
Semua keluarga masih berkumpul di rumah Irsyad. Mereka saling bercengkrama untuk mengobati rasa rindu mereka kepada keluarga Irsyad. Terutama adalah Aira,karena sejak kecil Aira di asuh oleh bu Ronah dan pak Jaka apalagi dia adalah cucu perempuan satu-satunya di keluarga Irsyad.
"Aduh cucuku laki-laki semua,yang cantik cuma ini ni." Ucap bu Ronah dengan mencium pipi Aira di pangkuannya.
Aira yang di perlakukan seperti itu hanya tertawa dalam pangkuan omanya.
"Kalau saya pas San,2 cowok dan 2 cewek." Ucap bu Murti.
"Iya San,yang penting cucu-cucu kita sehat semuanya dan tumbuh cantik dan ganteng." Jawab bu Ronah dengan mengamati cucu-cucunya yang sedang bermain bersama dengan tersenyum.
"Semoga kita bisa melihat mereka tumbuh besar San,sampai mereka menikah dan membuatkan cicit buat kita." Tambah bu Murti dengan rona bahagia.
"Amin san."Jawab bu Ronah dan diikuti pak Jaka dan pak Handoko.
"Oek.....Oek......"Adyan pun terbangun dan mulai merengek.
"Wah cucu nenek udah bangun ya,pasti kaget ini kok ramai sekali rumahku."Ucap bu Murti dengan mentoel pipi Adyan.
"Pasti cucu oma haus ya." Tambah bu Ronah yang juga berada di samping bu Murti.
"Nak,ini Adyan di susuin dulu." Pinta bu Murti dengan menyerahkan Adyan kepada Salma.
"Baik bu." Jawab Salma. Dengan cekatan Salmapun menerima Adyan dalam gendongannya.
"Salma ke dalam dulu ya."Pamit Salma.
Salmapun berjalan menuju ke kamarnya untuk menyusui Adyan. Dia masih risih jika harus menyusui Adyan di ruang terbuka dan banyak orang.
*********************
"Abang Adam ayo maen sama Aila dan Aina di sana."Ajak Aira kepada Adam dengan dirinya sudah menggandeng Aina. Aira sangat bahagia bisa bermain kembali dengan Aina. Sejak bangun tidur dan melihat oma dan neneknya,Aira bersemangat untuk mencari Aina di ruang depan. Setelah bertemu,dia tak mau lepas dengan Aina.
"Iya dek,ayo kita maen kesana."Jawab Adam. Adampun berdiri setelah duduk dilantai bersama Brian,bayu, Raihan dan Rio.
"Loh,aku kok nggak di ajak sih." Riopun protes karena Aira tidak mengajaknya.
"Lio kan balu maen sama Blian,Bayu dan Laihan. Jadi Aila nggak ngajak Lio."Jawab Aira.
"Adam juga maen sama kita,terus kenapa Adam saja yang di ajak?" Tambah Rio yang tidak suka melihat Aira bersama anak cowok lainnya selain dia.
"Kan Aila kangen abang Adam." Jawab Aira kembali.
"Sudah...sudah,jangan bertengkar. Kita kan bisa bermain bersama-sama."Ucap Adam untuk menengahi Aira dan Rio. Adam merupakan anak yang mandiri. Dia juga bisa berfikir dewasa. Sehingga dia bisa langsung tanggap dengan kejadian ini.
"Ya udah ayo ikut."Jawab Aira dengan cemberut.
"Terima kasih."Ucap Rio dengan tersenyum senang.
__ADS_1
Aira dan Aina berjalan terlebih dahulu menuju taman di komplek asrama dan diikuti Rio dan Adam di belakangnya.
Disana,ada ayunan dan pelosotan yang biasanya digunakan anak-anak komplek bermain. Ada juga kolam ikan yang di huni kura-kura dan ikan hias.
"Aina ayo kita maen ayunan sepelti waktu kita di taman dulu." Ajak Aira dengan menggeret Aina.
"Ayo Aila, aku juga kangen maen ayunan sama kami." Jawab Aina.
Aira dan Aina pun berjalan menuju ke arah ayunan. Di sana ada dua ayunan. Aira duduk disebelah kanan dan Aina duduk di sebelah kiri. Sedangkan Adam dan Rio mengikuti mereka dari belakang.
"Abang, bantuin Aina dong. Dolongin ayunan Aina." Pinta Aina setelah melihat abangnya di belakang.
"Siap dek,nanti abang dorong." Jawab Adam sambil memegang ayunan Aina untuk siap mendorongnya.
"Nanti gantian Aila ya abang." Rengek Aira.
"Aira biar aku bantu dorong saja." Sela Rio yang tidak suka.
"Aila kan maunya sama abang bukan sama Lio. Tolak Aira.
"Toh sama aja Aira mo di dorong Rio ataupun Adam." Ucap Rio.
"Ih Lio nggak asyik." Jawab Aira dengan membuang muka ke samping karena sebal dengan sikap Rio.
Rio pun mulai mendorong ayunan Aira. Dia mendorongnya perlahan-lahan agar Aira tidak terjatuh. Meskipun awalnya Aira cemberut tapi akhirnya dia tertawa ketika ayunan dia dan Aina di dorong. Adam dan Rio pun saling berlomba-lomba untuk mengayun.
"Dek,istirahat dulu ya abang capek." Ucap Adam kepada adiknya.
"Siap abang." Jawab Aina.
"Aira istirahat dulu ya, Rio juga capek." Tambah Rio yang juga ngos-ngosan.
"Ok Lio." Jawab Aira.
Adam dan Rio pun duduk di bawah pohon mangga di area taman. Aira dan Aina turun dari ayunan dan menyusul mereka.
"Aina haus nggak?"Tanya Aira.
"Aina haus Aila, Aila bagaimana?"Tanya balik Aina.
"Aila juga haus. Ayo kita pulang saja kita minum di lumah." Ajak Aira.
"Di sini dulu aja, di rumah kamu ramai."Tolak Rio yang masih menikmati bermain di taman.
"Tapi Aila haus Lio." Rengek Aira.
"Ni Rio bawa uang,biar Rio beli minum di warung depan dulu dan kalian nunggu disini dulu."Tawar Rio dengan merogoh saku celananya. Diapun menyodorkan uang sepuluh ribuan 3.
__ADS_1
"Ya udah ayo biar aku antar kamu Rio." Ucap Adam.
"Kalian tunggu disini ya,biar abang sama Rio beli minum dulu." Tambah Adam menasehati adiknya dan Aira.
"Okey abang." Jawab Aina.
"Abang,Lio hati-hati ya." Ucap Aira setelah melihat Adam dan Rio berjalan meninggalkan mereka.
Adam dan Rio pun berjalan menuju warung depan dekat dengan kantin. Mereka akan membeli beberapa minuman untuk di minum di taman.
"Adam ayo cepat jalannya,kasihan Aira udah kehausan."Ucap Rio mengajak Adam.
"Jangan cepat-cepat nanti jatuh Yo." Ajak Adam sambil berteriak kearah Rio. Adam pun ikut berlari untuk menyeimbangi langkah Rio. Karena Rio tidak mau mendengarkan nasehat Adam.
"Bu beli Jud B****** rasa mangga 2, dan...." (Rio berhenti sejenak untuk bertanya kesukaan Adam dan Aina). "Kamu mau rasa apa sama adikmu?"
"Disamain saja." Jawab Adam sambil mengamati isi warung.
"jadi 4 ya bu."Ucap Rio kepada bu Sifa.
"Iya Rio, sama apa lagi?" Jawab bu Sifa dengan menyerahkan pesanan Rio.
"Sama roti yang itu ya bu 4."Tambah Adam dengan menunjuk snack roti kesukaan dia dan adiknya.
"Memangnya Aira suka makan itu?"Ucap Rio.
"Pasti suka kan makannya nanti sama Aina."Jawab Adam dengan tersenyum.
"Ini ibu taruh di kantong plastik ya. Jadi semuanya Rp. 35.0000."Ucap bu Sifa dengan menyerahkan bungkusan plastik ke arah Rio.
Riopun menyerahkan semua uangnya kepada bu Sifa.
"Ini bu uangnya."Jawab Rio.
"Masih kurang lima ribu Yo."
"Uangku udah habis." Ucap Rio dengan sedikit ketakutan.
"Ini bu kekurangannya."Adampun mengeluarkan uang sepuluh ribuan ke bu Sifa.
"Terimakasih Dam,nanti aku bilang mama buat gantiin uang kamu."Ucap Rio kepada Adam.
"Tidak usah Rio,kan ini nanti di makan buat kita."Jawab Adam sambil tersenyum.
Setelah membayar semuanya,merekapun kembali kearah taman. Rio mulai merasa biasa saja kepada Adam setelah Adam mau membantu membayar makanannya. Tak seperti sebelumnya,dimana dia tidak suka jika Aira hanya bermain dengan Adam.
**********
__ADS_1