Bunda Untuk Aira

Bunda Untuk Aira
Saling Mengenal


__ADS_3

Hari ini wajah Salma tampak sangat bahagia . Dari hari Minggu Sampai kamis ini tiada hari tanpa senyuman dan wajah cerah yang terpancar dari wajah cantik Salma. Apalagi setelah sholat subuh tadi pagi , Ia mendapat pesan dari sosok yang dikagumi nya. Ya dialah Irsyad.


Pagi ini iya bersemangat untuk bekerja. Setelah bersiap diri, ia turun ke bawah menuju dapur untuk membantu ibunya untuk menyiapkan sarapan. Hari ini Salma memakai blouse batik warna coklat dengan panjang diatas lutut dipadukan dengan rok span hitam. Dia memakai kerudung coklat lebih muda warnanya dari bajunya. Tidak lupa sepatu pantofel hak 5 cm warna cream. Ia memakai riasan tipis di wajahnya yang menambah keayuannya.


Tok...tok...tok. (bunyi sepatu Salma yang bergesekan dengan licin nya lantai rumah Salma).


"Selamat pagi bu.." Sapa Salma kepada bu Ronah dengan menaruh tas kerjanya di kursi ruang keluarga yang dekat dengan meja makan.


"Selamat pagi nak," Jawab bu Ronah yang masih asyik menggoreng telur untuk sarapan. "Tumben pagi ini kok cerah sekali wajah kamu nak?" Tanya bu Murni..


"Biasanya Salma juga seperti ini bu." Elak Salma kepada ibunya.


"Beda nak, sekarang lebih seperti orang yang sedang jatuh cinta lo.."Goda bu Murni kepada putri bungsunya.


"Ibu ini malah godain Salma sich." Salma berpura-pura ngambek dengan mengerucutkan bibirnya.


"Hayo ngaku, putri ibu sedang jatuh cinta kan?" Bu Murni masih menggoda Salma dan mencolek dagu Salma.


"Ih. ibu nggak ya, Salma biasa aja, Salma bantuin apa ini bu ?" Elak Salma untuk mengalihkan pembicaraan dengan ibunya.


"Kamu ini malah mengalihkan pembicaraan saja, ibu itu yang melahirkan kamu nak jadi ibu tahu bagaimana kamu."


"He... iya...iya bu, ayah di mana bu ?"


"Masih di kamar. Sekarang buatin teh buat ayahmu dulu sana." Pinta bu Murni


"Ok bu." Salma mengambil cangkir dan membuat teh untuk pak Handoko.


"Emmm... nak." Panggil bu Murni.


"Ya bu." Jawab Salma dengan menengok ke arah ibunya.


"Ibu mau nanya, sebenarnya ada hubungan apa antara kamu dengan nak Irsyad?"


"Kami nggak ada hubungan apa-apa kok bu, hanya berteman saja." Sebenarnya Salma ingin lebih bu, tapi sepertinya nggak mungkin." Ucap Salma dalam hati.


"Yang bener ?, kok ibu lihat sepertinya kamu tertarik Irsyad."


"Huhh... Ia sebenarnya Salma memang suka bu, Salma kagum saja bu sama mas Irsyad yang sayang sekali sama putrinya. Tapi nggak mungkin juga bu mas Irsyad suka ma Salma karena saya lihat dia nampak masih sangat mencintai almarhumah istrinya. "Jawab Salma dengan wajah sendu.


"Nggak ada yang nggak mungkin nak, jika itu sudah kehendak Allah pasti apa yang tidak mungkin bisa terjadi. Yang kemarin buat pelajaran nak, jangan terpaku dengan masa lalu mu terus-menerus. Kamu harus menata masa depanmu. Tidak semua laki-laki itu seperti Rahman, masih banyak laki-laki yang baik lainnya."Bu Murni menasehati putrinya sambil menaruh nasi goreng ke wadah dan menghidangkannya ke meja makan.

__ADS_1


Salma hanya mendengarkan nasehat ibunya.


"Menurut ibu, nak Irsyad anak yang baik lo nak. Dia juga ramah dan mudah akrab. Ibu dan ayah si setuju-setuju saja sama nak Irsyad ya walaupun dia seorang duda."Tambah bu Muni.


"Ya memang mas Irsyad baik bu, tapi sepertinya mas Irsyad nggak suka bu sama Salma."


"Minta petunjuk lah pada Allah nak, jika memang dia jodohmu pasti akan du dekatkan."


"Insyaallah bu Salma akan melaksanakan nasehat ibu, ini ibu pagi-pagi malah bicara tentang mas Irsyad terus nanti yang di bicarakan jadi tersedak lo, hehehe." Canda Salma.


"Kamu itu, ya udah sana teh ayahmu dan telurnya taruh di meja ibu mau panggil ayahmu dulu."


"Siap bu.."


Salma menaruh teh untuk ayahnya di meja makan, ia juga menaruh telur disana. Setelah bu Murni memanggil pak Handoko di kamar, beberapa menit kemudian pak Handoko datang datang merekapun bersarapan bersama-sama.


Setelah bersarapan, pak Handoko dan Salma pamit ke bu Murti untuk berangkat bekerja. Pak Handoko yang mengendarai mobilnya menuju kantor dimana ia bekerja sedangkan Salma naik sepeda motor matic kesayangannya untuk menuju sekolah.


Di sekolah, Salma mengajar muridnya dengan bersemangat. Dia menjadi salah satu guru favorit di sekolahnya. Cara ngajarnya yang asyik dan bisa memahami muridnya, Salma di idolakan oleh murid-murid dari kelas 7 sampai 9. Setelah mengajar, Salma mempunyai janji dengan Irsyad untuk bertemu. Meskipun ia bahagia bisa bertemu Irsyad, tapi Salma juga penasaran kenapa gerangan Irsyad ingin bertemu dengan nya.


Jam menunjukkan pukul 2.15 siang. Salma bergegas untuk pulang menuju cafe dimana dia akan bertemu dengan Irsyad. Ia pun melaju kan motor nya menuju ke Cafe Florist yang jaraknya tidak terlalu jauh dari tempatnya mengajar.


*********


Di pojokon ada seorang laki-laki yang duduk menghadap ke arah jendela sedang menunggu seseorang. Dia baru saja sampai di sini. siang ini cafe tidak terlalu rame, sehingga pengunjung bisa leluasa menikmati sajian dan melihat ornamen cafe yang clasik. Irsyad sedang memainkan hpnya dan sesekali melihat pintu luar untuk memastikan apakah Salma sudah datang atau belum.


Setelah 10 menit, pintu depan cafe terbuka. Ada sosok perempuan yang masuk kedalam dengan tengsk-tengok mencari keberadaan seseorang yang telah menunggunya. Ekor matanya menengok ke sebelah kiri dan menangkap sosok laki-laki yang melambaikan tangan kearahnya dengan tersenyum. Salma pun membalas senyuman tersebut dan berjalan menuju ke meja Irsyad.


"Assalamualaikum mas, sudah lamakah mas ? maaf ya Salma terlambat."Ucap Salma dan mendudukkan tubuhnya ke kursi di hadapan Irsyad.


"Waalaikumsalam, nggak pa-pa ma. Ini saya juga baru sampai."Jawab Irsyad.


"Emmm.... Saya juga belum pesan nunggu kamu dulu. Kamu mau pesan apa ?"


"Mbak.....mbak." Panggil Irsyad ke pelayan.


Pelayan menghampiri Irsyad dan Salma di mejanya.


"Selamat siang bapak dan ibu mau pesan apa ?"


"Saya pesan beef steak dan lemon tea, Kamu pesan apa,Ma ?"

__ADS_1


"Sama saja mas."


"Beef steak 2 dan lemon tea nya 2 ya mbak." Pesan Irsyad.


"Baik bapak dan ibu silahkan ditunggu pesanan anda akan segera kami antar." Pelayan mencatat pesanan dan kembali ke dalam untuk membuatkan pesanannya.


"Maaf ya Ma kalau saya mengganggu waktu kamu." Irsyad mencoba untuk mencairkan suasana .


"Nggak kok mas Salma hari ini nggak terlalu sibu dan tempat ini juga satu arah menuju rumah Salma." Jawab Salma. "Kalau boleh tahu, ada apa ya mas kok mas Irsyad mengajak saya untuk bertemu." Tanya Salma karena penasaran.


"emmm sebenarnya ada yang ingin saya tanyakan ke kamu dulu."


"Tanya apa mas?"


"Maaf sebelumnya jika saya lancang, apa kamu saat ini ada laki-laki yang dekat dengan kamu Ma ?"


"Maksud mas Irsyad ?"


"Maksud saya apa sekarang kamu sedang berpacaran atau sudah di khitbah oleh orang ?"


"Emm... belum ada mas. Kalau boleh tahu ada apa ta mas ?" Salma semakin gugup dengan pertanyaan yang irsyad tanyakan kepada nya.


"Setelah beberapa hari ini saya beristikharoh meminta petunjuk sama Allah dan ada berbagai pertimbangan saya ingin mengajak kamu untuk mencoba untuk saling dekat, dalam artian saya ingin mewujudkan keinginan putri saya untuk menjadikan kamu menjadi bundanya."


"Kenapa mas Irayad memilih saya, kan mas belum kenal lama dengan saya ?"


"Banyak pertimbangan dan nasehat yang saya dapatkan salah satunya Aira dan orang tua saya, mungkin kita memang baru saja kenal tapi mari kita coba untuk menjalin sebuah hubungan yang serius karena disini saya bukan mencari seorang kekasih diusia saya saat ini apa lagi dengan status saya, saya ingin mencari pendamping dan sosok bunda yang dapat merawat dan menyayangi putri saya seperti putri nya. Dan saya lihat kamu juga sangat sayang dengan putri saya. Apakah kamu bersedia untuk menjadi bunda untuk putri saya ?" Pinta Irsyad yang berharap kepada Salma.


"Saya hanya seorang perempuan yang tidak sempurna mas. Saya juga punya masalalu yang cukup tidak mengenakan. Apa mas Irsyad mau menerima ?"


"Setiap manusia pasti punya masalalu Ma, tapi kita hidup di masa yang akan datang bukan untuk meratapi masa lalu. Kita harus melangkah kedepan bukan ke belakang. Saya juga punya masa lalu. Mari kita coba membuka lembaran baru untuk kita untuk melaju ke depan bukan ke belakang. Awalnya mungkin saya meminta kamu karena ingin mewujudkan keinginan putri saya, tapi marilah kita mencoba untuk saling membuka diri dan mencoba untuk saling mencintai."Ucap Irsyad dengan lantang.


"Bismillah, baik mas Salma menerima ajakan mas untuk saling kenal. Mari kita saling membuka diri kita dan saling mengenal lebih dekat satu sama lain." Pinta Salma.


"Jadi apa kamu bersedia jika kita bertunangan terlebih dahulu?"


"Apa tidak kecepatan ma ?"


"Saya 4 hari lagi akan kembali ke tempat tugas saya, saya berharap ketika saya berangkat saya sudah mempunyai ikatan dengan kamu.Itu jika kamu setuju."


"Saya coba berbicara dengan orang tua saya mas, Insyaallah nanti malam saya akan mengabari mas."

__ADS_1


"Ya udah sekarang kita makan dulu." Ajak Irsyad setelah makanan tertata di meja.


Obrolan mereka berhenti setelah makanan pesanan mereka datang. Mereka menyantap makanan dengan sedikit canggung tapi juga dengan perasaan yang membuncah diantara mereka.


__ADS_2