Bunda Untuk Aira

Bunda Untuk Aira
Dinner


__ADS_3

Happy Reading...


🌿🌿🌿🌿


"Benar juga mbak. Coba nanti saya minta bantuan Shakila buat cari tahu tu hubungan mereka, mbak kan tahu sendiri gimana jiwa keponya Illa. Pasti dia seneng deh kalau dapat tugas ini. " Bunda Salma pun akhirnya menyetujui saran dari tante Nita.


"Aku kaget loh mbak, kok bisa Illa itu sikapnya beda banget sama kakak-kakanya. "Ucap tante Nita yang mengingat sifat Shakila. Cewek pemberani dan cerewet.


" Entahlah mbak, sepertinya mirip kakaknya Aina anak dari kakakku mbak. " Balas bunda Salma yang mengingat kecerewetannya di saat kecil. Sampai dia menikahpun sekarang tetap sama. Berbeda dengan abangnya Adam yang pendiam dan selalu cool seperti Adyan. Memang setiap anak mempunyai sifat sendiri-sendiri, jadi sebagai orang tua jangan sampai membandingkannya. Tugas orang tua adalah mengarahkan dan membimbing anak-anak mereka untuk menjadi anak-anak yang sholeh dan baik.


"Oh itu ya mbak yang pernah maen ke rumah mbak sama anak dan suaminya." Ucap tante Nita kembali yang ingat pernah bertemu Nita ketika acara syukuran kelahiran anak dari Aira dan Mario.


"Benar mbak, ya itu anaknya. Ceplas-ceplos tapi sebenarnya dia baik. "


"Oh ya mbak. Inikan bentar lagi ulang tahun Tisha ke 22, dan aku ingin buat acara syukuran kecil-kecilan gitu mbak buat dia. Yah, buat acara syukuran juga karena kemarin Tisha masih di lindungi Allah. Entah apa yang akan terjadi pada dia mbak, kalau kemarij nggak ada Adyan yang menolongnya. Sebagai ibu, aku udah merasa gagal nggak bisa melindungi putriku sendiri. " Tante Nita kembali sendu ketika mengingat kembali hal buruk yang pernah di alami Tisha.


"Sabar ya mbak, mungkin ini udah menjadi takdir Tisha. Tapi Allah masih saya pada Tisha mbak jadi mbak jangan sedih lagi ya. Apalagi sekarang setelah kejadian itu ada hikmah yang luar biasa seperti Tisha yang mau menutup auratnya dan dia juga sekarang sudah dekat dengan Adyan. Mungkin seperti inilah jalan mereka untuk saling mengenal. " Ucap bunda Salam yang menengkan buat tante Nita. Sebagai ibu dan juga mempunyai anak perempuan juga ikut merasakan kepedihan tante Nita. Apalagi jika itu sudah terjadi, bunda Salma nggak bisa membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Mbak Nita, saya punya ide deh mbak. " Ucap bunda Salma kembali setelah muncul ide di kepala beliau.


"Apa mbak? " Jawab tante Nita yang penasaran.


"Gimana mbak jika kita adakan acara syukuran sekaligus ulang tahun Tisha untuk acara lamaran juga. Nanti saya coba bilang sama mas Irsyad dan Adyan. Sebagai ibu, saya nggak ingin mereka terlalu lama pendekatan nanti malah jadi hal yang baik. "


"Wah boleh juga itu mbak. Aku juga setuju dan aku juga mo bicara sama mas Randy. Pasti jika semuanya setuju, nanti bisa jadi kado terindah buat dia. " Jawab tante Nita yang berbinar bahagia.


"Okey mbak. Saya harap juga seperti itu. " Balas bunda Salma kembali.


Kedua ibu yang masih tampak cantik ini menghentikan obrolan mereka untuk menyantap makanan yang sudah terhidang di atas meja. Meskipun terkadang mereka selingi dengan obrolan ringan kembali.


**


Malam pun telah tiba, setelah sholat magrib, Adyan segera melakukan mobilnya menuju ke blarah butik Tisha. Dia sudah mengganti seragam dinasnya dengan baju hems warna hitam, celana jins dan sepatu kets. Adyan tampak lebih tampan dan santai pada malam hari ini. Tidak lupa jam bermerk melingkar di tangan kanannya.

__ADS_1


Lepas dinas, dia punya rencana untuk mengajak Tisha dinner di salah satu restaurant di kota Y. Sebelumnya, dia sudah pergi kesana untuk membooking tempat juga mendekornya menjadi sedikit romantis. Adyan yang nggak pernah berpengalaman berpacaran, mendapat ide ini dari temannya. Dia pun mencoba melakukannya.


Dengan wajah tersenyum bahagia, dia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang yang penting sampai di butik Tisha dengan selamat. Setelah 30 menit perjalanan, akhirnya dia sampai di depan butik Tisha. Dia pun turun dan segera masuk kedalam. Tampak butik masih ramai karena memang biasanya butik tutup jam 9 malam.


"Selamat malam mbak Fitri, Tisha nya ada kah? " Sapa Adyan terhadap mbak Fitri pegawai kepercayaan Tisha.


"Selamat malam Mas Adyan, mbak Tishanya ada di ruangannya. Apa perlu saya panggilkan mas? " Jawab mbak Fitri dengan ramah.


"Tidak usah mbak. Biar saya aja yang kesana. " Balas Adyan kembali.


"Ya udah mas. Silahkan. "


Adyan pun segera naik ke lantai 2 dimana ruangan Tisha bekerja.


Ceklek....


"Assalamu'alaikum calon bidadari surgaku. " Ucap Adyan setelah pintu terbuka. Tisha yang masih fokus dengan desain baju yang sedang ia buat, tidak mendengar pintu ruangannya terbuka.


"Waalaikum salam. Eh abang maaf tadi Tisha nggak dengar pintu di buka. " Balas Tisha setelah melihat siapa yang datang karena mendengar orang mengucapkan salam.


"Iya nih bang, desain gambar itu perlu totalitas dan fokus yang tinggi biar menghasilkan gambar yang bagus juga. " Jawab Tisha yang tidak memungkirinya.


"Oh ya tumben ni abang rapi banget, biasanya juga masih pagai baju dinas kalau nggak pakai kaos. " Ucap Tisha yang melihat tampilan kekasihnya yang berbeda.


"Emmmmm " Adyanpun ikut duduk di kursi depan Tisha.


"Sebenarnya aku ingin ajak kamu makan malam Sya, tapi jika kamu masih sibuk mendesain ya sudah nggak jadi nggak papa. " Adyan berpura-pura menerima jika Tisha nggak bisa makan malam dengan dirinya karena melihat kesibukannya.


"Ya udah deh, nanti aku batalin aja. " Batin Adyan.


"Eh nggak kok bang. Tisha mau loh makan malam sama abang. Ini aja Tisha juga udah lapar. " Balas Tisha. Dia tidak ingin membuat Adyan kecewa. Apalagi ini adalah pengalaman pertama mereka untuk makan malam bersama Adyan yang berpenampilan berbeda. Biasanya hanya pakai kaos oblong saja.


"Tapi nanti pekerjaanmu bagaimana? "

__ADS_1


"Santai bang, ini tinggal mewarnai saja. Nanti aku selesaikan di rumah kalau nggak besok juga bisa karena deadlinenya juga masih minggu depan. "


"Ya udah kalau begitu Sha. " Ucap Adyan dengan wajah yang bahagia.


"Ya udah abang tunggu dulu. Tisha mau beresin ini sekalian mau cuci muka dulu soalnya wajah Tisha kucel habis deh. " Pamit Tisha.


"Kamu tetap cantik loh Sha. " Puji Adyan yang memang Tisha masih tampak cantik meskipun sudah seharian bekerja.


"Abang bisa aja memujinya. " Balas Tisha yang tersipu malu.


Adyan pun hanya tersenyum melihat pipi Tisha yang merona karena pujiannya. Tisha oun segera membereskan pekerjaanya agar Adyan tidak terlalu lama menunggunya. Setelah selesai, dia izin menuju ke toilet untuk membenarkan penampilannya. Dia membawa pouch make up yang selalu ia bawa di dalam tas.


"Aku touch up dikit deh ni wajah biar nggak terlalu terlihat kucel dan pucat. " Ucap Tisha di depan kaca di kamar mandi ruangannya.


Tisha pun memakai bedak dan sedikit lipstik tip agar membuat wajahnya sedikit cerah. Tidak lupa ia perbaiki hijabnya. Setelah selesai, dia keluar dari kamar mandi.


"Ayo bang, Tisha udah siap. " Ucap Tisha kepada Adyan yang sedang melihat hasil desain Tisha .


Adyanpun mendongakkan kepalanya.


Deg...


Adyan tersenyum melihat penampilan Tisha yang tampak cantik setelah berbenah diri.


"Ayo Sha. " Balas Adyan dengan tersenyum.


Adyanpun bangkit dari tempat duduk nya dan Tisha juga ikut mengambil tasnya di meja serta memasukkan make up nya kembali ke dalam tas. Setelah memastikan semuanya dibawa, Tisha pun ikut berjalan bersama Adyan untuk keluar ruangan. Semua anak buah Tisha sudah tahu hubungan Tisha dengan Adyan. Mereka malah sangat bahagia melihat pancaran kebahagian di wajah Tisha setiap harinya.


"Mbak, saya sama bang Adyan pergi dulu ya. Tolong nanti mbak kunci butik nya " Pamit Tisha kepada mbak Fitri.


"Baik mbak. " Balas Fitri.


"Abang Adyan titip mbak Tisha ya. Jagain mbak Tisha loh. " Ucap mbak Fitri kepada Adyan.

__ADS_1


"Beres mbak. " Adyan menjawab dengan memberikan dua jempol ke Fitri sebagai tanda setuju.


🌿🌿🌿🌿


__ADS_2