrinya."


"Benar yah, tapi dari awal ibu kenal nak Salma, ibu sudah yakin kalau dia sosok yang pas menggantikan posisi Aisyah."


"Kita do'akan yang terbaik untuk mereka bu, masih banyak kerikil-kerikil yang akan menghadang hubungan mereka. Semoga mereka sabar dalam menghadapi nya."


"Amin yah." Jawab bu Ronah dengan senyum manis di bibir nya dengan mengeratkan pegangan tangan suaminya.


"Dek mas pamit ya, mas titip Aira sama kamu." Pamit Irsyad dengan mencium pipi Aira.


"Ya mas, Salma akan menjalankan amanah mas. Mas hati-hati disana dan jaga kesehatan." Jawab Salma.


"Baik dek, Insyaallah jika mas tidak ada latihan akan selalu hubungi adek. Jaga diri ya dek.."


"Salma akan selalu menunggu kabar dari mas."


Irsyad menanggapi Salma dengan tersenyum.


"Putri ayah juga nggak boleh nakal ya. Nanti secepatnya Aira, ayah dan bunda akan tinggal bersama." Pesan Irsyad kepada putrinya.


"Benelan ayah becok kita tinggal belcama bunda ?" Tanya Aira dengan polosnya yang masih ragu dengan ucapan dari Ayahnya.


"Beneran dong sayang, secepatnya kita akan tinggal bareng. Pokoknya Aira harus berdo'a biar secepatnya kita tinggal bersama. Jadi anak yang sholehah dan berbakti sama opa,oma dan bunda." Tambah Irsyad yang mencolek hidung putrinya. Dia sedikit merasa sungkan untuk kembali ke tempatnya bertugas. Waktu 2 minggu tidak cukup baginya untuk menghabiskan liburan dengan putrinya. Di tambah ada Salma sekarang, membuat dia ragu kembali. Tapi kewajiban dia sebagai abdi negara lah adalah tugas utama nya setelah mengucapkan sumpah janjinya kepada negara.


"Mas biar Salma yang gendong Aira." Pinta Salma.


Irsyad memindahkan gendongan Aira ke Salma. Dia mengecup dahi Aira dengan penuh kasih sayang, berpindah ke dua matanya, pipi dan hidung Aira.


"Sayang ayah pamit dulu ya, "ucap Irsyad dengan mengelus rambut Aira."Dek mas pamit ya." Irsyad berpamit kepada Salma juga. Ingin rasanya Irsyad mencium dahi Salma dan memeluknya, tapi dia sadar jika itu belum boleh karena mereka masih tahap pertunangan. Akhirnya Irsyad hanya mengelus rambut Salma yang tertutup hijab.

__ADS_1


"Bentar lagi syad, kamu bisa memeluk dan mencium Salma dengan sayang." Batin Irsyad yang memandangi wajah atu Salma.


"Sekali lagi hati-hati mas, kami akan selalu merindukan mas." Ucap Salma yang mulai berkaca-kaca. Ingin rasanya dia memeluk Irsyad dengan sayang, tapi apalah daya mereka belum menjadi sepasang suami istri yang akan ada drama ketika di tinggal bertugas.


Irsyadpun mulai masuk ke pintu keberangkatan, dia menoleh kebelakang ke arah kedua orang tuanya. Dia melambaikan tangannya kemudian di lanjutkan melihat kearah putri dan calon istrinya yang masih setia berdiri memandang kepergiannya. Irsyadpun perlahan masuk dan mulai menaiki pesawat menuju ke tempatnya bertugas.


Aira membalas lambaian tangan ayahnya dan tidak lupa dia juga kiss bye ke arah ayahnya.


"Ya Allah lindungi mas Irsyad dan mudahkan jalan kami untuk membina mahligai keluarga yang engkau rahmati." Do'a Salma dalam hatinya.


Setelah pandangannya tak dapat menjangkau Irsyad. Salma yang menggendong Aira berjalan berbalik arah menuju ke tempat pak Jaka dan bu Ronah berada.


"Sabar ya nak, Insyaallah secepatnya kalian akan bersama." Nasehat bu Ronah kepada calon menantunya dengan memegang punya Salma. Bu Ronah dapat melihat wajah kesedihan yang terpancar di wajah Salma.


"Ya bu, Salma akan selalu menunggu mas Irsyad di sini." Jawab Salma dengan tersenyum.


"Sekarang kita pulang yuk..." Ajak pak Jaka." Nak Salma tadi kesini naik apa ?, kalau naik taxi nanti pulangnya bareng kita saja."


"Salma tadi bawa sepeda motor yah." Jawab Salma.


"Ya udah sekarang kita jalan menuju parkiran." Ajak pak Jaka.


"Aia turun ya nak kasihan bunda capek gendong kamu." Pinta bu Ronah kepada cucunya.


"Tidak apa-apa kok bu, Salma tidak merasa berat menggendong Aira."


Bu Ronah akhirnya mengalah. Mereka berjalan keluar bandara menuju ke parkiran. Karena parkir sepeda motor dan mobil berbeda arah dan Mang ujang sudah menunggu di depan pintu keluar bandara, merekapun berpisah setelah Salma memastikan Aira tidak rewel dan masuk ke dalam mobil.


Mobil yang dikendarai pak Ujang melaju meninggalkan Bandara. Salmapun mengambil motornya dan melajukan motornya menuju kerumahnya.


***********


Hari ini tepat 1 minggu Salma di tinggal Irsyad. Selama mereka berjauhan, Irsyad dan Salma membangun komunikasi untuk mempererat hubungan mereka. Awalnya Salma mengira jika Irsyad orang yang tidak suka bercanda, setelah kesini dia baru mengetahui jika Irsyad juga pandai berhumor yang terkadang membuat Salma tertawa lepas setelah mendengan humorannya.


Sama seperti Irsyad, hubungan Salma dan Aira juga semakin dekat. Salma menghabiskan waktu setelah mengajar untuk mengunjungi Aira. Dia juga memanfaatkan waktunya untuk mengajari Aira membaca. Aira yang sangat bahagia karena akhirnya bisa merasakan kasih sayang seorang bunda yang tidak dia dapatkan sejak kecil.


Seperti malam minggu kemarin, Aira merengek kepada omanya agar di izinkan untuk menginap di rumah Salma.


Flashback


"Oma, Aila mau bobok ke lumah bunda." Pinta Aira dengan merengek ke omanya.

__ADS_1


"Bunda pasti lagi sibuk sayang, kapan-kapan aja ya." Bujuk bu Ronah.


"Becok kan Aila libul, bunda pasti juga libul. Aila kangen cama kakek dan nenek. Apalagi kemalin bunda bilang Aina mau bobok di cana." Rayu Aira kepada omanya.


"Ya udah, sekarang kita telpon bunda dulu."


Bu Ronah mengambil handphone nya dan mulai mencari kontak Salma. Setelah mendapatkannya, bu Ronah mulai menghubungi Salma melalui layanan video call.


"Assalamualaikum ibu, ada yang Salma bisa bantu?" Ucap Salma.


"Waalaikum salam nak, ini Aira merengek ingin menginap ke rumah kamu." Jawab bu Ronah.


"Bunda Aila mo bobok ke lumah bunda." Rengek Aira.


"Boleh dong sayang, bunda jemput ya kesana?"


"Eh nggak usah nak biar Aira di antar mang Ujang saja. Kamu tunggu di rumah."


"Nggak pa-pa kok bu biar Salma yang jemput."


"Sudah biar mang Ujang saja, kasihan kamu nanti kecapekan apalagi kamu juga pasti baru pulang ngajar." Jawab bu ronah yang melihat Salma masih memakai seragam mengajar nya.


"Baik bu, Salma akan menunggu kedatangan Aira. Nanti juga Aina dan Adam datang kerumah."


"Abang Adam nanti juga kecana bunda ?" tanya Aira.


"*Iya sayang, nanti abang sama Aina kesini."


"Hole.....hole nanti Aila bica maen belcama." Teriak* Aira dengan gembira.


"Nanti Nisa biar ikut kesana ya ?"


"Tidak usah bu, biar mbak Nisa istirahat saja dirumah. Biar Aira sama saya. Disini juga ada ibu dan ayah pasti senang kalau rumah jadi ramai."


"Ya udah ibu siapin dulu perlengkapan Aira. Ibu tutup dulu ya telpnya." Pamit bu Ronah. "Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam salam bu." Jawab Salma dan menutup telpon nya.


Flash End...


**Note :

__ADS_1


Yea.... Akhirnya bisa up lagi, maf kemarin nggak bisa up karena author tidak enak badan. Seharian kemarin badan nggak bisa di ajak bekerja. Semoga hari ini bisa up lebih untuk mengganti kemarin. Tapi sebelumnya jangan lupa vote, like dan comment ya biar Author Leboh bersemangat lagi. Dan terimakasih sudah setia membaca karya Author..🤗🤗🤗🤗**


__ADS_2