Bunda Untuk Aira

Bunda Untuk Aira
Status Baru


__ADS_3

Happy Reading....


***********


Setelah membacakan do'a di ubun-ubun istrinya, Irsyad membantu Salma untuk melepas mukena dan menyimpannya di almari. Kemudian diikuti Irsyad yang membuka baju koko beserta sarungnya.


Tampak Salma memakai piyama motif bunga-bunga yang tersipu malu dengan menundukkan pandangannya ke bawah. Ini kali pertama Salma berdekatan secara ***** dengan laki-laki kecuali ayah dan kakak iparnya.


"Dek, kenapa adek melihat ke bawah padahal mas kan ada di depan kamu?" Tanya Irsyad dengan memegang dagu Salma dan mendongakkannya.


Pandangan kedua mata merekapun bertemu. Jantung Salma tambah berdetak kencang. Ia merasa gugup ketika dipandang secara dekat oleh suaminya.


"Salma malu mas, karena Salma belum pernah lepas kerudung di hadapan laki-laki." Jawab Salma dengan ragu-ragu.


"Tapi mas kan suami kamu, jadi kamu harus melepas kerudung mu di hadapan mas saja ."


"Iya mas,maaf karena Salma belum terbiasa." Jawab Salma dengar rasa gugup.


Entah terbawa suasana, Irsyad mulai mendekat ke arah wajah istrinya. Pandangannya terpusat di bibir Salma. Irsyad mulai ******* bibir Salma. Dia mulai ******* dan menelusuri rongga mulut Salma. Salma yang belum pernah ber*****, dia merasa kualahan mengimbangi suaminya yang dulu pernah menjalankan bahtera rumah tangga dengan mama Aira.


Setelah pasokan udara Salma habis dan ngos-ngosan, Irsyad membiarkan istrinya untuk menghirup udara.


"Terimakasih dek, udah menjaga ini untuk mas." Ucap Irsyad dengan memegang bawah bibir Salma.


Salma menanggapi suaminya dengan tersipu malu. Dia masih kaget dengan apa yang dilakukan suaminya saat ini. Dia masih merasa seperti mimpi bisa di nikahi oleh cinta pertamanya.

__ADS_1


Irsyad menuntun istrinya untuk berjalan menuju ranjang mereka yang masih tapi dengan taburan kelopak bunga mawar berwarna-warni yang terhias apik.


Irsyad mulai membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan diikuti Salma yang di tuntun untuk tidur di sebelahnya.


"Dek, selama ini kita baru berkomunikasi biasa tanpa tahu secara pribadi tentang diri kita. Malam ini kita gunakan untuk terbuka untuk memulai pernikahan kita." Ucap Irsyad yang menghadap ke arah Salma yang membaringkan tubuhnya di samping Irsyad.


"Boleh mas, kita memang harus saling terbuka untuk memulai hubungan pernikahan ini mas agar tidak ada ke salah pahaman kembali seperti kemarin." Jawab Salma.


"Iya dek, mulai saat ini kita harus saling terbuka dan bercerita apapun yang terjadi pada kita agar mempererat hubungan kita. Masalah kemarin menambah kedewasaan mas dan mengajarkan mas untuk melihat permasalahan jangan dari 1 sudut saja, tapi kita harus mencari tahu terlebih dahulu akar permasalahan sebenarnya." Jelas Irsyad.


"Kenapa kemarin adek mau menyusul mas ke tempat tugas mas, padahal kata ibu adik tidak pernah pergi jauh sendirian sebelumnya?" Tanya Irsyad.


"Awalnya Salma berfikir pada saat itu mas sedang sibuk sehingga tidak sempat membalas atau mengangkat pesan ataupun telpon dari Salma, terus ketika Salma berkunjung ke rumah ibu untuk menemui Aira ternyata mas sempat menghubungi Aira dan ibu juga bilang jika tiap hari mas pasti mengubungi nya. La itu yang membuat Salma jadi takut jika mas bertemu dengan perempuan lain di tempat tugas mas. Apalagi Salma pernah punya masalalu tentang orang ketiga." Jawab Salma dengan sedikit murung.


Irsyad yang melihat perubahan wajah istrinya pun menggenggam tangan istrinya. "Tidak ada kepikiran buat mas dek untuk mencari wanita lain disana, jika memang mas mau dari dulu setelah mas di tinggal almarhumah pasti mas akan segera menikah. Tapi nyatanya mas nggak melakukan ini karena yang utama buat mas adalah kebahagiaan Aira " Jelas Irsyad menenangkan istrinya.


"Silahkan adek mau berbicara apa ?"


"Mas kan sangat tampan, pasti banyak perempuan di luar sana yang tertarik pada mas. Kenapa mas memilih Salma untuk menjadi pendamping dan bunda untuk Aira ?"


"Hahaha, terimakasih atas pujiannya dek." Irsyad terkekeh mendengar kata tampan yang langsung keluar dari mulut istrinya. " Dulu sebenarnya mas malah nggak berniat untuk menikah kembali karena cinta mas yang sangat besar kepada Almarhumah." Irsyad sedikit merasa tidak enak dengan istrinya ketika membahas almarhumah kembali.


"Tidak apa-apa mas, Salma nggak cemburu kok dengan mbak Aisyah. Bagi Salma, mbak tidak akan tergantikan di hati mas ataupun Aira." Salma menenangkan suaminya.


"Sebelum pulang Aia bercerita tentang kamu, tapi mas belum menanggapinya karena memang Aira sering bercerita apapun yang di alami ketika mas telpon dia. Tapi setelah bertemu langsung dengan Aira, di sering bercerita tentang kamu sehingga mas penasaran. Apalagi ketika melihat kedekatan kamu dengan Aira dan permintaan Aira ketika kita di Timezone pertama kaki, itu membuat mas tersentuh dan ingin menjadikan kamu menjadi bunda Aira. Mungkin awalnya memang mas belum cinta sama adek hanya rasa kagum saja, tapi setelah masalah kemarin ketika tangan kamu di pegang oleh mantan kamu baru mas sadar jika mas mulai jatuh cinta kepada kamu dek." Irsyadpun menjelaskan secara detail apa yang dia rasakan.

__ADS_1


"Jadi, kemarin mas cemburu gitu sama Salma." Salma terkekeh mendengar penjelasan Irsyad.


"Ya wajar mas cemburu, wong mas aja yang kemarin sudah resmi menjadi tunangan kamu aja belum berani pegang tangan kamu, eh ini ada laki-laki lain yang berani pegang kamu."


"Salma bahagia mas, inilah do'a Salma yang di hijabah oleh Allah meskipun memerlukan kesabaran dan waktu yang lama, Salma tidak pernah menyesal menunggu karena akhirnya Salma bisa menikah dengan mas, laki-laki pertama yang telah membuat Salma yang tomboy dan tidak pernah mengenal cinta menjadi uring-uringan karena tidak menemukan keberadaan mas kembali." Ucap Salma.


"Mungkin dulu kalau kita di pertemukan kembali, pasti kamu akan kecewa dan patah hati karena di waktu itu mas sudah berpacaran dengan mama Aira."Goda Irsyad.


"Makanya mas, Salma bersyukur kita di pertemukan saat ini karena Salma percaya bahwa jodoh akan datang tepat pada waktunya."Jawab Salma dengan tersenyum.


"Mas sangat beruntung dek bisa kenal kamu di waktu yang tepat. Semoga kita akan menjalani pernikahan ini dengan kebahagiaan yang meliputi kehidupan kita dan kita dapat di karuniai anak-anak yang sholeh sholehah yang menemani kita sampai kakek nenek." Do'a Irsyad.


"Amiiiin mas." Jawab Salma.


Entah suasana yang sangat mendukung, Irsyad memulai kembali untuk meraup bibir Salma yang sudah menjadi candunya. Irsyad membimbing Salma yang sama sekali belum pernah berpengalaman. Entah gairah Irsyad yang mulai terbakar, dia mulai ****** bagian lain di tubuh istrinya.


"Bolehkah mas meminta hak mas malam ini dek ?" Izin Irsyad.


Salma pun menganggukkan kepalanya. Irsyad mulai bergerilya dan membuka baju istrinya. Tidak lupa Irsyad membaca do'a kembali di atas Ubun-ubun istrinya agar kegiatan malam ini tak diikuti syaiton yang sering menjerumuskan manusia. Dan selanjutnya, hanya mereka berdua yang tahu apa yang terjadi kepada kedua pengantin baru tersebut.🤣🤣🤣🤣


**Note :


Cukup segini dulu ya, karena author bukan ahli pembuat cerita ******, jadi hanya segitu saja. hehehe.


Maaf beberapa hari ini hanya bisa up 1 episode saja karena Author sedang tidak terlalu fit sehingga mood sedikit terganggu untuk menulis. 😇😇

__ADS_1


Jangan lupa ya vote dan like nya. Serta komen positif untuk membuat Author semangat kembali.🤗🤗🤗**


__ADS_2